Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 26 - Kejujuranmu !!



Bunyi pintu terbuka dan masuklah seorang pria tampan ke dalam ruangan tersebut. Membuat Ziya kaget, atas kehadiran Alberto saat ini di ruangan itu.


Sebenarnya Alberto sedikit takjub melihat wajah Ziya yang berbalik tubuhnya menghadap dirinya. Karena, memang benar Ziya sangat cantik saat itu, walaupun kepalanya masih dililit perban. Tapi, tidak menutupi kecantikan dari wajahnya Ziya saat ini.


Karena, tidak ingin terlihat raut takjub dari wajahnya Alberto sengaja memasang pandangan wajah dingin kepada Ziya.


Ziya saat itu hanya bisa menelan salivanya karena merasa sedikit canggung apabila ditatap oleh Alberto seperti saat ini.


Alberto yang masuk ke dalam ruangan kerjanya itu membuat rasa canggung pada Ziya sendiri. Setelah Alberto masuk, terlihatlah beberapa pelayan masuk yang membawa nampan berisi sarapan untuk Ziya saat ini.


Karena, Ziya melihat ada beberapa pelayan yang masuk membawa sarapan untuknya. Ziya pun segera duduk di atas sofa yang telah tersedia di ruangan kerja Alberto.


Semua pelayan telah meletakkan makanan di atas meja yang berada di depan sofa. Setelah selesai meletakkan makanan, Alberto duduk tepat di hadapan Ziya saat ini.


Saat itu Alberto memberikan perintah untuk semua pelayan termasuk Vena keluar dari ruangan kerjanya saat ini.


Ziya menelan saliva nya, saat melihat tatapan Alberto dingin kepada dirinya. Karena, melihat Ziya yang sangat canggung itu Alberto mulai membuka obrolan pada Ziya.


" Ada yang ingin kau bicarakan padaku ?" Tanya Alberto dengan suara dinginnya.


Mendengar ucapan Alberto, Ziya segera menggelengkan kepalanya dengan gugup.


" Tidak,," Jawab Ziya singkat.


Lalu, karena mendengar ucapan Ziya yang begitu singkat membuat Alberto tertawa dan membuat Ziya merasa sangat malu dan sedikit kesal.


" Hahahahahaha,, dimana keberanian yang selama ini kau miliki Zoya,," Ucap Alberto yang sengaja menatap Ziya dengan senyuman penuh maksud.


" Bukannya selama ini biasanya kau akan merayuku dan duduk di pangkuanku ini,," Ucap Alberto lembut dengan sangat dekat memandang wajah Ziya sambil menunjukkan pangkuannya di hadapan Ziya.


Tentu saja ucapan Alberto saat ini membuat Ziya semakin gugup dan menelan salivanya, karena, bisa dilihat bagaimana tingkah laku Alberto yang sengaja tengah merayu dirinya.


" Tidak mungkin, aku melakukan kontak fisik dengan suami saudariku,," Ucap Ziya dalam hati.


" Aku bosan merayumu,," Bilang Ziya sangat yakin dan tenang.


Karena, mendengar ucapan Ziya seperti itu, membuat hati Alberto menjadi tertantang untuk mendekati wanita uang berada di hadapannya ini yaitu Ziya dan mengganggu kegugupan di wajah Ziya lagi, seperti malam pada saat Ziya sampai dulu.


Alberto langsung berdiri dan beralih duduk tepat di sebelah Ziya saat ini. Ziya merasa cemas dan curiga apa yang ingin dilakukan oleh Alberto suami dari saudarinya ini.


" Kalau begitu mulai sekarang, kau akan benar-benar menjadi istriku,," Ucap Alberto yang telah duduk tepat di samping Ziya.


Jantung Ziya saat ini berdegup kencang tidak beraturan, karena Alberto mulai lagi untuk mengganggu dirinya seperti malam itu.


" Aku lebih menyukai kau yang sekarang,, Kau sungguh berbeda!!" Ucap Alberto yang membisikkan suara lembutnya tepat di telinga Ziya, dan pastinya wajah Ziya langsung berubah bersemu merah.


Karena, mendengar ucapan dan rayuan lembut dari Alberto, Ziya segera menjauhkan posisi duduknya, namun lagi-lagi Alberto memajukan tubuhnya dan duduk semakin dekat hingga jarak Alberto dan Ziya sangat dekat sekali.


Seperti terhimpit kali ya,,😁


" Setelah kau kembali, saat ini kau membuat diriku lebih tertarik padamu, Zoya,," Bilang Alberto yang membuat Ziya tambah semakin gugup.


" Aku,,,, aku,,," Gumam Ziya yang memejamkan matanya karena takut dan khawatir saat ini yang begitu dekat dengan tubuh Alberto.


Alberto menyunggingkan senyumannya, karena, merasa lucu atas tingkah Ziya yang terlihat sangat gugup saat ini.


" Kenapa, memejamkan mata,, ternyata kau lebih menarik,," Gumam Alberto yang tersenyum sendiri menatap wajah Ziya yang masih terpejam.


" Apa yang kau pikirkan,, kenapa memejamkan matamu,," Bilang Alberto yang mengacak rambut Ziya.


Karena, merasa tingkah laku akan kegugupan yang dilakukannya itu. Tentu saja Ziya langsung membuka matanya.


" Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa,," Ucap Ziya yang membela dirinya.


" Yah,, yah,, Habiskan segera sarapan mu ini,, setelah itu kau boleh bertemu Demian,," Ucap Alberto yang segera berdiri.


" Hah! benarkah,," Tanya Ziya mendongakkan kepalanya melihat Alberto yang telah berdiri.


" Iya,," Jawab Alberto yang melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.


Ziya tersenyum senang, karena Alberto telah memberikan izin dirinya untuk bertemu dengan Demian putra kesayangannya itu.


Pastinya Ziya sangat bernafsu sekali untuk cepat-cepat menghabiskan sarapannya. Dan untung saja sarapannya pagi ini sangat enak sekali. Sehingga dengan lahapnya Ziya menghabiskan beberapa potong sandwich dan juga segelas susu saat itu.


Ziya sama sekali tidak mengetahui bahwa Alberto sedang menatap dirinya sambil menghadap fokus pada laptop di meja kerjanya itu.


" Kau cerdik sekali untuk masih berbohong padaku,, lihat saja nanti aku tidak akan membiarkan kau pergi dari hidupku. Aku selalu memancing untuk meminta kejujuran darimu, tapi kau lebih memilih tenggelam dalam sandiwaramu, baiklah aku akan tunggu sampai kapan kau akan bertahan dengan sandiwaramu itu,," Ucap Alberto dalam hati yang memandang Ziya sambil melihat laptop di hadapannya.


Ziya tidak memikirkan sesuatu dari Alberto saat ini, karena baginya setelah selesai mengisi perutnya dia langsung keluar dari ruangan ini dan bertemu dengan Demian.


Demian sang permata hati dirinya yang selalu bisa menghapus kepenatan dalam dirinya.


Sebenarnya Alberto ingin Ziya saat ini jujur bahwa dirinya bukanlah Zoya. Tetapi menurut pendapat dan pandangan Alberto, Ziya saat ini lebih memilih untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya terjadi. Membuat Alberto membiarkan Ziya untuk menjadi Zoya, jika itu yang diinginkan Ziya


" Baik, jika kau tetap ingin menjadi saudara kembarmu Zoya, maka akan aku biarkan dulu sementara,," Gumam Alberto masih menatap Ziya yang sibuk menghabiskan sarapan paginya.


Sebenarnya pagi ini sebelum Alberto tiba di kediamannya, Alberto terlebih dahulu telah mendapatkan kabar dari temannya yaitu Zavier, bahwa Zoya istrinya itu sedang pergi ke luar negeri bersama kekasihnya.


Wanita kembaran Ziya yaitu Zoya yang telah ia nikahi itu adalah wanita jelmaan iblis yang sangat menyukai kemewahan, kesenangan dan hura-hura. Tapi, saat ini wanita yang berada di hadapannya itu ialah wanita yang cukup bisa membuat dirinya sedikit tertarik.


Ziya telah menyelesaikan sarapan paginya. Dan, membuat Alberto segera memindahkan arah pandangan matanya fokus menghadap laptop di depannya.


Ziya ingin segera keluar dari ruangan kerja ini dan langsung menemui Demian. Tentu saja, Ziya mencoba untuk meminta izin terlebih dahulu pada Alberto yang ada di meja kerjanya saat ini.


" Sekarang, aku akan menemui, Demian,," Ucap Ziya yang sedikit gugup.


" Silahkan,," Jawab Alberto singkat.


" Baik,," Ucap Ziya yang langsung segera melangkahkan kakinya menuju pintu dan keluar dari ruangan kerja Alberto.


Alberto yang tidak mencegah kepergian Ziya itu, membuat hati Ziya saat ini sangat senang sekali.


Saat Ziya telah keluar dari ruangan kerjanya, tinggallah Alberto sendirian di ruangan ini. Di dalam Alberto masih memikirkan sesuatu dari diri Ziya.


" Dia sangat peduli pada Demian,, sifatnya baru terlihat bahwa dirinya penuh kasih sayang, sepertinya aku harus banyak menyelidiki tentang semua hal pada dirinya,," Ucap Alberto yang menimbang-nimbang perasaan yang penuh pertanyaan saat ini tentang Ziya.


Ziya yang telah berada di luar ruangan, pastinya sangat bahagia sekali, karena, bisa lolos dari tatapan menakutkan dan menyeramkan dari wajah Alberto.


Entah kenapa, sampai saat ini Ziya masih saja selalu gugup untuk berhadapan langsung pada wajah Alberto.


Hahahaha Ziya, Ziya, rasa gugupnya ini merupakan rasa berdebar-debar dalam dadanya, atas kekaguman dirinya pada ketampanan wajah Alberto.


****