Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bab



Jelas saja Alberto mengetahui ruangan yang dimaksud oleh Ziya. Tapi yang menjadi persoalan saat ini adalah ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu, sehingga membuat Alberto harus segera kembali ke ruangan cctv di ruang kerjanya untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh orang misterius seperti apa yang diceritakan oleh Ziya.


" Karena, semua ruangan di sana adalah ruangan penelitian milik Axeloe,," Ucap Alberto lagi pada Ziya sambil mencari tahu ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu.


" Ruangan penelitian,," Gumam Ziya terlihat seperti sedang memikirkan suatu hal yang telah di alaminya barusan.


Karena, disaat Alberto dan juga Vena tidak ada di dalam kamarnya ini, dan kebetulan saat itu pintu kamar Ziya tidak terkunci sehingga membuat semua orang yang memiliki niat jahat bisa masuk kapanpun. Oleh sebab itu, dengan sangat mudahnya orang itu masuk ke dalam kamar Ziya, sehingga menyebabkan Ziya kaget dan jatuh pingsan.


" Sama seperti apa yang telah aku alami,," Gumam Ziya dengan suara yang sangat kecil sehingga membuat Alberto tidak terlalu dengar akan ucapan yang telah diucapkannya barusan.


" Heemmm apa sayang ?" Tanya Alberto kepada Ziya setelah sedikit mendengar gumaman Ziya yang suaranya terdengar begitu kecil sekali.


" Tidak ada Alberto,," Jawab Ziya singkat.


" Takutnya nanti orang misterius itu telah berencana melakukan suatu tindakan yang bisa membahayakan keselamatan semua orang di dalam kediaman ini, Alberto,," Ucap Ziya dengan wajahnya yang terlihat akan kekhawatirannya serta rasa simpati terhadap suaminya ini.


" Heemmm, terima kasih sayang, jangan takut itu tidak akan terjadi, jika, orang misterius itu memiliki suatu rencana yang jahat maka pelakunya akan cepat aku dapatkan, tapi jika sebaliknya, maka dia akan aku lepaskan,," Ucap Alberto yang terdengar sedang memberikan sebuah keyakinan dan juga perlindungan terhadap Ziya.


" Iya Alberto, aku tahu kalau kau bisa mendapatkannya,," Gumam Ziya lembut sambil menganggukkan kepalanya menatap wajah Alberto.


" Tapi, aku ingin kau selalu berhati-hati dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya lagi hingga membuat Alberto mengulas senyuman lembutnya.


" Iya sayang, kelemahanku ada dalam dirimu ini, jika kau kuat maka aku akan selalu kuat, tapi, jika kau lemah maka aku akan tetap kuat agar bisa melindungi kau dan juga anak-anak kita,," Ucap Alberto lembut sambil menarik tubuh Ziya untuk masuk ke dalam pelukan hangat yang diberikannya khusus hanya untuk istrinya ini.


" Heemmm terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya dengan suara lembut di dalam pelukan Alberto.


Dengan lembut Alberto menarik tubuh Ziya untuk masuk ke dalam pelukannya dan dengan sengaja Alberto menyandarkan kepala Ziya tepat di bawah dagunya serta bersandar di bagian dada bidangnya itu. Betapa bahagianya saat ini Ziya rasakan, walaupun begitu banyak masalah yang selalu dihadapinya namun, semakin sering Ziya menyampaikannya kepada Alberto semakin berangsur membaik pula masalah yang akan dihadapi itu.


Sementara itu, Vena yang sedang melangkah keluar dari ruangan kamarnya Ziya menuju ke tempat dimana Axeloe berada akhirnya ketemu juga dengan orang yang dicari, kebetulan saat ini Vena dan Axeloe berpapasan dan dengan segera Vena menghentikan langkahnya serta memanggil Axeloe dengan tingkah lakunya sebagai seorang asisten yaitu sopan.