Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Saat ini Vena begitu terkejut sekali atas apa yang telah diperintahkan oleh Axeloe untuknya itu. Karena, Vena selama ini bekerja untuk keluarganya mencari nafkah dari jalan yang halal bukanlah dari sudut pandang yang berbeda. Tapi, kenapa Axeloe memandang dirinya berbeda begitu merendahkan martabat dan juga harga dirinya. Axeloe sengaja memberikan sebuah perintah untuk Vena agar Vena bisa naik ke tempat tidurnya tanpa alasan apapun. Dengan sangat berani jelas saja Vena menolak perintah yang baru saja diberikan oleh Axeloe padanya.


" Ternyata Tuan selama ini memandang saya rendah,," Ungkap Vena dengan sorot mata yang terlihat sangat marah.


" Maaf Tuan, walaupun saya bekerja hanya sebagai seorang pelayan, tapi, saya bukan wanita rendahan seperti apa, yang Tuan pikirkan terhadap saya,," Sambung Vena lagi masih dengan sorot mata yang terlihat sangat marah.


" Hei,, kenapa kau marah padaku, apa yang salah dengan perintahku ?" Tanya Axeloe dengan tatapan heran dengan sikap Vena yang sedang memarahinya.


" Jelas saja saya marah, karena, Tuan menganggap saya wanita murahan, permisi Tuan, tolong bukakan pintunya,," Ucap Vena masih dengan sorot wajah yang memerah dan tetap memberikan hormat kepada Axeloe lalu pergi meninggalkan Axeloe begitu saja.


Setelah Vena memberikan hormat dengan sikapnya yang santun ketika bertemu dengan siapapun majikan yang berada di dalam kediaman Alexandre ini. Dengan segera juga Vena melangkah pergi meninggalkan Axeloe yang masih berdiri di tempatnya karena, cukup terkejut dengan sikap wanita yang dianggapnya polos itu. Tapi, ternyata wanita polos itu bisa juga marah dengan emosi yang memuncak ketika sedang dipermainkan seperti ini.


" Hei, kau mau kemana ?" Seru Axeloe seketika sedikit kaget, ketika, melihat Vena langsung pergi begitu saja dari hadapannya.


" Heehh, kau tidak bisa pergi kemanapun sebelum kau menuruti perintah dariku,," Ucap Axeloe sambil tersenyum licik di hadapan Vena.


" Heehh, Tuan sudah saya jelaskan, saya tidak mau menuruti perintah dari Tuan, karena, saya bukanlah wanita rendahan seperti apa yang ada dalam pikiran Tuan, tolong bukakan pintu dan keluarkan saya dari kamar ini sekarang juga,," Ucap Vena dengan tatapan ke depan dan sedikitpun tidak menoleh ke arah Axeloe masih dengan sorot mata penuh kemarahan dalam hatinya.


" Heh,, memangnya siapa yang menganggap kau wanita rendahan,, jangan berpikiran yang salah,, aku sudah katakan kau tidak bisa keluar sebelum kau menuruti perintahku sekarang juga,," Ucap Axeloe dengan segera menggendong tubuh mungil Vena agar tidak lari lagi darinya.


" Aakkhh, Tuan tolong lepaskan aku,," Teriak Vena kaget ketika tubuh mungilnya itu sudah berada di dalam gendongan Axeloe.


Karena, Vena selalu menolak akan perintah yang diberikan oleh Axeloe itu, sehingga membuat Axeloe tetap memaksa Vena menuruti perintahnya dan menggendong tubuh Vena agar Vena tidak bisa melawan dari dirinya. Axeloe sengaja menggendong Vena dan membawa Vena menuju ke tempat tidurnya, walaupun saat ini Vena memukul dada Axeloe serta memberontak dalam gendongan itu. Namun, tidak membuat Axeloe gentar dalam menggendong wanita yang sudah ada di kamarnya ini.


****