
Baru kali ini Jimmy mengetahui bahwa sifat Zoya yang terkenal akan keangkuhan dan juga kejahatannya itu dalam dunia sosial serta rumah tangga orang lain ternyata hanyalah sebuah kebohongan saja dari diri Zoya sendiri. Ternyata kelakuan Zoya selama ini yang terkenal pintar menebarkan sensasi, semuanya itu hanyalah sandiwara saja.
" Berarti semua orang itu salah telah menganggap Zoya sebagai wanita yang suka menebarkan sensasi,," Gumam Jimmy sambil memeluk erat tubuh Zoya.
Lalu, Jimmy tetap memberikan sebuah semangat dan kebahagiaan supaya Zoya bisa bahagia saat bersama dengannya. Jimmy ingin agar Zoya bisa selalu mengingatkan bagaimana keseharian mereka disaat sedang berduaan seperti saat ini. Jimmy sedang berpikir dengan sikap Zoya selama ini yang selalu tidak suka untuk dipaksakan dalam hal apapun. Karena, Zoya sendiri sudah merasa cukup terbebani atas sikap Erwin yang selalu memaksakan dirinya akan kehendak Erwin yang tidak pernah masuk akal bagi Zoya.
" Eeemm pantas saja selama ini Zoya tidak mau dipaksa sama sekali, karena, dia sudah terbebani akan paksaan yang telah dilakukan oleh Erwin padanya." Ucap Jimmy memandangi wajah Zoya dengan senyumannya.
" Ternyata dia seorang wanita yang selama ini hidup penuh dengan penderitaan juga, aku pikir selama ini Zoya hidup bergelimang harta dan juga kemewahan hingga membuatnya merasa angkuh dan juga tidak mau dipaksa, tapi, nyatanya kehidupan yang ia rasakan selama ini begitu kasihan sekali,," Ucap Jimmy merasa kasihan pada Zoya.
Saat wajah Zoya sedang menengadah menatap wajah Jimmy, Zoya melihat bahwa Jimmy saat ini sedang termenung dan dengan sengaja Zoya mengagetkan Jimmy yang sedang termenung itu.
" Heemm sepertinya Jimmy sedang melamun, memangnya apa yang sedang Jimmy lamunkan ?" Tanya Zoya dalam hatinya sambil tersenyum menyelidik Jimmy.
" Heeiii !! kau sedang melamunkan sesuatu Jim,," Kaget Zoya terhadap Jimmy.
Tentu saja hal itu membuat Jimmy begitu kaget sekali karena, dengan sengaja Zoya menepuk pahanya hingga membuat dirinya terkaget-kaget.
" Aakkhhh tidak, aku tidak melamunkan apapun, Baby,," Ucap Jimmy sambil tersenyum senang menatap Zoya yang sedang tersenyum melihatnya itu.
" Eemmm, kau berbohong padaku Jim, jelas sekali aku melihat bahwa saat ini kau sedang melamun,," Bela Zoya terhadap terkaannya sendiri.
" No, Baby,," Bilang Jimmy sambil mencubit kedua pipi Zoya dengan gemas.
" Aduh,, sakit Jimmy, kau nakal,," Ucap Zoya sambil membalas balik kelakuan Jimmy padanya itu.
Saat itu, Zoya ingin sekali membalaskan perlakuan Jimmy kepadanya dengan mencubit pipi Jimmy juga. Namun, karena, Jimmy sudah mengetahui bahwa Zoya akan membalasnya itu dengan segera Jimmy berlari menjauhi dirinya dari Zoya. Hingga saat ini Zoya tidak bisa menggapai tubuhnya Jimmy dan akhirnya mereka berdua saling bermain kejar-kejaran bersama.
" Ayo kejar, Baby,," Seru Jimmy dengan sengaja menjahili Zoya.
" Jimmy, kau sengaja lari dariku, Hah!!" Seru Zoya dengan segera mengejar Jimmy.
" Awas kau ya, jika aku mendapatkanmu, kau tidak aku ampuni,," Ucap Zoya yang terdengar menyeramkan.
" Hahahaha, Jimmy sama sekali tidak takut Baby,," Seru Jimmy dengan tawanya.
Walaupun ucapan Zoya terdengar menyeramkan itu, tapi bagi Jimmy itu merupakan suatu hal yang lucu. Dan, saat ini ia harus membuat Zoya merasa geregetan akan sikapnya itu. Sebuah aktivitas yang dilakukan oleh Zoya dan Jimmy di samping Villanya itu mengundang pengintai mengetahui dimana keberadaan Zoya.
" Jimmy, kau ini membuatku lelah,," Teriak Zoya dengan wajahnya yang begitu geram sekali.
" Hahahaha, kau berbohong, Baby,," Seru Jimmy dengan sengaja meledek Zoya.
Saat Zoya sedang serius mengejar Jimmy, di dalam hati Jimmy begitu merasa bahagia ketika melihat wajah Zoya yang sedang bahagia bersama dengannya itu. Hal inilah yang ingin dilakukan oleh Jimmy terhadap Zoya, Jimmy sungguh menginginkan suatu pengakuan dari mulut dan hatinya Zoya bahwa Zoya juga mencintai dirinya. Tapi, harapan itu tidak akan menjadi nyata, karena, Jimmy juga mengetahui bahwa Zoya selama ini tidak pernah mencintainya sedikitpun.
" Aku bahagia jika bisa melihatmu bahagia Zoya," Gumam Jimmy dalam hatinya sambil tersenyum memandangi wajah Zoya yang geram terhadap tindakannya itu.
" Aku tahu, bahwa kau selama ini tidak pernah memiliki rasa cinta terhadapku, cinta yang ada di hatimu itu sudah tertanam untuk satu orang saja, aku mengerti apa yang kau rasakan Zoya, aku tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku, aku hanya berharap agar kau selalu bahagia ketika bersama denganku,," Gumam Jimmy sambil tersenyum menatap wajah Zoya yang sedang berada di seberangnya itu.
Oleh sebab itu Jimmy sama sekali tidak pernah meminta pengakuan Zoya yang begitu besar baginya itu. Namun, di suatu saat yang tepat Jimmy akan meminta Zoya untuk mengungkapkan perasaannya selama ini terhadap dirinya.
Seperti saat ini, Jimmy dan Zoya sedang asyik saling mengejar dan bercanda ria, ternyata banyak sekali pengintai yang sedang mengintai pergerakan Zoya. Dan, terlihat dari pengintai itu sedang sibuk untuk melakukan sesuatu rencananya hari ini juga.
" Heemm, ternyata sasarannya selama ini bersembunyi di Villa ini, bagus, aku akan segera menangkapmu wanita nakal,," Gumam salah satu pengintai yang sedang memperhatikan Zoya saat berada di kolam ikan samping Villanya itu.
" Akhirnya aku berhasil juga menemukan dirinya, aku tidak akan pernah melepaskanmu Zoya." Ucap salah satu pengintai lagi di sebuah tempat.
Di sisi lain ada dua pengintai lagi yang sedang memperhatikan pergerakan Zoya saat berada di dalam taman bersama Jimmy itu. Salah satu dari pengintai itu adalah suruhan Zavier, dengan segera pengintai itu memberitahukan kepada majikannya bahwa posisi keberadaan Zoya sudah banyak diketahui oleh pengintai lainnya.
" Gawat, sepertinya rencana Tuan Zavier untuk mendapatkan Zoya seorang diri tidak akan berhasil," Gumam pengintai yang dikirimkan oleh Zavier untuk selalu mengawasi Zoya.
" Sepertinya aku merasakan bahwa lebih dari tiga pengintai yang sedang mengawasi pergerakan Zoya di dalam Villa ini," Gumam pengintai Zavier lagi.
" Padahal Zoya hanya menggunakan anting yang diberikan oleh Tuan Zavier, kenapa semua pengintai bisa mengetahui jejaknya dengan mudah,," Gumam pengintai itu lagi sambil melihat sistem operasi di dalam alat pengawasannya.
" Apakah, karena, Zoya bersama dengan Jimmy saat datang ke tempat ini menggunakan mobil yang mudah dideteksi sistem keamanannya," Ucap pengintai Zavier lagi yang sedang mengira keadaan saat ini.
" Oohh God, kenapa aku tidak memikirkan itu,," Seru pengintai Zavier yang merasa teledor akan tindakannya itu.
Karena, merasa akan ada sesuatu yang terjadi disaat ini, dengan segera pengintai itu menghubungi Zavier yang sedang berada di dalam mansion milik aset pribadi Alberto di negara Australia ini. Namun, Zoya sama sekali tidak mengetahui bahwa aset pribadi Alberto juga banyak terdapat di negara tempatnya sedang melarikan diri ini. Dengan segera pengintai kepercayaan yang sudah dikirim oleh Zavier langsung menelepon majikannya itu.
Dering pertama langsung diangkat oleh Zavier.
" Ada apa ?" Ucap Zavier ketika mengangkat teleponnya.
" Gawat Tuan Zavier, sekarang posisi keberadaan Nyonya Zoya terancam oleh beberapa pengintai,," Bilang pengintai itu yang langsung melaporkan suatu kejadian saat ini.
" Apa ?" Seru Zavier tegang ketika mendengarkan laporan dari pengintainya itu.
" Benar yang kau katakan itu ?" Tanya Zavier terdengar begitu serius.
" Benar, Tuan, karena, saat ini saya sedang berada di Villa milik Jimmy yang ada di tengah hutan ini,," Jawab pengintai Zavier dengan serius.
" Aku akan segera kesana, untuk menjalankan misi ini,," Ucap Zavier dengan segera menuju ke Villa tempat tinggal Zoya.
Setelah selesai menghubungi majikannya dengan segera pengintai Zavier menjaga-jaga untuk memastikan apa yang akan dilakukan oleh semua pengintai saat sedang mengelilingi villa Jimmy secara beramai-ramai itu. Pengintai itu telah memastikan sendiri bahwa keadaan saat ini pasti akan mengundang suatu perseteruan yang akan terjadi karena, bisa dilihat semua pengintai yang sudah berada disana telah membuat suatu strategi untuk melakukan misi dari rencana mereka masing-masing.
Saat Zoya dan Jimmy sedang asyik bermain kejar-kejaran di halaman samping Villanya itu tanpa disadari tim pengintai yang sudah lama mengetahui keberadaan mereka dan sudah tidak bisa menahan lagi kegiatan Zoya ini dengan segera bergegas menuju ke tempat Villanya Jimmy dan tentu saja hal itu membuat pengintai yang dikirimkan Zavier tercengang.
" Oh God, bagaimana ini, aku hanya sendiri disini, sedangkan Tuan Zavier belum sampai,," Seru pengintai yang dikirimkan Zavier itu di sebuah tempat yang tersembunyi bagi dirinya.
Di sisi lain, Zavier yang sedang berada di dalam mansion aset pribadi miliknya Alberto segera bergegas mengatur strategi untuk mendapatkan kembali Zoya yang selama ini hanya ditugaskan untuk dijaga oleh dirinya. Karena, Alberto tidak pernah memperdulikan keberadaan Zoya, Alberto hanya menyuruh Zavier untuk menjaga keselamatannya.
" Sepertinya, aku harus segera kesana, jika terjadi sesuatu kepada Zoya, maka Alberto tidak akan tinggal diam," Ucap Zavier dengan segera memasukkan semua alat yang akan digunakannya ke tempat persembunyian pengintainya itu.
" Jika tim Erwin atau pengintai lain mendapatkan Zoya, maka akan terjadi peperangan besar di antara grup Alexandre dan grup mafia lainnya, aku harus cepat,," Ungkap Zavier sambil berlari menuju ke arah mobil yang sedang terparkir.
Dengan kekuatan cepat, Zavier telah mencapai mobilnya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, di tempat Villa Jimmy grup pengintai yang dicurigai Zavier adalah grup pengintai dari Erwin sedang berjalan dengan hati-hati mendekati Villa Jimmy.
" Oh God, mereka dengan beraninya masuk ke dalam area Villa itu," Gumam pengintai yang dikirimkan Zavier cukup tercengang dengan kegiatan yang dilakukan oleh grup pengintai yang masuk ke dalam area Villanya Jimmy.
" Tidak salah lagi dari pergerakan yang sedang mereka lakukan, sepertinya mereka semua adalah grup pengintai yang dikirimkan oleh Erwin." Ucap pengintai itu sambil tetap mengamati pekerjaan yang mereka lakukan dari jauh.
" Sepertinya aku harus melemparkan benda ini, walaupun aku sendiri melakukan tugas ini, aku akan berhasil jika aku bisa masuk langsung ke dalam tempat mereka,," Ucap pengintai itu sambil melemparkan sebuah benda kecil ke arah pengintai yang sedang berjalan menuju Villa Jimmy.
Karena, grup pengintai itu sudah berjalan memasuki area Villa Jimmy dengan sengaja pengintai Zavier melemparkan sebuah alat perekam ke arah pengintai itu dan secara tidak sengaja alat kecil yang dilemparkannya itu masuk ke dalam salah satu seragam pengintai. Walaupun pengintai itu tidak bisa bergerak untuk menyelamatkan Zoya, namun, pengintai Zavier cukup handal dalam melakukan strateginya.
" Aakhh bagus, akhirnya aku berhasil juga, tenang Nyonya Zoya mereka tidak akan menyakitimu,," Gumam pengintai itu sambil tersenyum sendiri.
Walau benda yang dilemparkan oleh pengintainya Zavier masuk ke dalam salah satu seragam dari pengintai itu, tapi, hal itu sama sekali tidak diketahui oleh pengintai lainnya. Dan, grup pengintai itu juga tidak menyadari apa yang sedang dilakukan oleh pengintai Zavier terhadap dirinya. Grup pengintai itu tetap saja melakukan aksinya untuk menangkap Zoya saat ini juga.
" Ayo cepat bergerak,," Ucap salah satu pemimpin tim yang sedang memasuki area Villa Jimmy.
" Kau kesana dan kami di sebelah ini,," Bilangnya lagi sambil memberikan sebuah kode kepada grup pengintai yang telah terbagi dua.
" Heemm, ternyata mereka menggunakan trik untuk menangkap seorang bandar besar,," Gumam pengintai Zavier sambil tersenyum di tempat persembunyiannya.
" Baik, aku akan tetap mengamati kalian, apa yang akan kalian lakukan kepada Zoya, sepertinya cukup menarik jika, kejahatan kalian terbongkar nantinya,," Gumam pengintai itu.
Namun, pengintai yang dikirim oleh Zavier itu sedikit menyunggingkan senyumannya ketika melihat dua grup pengintai ini yang terlihat sedang berhati-hati dalam menangkap seorang mafia besar, padahal mereka hanya akan menangkap Zoya yang memang terkenal akan kelicikannya itu.
Karena, sudah tersusun dengan rapi, grup pengintai ini langsung saja masuk ke dalam Villa Jimmy dan bersama-sama memergoki Zoya serta Jimmy yang sedang bermain itu. Tentunya hal itu membuat Zoya dan Jimmy terkejut akan kejadian yang terjadi di dalam kediaman mereka ini.
" Diam di tempat," Ucap salah satu pemimpin grup pengintai itu kepada Zoya sambil mengacungkan sebuah pistol tepat di hadapan Zoya.
" Siapa kalian, berani-beraninya kalian masuk ke dalam Villa pribadiku ?" Tanya Zoya dengan beraninya menanyakan langsung orang yang telah masuk ke dalam Villanya itu.
" Kami adalah orang suruhan yang telah dikirim oleh suamimu Nyonya Zoya,," Ucap pemimpin itu yang berbohong kepada Zoya.
Namun, ketika pemimpin itu berlaga seperti itu kepada Zoya, Zoya sama sekali tidak bisa mempercayainya secara langsung, karena, Zoya tahu, selama beberapa bulan kepergiannya itu Alberto sama sekali tidak memperdulikan dirinya. Tapi, kenapa saat ini Alberto menyuruh beberapa orang untuk menangkapnya dengan cara seperti ini.
" Heh!! tidak mungkin, Alberto tidak pernah memiliki orang suruhan seperti kalian semua,," Seru Zoya dengan jelas, karena, Zoya sedikit tahu bagaimana orang-orang pilihan dari grup mafia Alexandre.
Walaupun Zoya tidak mencintai Alberto disaat pernikahannya itu, tapi, sebenarnya Zoya sedikit mengenali siapa saja yang akan menjadi orang suruhan suaminya itu. Karena, melihat Zoya tidak mempercayai mereka dengan segera grup pengintai itu langsung menahan Zoya dan juga Jimmy.
" Tangkap wanita ini,," Seru pemimpin pengintai itu kepada semua anak buahnya.
Dengan segera semua pengintai itu menangkap Zoya yang sedang berlari mundur mendekati Jimmy, karena, semua pengintai itu banyak akhirnya Zoya bisa ditahan oleh grup pengintai ini dan Jimmy sendiri melawan perbuatan yang dilakukan oleh pengintai tersebut.
" Tunggu, kalian jangan menangkapnya dia adalah Istriku, jadi, kalian tidak bisa menangkapnya,," Seru Jimmy sambil memeluk tubuh Zoya.
" Jim,, kau cepat lari, biarkan mereka menangkapku, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu,," Ucap Zoya sambil berbisik dengan Jimmy untuk segera pergi dari tempat ini.
Betapa terkejutnya Zoya ketika mendengarkan ucapan Jimmy yang melindungi dirinya itu. Dan, ketika Zoya membisikkan suatu rencana kepada Jimmy, Jimmy tetap saja bersedia untuk selalu bersama dengan Zoya. Dan, di dalam pikiran Jimmy hanyalah melindungi Zoya saat ini dari penangkapan grup pengintai yang menyebutkan bahwa mereka adalah orang suruhan dari Alberto.
" Tidak, Baby, walau bagaimanapun, aku akan tetap bersama denganmu,," Bilang Jimmy yang teguh menghadapi semua pengintai itu.
" Jimmy, jangan bodoh, kau akan mati jika kau melawan mereka,," Bilang Zoya lagi yang geram kepada Jimmy.
" Aku sudah katakan padamu bahwa aku rela mati jika harus menjadi perisaimu, Zoya," Ucap Jimmy yang masih tetap bertahan melindungi Zoya.
Saat ini terlihat Jimmy sedang mencari sesuatu di balik saku celananya, ternyata Jimmy lupa membawa ponselnya. Karena, sebenarnya Jimmy ingin memanggil semua pengawal yang ada di mansionnya itu. Namun, itu semua tidak bisa ia lakukan karena, Jimmy sendiri tidak memiliki ponsel.
" Gawat, sepertinya aku tidak bisa meminta bantuan dari siapapun,," Gumam Jimmy saat tidak menemukan ponsel miliknya.
Karena, melihat pergerakan yang sedang dilakukan Jimmy itu dengan segera pemimpin pengintai itu menembakkan pelurunya ke arah tangan Jimmy hingga membuat Zoya terkejut, walaupun tidak mengenai tubuh Jimmy namun, hal itu membuat Zoya akhirnya memutuskan mengalah dan rela ditangkap oleh grup pengintai ini. Zoya tidak mau jika pengintai ini juga menangkap Jimmy, karena, baginya Jimmy sama sekali tidak bersalah.
DOOORRR !?
Bunyi tembakan yang dilakukan oleh pengintai itu kepada pergerakan Jimmy.
" Aaakkkhh," Teriak Zoya kaget ketika mendengar suara tembakan yang dilakukan oleh pengintai itu.
Dan bunyi tembakan itu juga membuat Jimmy tercengang, walaupun Jimmy tidak mendapatkan ponselnya namun, Jimmy bisa merasakan bahwa di pinggangnya juga terdapat sebuah pistol, hingga dengan gerakan cepat Jimmy mengeluarkan pistolnya dan menembak langsung pemimpin pengintai itu.
DOORRRR !!
Bunyi tembakan yang dilakukan oleh Jimmy terhadap pemimpin pengintai itu sama sekali tidak bisa menembus tubuhnya karena, mereka semua telah menggunakan seragam anti peluru.
" Oh, sh.it,," Umpat Jimmy dengan kesal, saat melihat peluru tembakannya tidak tembus sama sekali pada pengintai itu.
" Run, Baby,," Teriak Jimmy sambil menarik tangannya Zoya.
Seperti yang sering dikatakan oleh semua orang bahwa Zoya adalah wanita yang licik seperti saat ini Zoya juga mengerti maksud dari Jimmy. Dengan segera Zoya berlari dan mengikut jejak Jimmy untuk membawanya ke tempat yang aman. Namun, percuma saja, Jimmy mengajak Zoya lari, karena, grup pengintai yang sedang mengelilingi villanya itu begitu banyak dan pastinya mereka akan tertangkap juga.
Di sisi lain pengintai Zavier tetap mengamati apa yang sedang terjadi dari tempat persembunyiannya itu. Dengan mengawasi pergerakan Zoya yang akan lari kemana, pengintai lainnya juga berhasil mendapatkan Zoya. Dan, terlihat saat ini Jimmy berhasil dilumpuhkan oleh grup pengintai yang banyak sekali menyerang Jimmy.
Karena, sudah berhasil mendapatkan Zoya, dengan segera Zoya dibawa menuju tempat seorang wanita yang selama ini telah menjadi pengintainya Zoya saat berada di mansion dan juga di Villa ini.
" Kau tidak akan bisa lari lagi wanita nakal,," Ucap seorang wanita menampar wajah Zoya.
PLAAKK !! Tamparan keras yang dilakukan oleh seorang wanita itu kepada Zoya.
" Aakkhhh, Siapa kau ?" Tanya Zoya dengan segera kepada wanita yang menggunakan topeng itu.
" Heh!! kau ingin tahu siapa aku,," Gumam wanita itu sambil menaikkan ujung bibirnya.
Dengan senang hati wanita itu membuka topeng yang digunakannya dan betapa terkejutnya Zoya saat melihat wajah wanita itu yang merupakan seorang pelayan baru saat Zoya berada di mansionnya Jimmy.
" Kau,, lepaskan aku," Teriak Zoya sambil melawan perbuatan semua orang saat sedang menahannya.
" Heh!! akhirnya kau tahu siapa aku sebenarnya, aku sengaja bersandiwara menjadi pelayan di mansion kekasihmu itu supaya aku bisa tahu pergerakan kau Zoya,," Umpat wanita itu sambil mengangkat dagu Zoya dengan kasar.
" Dan, saat ini kau tidak bisa melakukan apa-apa,, hahaha,," Ucap wanita itu lagi sambil tertawa senang.
" Bawa mereka semua ke markas, sebelum mengirim wanita ini kepada Tuan Besar, aku akan membuat perhitungan terlebih dahulu padanya,," Ungkap wanita itu sambil tersenyum sinis menatap Zoya yang sedang ditahan.
" Tidak, aku tidak mau,," Teriak Zoya sambil melawan penahanan terhadap tubuhnya itu.
" Cepat tutup mulutnya, aku tidak suka mendengar suaranya,," Bilang wanita itu yang memberikan sebuah perintah kepada pengawalnya untuk menutupi mulut Zoya supaya tidak bisa berteriak.
Betapa tercengangnya Zoya ketika mulutnya disumpal menggunakan sebuah handuk kecil dan ditambahkan lagi sebuah lem untuk menahan handuk itu. Dan, saat ini Jimmy juga berhasil dilumpuhkan oleh beberapa pengintai yang sengaja menembakkan pelurunya kepada tubuh Jimmy.
DORRR !!
Bunyi tembakan yang dilakukan oleh pemimpin pengintai terhadap Jimmy dan akhirnya Jimmy berhasil dilumpuhkan. Karena, tembakan itu tepat mengenai punggungnya.
" Tidak,," Teriak Zoya histeris ketika melihat punggung Jimmy di tembak oleh pengintai tersebut.
Zoya hanya bisa berteriak namun tidak mengeluarkan suara ketika melihat Jimmy ditembak bagian punggungnya dan tergeletak ke atas tanah sehingga tubuh Jimmy langsung dilemparkan begitu saja ke dalam mobil.
" Jangan,, aku mohon,," Teriak Zoya sebelum mulutnya disumpal menggunakan handuk.
" Jimmy,," Teriak Zoya menangisi nasib Jimmy dengan tubuhnya yang tergeletak lemah di atas tanah dan langsung dilemparkan begitu saja ke dalam mobil.
" Jangan menyiksanya aku mohon,," Teriak Zoya histeris ketika melihat beberapa pengintai itu menendang dengan keras perut Jimmy dan memukuli wajah Jimmy.
" Aku mohon jangan menyiksanya, hiks, hiks,," Tangis Zoya pecah ketika melihat wajah Jimmy yang berlumuran da,rah karena, dipukul oleh beberapa orang itu.
Sambil menggelengkan kepalanya memberitahukan kepada semua orang disana agar tidak menyiksa Jimmy seperti itu, karena, Jimmy sama sekali tidak bersalah.
" Kalian semua kejam, jangan lagi aku mohon,," Teriak Zoya histeris dengan tubuhnya yang ikut terhuyung lemah jatuh ke atas tanah.
Wajar sekali jika Zoya menangisi Jimmy karena, walau bagaimanapun juga Jimmy adalah salah satu orang yang bisa membuat Zoya bahagia. Sambil menjerit keras namun, suaranya tidak terdengar oleh siapapun, Zoya hanya bisa menangisi perbuatannya itu yang tidak sengaja melibatkan Jimmy dalam penderitaannya ini.
****