
Mendengar ucapan Alberto yang tidak mau kalah dari Ziya, sehingga hal itu membuat Ziya mengulas senyuman manisnya pada Alberto yang terlihat begitu membuat rasa nyaman yang terjadi di antara mereka. Dan Alberto juga mengerti bahwa perasaan yang tertekan dan juga ketakutan dari istrinya itu sedikit bisa dihilangkan.
Karena, ia sudah memberikan kepastian dan juga keyakinan untuk Ziya mengungkapkan apapun perasaan yang telah mengganjal hati istrinya itu. Sambil menghela nafasnya yang terdengar begitu dalam sekali, Alberto mulai menanyakan lagi kepada Ziya tentang hal apa yang ingin disampaikannya itu.
" Heemmm, sayang, jika perasaan di dalam hatimu sudah merasa tenang, kau boleh untuk menceritakan apa saja yang selama ini mengganjal hatimu, termasuk itu masalah pribadi yang selama ini kau simpan,," Ucap Alberto sambil mengelus lembut rambut Ziya yang tergerai indah di punggungnya.
" Baiklah aku akan menyampaikan apa saja yang selama ini mengganjal hatiku,," Ucap Ziya yang terdengar bahwa perasaannya saat ini sudah merasa sangat nyaman.
" Heemmm, sayang, aku siap untuk mendengarkan semuanya,," Jawab Alberto begitu yakin sambil menganggukkan kepalanya dengan anggukan begitu lembut.
" Alberto, aku sudah lama tinggal di dalam kediaman Alexandre ini, dan kau juga sudah tahu bahwa aku bukanlah Zoya istrimu, walaupun aku hanya sekedar pengganti Zoya, tapi, aku sangat menyayangi Demian, kedua putrimu dan juga kau, aku ingin kau memahami perasaan sayang yang tulus dari dalam hatiku ini, Alberto,," Ucap Ziya memulai percakapannya dengan serius kepada Alberto.
" Heemmm, Ziya aku tahu itu, dari awal aku sudah mengatakan hal ini padamu, bahwa kau bukanlah pengganti Zoya, tapi, kau adalah memang benar istriku yang selama ini digantikannya,," Jawab Alberto dengan begitu yakin hingga membuat Ziya sedikit terperangah.
" Aku tidak mengerti akan maksud darimu itu Alberto, bahwa aku adalah istrimu yang sesungguhnya, aku sangat tahu bahwa kau sudah merayakan pernikahan kau dan Zoya setelah Sekian berusia satu bulan dan aku sebagai kembaran Zoya mengetahui hal itu,," Jawab Ziya lagi dengan kebenaran yang telah diketahuinya.
" Namun, disaat pesta pernikahanmu itu, Paman Erwin sama sekali tidak memberitahukan hal itu kepada kami sebagai keluarga Zoya yang sebenarnya, kepada kedua orang tuaku, dan bahkan saat itu aku bisa melihat bagaimana kesedihan Mama disaat mengetahui bahwa Zoya telah menikah denganmu tanpa adanya pemberitahuan dari Paman Erwin terhadap Mama dan juga Papa,," Sambung Ziya lagi yang telah menceritakan keadaan sebenarnya kepada Alberto.
Saat ini Alberto sama sekali tidak menjawab ataupun menyela pembicaraan Ziya. Sedari tadi, Alberto hanya menjadi pendengar setia untuk Ziya dalam menceritakan semua hal yang ada dalam hatinya. Dan Ziya sendiri juga merasa sedikit nyaman ketika ia menceritakan keadaan sebenarnya terdahulu dari bagaimana Zoya bisa menikah dengan orang seperti Alberto.
" Betapa sedihnya Mama dan Papa ketika, mengetahui acara di publik bahwa Zoya telah menikah dengan orang yang begitu baik seperti kau dan juga memiliki seorang putra darimu yang begitu tampan seperti Demian, rasa sedih Mama dan Papa itu adalah ketidakmampuan orang tua untuk menghadiri acara pernikahan putri kandungnya,," Bilang Ziya lagi yang bagian ceritanya saat ini sedikit mendalam.
" Namun, rasa sedih Mama dan Papa sedikit menghilang ketika mengetahui bahwa Zoya telah bahagia menjadi istrimu bagaikan seorang ratu yang diberikan kasih sayang lebih darimu, tapi, rasa sedih Mama itu juga menghilang ketika, aku sebagai kembaran Zoya telah kembali dari pendidikan yang selama ini aku tempuh di luar negeri dan saat aku kembali itu aku selalu bersama dengan kedua orang tuaku dan tidak akan pergi kemana-mana kecuali adanya izin serta penjagaan yang ketat dari pengawal Papa,," Ucap Ziya lagi masih dengan pembicaraan masalah pribadinya kepada Alberto.
" Apakah kau sudah tahu Alberto bahwa aku dan Zoya adalah saudara kembar dari James Andricha dan Zanetti Berlina atau kedua putri kembar Zalina ?" Tanya Ziya kepada Alberto dengan tatapan mata yang serius.