Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 186 - Gertakan Axeloe



Ketika melihat kelakuan Alberto yang menemui dirinya langsung itu, Ziya merasa heran dengan sikap yang ditunjukkan Alberto saat ini padanya. Karena, tidak biasa Alberto menemuinya langsung seperti ini, biasanya juga Alberto menghubungi Vena untuk meminta Ziya datang menemuinya.


" Tumben Alberto memintaku untuk membicarakan suatu hal penting,," Gumam Ziya dalam hati sambil menyelidik aneh pada wajah Alberto.


" Memangnya apa yang ingin dibicarakannya padaku,," Gumam Ziya lagi dengan wajah penasaran.


" Aku tunggu kau di kamar pribadiku,," Bilang Alberto terakhir pada Ziya dengan wajahnya yang terlihat begitu canggung.


" Ya, baiklah,," Jawab Ziya mengangguk.


Lalu, Alberto mengalihkan pandangannya kepada Krystal. Sehingga membuat Krystal begitu takut untuk bertatapan langsung pada Alberto, karena, Krystal merasa bahwa Alberto akan memarahinya jika Alberto sampai mengetahui kesalahan Krystal yang bukan sebenarnya kesalahan dirinya semua.


" Dan kau Krystal, kenapa sudah pulang sekarang, padahal seharusnya kau masih berada di sekolah saat ini ?" Tanya Alberto langsung pada Krystal sehingga membuat Krystal kaget akan pertanyaan dari Alberto yang terdengar begitu serius.


" Eemmm, sebenarnya Krystal, Krystal," Gumam Krystal yang bingung mau memberikan jawaban apa pada Alberto.


Ketika melihat Krystal yang bingung untuk memberikan jawaban apa kepada Alberto, Ziya segera memberikan semangat kepada Krystal untuk memberitahukan semua kejadian yang ada.


" Katakan saja sayang kau tidak perlu takut,," Bilang Ziya yang membuat Krystal mendongakkan wajahnya menatap Ziya.


" Heemmm, katakan Sayang,," Bilang Ziya lagi yang memberi semangat pada Krystal.


" Daddy sebenarnya Krystal, dilarang masuk sekolah,," Jawab Krystal sambil menguraikan air matanya kembali.


" Apa ?" Tanya Alberto dengan wajah yang tercengang.


" Jangan menangis sayang, izinkan Mommy yang menjelaskan semuanya pada Daddymu,," Bilang Ziya sambil mengusap air mata Krystal.


" Daddy, aku ingin kita bicarakan hal ini di ruang pribadimu saja, karena, jika membahas mengenai permasalahan ini disini, aku khawatir akan membuat Krystal semakin merasa terpuruk." Bilang Ziya sambil melangkah mendekati Alberto.


" Memangnya apa yang terjadi ?" Tanya Alberto lagi dengan suara yang terdengar cukup kuat hingga membuat Krystal semakin menangis dan takut mendengarkannya.


" Hiks, hiks, hiks, Daddy maafkan Krystal, sebenarnya Krystal tidak salah, mereka yang salah, Krystal hanya membalas perbuatan mereka,," Bilang Krystal sambil menangis dan bersujud di hadapan Alberto.


Ziya terperangah ketika melihat Krystal menangis sambil bersujud di hadapan Alberto dan menceritakan semua kejadian yang telah dilakukannya itu saat di sekolah.


" Sayang, jangan seperti ini,," Bilang Ziya sambil menurunkan tubuhnya dan menyambut kembali tubuh Krystal yang sedang bersujud.


" Tidak apa Mom, karena, memang benar Krystal tidak bersalah." Ucap Krystal sambil tetap bersujud pada Alberto.


" Biarkan saja dia seperti itu,," Ucap Alberto yang sengaja membiarkan Krystal bersikap seperti itu padanya.


Ziya semakin terperangah mendengar ucapan Alberto yang membiarkan Krystal bersujud seperti itu padanya.


" Daddy kenapa membiarkan Krystal seperti ini ?" Tanya Ziya langsung menatap Alberto dengan wajah terperangah.


" Aku hanya ingin tahu jawaban Krystal jujur padaku,," Jawab Alberto dengan suara dinginnya.


" Daddy maafkan Krystal, sebenarnya Krystal tidak bersalah, Krystal hanya membalas perbuatan mereka yang telah menghina Krystal, apakah Krystal bersalah jika Krystal melakukan itu,," Bilang Krystal dengan perkataan yang jujur.


" Mereka yang kau maksudkan itu siapa ?" Tanya Alberto langsung pada Krystal.


" Teman satu kelas Krystal, Daddy,,"Jawab Krystal langsung.


" Baru saja kau mengakui bahwa kau melakukan kesalahan ini karena kau membalas semua perlakuan mereka terhadapmu, benarkah itu ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


Dan Ziya sendiri saat ini hanya bisa terdiam sejenak karena, sedang menelaah perkataan dan pertanyaan dari Alberto kepada Krystal.


" Benar, Daddy mereka semua telah menghina Krystal dan lebih dahulu mengganggu Krystal,," Jawab Krystal dengan jujur lagi.


" Benarkah ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Ya, Daddy," Jawab Krystal dengan yakin.


" Baik, Daddy ingin tahu juga kesalahan apa yang kau perbuat kepada mereka untuk membalas perbuatan mereka itu ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Krystal sengaja membakar semua barang mereka di lemari sekolah, Dad,," Jawab Krystal dengan suara yang terdengar seperti ketakutan.


" Berdiri,," Ucap Alberto kepada Krystal.


" Ayo sayang berdiri,," Ucap Ziya sambil menyambut tubuh Krystal untuk berdiri.


Dengan lembut, Ziya menyambut tubuhnya Krystal untuk berdiri, sehingga membuat Alberto tersenyum melihat kelembutan Ziya terhadap Krystal.


" Siapa yang telah melarang Krystal untuk masuk ke sekolah ?" Tanya Alberto pada Krystal.


" Kepala sekolah, Dad,," Jawab Krystal dengan yakin sehingga membuat Alberto mengernyitkan keningnya.


" Karena, teman satu kelas Krystal langsung melaporkan perbuatan Krystal pada Kepala sekolah dan Krystal sudah menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya pada Kepala sekolah, tapi, Kepala sekolah sama sekali tidak memperdulikan jawaban yang jujur dari Krystal, padahal semua perkataan Krystal semuanya benar, Dad, tapi, Kepala sekolah tetap memberikan hukuman kepada Krystal sendiri." Ucap Krystal langsung pada Alberto.


" Apakah teman satu kelas denganmu itu juga diberikan hukuman ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Tidak, Dad," Jawab Krystal sambil menggelengkan kepalanya.


" Seperti itu,," Gumam Alberto sambil menganggukkan kepalanya.


Ziya melihat wajah Alberto sedang memikirkan sesuatu hal yang sedang terjadi pada Krystal. Lalu, Alberto kembali menanyakan kepada Krystal tentang hukuman apa yang sudah diterima oleh Krystal.


" Apa saja hukuman yang kau terima dari kepala sekolah ?" Tanya Alberto langsung pada Krystal.


" Hukumannya Krystal tidak diperbolehkan masuk ke sekolah jika orang tua Krystal tidak bisa datang ke sekolah untuk menyelesaikan semua masalah yang telah Krystal perbuat Dad,," Bilang Krystal sambil menundukkan wajahnya.


" Dan, Mommy berkata bahwa Mommy bersedia untuk datang ke sekolahnya Krystal, Dad,," Bilang Krystal lagi masih tetap dengan keadaan menundukkan wajahnya.


" Baiklah, aku izinkan kau datang ke sekolah Krystal untuk menyelesaikan masalah ini, tapi ingat untuk selalu membawa pengawal,," Ucap Alberto terhadap Ziya.


" Benarkah ?" Tanya Ziya langsung pada Alberto.


" Ya," Jawab Alberto mengangguk.


" Dan kau Krystal, sebagai putri dari Alberto Alexandre kau memang harus berani melawan orang yang telah melakukan kesalahan terlebih dahulu padamu,," Bilang Alberto pada Krystal sehingga membuat Krystal langsung menatap wajah Alberto dengan mata yang berbinar.


" Benarkah Dad, Daddy sama sekali tidak marah pada Krystal ?" Tanya Krystal pada Alberto.


" Tidak, Daddy tidak akan marah padamu jika kau berada di dalam posisi yang benar, tapi, jika kau membohongi Daddy akan kelakuanmu ini, maka Daddy tidak akan segan untuk memberi hukuman padamu, Krystal,," Bilang Alberto langsung yang memberi peringatan pada Krystal.


" Baik Dad, Krystal tidak akan pernah membohongi Daddy dan Krystal selalu mengingat semua nasihat Daddy,," Ucap Krystal dengan wajah sumringah bahagia.


" Dan, satu lagi, jika kau tetap menghormati Mommy Zoya dan selalu menuruti semua ucapan dari Mommy Zoya ini, maka Daddy akan memperdulikanmu sama seperti Isabelle," Bilang Alberto kepada Krystal sehingga membuat mata Ziya sedikit membulat menatap Alberto dengan serius.


" Daddy kenapa bicara seperti itu,," Ucap Ziya sambil menjawil lengan Alberto.


" Tidak apa-apa Mom, karena, memang benar nasehat dari Mommy sungguh bermanfaat bagi Krystal." Bilang Krystal menatap wajah Ziya.


" Baiklah Daddy ingin mendengarkan hasilnya esok,," Bilang Alberto sambil bergerak segera keluar dari kamarnya Krystal.


" Baik Daddy, terima kasih banyak Dad sudah mempercayai Krystal." Ucap Krystal sambil tersenyum senang.


" Jangan bahagia dulu Krystal, karena, sebelum ini Daddy sudah tahu bahwa kau selama ini merasa bingung sendiri atas masalah yang kau hadapi ini, jika, tidak ada kelembutan Mommy Zoya terhadapmu tidak mungkin masalahmu ini terselesaikan,," Bilang Alberto dengan jelas kepada Krystal sehingga membuat Ziya merasa bahwa Alberto terlalu membanggakan dirinya pada Krystal.


" Yeah Dad, Krystal juga mengerti, jika tidak ada Mommy Zoya maka tidak akan ada yang bisa membantu masalah Krystal ini,," Jawab Krystal yang membenarkan ucapan Alberto.


" Bagus jika kau mengerti maksud dari Daddy,," Ucap Alberto terakhir kepada Krystal.


" Terima kasih Daddy,," Ucap Krystal kepada Alberto.


Setelah selesai mendengar semua permasalahan yang terjadi pada Krystal dan juga sudah selesai memberitahu Ziya bahwa Alberto ingin menemuinya secara langsung. Oleh sebab itu dengan segera Alberto keluar dari kamarnya Krystal dan Ziya langsung memberikan semangat pada Krystal, bahwa Alberto tidak mungkin memarahi perbuatan Krystal di sekolah.


Setelah memastikan Alberto sudah cukup jauh dari kamarnya itu dengan segera Krystal mengucapkan ucapan terima kasih pada Ziya. Dan, Ziya sambil tersenyum tetap memberikan semangat kepada Krystal agar Krystal tidak putus asa dalam menghadapi permasalahan yang sedang terjadi.


" Terima kasih atas bantuannya, Mom,," Gumam Krystal ketika memastikan Alberto sudah jauh pergi dari kamarnya.


Krystal segera memeluk tubuh Ziya dengan wajah yang bahagia, karena, memang benar menurut perkataan Ziya bahwa Alberto tidak akan memarahinya jika, Krystal mengatakan sesuatu hal dengan jujur tentang kebenarannya.


" Iya sayang, Mommy sudah pernah mengingatkan bahwa Daddy Alberto tidak akan marah jika Krystal mengatakan sesuatu kejadiannya dengan jujur dan juga jelas." Bilang Ziya yang mengingatkan perkataannya kepada Krystal.


" Heemm, benar sekali Mom,," Jawab Krystal mengangguk.


" Kalau begitu besok bersiap untuk pergi ke sekolah ya,," Bilang Ziya kepada Krystal.


" Baik Mom, tapi, Krystal sudah lama sekali tidak mengikuti pelajaran seperti biasanya." Jawab Krystal dengan wajah sendu.


" Kemungkinan pelajaran di kelas Krystal banyak yang tidak diketahui Krystal dan juga banyak yang ketinggalan." Gumam Krystal masih dengan wajah yang sendu.


" Tidak apa-apa sayang, yang terpenting Krystal kembali bisa masuk ke kelas dan belajar." Ucap Ziya yang memberikan semangat pada Krystal.


" Dan, Krystal juga bisa meminjam buku teman untuk menyalin semua pelajaran yang sudah ketinggalan," Bilang Ziya lagi untuk memberikan keyakinan pada Krystal.


" Baik Mom, terima kasih sudah banyak membantu Krystal." Ucap Krystal sambil mengangguk.


" Baik Mom," Jawab Krystal mengangguk.


" Sekali lagi terima kasih banyak, Mom," Bilang Krystal lagi pada Ziya.


Ziya hanya tersenyum dan mengangguk mendengarkan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Krystal kepadanya. Lalu, Ziya langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya Krystal. Sambil diiringi oleh Vena, Ziya segera keluar dari istana kedua milik Alexandre. Karena, sudah mendapatkan suatu permintaan dari Alberto dengan segera Ziya menuju kamar pribadi Alberto.


Saat ini, Axeloe sedang melangkahkan kakinya masuk ke dalam istana Alexandre dan tanpa sengaja berpapasan langsung dengan Claire yang sedang melangkah menuju ke suatu tempat dimana ia sedang ingin melakukan suatu rencananya.


" Dimana keberadaan Aunty, sejak pagi tadi aku tidak menemukannya,," Gumam Claire sendiri yang melangkah begitu cepat sekali.


Ketika, Claire sedang fokus dengan pandangannya ke jalan yang ada di depannya, tanpa melihat lagi siapa yang sedang berpapasan dengannya itu, sehingga membuat niat Axeloe untuk menjahili wanita yang baru saja melewatinya tanpa memberikan sapaan padanya segera beraksi.


" Berhenti kau!!" Bilang Axeloe ketika berpapasan langsung dengan Claire.


Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan suara Axeloe yang sengaja menyuruhnya berhenti, ternyata orang yang baru saja berpapasan dengannya itu adalah Axeloe. Seketika Axeloe menyuruhnya berhenti, nada suara khas yang dikeluarkan oleh Axeloe sungguh membuat hati Claire menjadi gemetaran.


" Aduuhhh, Axeloe !" Gumam Claire dalam hati ketika mengetahui orang yang berpapasan dengannya itu adalah Axeloe.


Dengan perlahan Claire membalikkan tubuhnya menghadap langsung ke arah Axeloe yang sudah memanggilnya itu. Sambil memberikan senyuman yang terlihat seperti dipaksa, Claire segera menyapa Axeloe dengan memberikan senyuman yang terukir penuh arti.


" Hai Axeloe,," Ucap Claire dengan senyuman yang dipaksakan.


" Maaf, karena, aku sibuk jadi aku tidak melihat kau yang sedang berjalan ke arah ini,," Bilang Claire yang membuat Axeloe menatap biasa saja.


" Kapan sampai di kediaman ini ?" Tanya Claire lagi sambil memberikan senyuman yang penuh arti dan juga ungkapan basa basi pada Axeloe.


Sambil berdecih dan memberikan senyuman sinisnya, Axeloe malah memberikan jawaban yang lain terhadap Claire saat ini.


" Cih!! sejak kapan kau memiliki izin untuk menanyaiku,," Bilang Axeloe sendiri yang membuat Claire sungguh merasa kesal.


" Bukan seperti itu, aku hanya ingin tahu, sejak kapan kau kembali,," Ucap Claire yang terdengar penuh basa basi.


" Sejak kapan aku kembali, kau tidak perlu tahu, karena, kembalinya aku ke rumahku sendiri bukan urusanmu,," Ucap Axeloe dengan nada suara yang terdengar begitu dingin.


Lalu, Axeloe segera memberikan sebuah perkataan yang begitu terdengar menusuk telinga Claire, sehingga Claire sendiri tidak bisa untuk menjawab semua perkataan Axeloe ataupun melawan ungkapan yang begitu kasar terhadapnya.


" Seharusnya, aku yang bertanya padamu, karena, sampai saat ini tanpa rasa malu kau masih saja berkeliaran di kediaman Alexandre,," Bilang Axeloe yang membuat wajah Claire langsung berubah drastis.


" Apa kau tidak memiliki tempat lain, sehingga kau masih saja tetap tinggal disini,," Ucap Axeloe lagi yang membuat wajah Claire semakin menahan amarahnya.


" Apa rencana yang kau miliki belum tuntas untuk mendapatkan semua keinginan dan harapanmu itu,," Bilang Axeloe lagi yang sengaja melangkah mendekati Claire.


" Dalam beberapa hari ini, kau masih bisa bernafas lega di dalam kediaman ini, tapi aku tidak menjamin hari-hari berikutnya apakah kau masih bisa bertahan dan bernafas di kediamanku ini,," Gumam Axeloe yang membuat wajah Claire menatapnya dengan tatapan serius.


" Hahaha, kenapa raut wajahmu seperti itu, kau takut jika aku mengetahui semua rencana dalam pikiranmu ini,," Gumam Axeloe lagi sambil membisikkan sesuatu perkataan yang begitu menyudutkan Claire saat ini.


Axeloe semakin melebarkan tawanya ketika melihat wajah Claire yang dipenuhi dengan kecemasan, sehingga membuat Axeloe semakin menyukai permainannya itu untuk menjahili Claire dan juga menakuti Claire saat ini.


" Dan dengarkan baik-baik, apapun rencana yang ingin kau lakukan, tidak akan pernah berhasil jika aku sudah kembali ke tempat ini,," Gumam Axeloe yang sengaja tertawa terbahak-bahak melangkah pergi meninggalkan Claire yang sedang berdiri terpaku diam di tempatnya.


" Hahahaha,," Suara tawa Axeloe sungguh menggema hingga membuat Claire kesal dan menutup telinganya.


Ketika melihat Axeloe telah pergi dari hadapannya itu, dengan wajah dan hati yang dipenuhi rasa amarah, barulah Claire berani untuk mengungkapkan kemarahannya itu terhadap Axeloe, namun, wajah Claire kembali menciut takut ketika Axeloe menoleh ke arah dirinya lagi.


" Iiiihhhh dasar psikopat, lihat saja kau nanti, jika Alberto sudah jadi milikku seutuhnya, maka kau akan ku tendang sejauh mungkin dari kediaman ini,," Gerutu Claire ketika melihat Axeloe yang sudah melangkah jauh meninggalkan dirinya.


" Jangan pernah berani mengumpat namaku dari belakang,," Ucap Axeloe yang sejenak membuat Claire merasa takut dan menelan salivanya sendiri.


Ketika Claire sedang menggerutu kesal pada kelakuan Axeloe, ternyata Axeloe sendiri bisa mendengarkan semua ucapan yang sedang diucapkannya itu. Sehingga Claire kembali berpura-pura tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan tempatnya itu.


Namun, ketika Claire sedang menggerutu kesal terhadap Axeloe, tak disangka Claire sendiri bertabrakan dengan Gladys yang baru saja kembali dari luar istana Alexandre dan sedang menenteng sebuah tas yang membuat Claire merasa curiga akan tindakan Auntynya ini.


" Aaaauuuuwww,," Ucap Claire dan Gladys bersamaan.


Gladys dan Claire sama-sama berteriak karena, mereka berdua saling bertabrakan satu sama lain. Claire sendiri sedang berjalan menuju keluar istana Alexandre sedangkan Gladys sendiri baru saja masuk ke dalam istana Alexandre. Sehingga membuat dua wanita ini saling menabrak karena Claire sedang menggerutu kesal terhadap kelakuan Axeloe sedangkan Gladys terlihat sedang menggerutu kesal dengan kelakuan Martin yang masih berada di luar.


" Aduuuhhh,," Ucap Claire yang menahan rasa sakit di bagian punggungnya.


" Claire," Gumam Gladys ketika melihat Claire yang sedang meringis kesakitan.


" Aunty,," Gumam Claire sambil berdiri dan mengusap punggungnya yang terasa sedikit sakit.


" Kenapa kau sampai menabrak Aunty,," Ucap Gladys yang membantu Claire untuk berdiri.


" Maaf, Aunty, Claire lagi kesal karena seseorang !" Umpat Claire yang memang sedang kesal pada kelakuan Axeloe.


" Hah!! siapa ?" Tanya Gladys penasaran.


" Aahhh nanti saja Claire ceritakan," Ucap Claire yang menggelengkan kepalanya.


Seketika Claire merasa penasaran dengan kelakuan Gladys yang terlihat sedang membawa sebuah tas.


" Aunty darimana ?" Tanya Claire langsung pada Gladys.


" Aunty dari rumah,," Bilang Gladys sambil berbisik pada Claire.


" Oohhh, memangnya Aunty pulang ke rumah ada keperluan apa ?" Tanya Claire lagi pada Gladys.


" Mencari keberadaan Martin !" Jawab Gladys singkat.


" Hah!! mencari jejak Martin !" Gumam Claire bingung.


" Memangnya Martin ada disana, Aunty ?" Tanya Claire pada Gladys.


" Tidak ada,," Jawab Gladys singkat.


" Sepertinya kau benar, Martin sengaja pergi meninggalkan kita disini, karena, dia pasti sudah melakukan kesalahan,," Bilang Gladys sungguh serius dan membuat Claire mengangguk.


" Benar bukan apa yang disampaikan Claire waktu itu, sepertinya Martin melakukan kesalahan dan sengaja kabur, karena, ia takut kesalahannya itu diketahui oleh Aunty,," Ucap Claire merasa yakin dan membuat Gladys mengangguk.


" Kau benar, untuk saat ini, kita harus mencari tahu tentang kesalahan yang telah dilakukan oleh Martin,," Ucap Gladys dengan tatapan serius pada Claire.


" Heemm, kau benar Aunty, jangan sampai suatu hal yang ditakutkan Aunty sampai bocor oleh Martin." Ucap Claire dengan wajah yang serius.


" Karena, Claire baru saja berpapasan dengan pria psikopat itu dan ia mengatakan suatu hal bahwa Aunty harus berhati-hati di dalam kediaman ini." Ucap Claire yang sedikit berbohong dan menakut-nakuti Auntynya sendiri.


" Benarkah ?" Tanya Gladys spontan pada Claire.


" Heemm, benar Aunty, Claire khawatir sepertinya Axeloe sedikit mengetahui apa saja rencana yang akan kita lakukan lagi,," Jawab Claire begitu yakin dan sedikit membuat Gladys berubah menjadi lega.


" Oohh jadi Axeloe hanya mengatakan hal itu padamu ?" Tanya Gladys memastikan.


" Betul Aunty,," Jawab Claire begitu yakin.


" Heemm tidak perlu takut,," Gumam Gladys yang masih bernafas lega.


Awalnya Gladys memang begitu terkejut sekali ketika mendengar ucapan yang baru saja disampaikan Claire padanya itu. Namun, saat mengetahui kebenarannya bahwa Axeloe hanya memberikan peringatan kepada Claire untuk berhati-hati dalam melakukan sebuah rencananya itu, sehingga membuat Gladys kembali bisa bernafas dengan lega. Karena, Axeloe dan juga Alberto sepertinya belum mengetahui apa rahasia besar yang selama ini dipendamnya itu.


" Heemm, sebelum Axeloe dan juga Alberto mengetahui semua rahasia besar yang selama ini aku simpan, aku tidak perlu takut atas ancaman yang dikatakan oleh Axeloe sendiri, karena, sebentar lagi Vasco akan kembali dan kedua anak breng.sek itu tidak akan mampu untuk membongkar semua kejahatan yang kulakukan selama ini, hahaha,," Gumam Gladys dalam hati sambil tertawa riang.


" Kenapa Aunty tertawa sendiri seperti ini, tidak ada tanda-tanda kekhawatiran dalam wajahnya." Gumam Claire merasa heran dengan sikap Gladys saat ini.


Sedangkan Claire sendiri merasa heran dengan sikap dari Gladys yang sedang memikirkan sesuatu sambil tertawa. Sehingga Claire langsung saja mengagetkan Auntynya yang sedang memikirkan sesuatu.


" Aunty, Aunty,," Tegur Claire terhadap Gladys.


" Aakhh ya!!" Jawab Gladys spontan.


" Aunty kenapa ketawa sendiri ?" Tanya Claire heran.


" Hehehehe tidak apa-apa, ayo kita ke ruangan, Aunty,," Ucap Gladys sambil merangkul pundak Claire.


" Heemm, sepertinya Aunty Gladys memiliki suatu rahasia yang tidak aku ketahui,," Gumam Claire dalam hati yang merasa heran akan sikap Gladys itu.


Jelas sekali Claire merasa heran atas sikap dan kelakuan dari Gladys, karena, dengan sengaja rahasia besar yang dimiliki oleh Gladys selama ini, sama sekali tidak pernah diceritakan kepada Claire. Dan seseorang yang begitu jelas mengetahui semua rahasia besar Gladys adalah Martin. Sebenarnya Claire begitu ingin mengetahui apa rahasia besar yang selama ini disimpan oleh Gladys dan begitu membuatnya selalu berhati-hati.


" Eemmm, kenapa Aunty Gladys selalu mencari Martin dan begitu takut jika Martin sampai membocorkan rahasia yang dimilikinya itu," Ucap Claire dalam hati sambil menatap wajah Auntynya itu.


" Memangnya apa rahasia yang disimpan selama ini oleh Aunty,," Gumam Claire dalam hati yang begitu penasaran akan rahasia dari Gladys.


" Lebih baik, aku harus mencari tahu rahasia ini dari Martin. Tapi, bagaimana aku harus menemuinya, sedangkan jejak Martin sendiri tidak tahu dimana keberadaannya,," Gumam Claire yang berniat untuk mencari tahu rahasia Gladys itu.


Sambil tersenyum menatap wajah Aunty Gladys yang sedang merangkul pundaknya itu, Claire sendiri merasa tidak nyaman ketika melihat wajah Gladys yang tidak memiliki rasa takut menghampirinya disaat Claire berbohong tentang ancaman yang diucapkan oleh Axeloe padanya itu.


****