Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 40 Pikiran Alberto !!



Setelah selesai, Alberto mematikan lampu kamarnya dan hanya menghidupkan lampu tidur di dekat meja tidurnya. Alberto pun segera mengecup kening Demian disusul juga dengan kecupan lembut di kening Ziya.


Dengan tersenyum Alberto segera membaringkan tubuhnya di samping Ziya.


" Heemm kenapa aku menciumnya, padahal aku belum tahu siapa sebenarnya dia,," Gumam Alberto sambil tersenyum tipis setelah memberikan sebuah kecupan manis terhadap Ziya sebelum tidurnya.


" Tapi ya sudahlah aku akan lihat siapa sebenarnya dia,," Ucap Alberto lagi dalam hatinya dan langsung membaringkan tubuhnya di samping Ziya dengan tenang.


Tak terasa waktu sudah berlalu sepuluh hari semenjak luka di kepala Ziya telah selesai di jahit ulang. Dan pastinya luka tersebut sudah mengering dengan sendirinya.


Alberto yang sudah mengetahui bahwa luka Ziya mengering itu, penasaran terhadap semua sikap Ziya saat ini padanya. Ziya lebih memilih menghabiskan waktunya bersama Demian, dan bahkan juga selalu tidur di kamar Demian. Menyebabkan Alberto merasa bahwa dengan sengaja Ziya telah menjauhi dirinya dari Alberto sendiri.


Oleh sebab itu, Alberto yang saat ini sedang berada di ruang kantornya, sedang duduk tenang sambil memerintahkan kepada semua manager bagian di perusahaan Alexandre Group untuk menyampaikan berkas rapat hari ini.


Alberto yang sebenarnya enggan sekali datang untuk mendengarkan penjelasan beberapa proposal yang sedang mereka rapatkan saat ini. Karena, Alberto sangat penasaran dengan sikap Ziya yang sengaja memperlama waktu Alberto untuk mendapatkan Ziya.


Saat ini Alberto sedang memerintahkan kepada managernya untuk segera menjelaskan beberapa berkas laporan kepada semua karyawan yang telah hadir di ruang rapat ini.


" Gilbert, jelaskan berkas proposal hari ini,," Ucap Alberto yang memerintahkan salah satu karyawannya tersebut.


" Baik, Tuan," Ucap Gilbert yang telah ditunjukkan oleh Alberto.


Saat Gilbert sedang serius menjelaskan keadaan tentang laporan berkas yang ia jelaskan itu. Alberto sendiri malah mendengar sambil menonton video di laptop pribadinya yang sengaja memperlihatkan Ziya yang sangat tulus sekali mengajak anaknya bermain dan juga tidur bersama.


Alberto tersenyum sendiri atas sikap Ziya yang memang terlihat tulus dari wajah dan sikapnya itu terhadap Demian.


" Ternyata, dia memang benar tulus menyayangi Demian," Gumam Alberto yang tersenyum sendiri melihat wajah Ziya di dalam video laptopnya.


Sementara karyawan lain sedang serius mendengarkan penjelasan laporan dari Gilbert. Alberto asyik sendiri memutar video rekaman semua tentang Ziya dan Demian.


Tak terasa penjelasan dari Gilbert telah selesai dan saat ini Gilbert ingin bertanya bagaimana pendapat dari Alberto. Tapi, sayangnya Alberto saja tidak terlalu fokus akan penjelasan dari Gilbert sendiri.


" Baik, Tuan penjelasan saya sudah selesai." Bilang Gilbert yang mengakhiri penjelasan berkas laporan yang dijelaskannya pada saat rapat tadi.


" Baik, terima kasih atas penjelasannya, saya akan kembali menelaah berkas laporan ini sendiri." Bilang Alberto yang juga mengakhiri rapat ini.


Pastinya semua karyawan tahu, apabila Alberto ingin membaca dan menelaah sendiri berkas tersebut, berarti menandakan rapat untuk penjelasan berkas tersebut telah selesai.


Semua karyawan perusahaan telah berdiri semua, sementara itu Alberto juga bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan. Semua karyawan pastinya memberi salam hormat kepada Alberto yang keluar dari ruang rapat ini.


Alberto saat ini telah menelusuri lobby kantor perusahaannya dan menuju ke depan kantor. Mobil Alberto telah siap di depan kantor.


" Pulang," Bilang Alberto yang memerintahkan supir pribadinya untuk kembali ke kediaman Alexandre.


" Baik Tuan," Jawab supir pribadi Alberto mengangguk.


" Aku bingung sendiri kenapa, aku harus melindungi dia, padahal aku belum tahu maksud dari rencananya." Gumam Alberto yang memang bingung sendiri atas isi hatinya itu.


Alberto merasa bingung sendiri, kenapa ia merasa jika ia harus melindungi Ziya saat ini yang berada di kediamannya, padahal ia belum mengetahui apa yang direncanakan Erwin saat ini padanya. Tapi, ia sama sekali tidak ingin memaksa Ziya untuk mengakui dan membuka jati dirinya.


" Tapi, jika dia tahu, bahwa aku telah mengetahui dirinya bukanlah Zoya, maka kemungkinan aku akan sulit untuk mendapatkan dirinya dan juga hatinya,," Pikir Alberto yang sangat benar sekali.


" Baiklah, karena, dari awalnya kau yang telah masuk dalam kehidupanku dan telah menipuku menjadi Zoya, aku pun akan bersandiwara juga menipu dirimu, menjadi suami yang baik untuk dirimu Ziya, sampai kau lelah dengan sandiwaramu sendiri." Bilang Alberto yang berniat dalam isi hatinya sambil tersenyum sendiri.


Dalam perjalanan pulang ini, Alberto yang sedang memikirkan untuk bisa menggoda Ziya, membuat dirinya tersenyum sendiri di dalam mobil saat ini. Seperti dalam pikirannya itu, pasti akan sangat mengasyikkan apabila saat pulang nanti, ia bisa menggoda Ziya dan pastinya ia akan mendapatkan hiburan yang menarik saat pulang nanti, hingga bisa membuatnya tertawa puas.


" Aku ingin lihat bagaimana ketegangan di wajahmu, saat aku meminta hak diriku sebagai suamimu, salahmu sendiri karena masuk dalam kehidupanku dan mengusik perasaanku terhadap dirimu saat ini." Bilang Alberto dalam hati sambil menyunggingkan senyuman tipis menggodanya itu.


Supir pribadi Alberto yang melirik dan memperhatikan Alberto dari kaca mobil tengah tersenyum sendiri melihat Alberto yang sedang memiliki rencana ini.


Beberapa menit kemudian mobil Alberto telah tiba di kediamannya saat ini. Alberto segera turun dan masuk ke dalam rumah. Melihat kedatangan Alberto membuat Claire yang masih berani untuk mendekatkan dirinya pada Sang Singa ini segera menyambut kedatangan Alberto dan memeluknya.


Alberto yang tidak sengaja menatap ke lantai dua melihat Ziya yang sedang melewati lantai tersebut juga melihat kelakuan Claire yang memang tidak tahu malu itu.


" Heh!! Dasar wanita murahan," Umpat Ziya dalam hati yang melihat kelakuan Claire saat ini.


Membuat Ziya muak dan jijik atas sikap Claire yang sangat rendahan di depan Alberto. Ziya segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar Demian dan meninggalkan pemandangan matanya yang melihat Alberto sengaja disambut, dipeluk bahkan dicium oleh Claire.


" Alberto, kenapa kau tidak memintaku untuk mengikuti rapat juga, aku adalah sekretarismu, kalau aku tahu hari ini ada jadwal rapat pastinya aku akan pergi ke kantor bersamamu,?" Ucap Claire yang diabaikan oleh Alberto saat itu.


Alberto langsung melepaskan belitan tangan Claire yang telah melingkar di lehernya itu, membuat dirinya melewati Gladys dan melangkah mendekati Neneknya yaitu Christin.


" Grandma,, kabar gembira buat Grandma, Alberto telah memutuskan saat Axeloe pulang dia akan menjadi pemimpin Alexandre Group bagian A,," Ucap Alberto yang menyampaikan kabar gembira kepada neneknya.


" Kamu ini, memang cucu Grandma yang paling nakal, apakah dia setuju akan menjadi pemimpin Alexandre Group bagian A,," Bilang Christin yang memukul lembut lengan Alberto.


" Setuju tidak setuju dia harus mau, Alexandre Group bagian A memang harus jadi miliknya, bukan milik siapapun,," Ucap Alberto yang sengaja memanaskan hati Gladys yang saat ini mendengarkannya.


Sebenarnya dari dulu Gladys menikahi Vasco Alexandre dengan tujuan agar putranya Martin Luther bisa mendapatkan hak waris juga dalam perusahaan Alexandre Group. Tapi, sayang sia-sia saja karena, semua perusahaan Alexandre Group dibawah kepemimpinan Alberto semuanya. Bahkan Vasco sendiri tidak memiliki kuasa dalam kepemimpinan di perusahaan Alexandre Group ini.


Memang sebenarnya Alberto ingin memberikan satu perusahaan kepada adik perempuan tirinya itu, karena seseorang dari Gladys yaitu Alexa adalah adik kandungnya sendiri yang keturunannya sama-sama keturunan dari Vasco Alexandre.


Tapi, niat ini belum diungkapkan oleh Alberto sendiri, karena ia ingin mengungkapkan sesuatu yang bersifat kekejian dan kebohongan dari diri Gladys ini.


****


Author


🌹Vira Lydia🌹