
Pagi ini, Alberto hanya bisa tersenyum sendiri ketika melihat kepolosan dan kelembutan yang terpancar dari balik wajah Ziya yang sedang tidur di sampingnya. Karena merasa semalam gagal untuk melampiaskan rasa cintanya pada seorang wanita yang sangat dicintainya itu Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi.
" Kau sungguh wanita yang luar biasa, siapa sebenarnya kau sayang, apakah benar kau wanita di malam itu,," Gumam Alberto lembut saat menatap wajah Ziya yang tertidur pulas di sampingnya.
" Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa untuk tidak menyakitinya lagi, aku akan selalu membuat dia bahagia," Ucap Alberto lagi dengan suara lembutnya, karena, ia tahu Ziya begitu nyenyak kalau sedang tertidur.
" Sayang, maafkan aku jika aku harus mencari tahu dimana keberadaan Zoya wanita nakal itu disaat dia sedang mengandung Demian putraku,," Ucap Alberto yang begitu penasaran dengan kondisi Ziya atau Zoya saat mengandung putranya Demian.
Dan, Alberto juga merasa curiga saat kedatangan Ziya dalam kehidupannya itu, serta perlakuan Ziya yang begitu lembut dan juga penuh kasih sayang. Yang jelas sekali terlihat dari rasa penasaran pada diri Alberto adalah ungkapan yang selalu disampaikan oleh kedua teman dekatnya yang sudah lama sepertinya mengetahui dan mengenal siapa Ziya selama ini. Oleh sebab itu, Alberto sungguh ingin sekali mengusut tuntas rasa penasarannya ini, ia ingin mengetahui siapa sebenarnya Ziya selama ini.
Karena, kode akses untuk membuka sistem informasi tentang kehidupan Ziya yang sengaja kuncinya dirubah oleh Axeloe, sekitar enam tahun yang lalu, membuat Alberto merasa bahwa kemungkinan adiknya ini marah dan kecewa ketika ia menikahi wanita yang bernama Zoya itu. Saat itulah Axeloe pergi dari kediaman Alexandre ini, karena, disaat itu, Alberto tidak pernah mendengarkan perkataan dan tindakan yang dilakukan Axeloe untuk memberikan keyakinan bahwa wanita yang mengandung putranya itu terlihat bukanlah wanita yang dinikahinya secara sah, melainkan seorang wanita yang telah Alberto nikahi saat di malam itu juga.
" Sebenarnya, aku tidak ingin melakukan hal ini padamu, tapi, jika aku tidak membongkar rahasia yang selama ini dipendam oleh Axeloe, aku ingin tahu siapa sebenarnya orang yang telah aku nikahi malam itu." Ucap Alberto lagi saat menatap lembut wajah Ziya.
" Sebenarnya bahwa saat kau datang masuk dalam kehidupanku ini, aku merasa bahwa aku telah bersalah padamu dan juga aku merasa bahwa kaulah Ibu kandungnya Demian." Bilang Alberto lagi sambil membetulkan rambut halus Ziya yang sedikit mengganggu wajahnya.
" Semoga saja pikiran yang mengitari kepalaku selama ini adalah salah. Karena, aku begitu takut, jika kebenaran yang sesungguhnya kau adalah wanita di malam itu dan kaulah orang yang selama ini telah mengandung Putraku,," Ucap Alberto lagi sambil memandang lembut wajah Ziya saat ini.
Setelah puas memandangi wajah Ziya dengan diakhiri ciuman lembut darinya untuk Ziya, Alberto segera bangkit dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi tepatnya di dalam kamar Ziya, Alberto berpikir bahwa saat ini Axeloe telah kembali ke rumah dan hanya Axeloe yang bisa membuka kode akses untuk mengetahui siapa sebenarnya istrinya yang asli dan pastinya ibu kandung dari Demian putranya itu.
" Karena, Axeloe telah kembali, aku harus cepat mencari tahu siapa sebenarnya Mommy kandung dari Demian." Ucap Alberto yang melihat wajahnya di pantulan cermin.
" Maafkan aku adikku, karena, saat itu aku tidak memperdulikan siapa wanita yang telah aku nikahi di malam itu dan juga siapa wanita yang telah aku nikahi saat Zoya membawa Demian ke hadapanku." Bilang Alberto sambil tersenyum mengingat kembali kelakuannya yang membuat Axeloe kesal saat itu.
Setelah selesai melakukan proses mandinya, Alberto segera melangkahkan kakinya keluar dan melewati tempat tidur Ziya. Saat itu, Ziya sudah terbangun dari tidurnya dan samar-samar melihat seseorang dengan tubuh yang begitu indah melewati tempat tidurnya. Ziya sadar bahwa itu adalah Alberto, namun kenapa Ziya merasa bahwa Alberto terlihat seperti orang yang pernah melakukan suatu hal pada tubuhnya yang ia tidak ketahui.
" Alber,, to,," Suara Ziya terdengar serak karena baru bangun dari tidurnya.
Saat mendengar suara Ziya yang memanggil namanya, Alberto segera menoleh ke arah tempat tidur dan melihat Ziya masih tertidur pulas memeluk Demian. Tapi, kenapa Alberto mendengar dengan jelas suara Ziya telah memanggil namanya itu.
" Ada apa sayang ?" Tanya Alberto yang masih menggunakan jubah mandi menoleh ke arah Ziya.
Karena, melihat Ziya yang masih tertidur dengan pulas membuat Alberto segera melangkah mendekati tubuhnya Ziya. Dan, Alberto juga memastikan keadaan Ziya saat ini, apakah Ziya memang benar telah memanggilnya atau hanya sekedar mimpi belaka.
" Heemm, Masih tertidur, kenapa memanggil namaku,," Gumam Alberto tersenyum sambil menyentuh lembut wajah Ziya.
" Ternyata dia hanya memimpikan aku," Ucap Alberto senang akan tindakan Ziya dalam tidurnya memanggil namanya.
" Baiklah sayang, terima kasih karena di dalam tidurmu saja memanggil namaku, berarti tidak ada lelaki lain dalam hidupmu saat ini, hanya ada aku yang selalu memberikanmu kasih sayang berlimpah." Gumam Alberto dengan gaya santainya sambil memamerkan rasa percaya dirinya sendiri.
Setelah memastikan bahwa saat ini memang Ziya saat ini masih tertidur dengan nyenyak. Alberto segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadi Ziya. Di depan ruangan kamar seperti biasa Alberto selalu memberikan perintah kepada pengawalnya untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan istri palsunya yang begitu ia cintai dan juga Demian putranya itu.
" Hari ini aku akan keluar bersama Axeloe lebih awal, serta akan kembali malam nanti," Ucap Alberto yang memberitahukan posisinya nanti.
" Aku perintahkan kau, sebagai pemimpin dari semua para pengawal untuk selalu menjaga dan melindungi istriku dengan sangat baik, jika satu kesalahan terjadi lagi, maka nyawa kalian yang akan menjadi gantinya." Bilang Alberto tegas memberikan sebuah peringatan dan perintah pada pengawalnya itu.
" Baik Tuan, segera dilaksanakan," Ucap Friek adiknya Frengky yang telah bertugas menjadi kepala pengawal pribadi Ziya.
" Heemm, bagus berikan arahan dan penugasan yang benar terhadap anggota lainnya,," Ucap Alberto kepada semua pengawalnya.
" Baik Tuan,," Jawab semua pengawal Alberto.
Setelah selesai memberikan perintahan kepada semua pengawalnya, Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke kamar pribadi Axeloe.
Terlihat saat ini, Alberto telah selesai melakukan persiapan dalam dirinya dan Alberto sengaja menyuruh Frengky untuk memanggil adiknya itu yang tidak lain adalah Axeloe untuk menemui dirinya sekarang juga di dalam ruang kerja pribadinya ini.
" Frengky, segera panggilkan Axeloe sekarang juga ke ruang kerja pribadiku,," Ucap Alberto yang memerintahkan Frengky untuk melakukan perintahnya itu.
" Baik Tuan,," Jawab Frengky mengangguk dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar khusus Axeloe.
Setelah memberikan perintah kepada Frengky, Alberto segera masuk ke dalam ruang kerja pribadinya dan duduk di atas kursi tempat biasa ia melakukan pekerjaan. Alberto melihat sebuah foto dari dua wanita yang sudah ada di dalam kehidupannya ini. Foto pertama adalah fotonya Ziya dan Demian baru-baru ini serta foto kedua adalah foto khas yang selalu dibanggakan dari diri Zoya. Yaitu sebuah foto model kecantikan dari wajah Zoya.
" Mereka berdua memang sangat mirip, tapi, begitu jelas perbedaannya, terlihat dari matanya dan juga bentuk paras wajahnya ini." Gumam Alberto sambil menyelidik jelas perbedaan dari kedua foto yang ada di tangannya ini.
Saat Alberto sedang disibukkan dengan penyelidikannya terhadap foto Ziya dan Zoya, Frengky sendiri yang sedang melangkah menuju ke kamar Axeloe, akhirnya berpapasan dengan adik dari Tuan Besarnya itu. Dengan gaya yang terlihat seperti kakaknya juga, Frengky menghentikan langkahnya dan memberikan hormat kepada adik dari Tuan Besarnya itu.
" Selamat pagi, Tuan Axeloe." Ucap Frengky yang memberikan hormat kepada Axeloe.
" Maaf Tuan, pagi ini Tuan Alberto ingin bertemu dengan an,,," Ucap Frengky lagi yang perkataannya terhenti karena, Axeloe telah memutuskan pembicaraannya itu.
" Ya, aku tahu, sekarang aku segera menemuinya,," Ucap Axeloe kepada Frengky.
" Baik Tuan, mari silahkan Tuan, Tuan Besar sedang menunggu Tuan di ruang kerja pribadinya." Bilang Frengky lagi kepada Axeloe sambil memberitahu keberadaan Alberto saat ini.
" Heemm,, oke,," Jawab Axeloe dengan segera melangkahkan kakinya.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Axeloe telah sampai ke sebuah ruangan yang sudah lama sekali tidak ia masuki itu. Terakhir, Axeloe memasuki ruangan itu disaat ia sangat marah dan kecewa dengan kelakuan dari sikap Alberto yang tidak mengetahui siapa sebenarnya wanita yang telah ia hancurkan kehidupannya dalam sekejap.
" Heemm, sudah lama aku tidak masuk ke dalam ruangan ini,," Gumam Axeloe sambil tersenyum sinis menatap sebuah pintu besar yang menutupi seluruh ruangan kerja pribadinya Alberto.
" Oke, kak, aku akan masuk dan kita akan mengulangi lagi cerita lama yang sudah terlewatkan enam tahun ini,," Bilang Axeloe lagi sambil masuk ke dalam ruangan pribadi milik Alberto.
Setelah sampai di sebuah ruangan khusus pribadi milik Alberto, dengan segera Frengky membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan Axeloe untuk masuk ke dalam ruangan itu. Setelah Axeloe masuk ke dalam ruangan itu, Axeloe melihat sekeliling ruangan tidak ada perbedaannya sedikitpun setelah ia kembali dari luar negeri dengan waktu yang cukup lama.
" Selamat pagi Tuan,," Ucap Frengky memberikan hormat kepada Alberto.
" Heemm,," Jawab Alberto mengangguk.
Alberto melihat orang yang datang bersama Frengky adalah adiknya yang begitu ia sayangi. Dan, Axeloe sendiri sedang mengitari pandangannya ke sekeliling arah ruang kerja pribadi kakaknya ini.
" Wow, ternyata ruang kerjamu tidak berubah sedikitpun, Brother,," Ucap Axeloe saat kakinya melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi Alberto.
Alberto hanya sedikit menyunggingkan senyumannya ketika mendengar perkataan yang disampaikan oleh Axeloe saat sedang mengitari pandangannya ke dalam ruang kerja pribadinya ini. Karena, merasa telah menyelesaikan tugasnya yang satu ini, Frengky segera keluar dari ruang kerja pribadi Alberto.
" Permisi Tuan,," Ucap Frengky kepada Alberto.
" Ya,," Jawab Alberto.
Setelah Frengky keluar dari ruang kerja pribadi kakaknya ini, dengan gaya santainya, Axeloe segera duduk tepat di hadapan kakaknya juga dan yang menjadi penghalang dari kedua bersaudara ini adalah sebuah meja kerja Alberto yang cukup besar.
" Aku sudah tahu, jika Kakakku saat ini mulai terusik dengan pemikirannya yang telah lama tenggelam." Ungkap Axeloe saat membuka pembicaraannya.
Ketika mendengarkan perkataan yang disampaikan Axeloe seperti itu, membuat Alberto hanya bisa tersenyum simpul mendengarkannya.
" Dan, aku juga tahu bahwa Kakakku saat ini sungguh ingin mengetahui siapa sebenarnya Mommy kandung dari keponakan tampanku itu,," Ucap Axeloe lagi sambil tersenyum sinis menatap ke depan.
Sambil menaikkan ujung bibirnya, Alberto mulai membuka pembicaraannya dengan adiknya ini. Karena, memang benar sekali, atas tindakan yang ia lakukan dulu karena, tidak memperdulikan penjelasan yang akan disampaikan oleh Axeloe membuat Alberto merasa sedikit bersalah terhadap adiknya ini.
" Karena, waktu itu aku memang tidak memperdulikan siapa sebenarnya Mommy kandung dari Demian. Yang kulakukan hanya memperdulikan kehadiran dari keturunanku sendiri." Ucap Alberto yang membela dirinya dan juga menjelaskan keadaannya waktu itu.
" Heehh!! dan karena tidak adanya rasa kepedulian darimu itu, menyebabkan sebuah permainan besar yang terjadi dalam hidupmu benar bukan,," Bilang Axeloe lagi yang sengaja mencibir kakaknya ini.
" Ya, walaupun terkadang rasa kepedulian itu tidak muncul dan telah terjadinya sebuah permainan besar terhadapku, aku cukup senang karena, saat ini aku sudah mendapatkan sesuatu yang penting dalam kehidupan kita,," Ucap Alberto lagi yang masih membela dirinya sendiri.
" Ya, itulah kepintaran yang ada dalam dirimu, Brother," Ucap Axeloe sambil mengangguk.
Setelah membicarakan sebuah pembicaraan yang begitu panjang dan lebar, akhirnya Alberto mengalah akan perasaan penasarannya terhadap Ziya dan juga Zoya selama ini. Alberto mengungkapkan rasa penasarannya itu terhadap adiknya ini. Karena, hanya adiknya saja yang bisa dan mengetahui apa saja yang telah terjadi di saat itu.
" Aku memanggilmu Axeloe, karena, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, dimana gedung itu merupakan salah satu bisnis yang berjalan di perusahaan Alexandre." Ucap Alberto kepada adiknya Axeloe.
" Ya, aku tahu itu, karena, aku sudah melihat semua sistem perusahaan yang bergerak saat ini," Ucap Axeloe yang lebih mengetahui tentang perusahaan apa saja yang dilakukan oleh Kakaknya sendiri.
" Bagus, oleh sebab itu aku selalu bangga padamu, adikku,," Ucap Alberto yang memuji kepintaran adiknya ini.
Lalu, Axeloe juga mengungkapkan sebuah keinginan yang telah lama ingin diketahui oleh Kakaknya ini. Dan Axeloe sendiri juga yang lebih duluan memberitahu sebuah keinginan yang ada dalam diri kakaknya ini.
" Dan, juga selama ini, kau selalu ingin mencari tahu siapa sebenarnya istrimu yang asli dan juga yang palsu,," Bilang Axeloe sambil tersenyum simpul menoleh ke arah wajah Alberto.
" Ya,, dan kau sengaja mengubah kode akses yang tidak diketahui olehku untuk membuka apa saja yang telah terjadi pada malam itu,," Bilang Alberto menatap serius wajah adiknya.
" Heemm, baiklah, karena, saat ini kau sudah begitu memperdulikan keadaan yang terjadi saat itu, dengan senang hati aku akan memberikan semua informasi yang jelas kepada Kakakku ini,," Ucap Axeloe sambil tersenyum simpul kepada Alberto.
Terlihat dari wajah Axeloe yang terpancar akan keseriusannya untuk memberitahukan kepada kakaknya sebuah informasi yang penting dalam kehidupan Alberto. Sambil tersenyum menatap adiknya, Alberto segera mengangguk dan mengikuti semua arahan dari sang adik untuk mendapatkan informasi yang selama ini dicarinya.
****