
" Heemmm, tertawalah lepas seperti ini, sayang, karena, jika kau bahagia aku juga bahagia, aku tidak ingin lagi melihatmu merasakan sakit yang begitu banyak, cukup sudah kau merasakan penderitaan yang selama ini kau alami atas perbuatan orang jahat terhadapmu, termasuk perbuatan dariku yang telah menyebabkan kau menderita,," Ucap Alberto yang tulus dari dalam hatinya sambil menatap Ziya yang sedang tertawa senang di hadapannya.
Memang benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Alberto dalam hatinya terhadap Ziya, jika malam itu Alberto hanya menolong Ziya saja dari semua orang suruhannya Erwin tidak mungkin Ziya mendapatkan sebuah peristiwa yang sangat buruk serta pahit dalam hidupnya. Saat ini memang Ziya belum mengingat apapun persoalan tentang bahwa di malam itu Alberto telah memaksanya untuk memberikan kepu.asan pada tubuhnya.
Jika malam itu tidak terjadi maka, tidak akan mungkin Ziya bisa terpisah dari putranya, tidak akan mungkin juga Ziya diberikan obat dosis tinggi yang bisa melupakan ingatannya dan pula tidak mungkin juga Ziya bisa menjadi alat oleh Erwin. Tapi, suatu hal telah berkata lain peristiwa buruk dan kelam bagi Ziya sudah terjadi, walaupun saat ini Ziya belum mengingat apapun tentang Alberto di malam itu.
Sekarang posisinya sudah terbalik atau bergantian ketika Alberto sedang menatapnya saat itu Ziya sedang memikirkan suatu hal yang telah terjadi dalam mimpinya, sedangkan saat ini disaat Ziya sedang tertawa begitu renyah sekali malah Alberto yang sedang mengharapkan suatu hal yang baik untuk Ziya.
Namun, Ziya mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Alberto, bahwa Alberto saat ini terlihat sedang memikirkan sesuatu hal yang cukup banyak. Sehingga dengan demikian Ziya memahami akan pikiran Alberto dan juga kesibukan Alberto yang selalu datang terus menerus. Dengan lembut Ziya mulai membuka kembali obrolan pada Alberto diawali dengan suaranya yang berdehem.
" Apa yang sedang dipikirkannya, apakah dia sedang memikirkan misi yang dilakukan oleh Zavier atau apakah dia sedang memikirkan siapa yang telah berani menjadi orang misterius di dalam kediaman ini ?" Tanya Ziya dalam hatinya seketika ia melirik mata Alberto yang sedang menatapnya begitu dalam walaupun dia sedang tertawa.
" Eehhemm, kenapa menatapku seperti itu ?" Tanya Ziya pada Alberto.
" Ada apa, heemm ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.
" Heemmm ya, Alberto,," Jawab Ziya sambil menganggukkan kepalanya dan mengecup kening Alberto.
" Terima kasih sayang,," Ucap Alberto setelah keningnya dikecup lembut oleh bibirnya Ziya.
Ketika Alberto berkata bahwa ia ingin agar Ziya selalu menjadi istrinya dan menjadi pendampingnya serta kata tanggung jawab dari Alberto hingga saat itu juga, Ziya merasa teringat akan suatu hal yang pernah terngiang di telinganya, ingatan itu terasa pernah terjadi di dalam dirinya.
" Kenapa aku merasa Alberto pernah mengatakan hal ini,," Gumam Ziya dalam hati saat kepalanya teringat akan ucapan Alberto.
" Apakah sebelumnya, Alberto pernah mengatakan tanggung jawab atas diriku,," Gumam Ziya lagi dalam hatinya karena, telah merasakan suatu hal yang sama dari ucapan Alberto.
Karena, merasa ucapan Alberto barusan membuat Ziya teringat akan sesuatu hal yang pernah terjadi dalam kehidupannya itu, akhirnya Ziya mengingat-ingat kembali ucapan-ucapan Alberto kepadanya selama ia sedang bersama, namun, setelah Ziya bertekad untuk mengingatkan kembali ucapan Alberto itu, rasa sakit di kepala Ziya terjadi lagi, hingga membuat Alberto panik melihat kondisi tubuh Ziya yang menampakkan adanya reaksi obat penawar dari Axeloe.
****