
Setelah memberi pesan serta memberikan kecupan yang begitu banyak pada istrinya itu. Alberto segera turun dari tempat tidurnya Ziya. Namun, disaat Alberto turun dari tempat tidur itu, tiba-tiba dari pintu luar kamar kembali terdengar suara ketukan pintu beserta suara Vena yang meminta izin untuk masuk. Dan pastinya Ziya yang mendengar suara tersebut langsung saja meminta Vena untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
Karena, sebelumnya disaat Vena baru saja keluar dari kamarnya Ziya, Vena sendiri baru teringat bahwa ia telah mendapatkan amanah dari pengawal Friek saat ia akan kembali ke ruangan majikannya ini. Sehingga hal itu membuat Vena kembali masuk untuk menyampaikan laporan pengawal Friek itu kepada Alberto secara langsung.
" Oh My God, aku lupa, kalau pengawal Friek meminta tolong untuk menyampaikan laporannya pada Tuan Alberto,," Ucap Vena yang baru saja tersadar akan amanah yang disampaikan oleh Friek padanya.
" Heemmm, bagaimana aku ini, masa laporan penting seperti itu saja sampai lupa menyampaikannya langsung pada Tuan,," Gumam Vena sedikit menggelengkan kepalanya atas pikirannya yang memang lupa untuk menyampaikan laporan dari Friek pada Alberto.
Karena, sudah mengingat kembali laporan yang disampaikan oleh Friek padanya itu, dengan segera Vena kembali lagi mengetuk pintu kamar Ziya dan meminta izin untuk bisa masuk ke dalam kamar itu. Karena, Vena tahu akan adabnya sebagai seorang asisten pribadi Ziya apabila sedang ada Tuan Besar Alberto di dalam kamar majikannya itu.
TOK !!
TOK !!
" Nyonya,," Suara Vena yang terdengar dari luar kamar Ziya.
" Ya, Vena silahkan masuk,," Ucap Ziya langsung meminta Vena untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
Tentu saja Vena segera masuk ke dalam kamar Ziya karena, sudah mendapatkan izin dari majikannya ini. Setelah masuk ke dalam kamar, sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat, Ziya langsung bertanya kepada Vena asistennya itu. Karena, pastinya Vena memiliki sebuah laporan yang akan disampaikan secara langsung pada kedua majikan di hadapannya ini.
" Ada apa, Vena ?" Tanya Ziya langsung kepada Vena setelah Vena masuk ke dalam kamarnya itu.
" Ya, tidak apa-apa, ada apa Vena ?" Tanya Ziya lagi pada Vena dengan wajah yang terlihat begitu serius.
" Sebenarnya, Vena ingin menyampaikan laporan dari pengawal Friek yang sedang melakukan tugasnya di bagian taman depan, bahwa pengawal Friek sudah berulang kali menghubungi Tuan Alberto, namun, tidak tersambung, dan pengawal Friek juga mengatakan bahwa pengawal Friek ingin secara langsung menyampaikan laporan penting kepada Tuan Alberto, begitu Tuan, Nyonya,," Ucap Vena dengan jelas dan detail dalam menyampaikan laporan yang telah disampaikan oleh Friek padanya saat ia bertemu dengan pengawal Friek di taman bagian samping kamar Ziya.
" Oh, ya terima kasih,," Ucap Alberto mengangguk setelah mendengarkan laporan yang baru saja disampaikan oleh Vena mengenai laporan Friek kepadanya.
" Ya, Tuan Nyonya, kalau begitu saya permisi,," Bilang Vena lagi sambil membalikkan tubuhnya membuka kembali pintu dan melangkah keluar.
Sedangkan, saat ini Alberto langsung mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya itu dan melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Friek. Ternyata laporan yang baru saja disampaikan oleh Vena memang benar adanya. Oleh sebab itu, dengan segera Alberto menciumi kening Ziya lalu, sambil meminta izin pada Ziya bahwa ia ingin keluar untuk melakukan pekerjaannya.
" Benar, Friek memang menelepon," Gumam Alberto setelah melihat layar ponselnya yang memang penuh akan panggilan tidak terjawab dari pengawalnya yang bernama Friek.
" Heemm, Sayang, kalau begitu, aku keluar dulu, dan kau jangan lupa untuk selalu berhati-hati dalam melakukan apapun,," Ucap Alberto yang sekali lagi selalu memberikan pesan berhati-hati kepada Ziya.
" Baik, Tuan Besar,," Jawab Ziya sambil memberikan senyuman manisnya sehingga hal itu membuat Alberto mengulas senyuman manisnya dengan sangat jelas.
" Daahhh sayang, I love you,," Ucap Alberto yang sekali lagi menciumi puncak kepala Ziya.
" I love you too,," Jawab Ziya sembari dicium oleh Alberto.