Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 30 - Kelakuan Claire



Ziya masih bingung dan bimbang saat ini memikirkan hal yang akan terjadi malam nanti pada dirinya. Karena, bisa dilihat dengan jelas bagaimana kelakuan Alberto pada dirinya sebelum ia pergi ke kantornya tadi dengan sengaja Alberto menciumi pipi Ziya meskipun hal itu tidak diinginkan oleh Ziya dan akhirnya terjadi juga.


Karena, keinginan Demian tidak bisa disangkal oleh Ziya, akhirnya Ziya hanya bisa mengikuti semua keinginan Demian ini.


" Heehh!! Mau gimana lagi, harus menuruti kemauan dan keinginan keponakanku ini,, mau tidak mau aku harus siap.." Gumam Ziya dalam hati.


Lalu, Ziya menggendong Demian menuju ke taman tempat mereka bermain tadi.


" Mom, Demi mau makan es klim lagi,," Ucap Demian yang berada di gendongan Ziya.


" Iya sayang,," Jawab Ziya yang menciumi pipi Demi.


Saat Ziya sedang berjalan melangkahkan kakinya menuju ke taman tempat mereka bermain tadi. Ternyata sedari tadi Claire telah memperhatikan gerak-gerik Ziya yang sedang mengobrol dengan Alberto.


Padahal sebenarnya Ziya tadi sama sekali tidak mengobrol, melainkan Demian yang banyak sekali permintaannya terhadap Alberto.


Saat ini, Claire melangkah mendekati arah Ziya. Ziya tidak tahu bahwa dirinya telah diikuti oleh Claire. Claire yang melangkah cukup cepat itu membuat dirinya cepat sampai di dekat Ziya.


Claire langsung saja menarik tubuh Ziya hingga Ziya tidak bisa menahan tubuhnya sendiri, sehingga membuat dirinya terjatuh.


" Dasar kau ja-lang,," Bilang Claire yang menarik tubuh Ziya hingga terjatuh.


Spontan, Ziya yang terduduk di tanah membuat dirinya sedikit merasakan sakit di bagian punggungnya. Untung saja Demian tidak apa-apa, cuma Demian kaget dan langsung menangis.


" Apa yang kau lakukan,," Teriak Ziya kaget terhadap perlakuan Claire.


" Heeh! Tempatmu memang di bawah,," Bilang Claire dengan nada sombong.


Ziya segera berdiri dan menggendong Demian kembali. Ziya langsung mengelus semua tubuh Demian dengan lembut. Demian yang menangis memeluk tubuh Ziya dengan erat. Karena, takut atas perlakuan Claire kepada Mommy nya.


" Hiks,, hiks,, Mommy,," Ucap Demian yang menangis.


" Jangan menangis sayang, Mommy tidak apa-apa,," Bilang Ziya yang membujuk Demian saat itu.


" Apa maumu,, Hah?" Tanya Ziya dengan nada meninggi.


" Mauku,, hahaha,, kau bertanya apa mauku ?" Tanya Claire dengan wajah sombongnya.


" Aku mau, kau segera pergi dalam kehidupan Alberto, berani-beraninya kau sengaja mencari perhatian Alberto Hah ?" Ucap Claire menatap sinis.


" Heeh!" Ucap Ziya yang berlalu pergi.


Karena, Ziya tidak mau menanggapi pembicaraan Claire, dia pun segera melangkahkan kakinya menjauhi Claire. Tapi sayangnya gerakan Claire yang segera menarik rambut Ziya secara paksa. Membuat tubuh Ziya berhenti dan merasakan sakit di bagian kepalanya.


"Auuuuuuwwww,,, apa yang kau lakukan, sakit,," Teriak Ziya saat itu.


Teriakan Ziya saat itu cukup terdengar oleh semua pengawal yang berada di bagian taman tempat mereka bermain tadi. Begitu juga dengan Vena pelayan pribadi Ziya dan Melly sang baby sitter Demian ikut mendengar suara teriakan Ziya.


Semua pengawal berlari menuju ke arah suara Ziya dan begitu juga dengan Vena serta Melly ikut berlari ke tempat sumber suara.


Sementara itu, tangan Ziya yang satunya menahan rambutnya sendiri, dan yang satunya lagi menggendong Demian membuat tubuhnya tidak bisa melawan perlakuan Claire saat itu.


Claire tertawa senang saat ini, membuat Demian mengencangkan suara tangisnya.


" Jangan sakiti Mommy,, Aunty,," Bilang Demian yang memohon pada Claire saat itu.


Demian terus menangis karena, melihat Mommy kesayangannya ini disiksa oleh Claire dengan menarik rambutnya.


" Hahahah,, sakit, Dasar wanita tidak tahu diri, Kau sangat pantas untuk disakiti seperti ini, ja-lang,," Ucap Claire santai menghadap wajah Ziya.


Ziya tahu kalau diantara mereka tidak ada Ibu mertuanya yaitu Gladys. Oleh sebab itu Ziya segera menurunkan tubuh Demian dan segera menarik tangan Claire lalu memutarnya sehingga sekarang Claire merasakan sakit pada bagian lengannya lalu mendorong tubuh Claire ke tanah.


Membuat semua pengawal dan para pelayan melongo atas tindakan yang dilakukan Claire pada Ziya sebelumnya serta pembalasan Ziya sesudahnya. Membuat semua para pelayan perempuan kagum atas kelincahan tubuh Ziya dalam aksi bela dirinya.


" Auuuuuuwwww,," Ucap Claire yang terjatuh ke tanah.


" Sial-an kau,," Bilang Claire yang menunjuk Ziya.


" Heeh! kau pantas menerimanya,," Bilang Ziya tersenyum sinis.


Lalu, pelayan Ziya yaitu Vena dan Melly sang baby sitter mendekati Ziya dan Demian saat ini. Tampak raut kekhawatiran dan kecemasan terjadi pada wajah dua pelayan ini.


" Nyonya,, Nyonya tidak apa-apa,, ?" Tanya Vena yang cemas melihat keadaan Ziya saat ini.


" Tidak,," Jawab Ziya singkat sambil menggelengkan kepalanya.


Ziya teringat akan Demian yang diturunkannya tadi.


" Demi,," Ucap Ziya yang mencari keberadaan Demian.


" Disana Nyonya,," Bilang Vena yang memberitahu bahwa Demian sudah bersama Melly.


Lalu, Ziya mendekati Demian yang menangis terduduk lemas di dekat tanaman bunga. Karena, Demian tidak mau


" Sayangg,," Ucap Ziya yang segera duduk di hadapan Demian.


" Mommy,," Bilang Demian sambil memeluk erat Ziya dan juga menangis.


" Mommy Demi takut,," Bilang Demi yang berada di pelukan Ziya.


" Mommy tidak apa-apa sayang,," Ucap Ziya yang juga memeluk erat tubuh Demian.


" Mommy jangan tinggalin Demi, ya, jangan pelgi,," Ucap Demian takut bila Ziya akan pergi meninggalkannya.


" Tidak sayang, Mommy tidak akan pergi." Ucap Ziya yang langsung membelai rambut dan tubuh Demian serta menciumi puncak kepala Demian.


" Hiks,, hiks,, hiks,, Demi takut, Mommy kenapa-napa,," Ucap Demi yang menatap wajah Ziya.


" Mommy tidak apa-apa sayang,," Jawab Ziya yang meyakinkan perasaan Demian.


Lalu Ziya menghapus air mata Demian menggunakan tangannya. Dan, saat itu juga Ziya menciumi semua pipi Demian supaya tidak menangis lagi.


" Kita ke kamar ya,," Ucap Ziya yang mengajak Demi untuk kembali ke kamarnya.


" He'eh,," Jawab Demian mengangguk.


Demian sangat jelas sekali melihat darah mengalir dari atas kepala Ziya hingga perbannya saat ini berwarna merah.


" Mommy, kepala Mommy beldalah,," Ucap Demian yang membuat Ziya bingung.


Sesaat Ziya meletakkan tangannya di bagian pelipis kepala. Ternyata benar, kepalanya berdarah, kemungkinan lukanya sedikit terbuka karena, dengan sengaja Claire telah menarik rambutnya tadi.


Vena yang mendengar ucapan Demian, segera memeriksa keadaan dan kondisi kepala Ziya saat itu.


" Benar, Nyonya, kepala Nyonya berdarah,," Ucap Vena saat itu yang sedang melihat perban Ziya berubah menjadi merah.


" Ayo kita ke kamar, Nyonya,," Bilang Vena kepada Ziya.


" Baik,," Jawab Ziya mengangguk.


" Ayo sayang,," Bilang Ziya kepada Demian dan ingin menggendong Demian.


Saat Ziya ingin berdiri dari duduknya, kepalanya terasa sedikit pusing sehingga membuat dirinya sedikit gontai. Dan membuat Vena langsung menyambut tubuhnya agar tidak terjatuh.


" Nyonya,," Bilang Vena yang langsung menyambut tubuh Ziya.


" Nyonya, biar saya saja yang menggendong Demian,," Ucap Melly yang langsung menggendong Demian.


" Iya,," Jawab Ziya lemah.


" Ayo Nyonya, kita ke kamar,," Ucap Vena yang mengajak Ziya untuk segera ke kamarnya.


" Baik,," Jawab Ziya mengangguk dan mengikuti langkah Vena.


Demian yang merengek melihat Mommy nya terluka membuat dirinya masih menangisi keadaan Mommy nya saat ini.


Karena, masih ada luka yang belum kering di kepalanya itu, membuat Ziya merasakan sedikit pusing dari kepalanya. Sehingga membuat dirinya lemas saat ini. Untung saja Ziya tidak pingsan masih bisa kuat untuk menahan tubuhnya sendiri.


Vena yang merasakan cemas terhadap majikannya ini membuat dia ingin segera melaporkan tindakan perbuatan Claire kepada Ziya dan Demian tadi. Tapi niat itu belum disampaikannya, karena ia ingin segera membersihkan darah luka yang telah terbuka itu.


Semua orang yang melihat kejadian itu menjadi saksi bahwa Claire yang lebih dahulu bersalah terhadap Ziya.


****


Salam Hangat se Angkasa 😘🤗


Author


🌹Vira Lydia🌹