
Karena, mendengar ucapan Vena yang terlihat begitu meyakinkan Axeloe dan juga dari sudut wajahnya yang terlihat begitu cemas serta rasa khawatir terhadap apa yang telah dijanjikannya kepada majikannya itu, akhirnya mau tidak mau Axeloe memberikan izin juga kepada Vena agar Vena bisa keluar dari kamarnya ini.
" Heemmm sepertinya, dia memang gadis yang polos, oke kalau begitu untuk kali ini aku lepaskan saja dia,," Ucap Axeloe dalam hati sambil menatap tubuh Vena dari atas kepalanya sampai ujung kaki Vena.
Walaupun tindakan Axeloe itu sama sekali tidak diketahui oleh Vena, karena, Vena saat ini sedang menunduk di hadapan Axeloe memohon kepada Tuan Muda yang begitu sulit sekali untuk meminta permintaan kepadanya itu. Sehingga membuat Vena sama sekali tidak bisa berkutik dan hanya menundukkan pandangannya dari pandangan Axeloe terhadap dirinya itu.
" Heemmm baiklah, jika seperti itu, aku juga lupa, bahwa kau masih banyak tugas lainnya,," Gumam Axeloe yang terdengar seperti meyakini ucapan permohonan dari Vena.
Dan akhirnya mau tidak mau Axeloe bersedia melepaskan Vena dari jeratannya untuk sementara waktu ini. Karena, sesuai dengan ucapannya Vena bahwa Vena telah berjanji kepada dua majikannya itu, jika tugasnya telah selesai membantu Axeloe membawakan barang ke dalam ruangannya maka, Vena harus segera kembali ke tempat majikannya.
Dan juga Axeloe sendiri sudah berjanji persis sama seperti Vena bahwa jika tugas Vena telah selesai membantunya untuk membawakan semua barang yang diperintahkan dirinya kepada Vena maka, Vena harus segera kembali ke tempat majikannya.
" Kau boleh keluar dari kamar ini, karena, kau sudah menyelesaikan semua tugas yang telah kuberikan padamu untuk membantuku memasang perban ini,," Sambung Axeloe lagi kepada Vena hingga membuat Vena menganggukkan kepalanya dan langsung mengucapkan terima kasih kepada Axeloe.
Karena, melihat Vena masih menundukkan pandangannya terhadap dirinya itu dan hal itu membuat Axeloe sedikit merasa risih, akhirnya Axeloe meminta Vena untuk mengangkat dagunya keatas dan mengucapkan ucapan terima kasih dengan memberikan tatapan padanya bukan dengan cara yang dilakukan oleh Vena seperti saat ini yaitu memberikan ucapan terima kasih namun sambil menundukkan pandangannya.
" Heemmm memangnya kau berterima kasih dengan siapa dengan aku yang berada di hadapan kau saat ini atau berterima kasih dengan lantai ?" Tanya Axeloe kepada Vena hingga membuat Vena menjadi kaget dan langsung mendongakkan kepalanya ke arah depan memberikan tatapan langsung kepada Axeloe yang sedang menanyai suatu hal padanya.
" Aakkhh, maaf Tuan, saya mengucapkan terima kasih yang banyak kepada Tuan, karena, telah mengizinkan saya untuk kembali kepada Tuan Alberto dan Nyonya Zoya,," Ucap Vena sambil menaikkan wajahnya dan langsung memberikan tatapan terima kasihnya kepada Axeloe.
" Harusnya mengucapkan terima kasih kepada seseorang harus dilihat dan dipandang wajahnya, bukannya menundukkan kepala ke lantai,," Ucap Axeloe yang terdengar begitu jelas namun, begitu membuat Vena kaget karena, terlihat bahwa dari sudut wajahnya Axeloe yang terlihat sedikit kesal atas kelakuan Vena.
" Aduuuhhh sepertinya Tuan Axeloe marah, karena sikapku ini, bagaimana aku harus menjawab pertanyaannya lagi,," Gumam Vena dalam hati yang merasa bersalah, ketika melihat reaksi wajah Axeloe sedikit berubah karena kelakuannya itu.