
Karena, ciri-ciri dari orang yang telah disebutkan oleh Vena sama persis dengan apa yang telah disebutkan oleh Ziya. Akhirnya Ziya bisa mengambil kesimpulan bahwa sepertinya orang misterius yang sengaja masuk ke dalam kamarnya serta masuk ke dalam ruangan khusus milik Axeloe sudah sangat dipastikan memiliki suatu hal yang tersembunyi.
" Aku sudah memiliki kesimpulan, dan aku begitu yakin sepertinya orang misterius yang dimaksudkan oleh Vena itu pasti tidak lain kemungkinan besar mata-mata dari Martin atau wanita itu,," Gumam Ziya dalam hati bahwa Ziya sendiri sudah menyimpulkan orang misterius yang dengan sengaja masuk ke dalam ruang Axeloe dan juga kamarnya adalah tidak lain dari orang suruhan Martin atau Gladys.
Karena, sudah memiliki sebuah kesimpulan dari apa yang telah terjadi pada dirinya sendiri, serta yang sebuah tindakan yang baru saja dilihat oleh Vena. Akhirnya, Ziya menyiapkan sebuah rencana besar agar bisa mendapatkan seseorang yang telah berani bertindak secara diam-diam di dalam kediaman Alberto.
" Heemmm, sepertinya aku bisa menyimpulkan siapa orang misterius itu Vena,," Gumam Ziya dengan suaranya yang terdengar begitu kecil hingga membuat Vena tidak dengar bahwa Ziya sedang berbicara dengannya.
" Apa, Nyonya, saya tidak terlalu dengar suara Nyonya,," Ujar Vena kepada Ziya yang memang tidak terlalu dengar dengan suara Ziya.
" Aku bisa menyimpulkan bahwa sepertinya orang misterius yang baru saja kita lihat itu, pasti tidak lain dari orang suruhannya Martin dan Mommy Gladys,," Bilang Ziya yang terlihat begitu yakin akan pemikiran dari kesimpulannya itu.
" Sepertinya, benar sekali yang Nyonya katakan,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya membenarkan kesimpulan Ziya yang menyimpulkan bahwa orang misterius itu pasti orang suruhan dari Martin atau Nyonya Gladys.
" Saya juga berpikir seperti itu, pasti orang yang sengaja masuk ke dalam ruangan khusus milik Tuan Axeloe itu, tidak lain lagi pasti orang suruhan dari Nyonya Gladys,," Sambung Vena lagi dengan begitu yakin.
" Heemmm kau benar karena, tidak mungkin ia hanya memasuki dua ruangan saja di dalam kediaman ini, yaitu ruangan Axeloe dan juga kamar ini,," Sambung Ziya lagi yang tengah berdiskusi pendapat bersama Vena.
" Pasti ia sudah melakukan suatu tindakan tersembunyi di dalam ruangannya Axeloe,," Gumam Ziya lagi yang memperkirakan tindakan dari orang misterius itu.
" Heemm ya Nyonya, karena, saat itu, saya juga melihat orang misterius itu sedang melakukan sesuatu pada semua alat sistem ruangan Tuan, Axeloe, tapi, saya tidak tahu apa yang telah diubahnya dari sistem alat dalam ruangan itu,," Jawab Vena lagi sambil mengingat kembali apa yang telah dilakukan oleh orang misterius saat ia mengintainya.
" Benar dugaan ku, bahwa orang itu pasti telah merusak sistem di dalam kediaman ini, melalui ruangan khusus milik Axeloe,," Sahut Ziya lagi yang telah memikirkan dengan jelas suatu tindakan dari orang misterius yang dicurigai oleh mereka berdua.
" Oleh sebab itu, semua pengawal tidak melihat orang misterius itu masuk ke dalam kamar ini,," Jawab Ziya lagi menyambungkan dugaannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh orang misterius itu.
" Heemm benar sekali, Nyonya,," Jawab Vena mengangguk seolah mengerti apa yang telah menjadi dugaannya Ziya.
Namun seketika Vena teringat dengan ucapan Friek saat ia baru saja keluar dari ruangan milik Axeloe. Saat itu Vena bertemu dengan Friek tepat di luar dari kamarnya Ziya ini. Dan saat itu Vena juga melihat Friek serta beberapa pengawal lain sedang bersiap siaga di luar kediaman. Karena, Vena tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Friek itu, akhirnya Vena langsung membahas tentang tindakan Friek yang sedang memantau aktivitas seseorang.
" Oh ya Nyonya, sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan pada Nyonya,," Ungkap Vena lagi pada Ziya.
" Apa itu Vena, katakan ?" Tanya Ziya langsung tanpa memberikan jeda waktu lagi untuk Vena dalam menyampaikan laporan kepadanya.
" Saat saya sedang kembali menuju ke tempat Nyonya dari tempat ruangan Tuan Axeloe, saya kebetulan melewati jalan depan dan saat itu saya melewati beberapa pengawal di bagian luar taman terlihat sedang memantau seseorang yang mencurigakan,," Ungkap Vena kepada Ziya memberitahukan keadaan yang telah dilihatnya saat ia kembali ke ruangan kamar majikannya ini.
" Kemungkinan yang sedang dilakukan oleh Friek dan beberapa pengawal lainnya saat ini bukan sedang mengintai orang itu Vena,," Jawab Ziya langsung mendengar pernyataan dari Vena.
" Kenapa bisa seperti itu, Nyonya ?" Tanya Vena lagi dengan raut wajah kebingungan pada Ziya.
" Karena, orang misterius saat ini bukanlah orang bodoh seperti tindakan yang dilakukan oleh Martin kemarin,," Jawab Ziya dengan jelas mengenai Martin pada Vena.
" Dengan sangat mudahnya ketahuan begitu saja oleh semua pengawal Alberto,," Sambung Ziya lagi yang masih teringat bagaimana Martin bisa langsung ditangkap oleh Alberto.
" Maksud Nyonya ?" Tanya Vena lagi dengan wajahnya yang belum mengerti akan maksud dari perkataan Ziya.
" Maksudku, orang misterius ini cukup pintar dalam melakukan tindakan rencananya, karena, dari awal dia sendiri sudah mengatur rencananya ini cukup matang, yaitu dengan sengaja mengubah sistematis alat di dalam ruangan Axeloe, barulah ia akan menjalani rencananya itu, Vena,," Jawab Ziya dengan jelas pada Vena mengenai apa yang akan direncanakan oleh orang misterius.
" Oh begitu Nyonya, saya baru mengerti sekarang, pasti orang misterius itu sedang merancang rencananya agar tidak bisa diketahui secara langsung oleh Tuan Besar Alberto,," Gumam Vena yang baru saja mengerti maksud dari perkataan Ziya.
" Tepat sekali Vena, sekarang kau baru mengerti maksud dari ucapan ku bukan ?" Tanya Ziya lagi kepada Vena.
" Ya, Nyonya,," Jawab Vena dengan begitu yakin.
" Oleh sebab itu, aku ingin sekali agar aku bisa membantu Alberto bisa mendapatkan orang yang telah berani menyuruh seseorang untuk mengintai dan melakukan tindakan buruk di dalam kediaman ini,," Ungkap Ziya dengan sorot mata yang penuh akan keyakinan.
Karena, melihat majikannya itu bersemangat dalam mengungkapkan siapa yang telah menjadi otak dari orang misterius yang sengaja dikirimkannya untuk mengintai kediaman Axeloe.
" Kalau begitu, apakah Vena bisa untuk ikut dalam rencana Nyonya ini ?" Tanya Vena kepada Ziya sehingga membuat Ziya langsung menoleh ke arahnya.
" Apa ?? Kau mau juga terjun dalam rencana ini Vena ?" Tanya Ziya sedikit heran dengan perkataan Vena yang ingin juga mengikuti dalam rencananya itu.
" Ya, Nyonya,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan.
Akhirnya, dengan penuh semangat Vena sebagai asisten pribadi dari seorang majikan yang begitu pemberani ini, Vena ingin mengikuti rencana yang akan dilakukan oleh Ziya terhadap orang yang membuat mereka berdua merasa tidak nyaman.
****