Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 79 - Kejutan Zoya



Zoya yang terpana melihat sebuah kotak indah yang telah diberikan oleh Jimmy yaitu perhiasan anting yang sangatlah indah sekali. Padahal saat Jimmy mempersilahkan Zoya untuk memilih perhiasan itu, Zoya sama sekali tidak tergiur dengan semua perhiasan berlian yang ada di etalase tempat perhiasan milik Jimmy.


Tapi ternyata Zoya tidak melihat bahwa ada sebuah perhiasan menarik di tempat perhiasan milik Jimmy itu, Zoya tidak menyangka ada perhiasan anting, unik dan cantik seperti saat ini, tepat di depan matanya.


" Aaakkkhh,, Jim,, Cantik sekali anting-antingnya,," Bilang Zoya yang mengambil satu anting di dalam kotak perhiasan.


" Well,, your like it, Baby,," Ucap Jimmy yang menatap wajah Zoya dengan penuh terukir senyuman indahnya.


" Heemmm,, Really, I'm Like it,," Ucap Zoya terlihat sangat menyukai anting yang telah diberikan oleh Jimmy itu.


" Thank you, Jimm,," Bilang Zoya lagi kepada Jimmy.


" Hemm,, of course,," Ucap Jimmy sambil menenggak air putihnya.


" Your like the color,, Baby,,?" Tanya Jimmy yang ingin mengetahui apakah warna pilihannya itu disukai oleh Zoya.


" Yes, I'm Like it,, thank you,, thank you, thank you,," Ucap Zoya yang tersenyum sambil mengucapkan kata terima kasih berulang kali membuat Jimmy sangat gemas dengan wajah Zoya saat ini.


" Mau dicoba,," Tanya Jimmy lagi.


" Heemmm,," Jawab Zoya mendongakkan wajahnya sambil meneliti keindahan anting yang berada di tangannya itu.


" Come on,, Kita coba di kamar,," Ucap Jimmy yang tersenyum nakal tepat di hadapan wajah Zoya.


Zoya menatap Jimmy dengan tatapan kesal dan sedikit mendeng-us, karena Zoya tahu pasti Jimmy inginkan tubuhnya untuk mengganti kejutan yang ia berikan ini.


" Jimmy,," Ucap Zoya melirik mata Jimmy dengan tatapan kesalnya.


" Hahahahah, Ok Baby, Aku hanya bercanda,," Ucap Jimmy yang spontan tertawa melihat aksi Zoya yang menatap dirinya dengan kesal.


Dengan spontan, Jimmy tertawa melihat mata dan ekspresi wajah Zoya yang kesal atas sikap dan keinginan Jimmy itu. Zoya sudah mengetahui dalam pikiran Jimmy saat ini, sehingga, karena tidak ingin membuat Jimmy kecewa, Zoya segera melangkahkan kakinya menuju ke arah Jimmy yang masih duduk di kursi meja makan saat ini.


" Ok,, kita akan coba di kamar,," Bilang Zoya yang mendekati Jimmy sambil mengedipkan mata genitnya itu.


Pastinya secara tidak langsung membuat adek kecil milik Jimmy di bagian bawah itu bergelora bangun dengan seketika, saat diri Zoya melangkah ke arah Jimmy saat ini.


Mudah sekali bangunnya Jim,,😆


" Heemmm,, are you seriously, Baby,," Tanya Jimmy yang memandang wajah Zoya menanyakan keseriusan di wajah Zoya tepatnya saat ini.


Jimmy tidak mau memaksa Zoya dalam melakukan hal yang mengarah keseriusan antara suami dan istri, karena, Jimmy tahu dan hapal bagaimana sikap dan sifat Zoya yang sama sekali tidak mau dipaksa itu. Jika, Zoya sendiri yang menginginkannya barulah Jimmy mengikuti alur arahan yang telah diberikan oleh Zoya itu.


" Yes,, I'm seriously,," Jawab Zoya yabg segera duduk di atas pangkuan Jimmy saat ini.


Suhu gelora milik Jimmy di bagian bawah meningkat saat tubuh Zoya yang telah duduk di atas pangkuannya itu. Zoya sangat tahu saat ini Jimmy begitu menginginkan tubuhnya, karena, Zoya merasa bahwa bagian bawah milik Jimmy telah menegang sempurna dan sangat menusuk di bagian bawah milik Zoya saat Zoya duduk di pangkuan Jimmy itu.


" Apa,, kau tidak mau,, Jim,," Ucap Zoya dengan suara lembut sambil berbisik di telinga Jimmy saat ini.


Sehingga Jimmy yang terbuai akan suara Zoya yang mengalun-ngalun lembut tepat di telinganya itu, membuat nafsu tubuhnya ingin segera melahap tubuh Zoya meningkat. Membuat Jimmy segera menahan tengkuk kepala Zoya dan mendaratkan pesawat tempur yang di atas tepatnya bibir seksi milik Jimmy mendarat ke arah bibir Zoya.


" Uuummmmppp,," Suara Zoya terkesiap kaget karena, bibir Jimmy telah menutupi semua bagian bibir milik dirinya.


Sungguh pintar sekali Jimmy menautkan bibirnya dengan bibir Zoya sedikitpun tidak pernah terlepas dan bahkan saat ini tautan bibir antara Zoya dan Jimmy semakin memuncak, sehingga menyebabkan Zoya merasa bahwa dirinya telah dibuai keindahan dari Jimmy.


" Jimm,," Suara yang terdengar dari mulut Zoya saat Jimmy mulai mencari-cari leher mulus miliknya Zoya.


Dalam tahap awal ini Zoya masih konsentrasi dalam pikirannya, karena, Zoya sangat tahu mereka saat ini masih di ruang makan, otomatis Jimmy belum melanjutkan tindakan selanjutnya yang lebih serius. Oleh sebab itu, meskipun Jimmy sangat rakus menci-um menji-lat dan menge-cap bibirnya itu. Zoya juga membiarkannya saja, hitung-hitung untuk membalas semua kebaikan Jimmy pada dirinya. Dan, juga tidak terlalu merugikan Zoya saat ini.


" Eeemmmm,, Jim,," Suara Zoya kembali terdengar di telinga Jimmy.


Sehingga membuat Jimmy semakin bergelora untuk melakukannya saat ini juga pada Zoya, wanita yang sangat didambakan dan diimpikannya itu. Saat, tangan Jimmy sedang mencari-cari sesuatu di bagian belakang tubuh Zoya. Saat itu juga Zoya menghentikan tindakannya dalam merasakan indahnya kecu-pan dan panasnya tindakan Jimmy ini pada bibirnya itu.


" Eeemmm, Jim,, jangan disini,," Ucap Zoya halus dengan suara lembutnya yang mengalun-ngalun di telinga Jimmy.


Jimmy menghentikan tindakannya pada tubuh Zoya saat ini dan segera mendongakkan kepalanya menatap wajah Zoya yang terlihat menarik nafasnya dengan sangat cepat sekali. Membuat Jimmy tersenyum melihat Zoya yang juga tidak bisa menahan gelora dalam tubuhnya itu.


" Maunya di kamar, Baby,," Bilang Jimmy kepada Zoya sambil tersenyum manis di hadapan Zoya.


" Heemmm,," Jawab Zoya sambil mengangguk dan nafasnya juga masih belum normal.


" Ok, Why not Baby,, sesuai permintaanmu, kita akan melakukannya di kamar,," Bilang Jimmy yang kembali menciumi bibir Zoya.


Namun saat itu Zoya melepaskannya, karena, nafasnya saja belum tertarik secara normal, Jimmy malah mengambil bibirnya lagi. Membuat Zoya melepaskan bibirnya itu dan Jimmy merasa heran kenapa Zoya melepaskan tautan bibirnya itu.


" Why,, Baby,?" Tanya Jimmy heran melihat Zoya yang melepaskan ciumannya itu.


" Aku sulit bernafas,, nafasku belum kembali normal, bibirmu sudah mengambil bibirku lagi,," Ucap Zoya yang terlihat sangat kesal sekali pada Jimmy saat ini.


Karena, ucapan Zoya yang begitu jujur itu membuat Jimmy dengan spontan tertawa renyah.


" Hahahaha,, Baby, Baby, you are so funny,," Bilang Jimmy yang tertawa melihat kelakuan Zoya yang tidak bisa menahan untuk melakukan ciuman dengannya cukup lama.


" So Funny, memangnya aku boneka,," Ucap Zoya memanyunkan bibirnya dan terlihat sangat lucu sekali.


Sehingga membuat Jimmy spontan menggi-git bibir Zoya dengan lembut.


" Kamu bukan boneka, Baby, tapi bidadari yang aku miliki,," Ucap Jimmy memuji Zoya dan membuat Zoya sangat terpana atas pujiannya itu.


" Thank you, Jim,," Ucap Zoya yang melingkarkan kedua tangannya di bagian leher Jimmy.


Karena, sudah mendapatkan tanda dan kode dari Zoya, dengan segera Jimmy menggendong tubuh Zoya pergi dari ruang makan melangkahkan kakinya menuju ke kamar pribadi milik mereka berdua. Tak lupa Zoya mengambil kotak perhiasan yang berisi anting Twin Beauty Diamond yang ia letakkan di atas meja makan.


Seperti biasa Zoya selalu memainkan hidungnya Jimmy menggunakan hidungnya sendiri, membuat Jimmy semakin gemas dengan perlakuan Zoya padanya saat ini.


" Karena kamu adalah wanita idamanku,," Jawab Jimmy yang menjelaskan isi hatinya.


Memang benar laki-laki mana yang tidak mengidolakan sosok wanita seperti Zoya, cantik, memiliki tubuh indah dan pastinya semua laki-laki akan mudah terlena akan rayuan yang sering dilakukan Zoya untuk mendapatkan perhatiannya itu.


" Sejak kapan, aku menjadi idamanmu,, Jim,," Ucap Zoya yang bertanya serius kepada Jimmy.


" Sejak kau masuk ke universitas yang sama denganku, sejak itu aku terpana dan mengagumimu, tapi kau tidak pernah tau akan kekagumanku padamu,," Jawab Jinny yang semakin membuat Zoya terpana.


" Benarkah, It's the real,," Tanya Zoya dengan mata yang berbinar-binar.


" Heemmm, Yes Really,," Jawab Jimmy yang menganggukkan kepalanya.


Sesaat Jimmy tersenyum menatap wajah Zoya, begitu juga dengan Zoya yang tersenyum balik menatap wajah Jimmy. Sejenak terlintas di dalam pikiran Zoya, kelakuan Jimmy yang begitu baik padanya karena, Jimmy memang telah mengagumi dirinya. Padahal Jimmy tidak mengetahui bagaimana aslinya Zoya bahwa perasaannya sudah tertutup kepada laki-laki lain semenjak kejadian yang menimpa dirinya di masa silam.


" Maafkan, aku Jim, jika sewaktu dulu kau orang yang pertama aku temui, mungkin aku akan mencintaimu, dan jika waktu itu pertama kali kau yang menemukan diriku, kemungkinan kau tidak akan menyukai, bahkan mengagumiku lagi, melainkan kau akan jijik melihat diriku, aku hanya seorang perempuan yang buruk tidak pantas kau miliki,," Ucap Zoya yang merasa bahwa dirinya memang tidak pantas untuk seorang pemuda baik seperti Jimmy.


" Seharusnya kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik lagi daripada aku,," Ucap Zoya yang keluar dari mulutnya saat dirinya sedang melamun memikirkan kebaikan Jimmy.


" What, Baby, kau adalah wanita yang terbaik untukku,," Bilang Jimmy yang tiba-tiba mengagetkan lamunan Zoya.


" Hah! memangnya apa yang kukatakan,," Tanya Zoya yang kaget atas ucapan Jimmy yang mengatakan bahwa dirinya adalah wanita terbaik untuk dirinya.


" Tidak ada, baru saja kau bilang, kau memang wanita yang terbaik untukku,," Ucap Jimmy yang mengada-ada menjawab pertanyaan Zoya.


Zoya yang mengetahui bahwa Jimmy hanya menggoda dirinya itu, seketika Zoya langsung mencubit lengan Jimmy yang menggendong tubuhnya itu.


" Iiiiihhhh,, nakal,," Ucap Zoya sambil mencubit lengan Jimmy.


" Aaaauuuuwww,, sakit Baby,," Bilang Jimmy sambil tersenyum nakal pada Zoya.


Tak terasa Jimmy yang menggendong Zoya langkahan kakinya itu telah sampai di depan kamar pribadi mereka saat ini. Zoya memberikan kunci kamar kepada Jimmy dan Jimmy segera membuka pintu kamarnya itu, setelah terbuka Jimmy dan Zoya masuk ke dalam kamar pribadinya.


Dengan lembut Jimmy membaringkan tubuh Zoya di atas tempat tidur. Sesaat tubuh Jimmy yang segera ingin menaiki tubuhnya Zoya, Zoya teringat akan anting yang telah diberikan Jimmy padanya itu.


" Eeemmm,, Jim, sebentar aku ingin mencoba anting ini." Bilang Zoya kepada Jimmy.


Sehingga Jimmy mengerti bahwa memang benar tujuan Zoya masuk ke kamar ingin mencoba anting yang telah diberikan olehnya.


" Uuppss,, aku lupa, ok Baby silahkan dicoba,," Bilang Jimmy yang mulai turun dari tubuh Zoya.


Ziya pun bangun dari tidurnya dan segera duduk ke kursi tepat di depan meja riasnya. Jimmy pun mengambil anting yang ada di tangan Zoya.


" Bolehkah aku memakaikannya,," Tanya Jimmy pada Zoya.


" Hem,," Jawab Zoya mengangguk.


Lalu, dengan lembut Jimmy memakaikan anting indah tersebut ke telinga Zoya bagian kiri dan bagian kanannya. Setelah selesai memasangkannya, Zoya melihat wajahnya dari pantulan kaca bahwa anting itu terlihat sangat indah saat dipasangkan ke telinganya.


" Bagaimana, Baby, kau sangat cantik memakainya,," Bilang Jimmy yang memuji kecantikan Zoya.


" Benarkah,," Ucap Zoya yang menatap wajahnya di balik cermin.


" Hemm,," Jawab Jimmy yang segera menge-cup leher lembut Zoya.


Zoya melihat bahwa memang benar dirinya terlihat indah saat memakai anting yang diberikan Jimmy ini padanya. Karena, merasa bahwa saat ini Jimmy telah menge-cup leher bagian belakang dari tubuhnya itu membuat Zoya mengelak dan segera ke kamar mandi untuk gosok gigi.


" Eemmm,, Jim, aku belum gosok gigi, sebentar, ya,," Bilang Zoya yang menolak lembut perlakuan Jimmy padanya.


Jimmy teringat bahwa mereka baru saja selesai makan malam, dan, betul sekali Zoya ingin ke kamar mandi untuk menggosok giginya. Jimmy pun mengangguk, lalu, Jimmy pun segera mengikuti langkah kaki Zoya ke kamar mandi untuk menggosok giginya juga.


Di dalam kamar mandi, Zoya dan Jimmy memang gosok gigi, setelah selesai Jimmy lebih dahulu keluar dari kamar mandi, sementara itu, Zoya masih buang air kecil dan mengganti baju tidurnya.


" Baby,, aku duluan, apa mau dijaga,," Bilang Jimmy yang membuat Zoya tersenyum.


" Heemm,, tidak, aku berani sendiri,," Jawab Zoya yang mengusir Jimmy secara halus.


" Ok,," Ucap Jimmy sambil mendekati bibirnya dengan bibir Zoya.


Dengan lembut Jimmy menci-um bibir Zoya, lalu Zoya mendorong halus tubuh Jimmy. Sesaat Jimmy tersenyum nakal pada Zoya.


" Aku tunggu di tempat tidur,," Bilang Jimmy yang mengedipkan matanya pada Zoya.


Zoya yang hanya tersenyum melihat kelakuan Jimmy dengan segera menutup kamar mandinya. Jimmy yang telah masuk ke dalam kamarnya sengaja mematikan semua lampu dan hanya menghidupkan lampu di dekat tempat tidurnya saja, saat ini kamarnya itu terlihat remang-remang tapi begitu indah.


Jimmy merasa haus dan melihat di atas meja samping tempat tidur Zoya, seperti biasa Zoya meletakkan air putih disana. Dengan segera Jimmy mengambil air putih itu dan meminumnya.


" Uuuhhh segar,," Ucap Jimmy setelah meminum air putih yang telah disiapkan oleh Zoya.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Zoya segera keluar dari kamar mandi dan melihat ruangan kamarnya telah dipersiapkan oleh Jimmy saat ini. Zoya tersenyum karena, Jimmy selalu siap untuk melakukan hal ini padanya. Dengan lembut Zoya melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur dan mendekatkan tubuhnya pada Jimmy.


" Heemm,, sepertinya Jimmy telah menyiapkan semuanya." Bilang Zoya yang melihat semua keadaan kamarnya saat ini.


Jimmy melihat tubuh Zoya yang mendekati dirinya dengan segera Jimmy menangkap Zoya dalam dekapannya. Dengan sangat lahap sekali Jimmy menautkan bibirnya ke dalam bibir Zoya. Posisinya saat ini Zoya masih di atas tubuh Jimmy, sehingga Zoya masih bisa mengimbangi tubuh Jimmy dalam permainan panasnya ini.


Karena, merasa sudah terlalu lama dan menegang, akhirnya Jimmy memindahkan posisi Zoya ke bagian bawah tubuhnya, dengan cepat Jimmy mengunci tubuh Zoya saat itu. Zoya tersenyum melihat aksi Jimmy yang begitu menggila sekali saat ingin bermain dengan tubuhnya itu.


****


Tanggung Readers 😘🥰 Tanggung,,😆😆


Lanjut lagi ke Bab berikutnya 😍😍