
Setelah Claire keluar dari ruangan kerjanya Alberto, asisten pribadinya juga baru saja mau keluar dari pintu ruangan itu, namun ternyata asisten itu dikagetkan lagi dengan kedatangan seseorang yang membuatnya kembali memasuki ruangan itu lagi.
" Maaf Tuan, ada,," Ucap asisten pribadi Alberto yang terputus.
Dalam seketika ucapan pemberitahuan dari asistennya Alberto terhenti, ketika orang yang datang itu langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja pribadi Alberto Tuannya itu.
" Ada apa ?" Tanya Alberto yang mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah asistennya itu.
Alberto baru saja mendongakkan kepalanya, saat mendengar suara asistennya itu, seketika dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang membuat matanya berbinar-binar cerah.
" Axeloe,," Ucap Alberto yang melihat kedatangan adiknya masuk ke dalam ruang kerjanya itu.
Setelah menerobos masuk ke dalam ruangan, sambil membuka topinya, Axeloe menyunggingkan senyuman manisnya yang membuat Alberto segera bangkit dari kursinya itu dan melangkah mendekati sang adik tercinta.
" Bagaimana ?" Tanya Axeloe menyunggingkan senyumannya berdiri tepat di hadapan Alberto.
" Kau sudah semakin tumbuh dewasa adikku,," Ucap Alberto yang melangkahkan kakinya mendekati Axeloe.
" Yes, of course,, dan kau semakin tua,," Gumam Axeloe yang membuat Alberto memeluknya.
" Hahahaha,," Suara tawa Alberto saat mendengar cibiran dari adiknya yang mengatakan dirinya semakin tua.
Alberto langsung saja memeluk adiknya yang baru saja kembali dari luar negeri itu. Karena, selama ini, memang Axeloe melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
" Terima kasih, sudah mengizinkanku untuk kembali,," Ucap Axeloe yang membuat Alberto tertawa senang.
Ketika melihat keakraban yang terjadi di antara dua bersaudara ini, sehingga membuat asisten pribadi Alberto hanya bisa menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal dan dengan segera meminta izin untuk keluar dari ruangannya ini.
" Permisi, Tuan,," Ucap asisten pribadi Alberto membungkukkan tubuhnya meminta izin keluar.
" He'em,," Jawab Alberto mengangguk.
Karena, asistennya itu sudah keluar dari ruangannya dengan segera Alberto mengajak adiknya itu untuk berbincang terlebih dahulu di dalam kantornya ini sebelum kembali ke rumah.
" Mari, kenapa kau baru saja datang hari ini,, kemana saja kau kemarin ?" Tanya Alberto yang merangkul Axeloe untuk duduk santai di sofa ruang kerjanya itu.
" Heemm,, masa kau tidak tahu, jika aku pulang harus kemana terlebih dahulu aku kunjungi,," Ucap Axeloe yang terlihat mengangkat kedua bahunya.
" Yah, yah, aku tahu, kau pasti mengunjungi makam Mommy bukan,," Bilang Alberto yang menjawab perkataan Axeloe.
" Heemm,, karena, hanya Mommy saja yang menjadi penyemangat hidupku, Brother,," Ucap Axeloe yang masih merasa tidak merelakan kepergian Mommynya itu.
Alberto memahami apa maksud dari perkataan adiknya itu, karena, saat itu adiknya masih berusia sangat kecil dan masih banyak lagi yang sangat ia butuhkan dari Mommynya itu. Selain kasih sayang tentu saja semangat dan dukungan dari Mommynya. Oleh sebab itu, karena kematian dan kepergian dari Mommynya ini, membuat Axeloe menghadapi kehidupannya dengan sangat keras.
" Yes, My brother, Mommy is Angel for him,," Ucap Alberto yang memberikan dukungan pada adiknya itu.
" Heemm, Yes of course,," Jawab Axeloe mengangguk.
Lalu, dengan penuh semangat Alberto kembali menanyakan kepada adiknya bagaimana cerita Axeloe selama ini yang hidup di negara Eropa.
" Bagaimana dengan Eropa ?" Tanya Alberto pada adiknya itu.
" Heemmm, begitulah,," Jawab Axeloe sambil mengangkat kedua bahunya.
" Aku dengar bahwa saat ini kau sudah menaklukkan dunia mafia disana,," Ucap Alberto yang memuji keberhasilan adiknya itu.
Axeloe hanya bisa tersenyum senang mendengar pujian dari kakaknya ini. Jadi, Axeloe hanya bisa menjawab cibiran pada kakaknya yang masih saja menerima wanita tidak tahu malu seperti Claire.
" Heemmm,, sepertinya kau sudah mendengarnya my brother,," Jawab Axeloe menoleh ke arah kakaknya.
" Tidak seperti kau, sampai saat ini masih saja menampung wanita tidak tahu malu seperti Claire." Ucap Axeloe yang sengaja mencibir kakaknya Alberto.
Alberto hanya bisa tersenyum dan terkekeh geli mendengar cibiran dari adiknya ini. Bahwa sampai saat ini Alberto memang masih saja menampung wanita yang memiliki sifat tidak tahu malu itu.
" Hahaha,, kau akan senang adikku jika kau tahu apa saja yang diperoleh olehku selama ini, my brother,," Ucap Alberto yang tersenyum seperti memberikan kode bahwa ia sudah mendapatkan sesuatu informasi yang begitu berguna bagi mereka semua.
Axeloe sedikit mengerutkan dahinya merasa penasaran akan ucapan yang disampaikan oleh Alberto saat ini padanya.
" Maksudmu, Brother ?" Tanya Axeloe yang menatap wajah Alberto dan terlihat sungguh penasaran akan ucapan kakaknya ini.
" Hahahaha,, setelah kita kembali ke rumah kau akan tahu jawabannya adikku,," Jawab Alberto yang membuat Axeloe menganggukkan saja seolah mengerti akan ucapannya itu.
Axeloe hanya bisa mengangguk saja seolah mengerti akan ucapan dari kakaknya itu, sehingga membuat Alberto menepuk pundaknya seolah memberi sebuah isyarat bahwa Alberto saat ini sudah mendapatkan sesuatu hal yang selama ini dibutuhkan oleh dua bersaudara ini.
Lalu, Alberto kembali menanyakan bagaimana kehidupan liar adiknya selama ini di luar sana.
" Oh ya, apakah kau sudah memiliki anak diluar sana ?" Tanya Alberto kepada adiknya yang membuat Axeloe tertawa mendengarnya
" Hahahaha,, aku bermain pintar selama ini, tidak sepertimu yang menampung dua anak hasil hubungan gelap yang dilakukan mantan istrimu itu,," Ucap Axeloe yang masih saja mencibir tindakan Alberto yang menampung kedua Putrinya itu.
Saat Alberto mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Axeloe saat ini sungguh benar sekali bahwa Alberto memang menampung kedua putri dari hasil selingkuhan mantan istrinya itu. Namun, itu tidak membuat rasa sayang Alberto luntur kepada dua putrinya ini, cuma, selama ini Alberto hanya tidak ingin menunjukkan rasa kasih sayangnya pada kedua putrinya ini, karena, sampai saat ini Alberto merasa sungguh kesal dengan sikap dan ulah dari Ibunya itu.
" Heemm,, karena, saat mereka lahir, hatiku merasa jika kedua putri itu mengikuti Mommynya, tentu saja mereka berdua tidak seperti sekarang. Entah apa saja yang terjadi pada mereka sekarang jika mereka tidak mengikutiku." Jawab Alberto yang menjelaskan keadaan kedua putrinya itu.
Axeloe mengangguk mengerti akan penjelasan yang disampaikan oleh kakaknya ini, karena, dia juga merasa bahwa ia juga menyayangi kedua putri Alberto yang merupakan keponakannya ini. Benar ucapan Alberto, lebih bagus mereka mengikuti serta dirawat di dalam kediaman Alberto dibandingkan ia harus mengikuti jejak ajaran dari Mommynya yang sampai saat ini masih saja berselingkuh dan bermain-main dengan lelaki manapun.
Jika mereka mengikuti Alberto maka, kehidupan yang mereka hadapi sangat berbeda dengan kehidupan jika mereka mengikuti Mommynya.
" Heeemm, kau benar my brother, karena, sebagai Uncle dari kedua putri itu aku juga sangat menyayangi mereka." Ucap Axeloe yang membuat Alberto tersenyum akan ucapan adiknya ini.
Saat, Axeloe mendengarkan ucapan Alberto yang mengatakan bahwa saat ia sedang tidak berada di rumah maka, Grandma Christin selalu mengganggu aktivitas Alberto dan juga Demian, membuat Axeloe tergelak menahan tawanya mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Alberto.
" Hahahaha, jadi dari dulu hingga sekarang, Grandma masih berulah ?" Tanya Axeloe pada Alberto sambil menahan tawanya.
" Yah,, untung saja sekarang Demian sudah besar, jadi, Grandma lebih fokus mengganggu Demian dibandingkan aku,," Ucap Alberto yang terdengar sangat lucu jika sedang berbicara dengan adiknya ini.
" Hahahaha,, Grandma aku sangat merindukannya." Ucap Axeloe yang sedang merindukan kehangatan dan kasih sayang Neneknya.
Axeloe teringat dengan keponakannya satu-satunya itu yang bernama Demian, sehingga saat ini Axeloe masih saja menanyakan bagaimana keadaan Demian sekarang, pastinya sudah semakin bertumbuh besar dan juga pintar dalam pikirannya.
" Oh ya, Brother bagaimana dengan keadaan keponakanku yang paling tampan itu ?" Tanya Axeloe yang memang sangat merindukan suasana kehangatan keluarganya saat ini.
Saat Axeloe menanyakan keadaan Demian putranya itu dengan penuh semangat Alberto menjawabkan keadaan putranya.
" Tentu saja semakin bertambah besar dan juga bertambah tampan seperti kakakmu ini,," Ucap Alberto yang sengaja memuji ketampanannya sendiri membuat Axeloe tertawa mendengarnya.
Tentu saja, Axeloe tertawa saat mendengar jawaban dan penjelasan dari Alberto yang terdengar begitu semangat saat ini, terlihat ada sesuatu baru yang membuat kakaknya ini menjadi bersemangat seperti ini.
" Hahaha,, tampan sepertimu, mana mungkin kak, bahkan Demian lebih tampan dan pintar daripada Daddynya ini." Ungkap Axeloe yang membuat Alberto ikut tertawa.
Karena, melihat keadaan kakaknya saat ini terlihat begitu bahagia, sehingga membuat Axeloe merasa penasaran akan perubahan yang terjadi pada kakaknya ini.
" Heemmm, sepertinya aku tidak ketinggalan berita bahwa kau saat ini telah mendapatkan yang baru,," Gumam Axeloe yang membuat Alberto sedikit menaikkan ujung bibirnya.
" Yah, ternyata kau juga mencari tahu apa yang telah aku lakukan disini,," Ucap Alberto yang menoleh ke arah adiknya Axeloe.
Axelo penasaran dengan sikap kakaknya yang tidak terlalu dingin seperti waktu itu, melainkan saat ini kakaknya terlihat begitu bahagia menyambut kedatangan adiknya ini. Axeloe semakin penasaran dengan sikap kakaknya ini seperti ini, siapa yang telah berhasil membuat kakaknya menjadi bersemangat lagi seperti ia masih kecil dulu.
" Kenapa tidak, walaupun aku jauh di Eropa sana, tapi aku selalu memantau bagaimana perkembangan di negaraku ini dan bahkan aku mengetahui bahwa kau sudah mendapatkannya,," Ucap Axeloe yang membuat Alberto menyunggingkan senyumnya.
Alberto sengaja menyunggingkan senyumannya, karena, ia sangat mengetahui bagaimana kepintaran dari adiknya ini, selain memiliki sifat mafia seperti dirinya, Axeloe juga memiliki paket komplit dari ketiga temannya itu, sifat berkuasa dari Samuel, sifat pengawasan dan juga pengintaian dari Zavier serta kepintaran dalam dunia kedokteran sama seperti Daniel. Sungguh merupakan paket lengkap yang dimiliki dari adiknya ini.
" Karena, kau memang adikku yang paling lucu dan juga pintar." Ucap Alberto yang membuat Axeloe tertawa riang.
Alberto segera mengajak adiknya ini untuk kembali ke rumahnya karena, bagi Alberto saat ini lebih baik mereka mengobrol yang panjang di rumahnya saja, daripada di kantor seperti saat ini.
" Lebih baik kita segera kembali ke rumah,, aku ingin lihat bagaimana bahagianya Grandma saat melihat kepulangan kau Axeloe,," Ucap Alberto sambil menepuk pundak adiknya ini.
" Heemmm,, oke," Bilang Axeloe mengangguk.
Karena, ingin menyambut kepulangan dari Axeloe dengan segera Alberto menelepon asisten istrinya itu yaitu Vena untuk memberitahukan kepada Ziya bahwa sebentar lagi mereka akan pulang ke kediaman.
" Sebentar, aku akan menelepon Kakak iparmu yang terbaik, untuk segera menyiapkan makanan menyambut kepulanganmu,," Ucap Alberto yang membuat Axeloe hanya mengedipkan satu matanya.
Alberto teringat bahwa selama ini, Ziya memang sengaja tidak pernah memegang ponsel pribadi, karena, Ziya sendiri sudah memiliki asisten pribadi, oleh sebab itu Ziya enggan membawa ponsel pribadi dalam kesehariannya.
Dan, kebetulan saat ini Vena sedang bersama dengan Ziya dan juga Isabelle di dalam kamar pribadi Ziya. Saat ini Isabelle sudah berani dan mau untuk masuk ke dalam kamarnya Ziya. Karena, ketulusan hati Ziya yang merawat putri Alberto ini, membuat Isabelle merasa senang dan juga menyayangi Ziya bagaikan Mommynya sendiri.
" Mommy,," Ucap Isabelle yang sedang duduk di depan meja rias.
" Iya sayang,," Jawab Ziya sambil melihat wajah Isabelle dalam pantulan cermin.
Sementara itu, hal yang sedang dilakukan oleh ketiga perempuan ini adalah dengan sengaja mendandani wajah cantik Isabelle menggunakan make up yang ada di atas meja rias Ziya. Karena, dandanan ini sendiri adalah permintaan Isabelle yang baru saja sembuh dari sakitnya.
" Apakah wajah Belle sekarang terlihat pucat ?" Tanya Isabelle seketika membuat Ziya tersenyum.
" Tidak sayang, wajahmu sama sekali tidak pucat, karena, kau baru sembuh dari sakit jadi, hal yang wajar jika wajahmu seperti ini sayang,," Ucap Ziya sambil merapikan rambut coklat dari remaja di depannya ini.
" Heemmm, tapi Belle masih malu jika sekolah dengan wajah yang seperti ini, Mom,," Ucap Isabelle seketika membuat Vena dan Ziya saling berhadapan dan tertawa.
" Hahahaha,, kenapa malu sayang ?" Tanya Ziya lagi pada Isabelle.
" Iya Nona, kenapa harus malu ?" Tanya Vena yang memberikan sebuah jepit rambut pada Ziya.
" Karena,," Gumam Isabelle seketika terhenti dan wajahnya bersemu merah.
Ziya melihat wajah Isabelle dalam seketika bersemu merah, berarti Isabelle saat ini sedang merasakan jatuh cinta yang pertama kalinya. Dan, dengan lembut serta pertanyaan yang sengaja menggoda Isabelle, membuat Vena sedikit mengulum senyumannya mendengar perkataan yang sengaja disampaikan oleh majikannya ini.
" Heemm,, karena apa sayang ?" Tanya Ziya seketika yang sengaja menggoda Isabelle.
" Atau karena ada sesuatu hal yang membuat wajah cantik ini berubah menjadi merah, hihihihihihi,," Ucap Ziya yang membuat Vena sedikit terkekeh.
" Heeemm Mommy, sengaja menggoda Isabelle, Isabelle jadi malu,," Ucap Isabelle yang menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Vena tersenyum ketika melihat wajah Isabelle bersemu merah dan sekarang malah bertambah malu karena, dengan sengaja wajahnya ditutupi oleh tangannya sendiri.
" Nyonya, lihat itu, Nona Isabelle menjadi malu, karena, ucapan Nyonya yang menggodanya,," Ucap Vena yang melirik Ziya dari pantulan kaca.
" Maafkan Mommy sayang," Ucap Ziya tersenyum sambil membuka tangan Isabelle yang mentupi wajahnya.
" Heemm, tidak apa-apa, Mom,," Jawab Isabelle tersenyum.
" Oke sekarang Mommy dan Vena mencoba untuk mendandani wajah Belle supaya tidak terlihat pucat lagi,," Bilang Ziya yang segera diangguk oleh Belle.
Sambil tersenyum dan tertawa riang, Ziya dan Vena segera melakukan suatu hal yang membuat Isabelle menjadi bahagia dan senang. Tiba-tiba, ketika dua wanita ini sedang asyik mendandani wajahnya Isabelle dalam seketika ada sebuah panggilan yang masuk dalam ponselnya Vena.
****