
Sambil menggelengkan kepalanya memberitahukan kepada semua orang disana agar tidak menyiksa Jimmy seperti itu, karena, Jimmy sama sekali tidak bersalah. Walau bagaimanapun juga Jimmy adalah salah satu orang yang bisa membuat Zoya bahagia. Sambil menjerit keras namun, suaranya tidak terdengar oleh siapapun, Zoya hanya bisa menangisi perbuatannya itu yang tidak sengaja melibatkan Jimmy dalam penderitaannya ini.
" Jimmy, maafkan aku, maafkan aku maafkan aku yang telah melibatkan kau dalam masalahku ini,," Gumam Zoya sambil menangis melihat Jimmy diperlakukan begitu kejam oleh semua orang yang sedang menangkapnya.
" Alberto, aku mohon jangan lakukan ini pada Jimmy, dia orang yang baik, aku tidak ingin kau melakukan kejahatan kepada orang yang tidak bersalah padamu, aku yang telah bersalah Alberto, aku yang bersalah,," Seru Zoya menjerit keras namun suaranya sama sekali tidak terdengar oleh siapapun.
Disaat Zoya sedang menjerit keras itu, berpikir bahwa pekerjaan ini semua telah dilakukan atas perintah Alberto dan Zoya sendiri berharap supaya Alberto sama sekali tidak menyiksa Jimmy, cukup berikan hukuman berat kepadanya saja tidak untuk Jimmy.
Padahal sebenarnya pekerjaan ini semua bukanlah perintah dari Alberto, semua pengintai itu berhasil memperdaya Zoya supaya Zoya bisa menjadi lemah ketika disebutkan nama Alberto.
Saat ini Zoya langsung dibawa menuju keluar Villa sambil memandangi tubuh Jimmy yang terkulai lemah, karena, perbuatannya yang salah telah mengajak Jimmy ke sebuah tempat sepi seperti ini. Di dalam pikiran Zoya saat ini hanya bisa berandai-andai saja.
Jika saja, Zoya tidak mengusulkan suatu tempat yang nyaman dan tenteram seperti ini kepada Jimmy, tentu saja hal ini tidak akan terjadi !
Jika saja, Zoya masih tetap berada di dalam mansionnya Jimmy, tentu saja Jimmy tidak akan mengalami penderitaan yang besar seperti ini !
Dan, jika saja Zoya masih berada di mansionnya Jimmy maka semua pengawal Jimmy mungkin bisa membantu Jimmy dalam memerangi semua pengintai yang datang ke Villanya ini !
Zoya merasa bahwa dirinya telah bersalah besar kepada Jimmy hingga membuat Zoya hanya bisa menyesali perbuatannya itu. Dengan tubuh yang lemah Zoya dibawa masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh tim pasukan khusus itu.
" Maafkan aku Jim, aku akan menebus kesalahan ini, di akhirat nanti,," Ucap Zoya saat terakhir kali melihat Jimmy masuk ke dalam mobil lalu ditutup dan dirinya juga masuk ke dalam mobil dan tertutup.
Karena, sudah berhasil mendapatkan Zoya dan juga temannya Zoya, semua tim pasukan itu segera berlarian memasuki mobilnya masing-masing. Sementara itu, pengintai yang dikirimkan oleh Zavier tetap mengamati pergerakan yang ada. Dan, alat pengintainya terhadap Zoya juga telah berhenti keaktifannya, karena, terlihat alat pengintai itu berhenti di tempat Villanya Jimmy saja.
" Kenapa alat pengintai ini tidak lagi bergerak,," Gumam pengintai Zavier sambil mengecek alatnya.
Karena, begitu jelas sekali terlihat bahwa saat ini Zoya sudah pergi dibawa oleh grup pengintai lainnya. Yang menjadi pertanyaan oleh pengintainya Zavier kenapa alat pendeteksi keberadaan Zoya berhenti di tempat itu saja. Apakah anting yang dipakaikan oleh Ziya sudah terlepas dari telinganya, sehingga membuat alat pendeteksinya itu juga berhenti.
" Kurang ajar ternyata mereka telah berani bertindak kasar kepada Zoya," Gumam pengintai itu sambil mengecek kembali alat deteksinya.
Dan, karena sudah berulang kali alat pendeteksi itu sama sekali tidak bergerak sedikitpun, sehingga membuat pengintai itu langsung mengecek alat keduanya yang sama seperti digunakan oleh Zoya selama ini, untung saja pengintai ini melemparkan alat perekam kepada salah satu pengintai itu sehingga ia bisa mengetahui dimana keberadaan mereka saat ini juga.
" Oohhh, good untung saja aku cepat melemparkan alat pendeteksi itu kepada salah satu grup mereka, kalau tidak bagaimana aku harus melaporkan hal ini pada Tuan Zavier." Gumam pengintai itu sambil mengecek alat kendali perekam yang dilemparkannya itu.
Sambil mengecek alat perekamnya itu, pengintai yang dikirimkan oleh Zavier juga mengamati pergerakan pengintai lain setelah melihat aksi pengintai yang sudah menangkap Zoya. Ternyata dengan cepat juga pengintai lainnya itu yang tidak terlibat ke dalam aksi pengintai pertama, dengan segera menyelidiki markas tempat pengintai itu.
" What !? mereka semua sudah pergi dari tempat ini," Gumam pengintai itu yang varu menyadari kelakuan pengintai lain sudah lebih dahulu mengiringi pengintai yang telah menangkap Zoya.
" Sepertinya aku harus segera bergegas untuk melakukan misi ini,," Ucap pengintai itu dengan segera keluar dari persembunyiannya.
Disaat pengintai itu keluar dari tempat persembunyiannya, tidak beberapa lama kemudian mobilnya Zavier telah sampai tepat di depan Villa Jimmy. Ketika melihat Zavier sampai di depan Villa, dengan segera pengintai itu mendekati Zavier dan menunjuk video rekaman yang memperlihatkan aksi penangkapan Zoya.
" Kenapa terlihat sepi,," Ucap Zavier saat keluar dari dalam mobilnya.
" Tuan," Panggil pengintai Zavier terhadap majikannya.
" Kenapa terlihat sepi, kau bilang grup pengintai lain sedang menangkap Zoya ?" Tanya Zavier dengan serius kepada pengintainya.
" Sudah terlambat, Tuan, mereka semua sudah pergi dari tempat ini dan berhasil mendapatkan Nyonya Zoya,," Jawab pengintai itu sambil memberikan kameranya.
" Ini Tuan hasil rekamannya,," Ucap pengintai itu lagi kepada Zavier.
" Oh sh.it, ayo cepat bergerak,," Bilang Zavier dengan segera masuk ke dalam mobilnya kembali.
Namun pengintainya Zavier itu, sedikit menahan pergerakan Zavier untuk tidak langsung pergi mengejar langkah pengintai yang sudah menangkap Zoya. Tapi, pengintai itu mengatakan kepada Zavier bahwa mereka harus mengambil anting Zoya yang masih ada di dalam Villa dan juga pengintai itu mengatakan bahwa ia juga sudah meletakkan alat perekam di dalam seragam salah satu pengawal yang berhasil menangkap Zoya tadi.
" Tunggu Tuan, anting pendeteksi yang diberikan Tuan kepada Nyonya Zoya telah terlepas dari tubuh Nyonya, sehingga saat ini saya tidak bisa mendeteksi keberadaannya,," Ucap pengintai itu kepada Zavier.
" Apa ?" Seru Zavier tercengang.
" Jadi mereka telah melepaskannya,," Gumam Zavier yang merasa kesal dengan kelakuan pengintai lain itu.
" Tapi, saya telah berhasil meletakkan sebuah alat perekam pada salah satu pengawal pengintai itu, Tuan,," Jawab pengintai Zavier hingga membuat Zavier kembali bersemangat.
" Benarkah ?" Tanya Zavier dengan serius.
" Iya Tuan,," Jawab pengintai itu mengangguk yakin.
" Bagus, segera kita ikuti pergerakan mereka dan mengatur strategi lainnya disana,," Ucap Zavier penuh semangat kepada pengintainya itu.
" Baik Tuan, tapi tunggu sebentar saya mau mengambil anting yang digunakan oleh Nyonya Zoya tertinggal di dalam, Tuan," Ucap pengintai itu kepada Zavier.
" Tidak perlu,," Seru Zavier kepada pengintainya.
" Tapi, Tuan, anting itu cukup berguna untuk menyelamatkan nyawa Nyonya Zoya," Ucap pengintai Zavier yang membuat Zavier kembali berpikir.
Ketika ucapan pengintai itu membuat Zavier seketika berpikir sejenak, akhirnya Zavier mengizinkan pengintainya itu, untuk segera mengambil anting yang sering digunakan oleh Zoya ke dalam Villa Jimmy.
" Benar juga," Gumam Zavier membetulkan perkataan pengintainya.
" Cepat kau ambilkan,," Bilang Zavier kepada pengintainya.
Dengan segera pengintai Zavier itu berlari masuk ke dalam area Villa dan benar sekali anting yang sering digunakan oleh Zoya masih tergeletak di atas tanah dan juga lantai lainnya. Karena, anting itu merupakan anting yang sudah dirakit oleh Zavier dengan diisikan sebuah GPS pengintai. Oleh sebab itu anting yang dicarikanpun cepat ditemukan, setelah mendapatkan antingnya dengan segera pengintai itu berlari lagi menuju ke arah mobilnya Zavier dan, langsung masuk ke dalam mobil itu.
" Bagaimana sudah kau dapatkan ?" Tanya Zavier yang duduk di posisi kemudi mobilnya.
" Sudah Tuan," Jawab pengintai itu sambil menunjukkan antingnya.
" Bagus, ayo kita pergi,," Gumam Zavier sambil melajukan kecepatan mobilnya.
Karena, mobil yang digunakan oleh Zavier merupakan mobil yang berkecepatan tinggi hingga membuat Zavier juga cepat sampai ke tujuannya itu. Walaupun menggunakan alat perekam yang dideteksi oleh pengintainya itu Zavier ahli dalam bidangnya sebagaimana sering disebut oleh Alberto anjing gila.
Saat ini mobil yang sedang membawa Zoya sudah sampai ke markas besar milik mereka. Dan, di dalam markas itu dengan segera Zoya diturunkan secara paksa dari dalam mobil dan diseret masuk ke dalam sebuah ruangan gelap.
" Seret dia,," Ucap wanita itu kepada para pengawalnya terhadap Zoya.
Dengan mulut yang tertutup Zoya seketika memberontak dan melawan pergerakan dari semua pengawal yang sedang menahan tubuhnya itu. Karena, melihat Zoya melawan dengan perbuatan kasar wanita itu langsung menarik lem yang menutup mulut Zoya dan melepaskan handuk yang telah disumpalkannya itu.
" Jika kau tidak bisa diam, maka aku akan meminta anjing itu untuk menggigit semua tubuhmu,," Umpat wanita itu dengan kejam tepat di hadapan Zoya.
Karena, mulutnya telah terbuka dengan segera Zoya meluapkan semua emosinya dan meludah wajah wanita itu, sehingga membuat wanita itu langsung menampar keras wajah Zoya.
CUUUIIHHH!!
" Jika Alberto tahu bahwa kau telah berani menyiksaku seperti ini, maka, aku pastikan kalian semua tidak akan selamat,," Umpat Zoya balik pada wanita itu.
" Berani-beraninya kau,," Seru wanita itu geram pada Zoya.
PLAAKK!!
Tamparan keras melayang tepat mengenai wajah Zoya. Walaupun, sudah ditampar keras seperti itu, emosi Zoya sama sekali tidak pernah tersulut, hingga membuat Zoya akhirnya tetap diseret untuk masuk ke dalam sebuah ruangan gelap.
" Seret dia,," Teriak wanita itu geram karena, kelakuan Zoya yang selalu melawan dirinya.
" Jangan menyeretku, aku bisa jalan sendiri,," Seru Zoya sambil melawan penahanan yang dilakukan oleh para pengawal itu.
" Jangan, jangan lakukan itu pada Jimmy dia tidak bersalah,," Seru Zoya saat dirinya melihat Jimmy juga diseret dengan tubuh yang tidak berdaya lagi.
Dengan tubuh lemahnya, akhirnya Jimmy dimasukkan ke dalam ruangan gelap bersama dengan Zoya. Saat ini Zoya sedang terikat di sebuah kursi dan Jimmy sengaja dilemparkan begitu saja ke atas lantai, ketika Jimmy dimasukkan ke dalam ruangan itu Zoya menjerit sedih melihat keadaan tubuhnya Jimmy yang sudah tidak berdaya lagi.
" Jangan mengikatku,," Seru Zoya yang masih melawan perbuatan semua pengawal kepada dirinya.
" Kalau kau tidak diikat, kau akan kabur dari tempat tawanan ini,," Ucap pengawal itu dengan beraninya mengikat tubuh Zoya begitu erat.
Karena, sudah membawa Zoya ke dalam ruangan gelap, pikiran semua pengawal itu sudah diluar dari perintahan pemimpinnya. Karena, pemimpin grup mereka juga tidak mengetahui akan niat mereka semua terhadap Zoya. Pria mana yang tidak bernafsu jika melihat Zoya ada di hadapannya seperti saat ini, apalagi aroma tubuh Zoya yang khas akan keharumannya itu membuat semua hidung pria belang terpana untuk segera melampiaskan nafsunya.
" Dasar kurang ajar kalian, jika Alberto tahu perbuatan kalian ini, kalian akan mati !!" Seru Zoya yang bergerak di dalam ikatannya.
" Wanita cantik, Alberto tidak akan tahu perbuatan kami ini, karena, pemimpin kami sama sekali bukan gabungan dari grup Alexandre, kau sudah tertipu, cantik,," Ucap salah satu pengawal itu sambil mengendus aroma tubuh Zoya.
" Siapa kalian !! apa yang kau lakukan jangan menyentuhku,," Teriak Zoya dengan sekuat tenaga ketika merasakan tubuhnya diraba oleh semua pria yang membawanya ke ruangan gelap itu.
" Heh!! sudah kami katakan bahwa Alberto suamimu itu tidak akan tahu sama sekali atas perbuatan kami, karena, kami bukanlah kelompok dari grup Alexandre,," Gumam salah satu pengawal itu sambil membuka baju Zoya dengan paksa.
" Aaakkkhh, jangan lakukan ini," Teriak Zoya histeris saat melihat beberapa pengawal dengan beraninya menyobek semua baju yang digunakannya.
" Hihihi, sepertinya Tuan Besar tidak akan tahu jika kita mencicipi tubuh wanita cantik ini,," Gumam salah satu pengawal itu dengan paksa membuka setiap helai pakaian Zoya.
" Apa yang kalian lakukan, jangan lakukan ini aku mohon,," Teriak Zoya dengan tubuh yang terikat dan digerayangi oleh beberapa pria bertubuh besar di hadapannya itu.
" Semakin kau berteriak dan meronta serta melawan, semakin membuat kami bernafsu untuk mencoba tubuhmu cantik,," Ucap salah satu pria dengan sengaja meraba bagian paha Zoya hingga menyentuh bagian inti Zoya.
" Aaaakkkhhhh, jangan lakukan itu, dasar bajingan kalian semua !!" Teriak Zoya dengan sekuat tenaga bersikeras menolak keinginan yang akan dilakukan semua pria itu.
" Bukannya selama ini kau selalu membuat semua pria terpana untuk menemanimu tidur dan kami semua akan memuaskan hasrat tubuhmu yang selama ini terpendam, sepertinya akan nikmat jika kami semua bersepuluh memberikan kenikmatan padamu saat ini,," Gumam salah satu pria itu sambil menji.lat bagian leher Ziya hingga ke bagian dada Zoya.
" Aakkhhh, jangan lakukan itu aku mohon, aku mohon,," Pinta Zoya sambil menangis sesenggukan dengan menahan perlakuan semua pria sekitar sepuluh orang yang ada di hadapannya itu.
Dari semua pria itu berkesempatan mengelus tubuh Zoya hingga membuat Zoya menjerit keras dan menangis meminta permohonan ampun, supaya semua pria itu tidak melakukan tindakan kejahatan pada tubuhnya. Karena, telah merasakan semua tubuhnya telah dijilat, disentuh dan bahkan cuma bagian inti Zoya saja yang belum dinikmati, Zoya berteriak keras namun, ketakutan yang selama ini di dalam hatinya terjadi juga.
" Mama, tolong Zoya, Zoya tahu walaupun Mama tidak menyayangi Zoya, Zoya berharap semoga ada kecercahan yang bisa membantu Zoya,," Ucap Zoya dalam hatinya dengan beruraikan air mata.
Selama ini suatu hal yang paling ditakutkan oleh Zoya adalah peristiwa pemerkosaan yang telah terjadi padanya itu dan karena, hal itu juga yang membuat Zoya menjadi wanita liar dan harus bisa mendapatkan sebuah sensasi bahwa tubuhnya itu selalu diminati oleh kaum pria manapun.
Semua pengawal itu sengaja melakukan sebuah tindakan diluar dari perintahan sehingga membuat Zoya merasa dirugikan atas kelakuan mereka semua ini. Walaupun saat ini mereka masih memberikan sebuah kenikmatan yang diinginkan oleh masing-masing, namun bagi Zoya itu semua merupakan pele.ce.han yang dilakukan oleh mereka pada tubuhnya.
Dan, disaat semua pengawal itu sedang asyik menjilati sana sini bagian tubuh Zoya, seketika masuklah beberapa pengawal lagi sambil membawa tubuhnya Jimmy yang terlihat seperti tidak bernyawa lagi untuk masuk ke dalam ruangan itu.
BRAAKK !!
Suara pintu terbuka dan terlihatlah bahwa semua pengawal yang membawa Zoya sedang asyik menikmati tubuh Zoya dan pengawal yang sedang membawa Jimmy, cukup tercengang melihat kejadian ini. Sehingga semua pengawal yang sedang menikmati tubuh Zoya itupun bangkit dari aksinya.
" Apa yang kalian lakukan padanya ?" Tanya pengawal itu kepada pengawal yang sedang menikmati tubuhnya Zoya.
" Kami hanya ingin menikmati tubuhnya,," Jawab pengawal itu dengan enteng.
" Heh!! dasar bajingan, kalian tidak diperintahkan untuk melakukan itu padanya, jika sampai Tuan mengetahuinya, kalian akan dihukum mati,," Ucap pengawal itu yang sedang membawa tubuh Jimmy.
" Heemm, baiklah, kami hentikan, dan lagi kami belum memasukkan milik kami ini pada miliknya hanya menjilati saja, karena, aroma tubuhnya begitu membuatku terang.sang,," Ucap pengawal itu dengan sengaja menggoda pengawal yang membawa Jimmy supaya bersekongkol untuk tidak memberitahu kepada pemimpinnya.
Dengan sengaja pengawal itu menggoda pengawal lainnya agar bisa bersama-sama melakukan sebuah tindakan yang selama ini diinginkan oleh kaum pria terhadap Zoya. Zoya seketika merasa lega karena, masih ada pengawal pria yang baik dan tidak menginginkan sebuah tindakan kejahatan pada tubuhnya.
" Bagaimana kalau kita melakukannya bersama-sama, kita semua tidak akan merasa penasaran bagaimana rasa kehangatan tubuh dari Zoya Andricha yang terkenal akan keindahan tubuhnya itu. Kau, tidak tahu bagaimana semua pria di Perancis mengharapkan agar Zoya bisa tidur dengannya itu sangat sulit, apalagi ini kita semua tinggal melakukannya secara bergilir dan menikmati tubuh indahnya itu secara gratis,," Ucap pengawal itu dengan sengaja menggoda temannya yang sebagai pengawal lainnya.
" Heh!! dasar gila, keluar kalian semua dari tempat ini,," Seru pengawal itu kepada semua pengawal yang sedang membawa Zoya tadi.
" Awas kau, jangan pernah melaporkan tindakan yang pernah kami lakukan kepada Tuan,," Gumam pengawal tadi kepada pengawal yang baru ini.
" Heh!! kalian semua hanyalah bawahanku jadi apapun yang kalian lakukan terserah diriku untuk melaporkannya atau tidak,," Ucap pengawal itu dengan gaya santainya.
Karena, merasa takut akan ancaman yang ada dari jabatan pengawal baru masuk ke dalam ruangan ini, dengan segera semua pengawal itupun melangkah keluar dari ruangan gelap itu. Setelah memastikan semua pengawal itu keluar, barulah pengawal itu masuk ke dalam ruangan gelap dan meletakkan tubuh Jimmy di atas sebuah tempat.
" Jika Tuan Besar sampai tahu, kalau Nyonya Zoya hampir diperkosa oleh pengawal pribadi Nona Helen, maka Tuan Besar tidak akan tinggal diam untuk menyerang Tuan Roserish dan Nona Helen." Gumam pengawal itu yang merupakan salah satu dari suruhan sahabat Alberto.
" Untung aku cepat menyusup masuk ke dalam grup pengintai ini." Gumam Pengawal itu sambil melangkahkan kakinya mendekati Zoya.
Sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat Zoya dan melihat tubuh Zoya bagaikan seorang wanita yang tidak memiliki harga dirinya lagi itu dengan segera pengawal itu membuka bajunya dan memakaikannya terhadap Zoya. Namun, disaat pengawal itu membuka bajunya dan mendekati Zoya, di wajah Zoya begitu terlihat jelas kecemasan yang ada. Karena, Zoya berpikir bahwa pengawal ini akan melakukan hal yang keji juga kepadanya.
" Nyonya Zoya, maaf jika saya datang terlambat,," Ucap pengawal itu sambil memberikan sebuah pakaian untuk digunakan Zoya saat ini juga.
Betapa terkejutnya Zoya ketika mendengarkan ucapan dari pengawal yang menggunakan topeng itu sambil meminta maaf padanya dan memberikan sebuah pakaian untuk digunakan oleh dirinya itu. Dan, Zoya langsung bertanya kepada pengawal itu tentang identitas dirinya. Namun, karena, pengawal itu datang sendiri ke tempat ini, jadi penyamaran dirinya itu juga harus tetap dijaga.
" Siapa kau, kenapa kau membantuku ?" Tanya Zoya kepada pengawal itu.
" Shuut, suara Nyonya jangan terlalu keras nanti, asisten Nona Helen akan mendengarkan pembicaraan kita,," Ucap pengawal itu sambil memberikan sebuah bisikan kepada Zoya.
" Helen,," Gumam Zoya seperti mengenal nama itu.
" Cepat pakailah baju ini," Ucap pengawal itu kepada Zoya.
" Baik, terima kasih,," Jawab Zoya dengan segera memakai pakaiannya.
Setelah selesai memakaikan pakaiannya itu, Zoya tetap diikat di atas kursi dan ikatan itu tidak terlalu kuat. Sambil mengikat tangannya Zoya di atas kursi pengawal itupun segera memberikan sebuah pesan pada Zoya agar bisa selalu berpartisipasi padanya dalam hal pekerjaan ini. Pengawal itu ingin melakukan pekerjaan sekaligus dua peranan yaitu melindungi Zoya dan juga mengetahui ide dari penangkapan Zoya yang dilakukan oleh tim pengintai Roserish.
" Heemm, yang terpenting saat ini Nyonya jangan takut karena, saya ada disini,," Ucap pengawal itu kepada Zoya.
" Pasti aku sangat takut, karena, apakah penangkapan terhadapku ini atas perintahan dari Alberto ?" Tanya Zoya dengan wajah cemasnya.
" Bukan Nyonya, Tuan Alberto sama sekali tidak mengetahuinya,," Jawab pengawal itu sambil menyebutkan nama Alberto dengan panggilan Tuan.
" Tuan, berarti kau orang-orangnya Alberto ?" Tanya Zoya lagi begitu penasaran.
" Heemm, tapi, saya harap anda bisa bekerja sama dengan saya saat anda di dalam tahanan ini,," Ucap pengawal itu lagi kepada Zoya.
" Baiklah, aku akan menuruti semua perkataanmu,," Ucap Zoya dengan segera.
Tentu saja Zoya langsung mengangguk saat mendengarkan ucapan dari pengawal itu yang mengungkapkan bahwa dirinya akan melindungi Zoya. Setelah memastikan keadaan tubuh Zoya aman barulah pengawal itu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah luar.
" Saya akan keluar, jika ada pengawal lain yang masuk selain saya tolong Nyonya berteriak untuk memberikan kode kepada saya,," Ucap pengawal itu kepada Zoya.
" Baiklah, aku mengerti, terima kasih,," Ucap Zoya mengangguk.
" Tunggu !" Panggil Zoya lagi kepada pengawal itu.
Namun disaat pengawal itu ingin keluar dari ruangannya itu, Zoya langsung mencegah langkahnya dan bertanya tentang keadaan Jimmy, karena, sedari tadi Zoya tidak melihat bahwa Jimmy sudah dimasukkan ke dalam ruangan gelap bersama dengannya itu.
****