Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



Sambil tersenyum nakal Axeloe ikut mengiringi langkah kaki Vena yang sudah masuk ke dalam kamarnya itu. Walaupun di dalam hati Vena saat ini sedang digandrungi perasaan yang bercampur aduk serta berkecamuk mengganggu pikirannya. Namun, langkah kakinya sama sekali tidak terlihat bahwa ia dalam perasaan yang begitu jelas ketakutan.


Setelah Vena dan juga Axeloe masuk ke dalam kamarnya tidak lupa Axeloe menutup pintu kamarnya itu lagi menggunakan kode finger print. Dan pastinya Vena semakin cemas dengan tindakan Axeloe yang sedang mengunci pintu kamarnya itu. Karena, tindakan yang sedang dilakukan oleh Axeloe sedang mengunci pintu kamarnya hingga membuat Vena berani bertanya pada Axeloe kenapa pintunya harus ditutup.


" Aduh kenapa pintunya di tutup ?" Tanya Vena dalam hati merasa bingung dengan tindakan Axeloe yang sedang menutupi pintu kamarnya menggunakan kode dari jarinya sendiri.


" Sebaiknya aku tanya, kenapa harus ditutup pintunya, memangnya apa yang akan dilakukan oleh Tuan Axeloe padaku,," Gumam Vena lagi dengan wajah penuh kecemasan.


" Eehh, Maaf Tuan kenapa pintunya di tutup, Tuan ?" Tanya Vena langsung pada Axeloe yang sedang menutupi pintu kamarnya.


Walaupun mendengar pertanyaan yang ditanyakan oleh Vena padanya itu, Axeloe sama sekali belum menghiraukan pertanyaan yang sedang ditanyakan oleh Vena padanya itu. Setelah selesai menutupi pintu kamarnya dengan menggunakan kode jarinya, barulah Axeloe membalikkan tubuhnya menghadap langsung pada Vena yang masih berdiri terdiam di belakangnya sedari tadi.


" Memangnya kenapa ?" Tanya Axeloe langsung pada Vena dengan ekspresi wajah tegasnya.


" Saya tidak bermaksud apa-apa Tuan, saya hanya bertanya kenapa pintunya di kunci sedangkan saya masih di dalam dan bagaimana saya akan keluar dari ruangan Tuan, jika pintunya terkunci,," Ucap Vena panjang lebar dengan suaranya yang terdengar seperti orang yang penuh akan kekhawatiran.


" Heehhh, ternyata kau orang yang banyak bicara juga,," Ucap Axeloe sambil tersenyum tipis saat mendengar ucapan Vena yang banyak sekali pertanyaannya.


" Baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk seolah mengerti akan maksud dari penjelasan Axeloe.


" Ya sudah masuk, kau tinggal letakkan barangku itu di atas meja nanti,," Ucap Axeloe yang seolah sedang memberikan sebuah perintah kepada Vena.


" Ya, baik Tuan,," Jawab Vena singkat.


Tanpa banyak pertanyaan lagi dengan segera Vena membalikkan tubuhnya menuju ke arah ruangan kamar Axeloe yang lebih mendalam lagi. Dan pastinya Axeloe menggiringa langkah Vena dari belakang.


" Ternyata dia orangnya cukup berhati-hati juga,," Gumam Axeloe dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya dan mengikuti langkah Vena yang memberanikan diri untuk lebih duluan daripada langkah Axeloe.


Setelah berdebat cukup panjang masalah penguncian pintu kamar akhirnya Vena bersedia untuk masuk ke dalam kamarnya Axeloe. Dan saat ini Axeloe sedang melangkah mengiringi langkah Vena, Axeloe bisa puas melihat gerak-gerik Vena yang terlihat seperti tidak memperhatikan ruangan dalam kamarnya. Dan jelas sekali terlihat bahwa saat ini Vena fokus dimana ia harus meletakkan barang yang sedang dibawakannya itu.


" Tuan Axeloe, sepertinya sengaja membawaku masuk, apa yang ingin dilakukannya padaku,, aku harus berhati-hati,," Gumam Vena dalam hatinya merasa cemas akan tindakan Axeloe yang masih saja membuatnya bertanya-tanya.