Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 32 - Rencana Handal Mafia



Ziya yang saat itu juga mendengar merasa deg-degan untuk bertemu dengan Alberto. Karena, ia khawatir apa yang akan terjadi padanya. Apa Alberto akan memarahinya atau tidak. Karena, ia sudah berkelahi dengan Claire pagi ini.


Sesaat sebelum mendapat telepon dari Vena. Alberto memang sedang melakukan rapat di kantornya.


Sebelumnya,,


Alberto yang baru saja meninggalkan taman tempat saat itu yang pergi ke kantornya. Saat itu, meninggalkan Ziya beserta Demian di taman tersebut.


" Aku sangat penasaran dengan dirinya, yang begitu terlihat sangat memperhatikan Demian, tidak seperti Zoya yang begitu kasar terhadap anaknya sendiri. Siapakah dia ?" Gumam Alberto berpikir di dalam mobilnya.


" Walau bagaimanapun, aku harus berhasil untuk mencari tahu tentang kepribadiannya,," Gumam Alberto yang tersenyum sinis.


Saat itu, Alberto lupa untuk memperingatkan kepada semua keluarganya untuk tidak menggangu Ziya saat dirinya tidak berada di rumah.


" Kenapa, aku sampai lupa, untuk memperingatkan semua orang di rumah, untuk tidak mengganggu Ziya,," Gumam Alberto yang sangat ingin melindungi Ziya.


Di dalam pikiran Alberto memang dirinya ingin sekali mengetahui rencana apa yang diinginkan oleh Erwin. Dengan menyuruh Ziya untuk masuk ke dalam kehidupannya.


Tapi, dalam hati Alberto sangat ingin melindungi Ziya dari hal jahat terhadap dirinya. Entah apa yang ada di dalam diri Ziya, sehingga diri Alberto sangat ingin melindunginya.


" Kenapa, aku begitu ingin untuk melindunginya. Hemm,, entahlah,," Gumam Alberto sendiri sambil tersenyum tipis.


Tak lama dari perjalanannya, Alberto telah sampai di kantor tempat dirinya akan mengadakan rapat bersama anak buahnya dan pengikutnya.


Alberto yang memasuki kantornya langsung disambut oleh semua para karyawannya dan juga beberapa rekan bisnisnya.


" Selamat datang, Tuan." Bilang semua karyawan kantor Alberto saat itu.


Alberto yang hanya mengangguk seperti biasanya atas semua ucapan selamat datang dari para karyawannya.


Hari ini sebenarnya Alberto bukanlah mengadakan rapat mengenai bisnis resmi yang ia miliki, melainkan bisnis ilegal yang ia jalankan dan lakukan selama ini untuk menarik minat dan pastinya mengendalikan kekuatan mafia lain.


" Siapkan semua berkas dan laporan di ruang rapat,," Ucap Alberto yang memerintahkan semua karyawannya.


Alberto yang melangkahkan kakinya menuju ke ruangan rapat paling atas dan tertinggi di kantor itu, membuat Alberto dipandang tinggi dan sangat menakutkan bagi semua pengikutnya.


Alberto bukanlah mafia biasa yang menjalankan bisnisnya dengan suka melakukan hal seperti membunuh orang lain dan juga menjual para wanita pada laki-laki hidung belang serta bisnis yang lebih mengerikan lagi yaitu menjual belikan organ tubuh manusia.


Alberto merupakan seorang mafia yang berada di pekerjaan yang sangat bonafit seperti pencucian uang dan juga bisnis senjata api yang sebenarnya telah bekerja sama dengan pihak pemerintah.


Alberto merupakan iblis di dalam dunia mafia yang melakukan bisnis buruk atau bisnis hitam, namun Alberto sebenarnya juga yang menyelamatkan orang-orang yang tidak berdaya dan pastinya orang yang sangat lemah sekali di dalam dunia hitam.


Saat Alberto masuk ke dalam ruang rapat yang berada di ruangan paling tinggi pada gedung itu yang semuanya diisi oleh para petinggi pengikutnya, termasuk Zavier yang berada disana.


Semua orang menundukkan kepalanya saat Alberto masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursinya sebagai pimpinan mafia Alexandre Group.


Saat itu Alberto menerima berkas laporan yang berisi tentang jika mafia asal Jepang telah menjebak mafia pengikutnya, hingga menyebabkan geng mafia pengikutnya itu terlibat bentrok, perkelahian yang sengit sehingga menyebabkan banyak menelan korban.


" Tuan, ini berkas laporannya,," Ucap Asisten Alberto yang menerima berkas laporan dari mafia pengikut Alexandre Group.


Saat itu, Alberto menerimanya dan langsung membacanya.


" Jelaskan, bagaimana semua ini bisa terjadi,," Tanya Alberto dengan suara dinginnya.


Semua orang menundukkan kepalanya, kecuali Zavier saat itu yang langsung berbicara.


" Tuan, cukup mengetahuinya atas ucapan Bernard,," Ucap Zavier yang sangat yakin dan benar sekali pastinya.


" Bernard,," Suara Alberto yang membuat semua orang bergidik merasa ketakutan.


Seorang laki-laki yang bertubuh besar berlutut di hadapan Alberto dan tepat di kaki Alberto memohon meminta Alberto untuk membantunya dan menyelamatkan saudarinya yang telah ditawan oleh mafia asal Jepang tersebut.


Alberto menatap sinis wajah laki-laki itu dan segera menarik lengan laki-laki itu supaya segera berdiri.


" Aku bilang berdiri,," Ucap Alberto yang menatap sinis wajah Bernard.


Bernard pun segera berdiri, lalu dengan cepat Alberto memukul wajah laki-laki itu membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut melihat Alberto yang memukul wajah Bernard.


BUGG!!!


Terdengar bunyi suara pukulan dari Alberto yang mendarat di wajah Bernard saat ini.


" Apa yang bisa kau lindungi, jika saudarimu sendiri tidak bisa kau lindungi,, Hah!" Ucap Alberto dingin yang sangat marah pada ucapan Bernard yang meminta tolong kepadanya.


" Maafkan, saya Tuan,," Ucap Bernard yang sangat ingin meminta pertolongan dari Alberto.


" Heh,! Maaf tidak ada gunanya,," Ucap Alberto yang sangat benar sekali dalam kondisi seperti itu.


" Pikirkan dulu keadaan saudarimu, baru minta maaf kepadaku, jika kau belum bisa menolong saudarimu, jangan harap untuk mendapatkan maaf dariku,," Ucap Alberto yang membuat semua orang kagum.


Begitulah Alberto yang sangat memiliki sifat dan watak bagaikan malaikat sehingga membuat semua pengikutnya kagum atas pemikiran dan perbuatannya itu.


" Baik Tuan,," Ucap Bernard menunduk.


" Kalau kalian punya kelemahan, berpikirlah untuk selalu melindungi kelemahan kalian itu, jangan sampai lengah!" Ucap Alberto yang membuat semua orang mengangguk dan menundukkan kepalanya.


Saat itu semua petinggi pengikutnya menundukkan kepalanya, karena pasti semuanya telah memiliki kelemahannya masing-masing. Kecuali, Zavier yang hanya tersenyum melihat kemarahan Alberto, karena ia tahu bahwa dirinya tidak memiliki kelemahan saat ini.


Saat ini saja Zavier tidak memiliki kelemahan.


" Jordan, kamu bantu dia selamatkan saudarinya,! Dan kau Jacob selesaikan semua masalah pembantaian itu,! Jika mereka berani melawan, bunuh mereka semua,," Ucap Alberto tegas sekali yang menyusun rencana strategisnya itu.


Inilah Alberto yang sangat pintar sekali dalam menyusun semua rencana strategis yang sangat handal sekali.


" Baik, Tuan,," Ucap Jacob dan Jordan yang mengangguk saat itu menerima perintah dari rencana Alberto ini.


" Terima kasih Tuan,," Ucap Bernard yang bersujud di kaki Alberto.


Alberto langsung mengangkat tubuh Bernard untuk segera berdiri.


" Yang terpenting sekarang keselamatan saudarimu, selamatkan dia !!" Ucap Alberto yang menepuk pundak Bernard.


Bernard mengangguk saat itu tidak bisa mengucapkan kata-kata apalagi untuk berterima kasih kepada Alberto. Karena, semua strategi Alberto sangat tepat sekali dengan orang-orang yang telah dikirimkannya untuk menyelamatkan saudarinya beserta menyelesaikan tugas lainnya.


" Untuk yang lain, tetap disini dan tetap stay di tempat masing-masing,," Ucap Alberto yang mengakhiri rapatnya saat itu.


" Baik Tuan." Ucap semua pengikut Alberto saat itu.


Lalu, Zavier mengucapkan sebuah ide terakhir untuk menutup rapat saat ini. Tapi, sayang, hal semacam ini sangat enteng bagi Zavier untuk melakukannya. Sehingga ia bisa mendapatkan mainan menarik apabila dirinya diizinkan oleh Alberto untuk ikut dalam misi Jordan bersama Jacob saat itu.


Memang Zavier sangat handal dan hebat sekali dalam semua misi yang direncanakan oleh Alberto, sehingga membuat dirinya selalu diandalkan oleh Alberto dalam segala hal.


***


Salam Hangat se Angkasa 😘🤗❤️🌀⭐


Author


🌹Vira Lydia🌹