Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 37 - Misi Zavier !!



Ziya merasa lega ketika keningnya yang telah didaratkan sebuah ciuman dari Alberto. Ya, pastinya Alberto tahu tempat ya, masa Cium bibir di depan anaknya yang masih kecil. Berarti menandakan contoh yang tidak baik untuk mata anak-anak dan pastinya untuk sistem pikirannya anaknya nanti.


Alberto yang keluar dari kamarnya itu, segera ke ruang kerjanya dan segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di dalam sakunya.


Setelah itu, Alberto segera menelepon nomor salah satu temannya yang baru saja ia temui pagi tadi yaitu Zavier untuk segera datang ke rumahnya, apalagi kalau bukan untuk menyelesaikan masalah tentang istri aslinya yaitu Zoya.


Karena, Zavier ini sangat patut untuk diberikan acungan jempol dalam hal melacak suatu keberadaan seseorang yang sedang ingin ia ketahui keberadaannya.


" Halo, Dude,," Ucap Zavier saat mengangkat teleponnya.


" Aku minta kau ke rumahku sekarang,," Bilang Alberto yang tidak mau basa-basi untuk temannya ini.


" Baiklah, baru pagi tadi, kita bertemu, dan sekarang kau sudah meneleponku lagi,," Ucap Zavier yang terdengar tersenyum sinis pada Alberto.


" Ada apa ?" Tanya Zavier ingin tahu.


" Pagi tadi aku sudah mengatakannya padamu," Ucap Alberto yang mengingatkan temannya ini.


" Ouuwwhh,, Aku baru ingat kau ada tugas untuk diriku, apakah akan seru ?" Tanya Zavier yang sangat menginginkan melakukan tugas ini.


" Kita akan bahas tugas ini di rumahku," Bilang Alberto yang membuat Zavier bergairah untuk segera menemuinya.


" Baiklah, aku akan kesana sekarang,," Jawab Zavier penuh semangat.


" Hem,," Bilang Alberto yang mematikan ponselnya.


Setelah mematikan ponselnya, Alberto meletakkan ponselnya ke sembarang arah. Lalu, ia seperti memikirkan wajah ketakutan dan kecemasan dari istri aslinya yaitu Zoya.


" Heemm,, Zoya kita lihat saja nanti, sampai kapan kau bisa berlari dariku,," Bilang Alberto yang sangat ingin sekali menelan Zoya saudara kembar dari Ziya yang sekarang berada di sisinya itu.


Tak lama kemudian Zavier sangat cepat sekali tiba di rumah Alberto. Dan segera menemui Alberto di ruangan pribadinya itu. Membuat Alberto tersenyum puas atas kedisiplinan waktu yang dipakai oleh Zavier dalam melakukan misi rencana sebuah tugas yang akan dilakukannya.


" Kau memang tepat untuk menjadi detektif handal,," Ucap Alberto tidak lain dan tidak mungkin adalah memberikan sebuah pujian kepada temannya yaitu Zavier yang sangat cepat tiba di hadapannya seperti saat ini.


" Heh! Zavier adalah seseorang yang sangat handal untuk dirimu, Alberto,," Bilang Zavier yang membanggakan dirinya sendiri.


" Baiklah aku sudah tidak sabar lagi, dengan rencana kau itu," Ucap Zavier yang memang tidak sabar lagi saat ini.


" Apa yang ingin kau rencanakan untuk diriku bermain saat ini ?" Tanya Zavier lagi yang begitu yakin atas kemampuannya.


" Ini yang aku suka darimu, Dude,," Ucap Alberto yang membanggakan Zavier.


Zavier hanya tersenyum senang, karena, memang benar ia sangat handal sekali dalam suatu perencanaan mafia.


" Aku akan tugaskan kau pergi ke Australia, untuk menemukan jejak wanita nakal itu,," Ucap Alberto yang membuat Zavier lemas seketika.


Wajar ya kalau Zavier merasa lemas seketika. Karena, ia tahu rencana tugas ini begitu sangat mudah baginya. Dia pikir rencana Alberto adalah membunuh seseorang yang akan dijadikan mainannya. Ternyata hanya sekedar mencari keberadaan Zoya yang telah kabur ke Australia.


" Aku pikir, kau akan memberikan tugas padaku, untuk membantai musuh-musuh kita, kalau hanya menemukan jejak si nakal itu, sangat gampang bagiku,," Bilang Zavier yang sangat merasa percaya diri atas kemampuannya itu.


" Heh! Zavier kau tidak tahu siapa dalang di balik ini semua, pasti Zoya tidak sendirian melakukan hal ini." Ucap Alberto yang mengingatkan Zavier.


" Yaahh,,, paling, siapa lagi kalau bukan mertua kau,, Erwin,," Bilang Zavier yang sedikit terkekeh membuat Alberto merasa bosan atas ucapan Zavier saat ini.


Karena, tidak biasanya Alberto mengizinkan Zavier untuk melakukan hal pembunuhan kepada orang lain. Bahkan terhadap musuhnya, tapi kali ini yang membuat Zavier senang dan begitu bersemangat adalah kepercayaan dari Alberto untuk membunuh siapa saja yang menghalanginya itu yang membuat Zavier sangat suka sekali.


" Oke Dude,, aku setuju,, aku akan sangat senang sekali bisa membantumu dalam misi rencana ini." Ucap Zavier yang sangat senang dan bangga pastinya.


Alberto tersenyum sinis melihat wajah temannya ini yang sangat bersemangat apabila dalam suatu rencana ada usatu hal permainan bagi Zavier.


Tentunya Zavier tidak akan segan-segan membunuh orang yang akan menghalanginya nanti pada saat ia sedang merencanakan misinya itu.


" Baiklah, thanks Dude,, sekaligus aku akan refreshing disana,," Ucap Zavier yang tersenyum senang.


" Ternyata kau sangat baik hati padaku,," Bilang Zavier yang sengaja memuji Alberto.


" Apa kau mau oleh-oleh dariku,?" Tanya Zavier yang menawarkan oleh-oleh darinya setelah misinya itu selesai.


Alberto menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dirinya tidak menginginkan apa-apa dari kepergian Zavier dalam melakukan misi rencananya ini.


" Tidak, terima kasih,," Ucap Alberto sejenak.


Zavier masih saja nyerocos untuk membawakan dan menawarkan oleh-oleh kepada Alberto saat ini.


" Seorang wanita cantik yang akan menghangatkan ranjangmu, mungkin,," Bilang Zavier yang membuat Alberto tersenyum sinis.


" Heh! wanita cantik hanya akan membuatku kesal,, untuk sekarang dan kedepannya aku lebih menyukai perawan yang berada di sisiku,, Zavier,," Ucap Alberto yang tersenyum sinis memandang Zavier.


Sementara itu, Zavier hanya menyunggingkan senyumannya dengan tatapan yang sama sinisnya.


" Hahahaha, ternyata kau lebih iblis rupanya,, Hati-hati Alberto kau akan terjerat atas dirinya. Ingat dia bukanlah wanita sembarangan yang bisa kau permainkan. Wanita sebaik dan secantik dia yang bagaikan malaikat bidadari dari kayangan itu tidak pantas menjadi istrimu, yang hanya akan dipermainkan mu saja,," Bilang Zavier yang begitu indah memuji kebesaran dan kekagumannya pada sosok Ziya ini.


Memang benar setelah mencari tahu tentang sosok siapakah Ziya ini. Ketiga sahabat Alberto itu sangat kagum atas prestasi dan kepribadian Ziya selama ini.


Tidak seperti kembarannya itu yang hanya fenomenal di dalam dunia infotainment. Tapi, dari sosok Ziya sendiri fenomenal di dalam dunia prestasinya, sungguh itu yang sangat dibanggakan bagi semua kaum perempuan dan laki-laki pastinya.


" Dia selalu dijadikan umpan dan dimanfaatkan saudara kembarnya, jadi aku harap kau tidak berbuat kasar padanya." Ucap Zavier yang lebih mengetahui seluk beluk kehidupan Ziya dahulu.


Sepertinya ucapan Zavier saat ini sangat mengetahui tentang kepribadian dan kehidupan Ziya terdahulu, apa karena, Zavier adalah pelacak handal sehingga membuat dirinya sangat mengetahui tentang kepribadian Ziya.


Mungkin saja,,


" Dan, aku juga berpikir dia lebih pantas menjadi ibu dari putramu, dibandingkan Zoya,," Ucap Zavier sekali lagi seperti menandakan sebuah suatu hal yang sangat detail sekali.


Memang benar yang dikatakan Zavier, sosok Ziya yang sangat lembut dan penuh kasih sayang itu memang lebih pantas untuk menjadi seorang Ibu bagi Demian. Dan, sangat bertolak belakang sekali pada sikap dan kepribadian dari Zoya.


Oleh sebab itu, Alberto mengangguk benar atas ucapan yang disampaikan oleh Zavier saat ini.


Hebat, Zavier sekali memberi nasehat tapi sangat mengena sekali di hati dan pikiran Alberto sekarang. Ya, semoga saja Alberto bisa memilih dan memilah siapa yang menurut dirinya terbaik untuk menjadi seorang Ibu dari anak-anaknya nanti.


****


Author


🌹 Vira Lydia🌹