
Karena, sudah mengetahui bagaimana sifat dan karakter dari kakaknya itu, Axeloe tidak lagi memberikan peringatan yang terdengar penting kepada Alberto.
" Heemmm oke dalam waktu lima belas menit ini kita akan menunggu reaksi dari serum penawar yang sudah kumasukkan,," Ucap Axeloe dengan suara yang datar namun terdengar begitu tepat sekali.
Karena, sifat Alberto yang bersikeras untuk tetap menjaga Ziya, jadi, percuma saja walaupun sudah ribuan kali ada panggilan di ponselnya. Sebelum Alberto selesai melihat keadaan Ziya maka Alberto tidak akan pernah meninggalkan Ziya sendiri saat menahan rasa sakit dari reaksi obat yang telah dimasukkan oleh Axeloe.
Begitulah karakter dari Alberto yang begitu kuat dalam menghadapi apapun, apalagi terhadap seorang wanita yang selama ini telah disia-siakan oleh dirinya dan wanita itu adalah wanita yang sedang berada di sampingnya ini wanita yang selama ini begitu ia cintai.
Setelah beberapa menit kemudian di dalam penungguan yang tengah dilakukan oleh Alberto, Axeloe dan juga Vena tiba-tiba terdengar suara getaran ponselnya Axeloe. Dan dengan segera Axeloe mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang telah melakukan panggilan padanya itu.
" Zavier,," Ucap Axeloe setelah mengeluarkan ponsel yang ia ambil di dalam sakunya.
Setelah mengetahui siapa yang telah melakukan panggilan pada ponselnya itu, dengan segera Axeloe menerima panggilan tersebut dan sedikit menjauhi dirinya dari tempat Alberto dan Vena sedang menunggu reaksi obat yang telah dimasukkannya.
Sementara itu, Alberto sendiri sama sekali tidak menghiraukan siapa yang tengah melakukan panggilan terhadap Axeloe. Yang ada di dalam pikiran Alberto saat ini adalah menunggu waktu terjadinya reaksi obat di dalam tubuh Ziya. Dan bagaimana reaksi obat tersebut saat sedang bereaksi apakah membuat Ziya semakin terlihat begitu menyedihkan atau melihat Ziya mendapatkan kembali ingatannya yang telah terlewatkan selama ini.
Setelah sampai di tempat yang sedikit jauh dari tempatnya Alberto dan tidaj mengganggu keadaan Ziya di tengah masa pengobatan pada tubuhnya, barulah Axeloe menerima panggilan yang sedang dilakukan oleh Zavier.
" Ya, ada apa Zavier ?" Tanya Axeloe saat menerima panggilan yang dilakukan oleh Zavier.
" Dude, dimana Alberto ?" Tanya Zavier balik pada Axeloe.
" Ada sedang bersama istrinya,," Jawab Axeloe singkat namun jelas.
" Sudah berpuluh-puluh kali aku menelponnya tapi Alberto sama sekali tidak mengangkatnya,," Ucap Zavier jelas pada Axeloe.
" Ya, karena, saat ini Alberto belum bisa menerima telepon dari siapapun sebelum ia selesai melihat hasil pekerjaan yang sedang dilakukannya,," Jawab Axeloe dengan jelas kepada Zavier.
" Aku hanya ingin menyampaikan sebuah informasi yang penting kepada Alberto,," Bilang Zavier dengan ucapannya yang terdengar begitu serius sekali.
" Katakan padanya bahwa aku ingin menghubunginya langsung untuk menyampaikan suatu hal yang begitu penting,," Sambung Zavier lagi pada panggilannya ini.
" Oh, baiklah segera aku sampaikan,," Jawab Axeloe hingga membuat Zavier tenang dan langsung menghentikan panggilannya ini.
" Ok, thank you, Dude,," Ucap Zavier sebelum memutuskan panggilan yang tengah dilakukannya.
" Heemm,," Jawab Zavier singkat.
Setelah menerima panggilan yang dilakukan oleh Zavier padanya itu, dengan segera Axeloe kembali lagi melangkah masuk ke dalam ruangan khusus tempat tidurnya Ziya dan memberitahukan pesan yang telah disampaikan oleh Zavier padanya itu. Saat Axeloe sudah sampai di dekat Alberto, sambil berbisik Axeloe menyampaikan pesan yang telah disampaikan oleh Zavier padanya.
" Barusan Zavier menelepon, bahwa ada suatu hal yang penting ingin disampaikannya langsung padamu,," Ucap Axeloe sambil berbisik kepada Alberto.
" Benarkah ?" Tanya Alberto mendongakkan kepalanya melihat Axeloe.
" Setelah aku melihat reaksi keadaan istriku, aku akan segera memanggilnya balik,," Ucap Alberto sekali lagi pada Axeloe dengan jelas dan detail.
" Tapi, seperti yang kudengar dari dia bahwa ini sangat penting,," Ucap Axeloe lagi kepada Alberto.
" Aku tahu itu, tapi keselamatan Istriku lebih utama,," Ucap Alberto lagi yang terdengar begitu jelas sekali atas pendiriannya.
" Heemmm, ya sudahlah aku hanya menyampaikan pesan darinya,," Bilang Axeloe sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana tempat dirinya saat di awal sebelum ia menerima panggilan dari Zavier dan posisi tempatnya itu supaya ia bisa memeriksa keadaan tubuh Ziya dengan sangat leluasa.
Saat ini Axeloe sudah kembali ke tempatnya semula dan Axeloe sendiri sambil duduk di dekat tempat tidur Ziya langsung melirik ke arah jam tangannya dan melihat bahwa saat ini senggang waktu dari obat yang sudah dimasukkan ke dalam tubuh Ziya hampir melewati lebih dari dua puluh menit.
" Sudah dua puluh menit, tapi, kenapa belum ada reaksinya ?" Tanya Axeloe sendiri pada dirinya setelah melihat jam yang ada di tangannya.
Karena, sudah dua puluh menit terlewatkan dari apa yang telah dikira oleh Axeloe sebelum ini, maka dengan sangat sigap Axeloe langsung memeriksa kembali keadaan tubuh Ziya. Sedangkan, Alberto dengan wajah yang terlihat begitu cemas sekali melihat-lihat apa yang tengah dilakukan oleh Axeloe pada tubuh istrinya itu.
" Apa yang telah terjadi, Axeloe ?" Tanya Alberto di tengah kecemasan melihat tindakan yang sedang dilakukan oleh Axeloe kepada Ziya.
" Sudah dua puluh menit terlewatkan, aku harus memeriksa keadaan tubuhnya,," Jawab Axeloe dengan jelas sambil memeriksa keadaan tubuh Ziya.
" Apa!! dua puluh menit lebih, apakah tidak berbahaya bagi tubuhnya ?" Tanya Alberto lagi pada Axeloe masih dengan raut wajah yang terlihat cemas.
" Menurut hasil penelitian yang telah kulakukan selama ini, tidak akan terjadi apa-apa pada tubuhnya,," Jawab Axeloe dengan jelas sambil memeriksa nadi dan juga napas Ziya.
Setelah selesai memeriksa keadaan tubuh Ziya secara keseluruhan, akhirnya, Axeloe mendapatkan sebuah hasil dari tindakannya itu. Dari hasil pemeriksaannya tersebut, di dalam tubuh Ziya saat ini sudah normal namun, sepertinya Ziya masih dalam pengaruh obat yang tengah dimasukkan itu yaitu dalam keadaan tertidur.
Oleh sebab itu, terlihat Ziya saat ini masih sedang dalam tertidur pulas dan dengan penjelasan yang begitu detail dari Axeloe kepada Alberto tentang hasil dari penelitiannya itu kepada Alberto hingga membuat Alberto akhirnya melakukan panggilan pada Zavier.
" Oh ternyata seperti itu,," Gumam Axeloe setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Ziya secara menyeluruh.
" Bagaimana hasilnya, apakah ?" Tanya Alberto langsung setelah mendengar ucapan Axeloe yang telah selesai memeriksa keadaan tubuh istrinya.
" Tenang saja brother, obat yang telah kumasukkan sudah bereaksi di dalam tubuhnya, tapi, karena, kondisi tubuhnya lemah makanya saat ini ia tengah tertidur,," Ucap Axeloe dengan jelas pada Alberto tentang keadaan Ziya.
" Benarkah seperti itu, apakah tidak berbahaya bagi tubuhnya ?" Tanya Alberto lagi dengan Axeloe mengenai keadaan Ziya.
" Heemm tidak kak, kau jangan khawatir, setelah ia bangun dari tidurnya, maka obat itu akan bereaksi,," Jawab Axeloe dengan jelas dan begitu meyakinkan Alberto.
" Baguslah kalau begitu, maka aku bisa lega, jika ia hanya tertidur saja,," Ucap Alberto terdengar seperti telah bernafas lega.
Saat ini Axeloe sudah bisa memastikan keadaan Ziya pada Alberto dengan begitu meyakinkan, hingga membuat Alberto bisa bernapas lega dengan keadaan Ziya. Dan, untuk sementara waktu sambil menunggu Ziya terbangun dadi tidurnya, Alberto bisa melakukan panggilan telepon kepada Zavier.
****