
Sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun tak mendengar suaranya sedikitpun.
Dan terlintas dalam pikiran Claire untuk melakukan sebuah tindakan terhadap semua pelayan di dalam kediaman ini sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun seolah tidak mendengar sedikitpun suara teriakannya. Lalu, Claire dengan segera kembali memanggil pelayan pria yang memang telah ditugaskan oleh Claire untuk mengambil makanan serta minumannya.
" Aakhh, kayaknya, kalau aku tidak memberikan sebuah tindakan kepada para pelayan di rumah ini, maka para pelayan di dalam rumah ini akan semena-mena terhadap majikannya,," Ucap Claire yang memang tidak menyukai sikap pelayan di kediaman Martin.
" Lebih baik, aku panggil mereka semua dan memberikan hukuman yang pantas untuk mereka karena telah melalaikan suara teriakanku,," Sambung Claire lagi.
" Tunggu sebentar !!" Panggil Claire kepada pelayan pria yang baru saja mau melangkah menuju ke dalam kediaman.
Karena, merasa terpanggil oleh Claire dengan segera pelayan tersebut membalikkan tubuhnya dan menjawab panggilan yang dilakukan oleh Claire.
" Ya Madam,," Jawab pelayan tersebut setelah membalikkan tubuhnya.
" Sebelum kau mengambil makanan dan minuman untukku, panggil semua para pelayan wanita yang ada di kediaman ini,," Ucap Claire yang langsung memberikan perintah kepada pelayan tersebut untuk memanggil semua para pelayan wanita dan segera menghadap dirinya.
" Dengan segera menghadap saya,," Bilang Claire lagi yang memberikan perintah kepada pelayan pria itu.
" Baik Madam," Jawab pelayan pria itu mengangguk mengerti atas perintah dari Claire.
Karena, sudah selesai memberikan sebuah perintah kepada pelayan pria tersebut untuk memanggil semua para pelayan wanita di dalam kediaman ini, barulah Claire bisa kembali duduk dengan tenang sambil menengadahkan kepalanya menghadap ke atas melihat cahaya sinar matahari yang begitu terang.
Sambil memandangi langit yang cerah serta seraya menunggu semua pelayan wanita di dalam kediaman Martin ini, seketika Claire teringat kembali untuk melakukan suatu rencana pembalasan dendamnya kepada semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre. Karena, tanpa sengaja dan disengaja semua penghuni di dalam kediaman Alexandre itu telah menghina dirinya.
" Huuuuhh,, jika Aunty Gladys tidak mengecewakan aku, tidak mungkin aku disini, dan pastinya aku masih berada di dalam kediaman mewah itu,," Gerutu Claire dengan sendirinya sesaat pikirannya teringat akan kehidupannya yang masih berada di dalam kediaman Alexandre.
" Heehh!! tapi jika aku tidak masuk secara diam-diam ke kamar aunty, kemungkinan besar saat ini aku masih saja menjadi umpannya untuk mendapatkan suatu hal,," Ucap Claire lagi dengan benar akan tindakannya sebelum ini.
" Heehh!! sungguh tega aunty Gladys yang selama ini aku anggap My mother tapi apa aku hanya sebagai umpannya saja,," Gumam Claire lagi yang masih teringat dengan ucapan Gladys saat menerima telepon temannya itu.
Saat ini di dalam pikiran Claire masih saja terngiang-ngiang masalah dirinya terhadap Gladys dimana dengan pendengarnya sendiri ia mendengar bahwa Gladys hanya menganggap dirinya sebagai umpan saja dalam melakukan sebuah rencananya itu. Padahal selama ini Claire telah menganggap Gladys adalah sosok Ibu kandungnya sendiri. Karena, sedari kecil Claire memang telah diasuh oleh Gladys.
Oleh sebab itu, Claire merasa bahwa sejahat apapun Gladys terhadap dirinya, Claire masih merasakan rasa sayangnya, karena, ia tahu tidak mungkin bibinya itu bisa mengatakan bahwa dirinya hanyalah sebagai umpan dalam rencana besar bibinya itu. Tapi, bisa jadi bibinya itu hanya mengucapkan hal yang begitu besar hingga membuat Claire kecewa tanpa dasar apapun itu tidaklah mungkin.
Karena, bisa dilihat bagaimana rasa sayang dari Gladys terhadap Claire selama ini begitu besar dibandingkan rasa sayang Gladys terhadap putrinya sendiri yaitu Alexa dan saat ini karena kecewa telah mendengar langsung ucapan yang disampaikan oleh Gladys saat di teleponnya hal itu membuat Claire begitu kecewa berat hingga merasa bahwa dirinya saat ini sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.
Ya, meskipun saat Claire memilih keluar dari kediaman Alexandre, Claire tidak memilih pergi ke apartemen pribadi milik Gladys. Claire bisa mendapatkan seseorang untuk tempat dirinya bernaung yaitu kakak sepupunya sendiri siapa lagi kalau bukan Martin. Karena, merasa masih begitu kecewa dengan ucapan yang disampaikan oleh Gladys bibinya itu, akhirnya Claire lebih memilih ikut tinggal bersama dengan Martin.
" Heehh!! untung saja aku lebih memilih tinggal bersama Martin disini," Ucap Claire yang terdengar seperti mende.ngus kesal.
" Jika aku tinggal di apartemen siapa yang akan melayani aku,," Gumam Claire lagi seketika teringat langsung dengan suasana apartemen Gladys.
" Kalau tinggal disini pastinya semua pelayan disini masih bisa melayani aku, tapi, kalau aku tinggal disana, tidak mungkin ada yang bisa melayani aku,," Ucap Claire lagi mengenai keadaan dirinya sendiri yang cukup terasa sendirian.
Disaat Claire teringat akan keadaannya sendiri, lalu, terlintas kembali ingatan Claire terhadap kelakuan Axeloe terhadap dirinya yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada semua petugas di depan gerbang utama agar ia tidak bisa membawa apapun dari dalam kediaman Alexandre. Sehingga hal itu semakin membuat hati Claire memanas, tapi apalah daya bagi Claire untuk membalas rasa panasnya ini terhadap Axeloe.
" Bukan hanya aunty yang telah menindasku di kediaman Alexandre, tapi, Axeloe sendiri juga telah melakukannya,," Gerutu Claire lagi yang memang benar kenyataan itu telah terjadi.
" Heehh!! jika tidak karena Axeloe memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mencegahku membawa semua barang-barang milikku, otomatis saat ini aku menjadi wanita yang cukup kaya raya dengan semua barang milikku itu,," Ucap Claire sambil merengek sendiri karena teringat betapa berharganya semua barang-barang pribadi miliknya disaat ia berada di dalam kediaman Alexandre.
Tapi, sayangnya Axeloe tidak memiliki kelemahan apapun, karena, Axeloe merupakan tipe laki-laki yang begitu cuek sehingga tidak ada suatu hal yang membuat Axeloe menjadi lemah. Meskipun hal itu menyangkut nyawanya sendiri pastinya orang yang memiliki rencana tersebut yang akan kalah terhadap pembalasan balik dari Axeloe.
Itulah Axeloe !!
" Tapi tunggu sebentar, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan kelemahan Axeloe, sedangkan, melihatnya saja hhiiiiii,,, aku takut,," Ucap Claire seketika dirinya bergidik sendiri karena merasa takut dengan sikapnya Axeloe jika Axeloe sudah merasa dirinya terusik.
" Sepertinya, rasa dendam yang kumiliki terhadap Axeloe hanya bisa dipendam saja,," Gumam Claire sendiri ketika mengingat-ingat kembali bagaimana perlakuan Axeloe yang sebenarnya.
Jika saja Axeloe tahu bahwa saat in Claire telah memiliki banyak rencana untuk membalaskan dendam yang selama ini ia miliki, kemungkinan besar nafas Claire sudah tidak ada. Karena, tahu sendiri bagaimana sikap dan perlakuan Axeloe terhadap semua musuhnya yang sudah bermain di belakang pasti akan ketahuan dan pasti tertangkap.
Oleh sebab itu, Claire tidak berani membuat sebuah rencana besar untuk membalaskan sakit hatinya terhadap perlakuan Axeloe padanya. Karena, tidak mungkin seorang wanita seperti Claire mampu membuat rencana untuk membalaskan dendam dan sakit hati kepada orang seperti Axeloe. Karena hal itu sangat tidak mungkin, oleh sebab itu Claire hanya bisa mengalihkan rasa dendamnya terhadap orang-orang yang tidak memiliki perlindungan dari Axeloe.
Seperti Krystal dan Isabelle yang bukanlah putri kandung dari Alberto. Namun, walaupun Axeloe tahu semua orang memiliki dendam dengannya, Axeloe tidak ingin menangkapnya secara langsung dan memberikan sebuah hukuman yang berat seperti menghilangkan nafasnya di dunia ini tanpa adanya penyik.saan terlebih dahulu. Hal itu membuat Axeloe tidaklah seru. Oleh sebab itu, Axeloe selalu melakukan sebuah tindakan secara perlahan-lahan kepada musuhnya.
Dan hal ini yang paling ditakutkan oleh Claire, apabila ia berani melakukan sebuah tindakan besar terhadap Axeloe Claire tidak mau jika hidupnya dihabiskan hanya di dalam penj.ara milik Axeloe tanpa adanya kejelasan sedikitpun kapan ia akan pergi dari dunia ini. Oleh sebab itu Claire memendam rasa dendamnya terkubur sedalam mungkin di dalam hatinya. Lebih baik Claire memilih jalan damai melangkah mundur di hadapan Axeloe daripada ia harus mendekam di dalam penja.ara milik Axeloe selama hidupnya.
" Karena, hal itu tidak mungkin lakukan, aku tidak mau selamanya tinggal di dalam jeruji besi milik Axeloe selama hidupku, aku tidak mau itu,," Gumam Claire sambil memikirkan kembali hal apa yang akan terjadi dengannya jika ia berani melakukan rencana pembalasan dendam terhadap Axeloe.
" Huuuhhh, lebih baik aku memikirkan sebuah rencana untuk membalas dendam kepada dua putri yang tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre,," Ucap Claire yang lebih memilih untuk membuat sebuah rencana pembalasan dendam terhadap kedua putri Alberto.
Dan setelah dipikir-pikir tidak mungkin Claire bisa membalas perbuatan Axeloe terhadap dirinya, karena, ia bisa tahu bagaimana Axeloe sebenarnya, tidak ada orang yang berani melawan dan melakukan tindakan di hadapan Axeloe maupun dibelakangnya. Oleh sebab itu, Claire kembali berpikir bahwa sepertinya ia harus membuat semua rencana besar agar bisa membalas perlakuan Krystal yang telah mengejek dirinya saat ia keluar dari gerbang utama kediaman Alexandre.
Pilihan yang tepat bagi Claire jika ia ingin melakukan sebuah rencana untuk membalas dendam terhadap kedua putri Alberto, karena, sepengetahuan Claire sendiri kedua putri itu sama sekali tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre. Hanya saja kedua putri itu telah diasuh dari bayi oleh Neneknya Alberto sendiri yaitu Grandma Christin.
Oleh sebab itu kedua putri Alberto yang merupakan Krystal dan Isabelle memiliki sebuah hak yang cukup mewah terhadap kehidupannya seperti tempat tinggal mewah, hak pendidikan serta hak derajat yang cukup tinggi. Walaupun Isabelle dan Krystal bukanlah anak kandung dari Alberto, namun Alberto sangat menyayangi mereka berdua. Hanya saja Alberto tidak menampakkan rasa kasih sayangnya terhadap Krystal dan Isabelle.
Supaya Krystal dan Isabelle tidak tumbuh menjadi seorang anak yang manja dan juga pemalas. Karena, walaupun bukanlah anak kandungnya, Alberto ingin kedua putrinya itu hidup mandiri tanpa adanya bayang-bayang dari nama Alberto Alexandre. Dan juga Alberto ingin kedua putrinya tumbuh menjadi seorang putri atau wanita yang berani serta kuat.
Oleh sebab itu Claire hanya tahu jika Alberto sama sekali tidak menyayangi kedua putri tersebut. Karena, selama Claire berada di samping Alberto sebagai sekretaris pribadi Alberto. Alberto tidak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada kedua putrinya itu. Sehingga Claire hanya tahu bahwa selama ini Alberto mengacuhkan kedua putri yang ada di dalam kediamannya itu.
Sehingga dengan sangat mudah Claire ingin melakukan sesuatu kepada dua putri tersebut. Claire telah berpikir bahwa sepertinya ia ingin sekali melakukan suatu rencana besar terhadap Isabelle karena, hanya Isabelle sajalah seorang putri dari kediaman Alexandre yang cukup lemah dibandingkan Krystal. Claire sangat tahu bagaimana watak keras dari Krystal, remaja putri itu tidak mungkin tinggal diam jika dirinya telah di usik oleh wanita seperti Claire.
" Baiklah, sepertinya aku harus mengalihkan pandanganku untuk membalas dendam ini kepada kedua putri tol.ol itu,," Ucap Claire sambil tersenyum puas ketika ia mendapatkan sebuah pemikiran untuk membalas dendam.
" Sudah jelas bahwa wanita kecil itu sudah mengejekku saat aku keluar dari kediaman Alberto sepertinya aku akan membuat sebuah rencana untuk wanita kecil tol.ol itu,," Gumam Claire yang telah berpikir untuk membalas dendamnya terhadap Krystal.
" Tapi, tunggu dulu, jika aku melakukan suatu tindakan padanya, otomatis dia bisa lepas dari rencana yang aku buat ini, karena, waktu itu saja dia bisa memakiku dan juga memarahiku, sepertinya cukup sulit jika aku ingin melakukan sebuah tindakan padanya,," Ucap Claire setelah memikirkan kembali sikap Krystal yang tidak bisa ditindas.
Dan terlihat saat ini Claire sedang berpikir kembali untuk melakukan tindakan buruk terhadap siapa, agar dendam rasa sakitnya bisa terbalaskan. Lalu, Claire teringat dengan Isabelle putri kedua Alberto yang memang memiliki sebuah kelemahan dalam dirinya serta juga kelemahan hatinya. Sambil tersenyum dengan penuh kemenangan akhirnya Claire beralih pikiran untuk membuat sebuah rencana terhadap Isabelle.
" Aakhh, sepertinya tidak mungkin aku melakukan sebuah tindakan pembalasan terhadap Krystal, eemmm lebih baik aku melakukannya pada,,," Ucap Claire yang terlihat sedang memikirkan seseorang.
" Aakkkhhh iya aku harus melakukannya terhadap putri kedua Alberto yang manja dan juga cengeng itu, hahahaha,," Sambung Claire lagi sambil tertawa senang ketika mendapatkan sebuah ide dalam rencananya itu.
Dengan tertawa riang dan juga begitu senang akhirnya Claire mendapatkan seseorang untuk ia lampiaskan kekesalannya terhadap keluarga Alexandre yang selama ini telah membuatnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa dari kediaman besar seperti kediaman Alexandre.
****