
Dan betapa terkejutnya lagi ketika Ziya bangun menoleh ke arah kaca melihat tubuhnya sudah tidak mengenakan pakaian yang selalu ia kenakan selama ini. Yaitu pakaian yang ia kenakan sekarang adalah pakaian yang cukup terbuka dan Ziya baru teringat bahwa pakaian yang ia kenakan adalah seperti gaya pakaian yang sering dikenakan oleh Zoya selama ini.
" Apa ??" Seru Ziya berteriak kaget ketika melihat tubuhnya yang mengenakan pakaian berbeda dari biasanya.
" Kenapa pakaianku seperti ini,," Seru Ziya aneh melihat tubuhnya dari pantulan kaca dan segera berlari mendekati kaca yang memperlihatkan tubuhnya dari kejauhan.
Karena, merasa heran dan begitu kaget dengan tempat keberadaannya saat ini. Dengan segera Ziya memperhatikan kembali gaya pakaian yang telah dikenakannya, karena, sebelum ia datang di tempat ini Ziya sama sekali tidak memiliki pakaian seperti apa yang telah dikenakannya itu.
" Siapa yang telah menggantikan pakaian ini,," Ucap Ziya sendiri sambil memandangi tubuhnya dalam pantulan kaca di kamar itu.
Setelah menyadari saat ini ia berada di sebuah tempat yang berbeda dan sangat asing sekali bagi Ziya, sehingga Ziya mulai memikirkan bagaimana dirinya bisa ada di tempat ini dalam keadaan tubuh yang telah tertidur dan terbangun dengan keadaan tubuh mengenakan pakaian yang sangatlah bukan gayanya selama ini.
" Sebentar, sebenarnya apa yang telah terjadi padaku ?" Tanya Ziya sambil memandangi tubuhnya di balik pantulan cermin.
Ziya mulai berpikir kembali dengan begitu keras dengan yang telah terjadi padanya sebelum ia berada di dalam kamar ini. Awalnya Ziya mengingat bahwa ia sudah kembali dari kampusnya dan berada di apartemennya lalu sedang asyik menelepon kedua orang tuanya yang berada sangat jauh dari tempat tinggalnya.
" Awalnya, aku menelepon Mama dan Papa lalu setelah itu,,," Ucap Ziya berhenti sejenak ketika mengingat kembali bagaimana ia bisa berada di tempat ini.
" Aaakkkhh ya Zoya !!!" Seru Ziya dengan suaranya yang terdengar cukup jelas setelah ingatannya kembali jelas dalam pikirannya.
" Kemana Zoya, bukannya Zoya yang mengajakku pergi dan kenapa aku ada disini,," Bilang Ziya lagi sambil berjalan mondar-mandir mencari sebuah bidang dinding yang bisa membantunya agar dapat keluar dari tempatnya berada saat ini.
" Apakah Zoya telah diculik,," Ucap Ziya dengan pikiran yang tidak menentu.
Saat ini Ziya masih saja bolak balik mondar-mandir di dalam sebuah kamar tempat dirinya telah ditahan oleh seseorang lalu, Ziya teringat akan kepandaiannya dalam hal racun, Ziya mulai memeriksa kembali tubuhnya bahwa dimanapun Ziya berada, Ziya selalu membawa racun pelindung dirinya agar bisa membantunya dalam menjaga dirinya itu dari orang-orang yang akan melakukan kejahatan.
" Aakkhh iya racun,," Seru Ziya mencari racun penelitiannya sendiri dalam tubuhnya.
" Racun buatan ku dimana, kenapa tidak ada ?" Tanya Ziya sambil memeriksa semua dalam tubuhnya.
Sambil mencari racun dalam tubuhnya itu, Ziya baru tersadar bahwa pakaiannya saat ini sudah berubah dan sangat berbeda-beda sekali dengan pakaian yang sering ia kenakan selama ini. Mana mungkin, Ziya saat ini bisa menggunakan racun buatannya sendiri karena, baju yang dikenakannya saja sudah berbeda, pastinya semua barang-barang miliknya sudah diambil oleh orang yang tidak dikenal.
" Oh My God, pasti sudah di ambil orang,," Ucap Ziya menepuk keningnya sendiri setelah teringat kembali dengan keadaannya yang sudah berubah.
" Bagaimana aku bisa keluar dari sini, kalau senjataku tidak ada,," Ucap Ziya terduduk lemah karena cukup sulit baginya untuk melakukan suatu hal yang aneh sesuai dengan rencana dalam pikirannya.
" Heemm, walaupun racun ku sudah tidak ada lagi, aku tidak boleh putus asa untuk kabur dari tempat ini,," Ucap Ziya penuh semangat sambil mencari ide terbaik agar dirinya bisa keluar dari tempatnya saya ini.
Sudah beberapa menit telah berlalu dan akhirnya Ziya mendapatkan sebuah ide cukup cemerlang untuk segera dilakukan olehnya. Sambil menjentikkan jari jempolnya bersama jari telunjuknya dan mengedipkan satu mata, sebuah senyuman kecil telah terukir di bibir kecilnya itu.
" Aakkhh ya, akhirnya dapat ide,," Seru Ziya sambil menjentikkan jarinya.
" Ya, aku harus lakukan itu,," Ucap Ziya dengan wajah penuh semangat.
Karena, sudah mendapatkan ide cemerlang agar dirinya bisa kabur dari tempat penahanannya saat ini, dengan segera ide yang telah terlintas itu dilakukan olehnya. Dan di dalam hati Ziya berharap bahwa rencananya ini akan berhasil, sambil melihat-lihat keadaan kamar yang semua bagian jendela memiliki terali hal itu membuat Ziya cukup sulit jika kabur melalui jendela.
Dengan segera Ziya memutuskan untuk melakukan rencana yang sudah ada di dalam pikirannya, terlihat saat ini Ziya sedang melangkahkan kakinya perlahan menuju ke arah pintu dan mendekatkan telinganya pada pintu untuk mendengar-dengar situasi terlebih dahulu apa yang sedang terjadi di luar saat ini.
" Sepertinya ada beberapa orang yang sedang menjaga pintu ini,," Gumam Ziya lembut yang tidak terdengar oleh orang di luar ruangan itu.
" Memangnya apa yang sedang mereka bicarakan ?" Tanya Ziya sendiri saat pendengarannya mendengarkan sedikit perkataan dari beberapa orang yang berada diluar.
Di balik pendengaran yang saat ini Ziya lakukan beberapa hal penting dapat ditangkap oleh Ziya bahwa orang yang sedang berada diluar ruangan itu sedang melakukan suatu rencana buruk terhadap dirinya.
" Jangan lupa tepat pada waktunya lakukan sesuai rencana,," Ucap salah satu orang yang berada diluar ruangan seperti sedang memberikan sebuah perintah kepada beberapa orang yang telah sengaja diberikan beberapa perintah.
" Baik Tuan,," Jawab beberapa orang tersebut yang semua orang itu sama sekali tidak diketahui oleh Ziya.
" Apa yang sedang mereka rencanakan ?" Tanya Ziya sendiri dalam hatinya merasakan bahwa pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang berada diluar itu pasti membuat rencana untuk dirinya.
Di dalam pengintaian yang sedang dilakukan oleh Ziya, cukup lama Ziya mendekatkan telinganya pada pintu dan mendengar pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang di luar. Lalu, Ziya semakin mendekatkan lagi telinganya untuk mengetahui apa yang sebenarnya akan mereka lakukan terhadap Ziya, sebelum Ziya melakukan idenya itu.
" Aku harus mencari tahu apa yang sedang mereka rencanakan ini,," Ucap Ziya bertekad kuat dalam mencari tahu apa yang sedang direncanakan oleh beberapa orang diluar.
Tidak berapa lama, akhirnya Ziya bisa mendengarkan semua pembicaraan yang sedang dilakukan oleh beberapa orang itu dan pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang itu mendapatkan sebuah hasil yang membuat Ziya terkejut, karena, Ziya mendengar suara dari orang yang sangat dikenalinya, sehingga membuat Ziya hanya bisa menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya atas apa yang di dengarkannya saat ini.
****