Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Sungguh terlihat jelas bahwa Alberto memang begitu tulus menyayangi dan mencintai Ziya. Karena, darimanapun Ziya berasal, Ziya merupakan anugerah yang telah dikirim oleh Tuhan untuk dirinya. Semenjak adanya Ziya di sampingnya itu, apapun masalah yang dihadapi oleh Alberto sendiri maupun bersama dengan timnya akan membawa sebuah informasi yang baik yaitu sebuah keberhasilan dengan sempurna dan tanpa adanya halangan sedikitpun.


" Sayang, sudah aku katakan apapun yang kau inginkan dariku, apapun itu, asalkan nyawa dan ragaku masih ada aku akan melakukannya untukmu, asal kau dan Demian tetap berada di sebuah tempat yang membuat keselamatan kalian berdua aman untukku,," Bilang Alberto lagi kepada Ziya dengan suara yang terdengar begitu lembut sehingga membuat Ziya menganggukkan kepalanya.


" Kau dan Demian adalah anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan untukku, oleh sebab itu, aku tidak akan bisa untuk tidak melindungi keselamatan kau dan putraku,," Ucap Alberto lagi yang masih tetap meyakinkan hati Ziya.


" Heemmm, ya Alberto, terima kasih, atas ucapanmu ini, aku begitu bahagia mendengarnya,," Jawab Ziya sambil menganggukkan kepalanya dengan lembut.


Oleh sebab itu, Alberto sangat menyayangi wanita yang saat ini merupakan istrinya dan memiliki perbedaan usia cukup jauh darinya. Walaupun Ziya dan Alberto memiliki jarak usia yang cukup jauh, namun, Ziya pemikiran yang dimiliki oleh Ziya bisa mengimbangi pemikiran cerdas dari Alberto. Serta apapun tindakan yang dilakukan oleh Ziya juga selalu berhasil meskipun tindakan itu dalam keadaan yang begitu berbahaya bagi Ziya sendiri.


" Sayang, terima kasih atas tindakan yang pernah kau lakukan disaat kau mendapatkan sebuah ungkapan dari pria itu,," Ucap Alberto yang menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Ziya baru saat ini.


" Saat itu, aku sangat marah padamu, karena, kau,," Bilang Alberto lagi yang ucapannya terputus karena langsung disambungkan oleh Ziya.


Sambil tersenyum Ziya sengaja menutup bibir Alberto dengan lembut menggunakan satu jarinya yaitu jari telunjuk dan hal itu membuat Alberto terdiam sejenak. Sehingga dengan mudah secara langsung Ziya menyambungkan ucapan Alberto yang telah mengingatkan kembali suatu peristiwa lama terhadap Ziya.


" Heemmm, jangan diingatkan lagi Alberto,," Gumam Ziya sambil tersenyum setelah menutup bibir Alberto dengan menggunakan jarinya.


" Karena, saat itu aku juga mengerti bahwa tindakan yang aku lakukan sedikit melenceng dari apa yang kau percayai terhadap diriku,," Jawab Ziya lagi yang masih tetap memberikan ucapan-ucapan lembutnya.


" Kau, merasa khawatir bahwa tindakan yang kulakukan itu bisa membahayakan keselamatanku, Alberto, oleh sebab itu, aku mengerti bahwa saat itu kau bukannya marah melainkan kau memberikanku sebuah nasehat, namun, nasehat yang kau berikan itu dengan bertindak seperti seorang suami yang sedang merasa cemburu terhadap istrinya,," Ucap Ziya lagi kepada Alberto sambil mengulas senyuman indahnya.


" Sudah terlihat jelas kalau suamimu ini, merasa cemburu jika kau berdekatan dengan pria lain, kau masih saja membuat tindakan yang sama sekali tidak diketahui olehku,," Gerutu Alberto yang terlihat jelas bagaimana reaksi wajahnya yang begitu menyayangi Ziya.


" Hahahaha, maafkan aku Alberto,," Bilang Ziya sambil tertawa kecil dan mengulas senyumannya.


" Bukan seperti apa yang kau pikirkan Alberto, sebenarnya aku melakukan tindakan itu, karena, aku ingin memberikan sebuah kejutan padamu,," Sambung Ziya lagi tetap dengan senyumannya.


" Dan bagaimana, apakah kau sudah mendengar ucapan dari pria itu ?" Tanya Ziya dengan wajah penasaran atas apa yang selama ini ia lakukan.


" Heemmm, ya, aku sudah mendengarnya dengan jelas,," Jawab Alberto sambil menganggukkan kepalanya.


" Oleh sebab itu, tindakan yang kau lakukan itu membuat kau dalam bahaya Ziya, kau tidak tahu bahwa ucapan yang disampaikan oleh Martin disaat itu adalah sebuah kunci awal dari peristiwa yang pernah terjadi sekitar dua puluh tahunan yang lalu,," Sambung Alberto lagi dengan jelas pada Ziya mengenai apa yang telah terjadi pada keluarganya disaat ia masih kecil.


" Kunci awal ?" Tanya Ziya dengan reaksi wajah yang begitu penasaran.


" Heemm ya sayang, dari ucapan Martin saat itu merupakan kunci awal siapa saja orang yang terlibat dalam peristiwa pembunu.han berencana yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap Mommy,," Jawab Alberto lagi dengan wajahnya yang terlihat begitu serius dan hal itu membuat Ziya sangat terkejut.


Jelas saja Ziya terkejut atas apa yang disampaikan oleh Alberto padanya, karena, apa yang disampaikan oleh Alberto itu sangat membuat Ziya yang awalnya tidak tahu menjadi tahu bahwa ungkapan yang selama ini telah dijelaskan oleh Martin padanya itu merupakan sebuah peristiwa pembun.uhan berencana yang dilakukan oleh beberapa orang termasuk Gladys Mommy tirinya yang selama ini menutupi seluruh rahasia yang belum terungkap sedikitpun.