
" Aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir, apabila aku merasakan sakit apapun, pasti aku langsung memberitahukannya padamu,," Jawab Ziya lagi dengan memberikan sebuah jawaban pasti pada Alberto.
" Aku berkata jujur padamu, sayang, bahwa aku tidak sanggup apabila melihat tubuhmu ini merasakan kesakitan yang begitu mendalam,," Ucap Alberto yang memberitahukan perasaannya secara langsung pada Ziya.
" Karena, aku sangat menyayangimu dan mencintaimu, istriku Ziya,," Sambung Alberto lagi pada Ziya dengan wajah penuh keyakinan.
" Ya, aku tahu itu, Alberto, bahwa kau memang benar tulus mencintaiku, terima kasih atas ketulusan hatimu padaku,," Jawab Ziya sambil tersenyum menatap lembut mata Alberto.
" Terima kasih, istriku sayang,," Ucap Alberto sambil mengangkat kedua tangan Ziya, menggenggamnya serta langsung memberikan kecupan manis untuk Ziya bahwa ucapannya itu merupakan keyakinan darinya.
Betapa bahagianya Ziya ketika melihat sikap lembut yang diperlakukan Alberto terhadap dirinya. Walaupun itu hanya sekedar ciuman lembut yang tulus dari Alberto, tindakan yang dilakukan oleh Alberto itu sudah cukup untuk meyakinkan hati Ziya akan ketulusan dari sikap suaminya saat ini.
Setelah memberikan ciuman lembut tepat di kedua tangannya Ziya dan memastikan keadaan Ziya saat ini memang terlihat cukup membaik. Jadi, Alberto bisa kembali lagi melakukan pekerjaannya yaitu menanyakan keadaan Ziya yang sedetail mungkin pada Axeloe, lalu, di sambung kembali dengan memeriksa keadaan kamar Ziya.
Serta berlanjut memeriksa siapa orang yang telah berani dengan sengaja mengubah pengaturan sistem perekam suara pengintai di kediamannya itu. Satu lagi, tugas Alberto yang belum selesai adalah memberikan sebuah instruksi kepada Zavier dalam melakukan proses karantina yang akan dilakukannya terhadap Zoya.
" Sayang, saat ini tubuhmu benar-benar cukup membaik ?" Tanya Alberto yang masih saja pada topik yang sama menanyakan suatu hal tentang keadaan tubuh Ziya.
" Iya, Alberto, aku memang sudah cukup membaik,," Jawab Ziya lagi dengan pasti.
" Dan saat ini jika kau mengajakku untuk melakukan lomba, aku akan sanggup melakukannya,," Sambung Ziya lagi sambil memberitahukan kepada Alberto bahwa memang benar saat ini tubuhnya sudah terasa membaik.
" Baiklah, jika tubuhmu, sudah cukup membaik, apakah aku boleh menuju ke ruangan kerjaku ?" Tanya Alberto seraya meminta izin pada Ziya.
" Masa aku melarangmu untuk melakukan pekerjaan, yang tengah kau lakukan Alberto, hanya karena, aku sedang ingin bersamamu seperti ini,," Ucap Ziya dengan wajahnya yang terlihat manja.
" Heeemmm, kau memang istriku yang paling istimewa, terima kasih sayang, karena, kau sudah mengerti akan diriku," Ucap Alberto lembut sambil menyentuh dagu Ziya.
" Heemmm ya Alberto,," Jawab Ziya menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu, apakah aku boleh keluar sekarang ?" Tanya Alberto lembut pada Ziya.
" Ya, jangan lupa untuk selalu berhati-hati," Ucap Ziya seraya memberikan sebuah pesan singkat namun mendalam untuk Alberto.
" Ya sayang terima kasih atas support yang selalu kau berikan untukku,," Balas Alberto sambil memberikan kecupan lembut tepat di puncak kepala Ziya.
" Ya sudah kalau begitu, kau juga hati-hati di dalam kamar serta melakukan tindakan apapun baik di luar kamar atau di dalam kamar ini,," Ucap Alberto yang juga memberikan pesan pada Ziya.
" Ya, Alberto terima kasih, aku akan selalu mengingat pesan darimu, karena, aku tahu di dalam pikiranmu ini, selalu terpikirkan akan keselamatan diriku,," Ucap Ziya lembut menatap Alberto.
" Ya sudah kalau begitu, aku keluar dulu Sayang,," Ucap Alberto lembut.
Setelah memberi pesan serta memberikan kecupan yang begitu banyak pada istrinya itu. Alberto segera turun dari tempat tidurnya Ziya. Namun, disaat Alberto turun dari tempat tidur itu, tiba-tiba dari pintu luar kamar kembali terdengar suara ketukan pintu beserta suara Vena yang meminta izin untuk masuk. Dan pastinya Ziya yang mendengar suara tersebut langsung saja meminta Vena untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
****