
Sehingga hal yang dilakukan oleh Alberto membuat Ziya tersenyum lembut karena, kebaikan dan juga kelembutan sifat suaminya ini terasa begitu nikmat sekali. Dan hal itu membuat Ziya tidak bisa melepaskan perlakuan lembut apapun yang dilakukan Alberto pada dirinya.
" Sebenarnya, aku ingin bertanya padamu, mengenai Axeloe ?" Tanya Ziya singkat hingga membuat Alberto sedikit bingung dan penasaran.
" Mengenai Axeloe, memangnya ada apa dengannya ?" Tanya Alberto balik pada Ziya dengan wajah yang terlihat sedikit bingung bercampur aduk dengan rasa penasaran.
" Alberto, kau mengatakan bahwa disaat peristiwa itu, Mommy pergi dari kediaman ini dengan membawa Axeloe, apakah itu benar ?" Tanya Ziya kepada Alberto dengan tatapan mata yang terlihat begitu serius.
" Ya, benar sayang,," Jawab Alberto mengangguk membenarkan pertanyaan Ziya.
" Jika benar Mommy saat itu membawa Axeloe, berarti setidaknya pasti Axeloe mengenali wajah siapa saja yang telah berencana melakukan tindakan keji terhadap Mommy,," Ucap Ziya lagi dengan perkataannya yang sangat detail dan penasaran terhadap peristiwa telah lama menghilang.
" Memang benar yang kau tanyakan ini, sayang, saat itu di saat Mommy pergi dari kediaman ini, Mommy membawa Axeloe bersama dengannya,," Jawab Alberto dengan jelas pada Ziya.
" Namun, saat itu Axeloe masih berusia sangat kecil, kira-kira berusia di bawah lima tahun,," Ucap Alberto yang masih jelas mengingat kembali peristiwa silam yang sangat membuatnya merasa kehilangan sampai saat ini.
" Walaupun Axeloe bisa mengetahui orang-orang yang berada di tempat peristiwa itu, tapi, Axeloe mungkin tidak bisa mengingatnya secara jelas, karena, waktu itu Axeloe juga dipukul sehingga membuat dirinya pingsan dan tidak mengingat apapun peristiwa pada saat itu,," Sambung Alberto lagi dengan penuh penjelasan yang detail pada Ziya agar Ziya tidak salah lagi dalam berpikir mengenai peristiwa meninggalnya Mommy Alberto dan Axeloe.
Pantas saja dendam terbesar dimiliki oleh Axeloe sendiri, karena, disaat itu usia Axeloe yang masih kecil sudah mengalami keker.asan dari beberapa orang terhadap dirinya. Hanya karena, ingin melancarkan tindakan keji yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap Mommynya hingga melakukan tindakan keras terhadap Axeloe.
" Apa ???" Seru Ziya kaget ketika mendengar penjelasan dari Alberto bahwa Axeloe di saat itu telah mengalami keker.asan dari beberapa orang yang tidak memiliki rasa perikemanusiaan.
" Jadi, saat itu usia Axeloe yang masih kecil, mengalami tindakan keker.asan dari beberapa orang jahat itu ?" Tanya Ziya pada Alberto masih dengan mulutnya yang menganga karena, baru tahu bahwa saat itu Axeloe mengalami tindakan pemu.kulan dari beberapa orang hingga membuat Axeloe tidak tahu apa-apa.
" Ya,, sayang, oleh sebab itu, Axeloe tidak bisa mengingat siapa saja orang-orang yang berada di tempat peristiwa itu,," Jawab Alberto sambil menganggukkan kepalanya dengan perlahan.
" Karena, saat itu, selain usia Axeloe masih kecil, Axeloe juga mengalami pemu.kulan tepat di bagian kepalanya dan karena, cedera itu membuat Axeloe di saat itu lupa ingatan,," Bilang Alberto lagi dengan penjelasan yang begitu detail mengenai keadaan Axeloe saat peristiwa yang telah berlalu itu.
" Apa ??? lupa ingatan, jadi, saat itu Axeloe, langsung lupa ingatan, Alberto ?" Tanya Ziya dengan wajah yang begitu penasaran dan juga merasa iba dengan keadaan Axeloe saat itu.
" Heemm sayang, karena, cedera yang di alami Axeloe mengenai otak kecilnya, makanya Axeloe lupa ingatan, tapi, itu hanya sementara,," Jawab Alberto lagi dengan jelas mengenai keadaan Axeloe di saat mengalami keke.rasan dari beberapa orang di masa kecilnya.
" Sementara ?? berarti saat ini Axeloe bisa mengingat kembali siapa saja orang yang berada di tempat kejadian ?" Tanya Ziya lagi masih dengan wajah penasarannya.