Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 219 - Trik Mellina



Oleh karena, pengawal Zavier telah berhasil mendapatkan Zoya, jadi, tinggal Will saat ini yang harus menyelesaikan tugasnya dalam membekukan sikap kegenitan yang sedang dilakukan Mellina terhadap dirinya. Karena, setelah ia berhasil membuat Mellina dalam kondisi tidak sadarkan diri dan di bawah pengaruh obat bius maka dengan sangat mudah Will bisa membawa Mellina ke markas besar milik pemimpinnya itu yaitu temannya Alberto Alexandre.


" Bagus, tinggal pekerjaanku menyelesaikan masalah dengan wanita ini,," Ucap Will dalam hatinya sambil menatap datar terhadap Mellina.


Lalu, tidak lupa Will juga memberitahukan dimana keberadaannya saat ini. Dan, Will juga memberitahukan bahwa setelah ia selesai melakukan pekerjaannya ini, maka ia langsung menemui pengawalnya Zavier yang sedang menyelamatkan Zoya.


" Oke, saat ini aku sedang berada di dalam ruangan Pemimpin grup, setelah pekerjaanku selesai aku akan segera menghubungimu,," Ucap Will memberikan kode terbaik dan terpercaya kepada pengawal Zavier.


" Oke, aku mengerti,," Jawab pengawal Zavier terdengar begitu mengerti akan maksud dari perkataan Will yang telah memberikan sebuah kode padanya.


Panggilan telepon yang telah dilakukan oleh Will selesai dengan sendirinya. Karena, sudah selesai Mellina terlihat tidak terlalu mencurigai siapa yang sudah menelepon Will saat ini. Karena, bagi Mellina itu semua tidak penting. Saat ini yang terpenting adalah segera mengetahui wajah siapakah yang ada di balik topeng seorang pria di hadapannya itu.


" Sudah selesai meneleponnya ?" Tanya Mellina dengan suara lembut.


" Maaf Madam sikap saya ini telah mengganggu konsentrasi Madam,," Ucap Will dengan sopannya.


" Oh, tidak apa-apa, yang penting kau segera datang kemari,," Pinta Mellina lagi kepada Will sambil melambaikan jari telunjuknya.


" Baik Madam,," Jawab Will sambil melangkah maju mendekati Mellina.


Dalam hati Will sama sekali tidak merasa takut akan suatu ancaman ataupun tindakan lainnya ketika ia berhasil melakukan pekerjaannya itu. Karena, Will sendiri sudah mengetahui bahwa timnya Zavier sudah berhasil melakukan suatu misinya di luar ruangan. Sedangkan, ia hanya berdua saja di dalam ruangan pribadi ini, jadi kemungkinan besar keberhasilan akan terjadi.


Dengan langkah kaki yang begitu perlahan nan mempesona, Will memang sengaja melakukan hal seperti ini supaya Mellina alias pemimpin wanita dari grup mafia Roserish yang begitu licik dan juga kejam ini semakin penasaran dengan kelakuan dirinya. Dan, benar sekali seperti apa yang dipikirkan oleh Will bahwa Mellina memang begitu penasaran dengan dirinya.


Perlahan namun pasti sampailah Will di samping tempat dimana Mellina sedang duduk santai bergaya seksi. Dan langsung saja Mellina menyuruh Will untuk duduk di sampingnya serta membuka topeng penutup wajah tampannya itu.


" Duduk jangan hanya berdiri,," Ucap Mellina yang sengaja menyuruh Will untuk duduk di dekatnya.


" Baik Madam,," Jawab Will terlihat begitu penurut di hadapan Mellina.


Namun, disaat Mellina menyuruhnya untuk duduk, Mellina teringat akan suatu hal pada tubuhnya pria yang sedang berada di hadapannya ini. Walaupun Will merupakan salah satu pemimpin dari semua pengawal yang ada disini dibawah kepemimpinan pamannya itu yang bernama Derrick, tidak lupa Mellina untuk segera melepaskan semua peralatan yang sedang dikenakan oleh Will.


Oleh sebab itu, Mellina sendiri mencegah Will sesaat untuk duduk di dekatnya dan langsung memanggil salah satu pengawalnya yang sedang berada di luar kamarnya itu. Tujuannya adalah memeriksa dan melepaskan semua senjata yang sedang dibawa oleh pria pengawal ini, agar Mellina sendiri mampu membuat perhitungan kepada pengawal kepercayaan pamannya jika terjadi suatu hal di antara mereka berdua.


" Tunggu,," Seru Mellina kepada Will sambil menghentikan tindakan Will untuk duduk di dekatnya.


" Ada apa Madam ?" Tanya Will dengan sorot mata penasaran karena, telah menghentikan keinginannya sendiri untuk mendekati dirinya itu.


Mellina sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Will yang terlihat penasaran atas sikapnya itu. Dan, Mellina sendiri langsung saja menghubungi salah satu pengawalnya yang sedang berada di luar ruangan untuk segera masuk ke dalam kamarnya itu.


" Segera masuk ke dalam sekarang,," Ucap Mellina pada alat komunikasi yang sedang digunakannya.


Will semakin penasaran dengan kelakuan Mellina saat ini, karena, Mellina sengaja telah mencegah dirinya untuk duduk di sampingnya itu, lalu, sekarang Mellina juga telah memanggil para pengawal masuk ke dalam kamar pribadinya ini.


" Aduh kenapa wanita ini memanggil pengawalnya untuk masuk ke dalam,," Seru Will dalam hati merasa penasaran dengan kelakuan Mellina yang sengaja memanggil pengawalnya ketika Will sudah berada di dekatnya.


" Apakah dia mencurigai tindakanku ?" Tanya Will dalam hati saat melihat kembali ekspresi wajah Mellina.


" Ah, tidak mungkin dia mencurigai tindakanku nanti, kemungkinan dia hanya ingin menyuruh pengawalnya untuk memeriksa tubuhku,," Gumam Will menerka pemikiran Mellina terhadap dirinya itu.


" Heh, untuk apa aku takut dan cemas, senjata rahasiaku tidak akan ketahuan saat pengawal yang kau perintahkan memeriksa tubuhku," Sambung Will lagi dalam hatinya mengenai terkaannya itu.


Dan, setelah Mellina menghubungi salah satu pengawalnya itu, masuklah pengawal tersebut ke dalam kamarnya dan langsung menuju ke tempat dimana Mellina sedang bersantai saat ini.


" Ya, Madam,," Ucap pengawal itu sambil memberikan hormat kepada Mellina majikannya.


" Segera periksa semua tubuhnya dan lepaskan semua senjata yang sedang ia kenakan,," Ucap Mellina memberikan perintah kepada pengawalnya itu.


" Baik Madam,," Jawab pengawalnya itu sambil memberikan hormat dan langsung saja melangkah mendekati Will.


" Sengaja, aku harus memeriksa tubuhku dan melepaskan senjata yang sedang kau bawa, karena, aku tidak ingin adanya senjata di dalam kamar pribadiku ini,," Ucap Mellina seolah memberi alasan kepada Will atas perintahnya itu.


" Baik Madam, tidak apa-apa, silahkan,," Jawab Will dengan santai.


Tentu saja hal itu langsung dikerjakan oleh pengawal yang sudah mendapatkan perintah dari Mellina. Saat ini Mellina sendiri sedikit menyunggingkan senyuman manisnya tepat di hadapan Will, seolah bahwa ia telah berhasil membuat Will seketika khawatir akan tindakannya itu.


" Heh, tidak semudah itu kau bisa lepas dariku,," Umpat Mellina dalam hatinya sambil tersenyum senang menatap sorot mata Will.


Namun, hal itu sama sekali tidak membuat Will khawatir bahkan takut, karena, Will sudah menerka terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh Mellina terhadap dirinya. Justru Will sendiri saat ini merasa santai dan biasa saja jika ia harus diperiksa oleh pengawalnya Mellina, karena, ia sendiri bisa menyimpan senjatanya itu tanpa diketahui oleh pengawal ini nanti saat sedang memeriksa tubuhnya.


" Heh, dasar bodoh, senyuman yang kau perlihatkan itu menandakan bahwa kau merasa telah menang dariku." Umpat Will dalam hatinya sambil menatap tajam wajah Mellina yang sedang tersenyum pada dirinya.


" Kita lihat saja nanti, bagaimana ekspresi wajah yang akan kau tunjukkan padaku ketika aku berhasil membekukmu,," Ucap Will lagi dalam hatinya yang memperlihatkan kepasrahan diri pada pengawal.


Saat ini pengawal yang telah diberikan sebuah perintah dari Mellina langsung saja memeriksa keadaan tubuh Will dimulai dari bagian bawah yaitu kaki hingga bagian atas. Dan, Will sendiri terlihat begitu pasrah serta menuruti semua perintah yang telah diberikan oleh Mellina itu.


" Pekerjaan telah diselesaikan, Madam,," Ucap pengawal itu kepada Mellina.


" Tidak ada lagi senjata lain di dalam tubuh Tuan Fielder, Madam selain ini,," Sambung pengawal itu lagi sambil menunjukkan sebuah senjata yang selalu digunakan oleh semua para pengawal di dalam markas besar tempatnya ini.


Mellina merasa cukup puas ketika melihat hasil dari proses penggeledahan yang dilakukan oleh pengawalnya terhadap Will tepat di depan matanya sendiri. Dan, hasil yang ditunjukkan oleh pengawalnya itu cukup membuatnya merasa percaya bahwa Will memang tidak membawa senjata lain selain senjata yang telah digunakan oleh semua para pengawal sebagai pengikut grup mafia Roserish.


" Ouwh, apakah kau yakin, bahwa tidak ada lagi senjata lain yang dibawakannya ke ruanganku ini ?" Tanya Mellina sekali lagi kepada pengawalnya.


" Sudah tidak ada, Madam," Jawab pengawal itu dengan begitu yakin.


" Karena, Madam bisa lihat sendiri bagaimana cara saya saat memeriksa semua yang telah digunakannya." Bilang pengawal itu lagi dengan begitu yakin.


Sebenarnya Mellina masih belum percaya dengan ucapan pengawalnya ini, karena, terlihat memang senjata yang digunakan Will sudah tidak ada lagi pada setiap bagian tubuhnya. Namun, Mellina merasa bahwa ada hal yang janggal dalam hatinya saat ini. Tapi, ia sendiri bingung dengan hal kejanggalan yang terjadi pada dirinya itu, sehingga membuatnya segera mengambil keputusan untuk mempercayai hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh pengawalnya itu.


" Baiklah, kalau begitu kau bisa keluar dan kembali lagi pada posisimu semula,," Bilang Mellina terhadap pengawalnya yang telah menyelesaikan tugas darinya itu.


" Baik, terima kasih, Madam,," Ucap pengawal itu dan segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar pribadi Mellina.


Mellina hanya mengangguk saja ketika pengawalnya itu melangkah keluar dari ruangannya. Karena, sudah terlanjur telah memanggil pria yang sedang berdiri di hadapannya ini, akhirnya Mellina tetap menjalankan keinginannya untuk mencari tahu siapa sebenarnya orang yang ada dibalik topeng ini. Seperti di awal saat Mellina memerintahkan Will untuk duduk di dekatnya, hal itu juga yang dilakukan Mellina terhadap Will yaitu memerintahkan Will kembali untuk duduk di dekatnya.


" Karena, aku tidak merasa nyaman jika ada pria ataupun siapapun yang di dekatku membawa senjata, oleh sebab itu aku harus melepaskan juga senjata yang kau bawa,," Gumam Mellina dengan sebuah tatapan lirikan dari matanya itu.


" Apakah kau keberatan ?" Tanya Mellina lagi kepada Will.


" Tidak Madam, karena Madam lebih berhak mengatur semua pengawal yang ada di markas ini,," Jawab Will sambil menggelengkan kepalanya menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak keberatan atas perlakuan yang dilakukan Mellina terhadap dirinya itu.


" Heh, tapi, kau juga pemimpin besar di markas ini, karena, kau tangan kanan Uncle Derrick, kenapa kau mematuhi perintah dariku ?" Tanya Mellina dengan lirikan mata yang penuh pertanyaan.


" Tapi, kedudukan Madam lebih tinggi, jadi hal yang wajar jika orang seperti saya harus mematuhi perintah dari Madam,," Jawab Will dengan jawaban yang begitu meyakinkan.


" Kau pintar sekali dalam menjawab pertanyaan dariku, pantas saja jika Uncle memilih kau untuk menjadi tangan kanannya," Ucap Mellina terhadap Will yang terdengar sedang memberikan sebuah pujian.


" Terima kasih, Madam,," Bilang Will ketika ia mendengar perkataan Mellina yang sengaja sedang memujinya.


" Baik, karena kau mau mematuhi keinginan dan perintah dariku, aku ingin sekarang kau duduk di sampingku,," Bilang Mellina yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada Will saat ini.


" Baik, Madam,," Jawab Will sambil menganggukkan kepalanya dan melangkah maju mendekati Mellina.


Saat ini Will melangkahkan kakinya maju mendekati Mellina yang masih duduk santai di hadapannya itu. Dan, ketika Will ingin duduk di sampingnya Mellina, Mellina kembali menghentikan tindakan Will karena, Mellina menginginkan sesuatu dari Will yaitu Mellina ingin agar Will segera melepaskan topeng yang sedang digunakannya itu.


" Tunggu,," Seru Mellina lagi dan hal itu membuat Will menghentikan tindakannya saat ingin duduk.


" Ya, ada apa Madam ?" Tanya Will lagi seketika sedikit kaget atas seruan uang yang dilakukan Mellina terhadap dirinya lagi.


" Sebelum kau duduk di sampingku, aku ingin kau membuka topeng yang menutupi wajahmu itu," Ucap Mellina yang sengaja membuat sebuah rencana terhadap Will.


" Membuka topeng !" Seru Will seketika heran dengan keinginan Mellina ini.


" Ya, bukankah kau bilang, kau akan mematuhi semua perintah dariku, karena, aku memiliki kedudukan tertinggi di markas ini,," Ucap Mellina yang sengaja memberikan peringatan kembali tentang ucapan yang dikatakan oleh Will sendiri.


" Benar Madam, tapi, apakah hal ini diperbolehkan oleh Tuan Derrick ketika saya membuka topeng saya ini di depan hadapan Madam ?" Tanya Will dengan Mellina yang sengaja memberikan sebuah alasan pasti.


" Uncle Derrick telah memberikan kebebasan padaku untuk melakukan apapun yang aku inginkan, jadi kau jangan khawatir jika aku memintamu untuk melakukan apapun yang kuinginkan,," Ucap Mellina memberikan sebuah keyakinan terhadap Will.


Dan disaat Mellina menyampaikan suatu hal kepada Will tentang kebebasan yang telah ia miliki serta ia dapatkan dari pamannya itu membuat Will berpikir untuk mencari suatu hal yang harus dilakukannya saat ini. Agar tindakan yang akan dilakukannya itu bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan sedikitpun.


" Sepertinya, wanita ini ingin melihat wajahku yang sebenarnya," Gumam Will dalam hati sambil melirik ke arah Mellina.


" Baiklah akan aku tunjukkan siapa sebenarnya aku, karena, dia juga selama ini belum pernah melihat wajahku dan bertemu denganku secara langsung." Sambung Will lagi dengan perasaan penuh keyakinan.


Dan dengan segera Will mengikuti perintah yang telah diberikan Mellina kepada dirinya. Tanpa harus merasa khawatir ataupun cemas dengan santainya Will duduk di samping Mellina dan meminta Mellina sendiri yang membuka topengnya itu.


" Saya bersedia membuka topeng saya ini Madam,," Jawab Will dengan segera mendekati tempatnya Mellina sehingga membuat Mellina tergugah.


" Tapi, saya ingin meminta satu permintaan kepada Madam," Sambung Will lagi sambil duduk di dekat Mellina.


" Katakan apa yang ingin kau pinta dariku ?" Tanya Mellina sendiri dengan gaya angkuhnya.


" Saya ingin, Madam sendiri yang harus membuka topeng saya ini,," Bilang Will mengutarakan permintaannya kepada Mellina.


Setelah mengucapkan permintaannya itu kepada Mellina. Tentu saja hal itu membuat Mellina sedikit merasa bingung, karena, seorang pengawal yang hanya memiliki jabatan sebagai tangan kanan pamannya meminta agar dirinya mau membuka topeng yang sedang digunakan oleh pria di hadapannya ini.


****