
Alberto dan Daniel pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan menuju ke ruangan pribadi Alberto dimana Ziya sedang berada. Saat ini terlihat ada rasa kepanikan yang tersirat di dalam wajah Alberto namun rasa cemasnya itu sedikit tidak ditampakkannya karena, ia tidak ingin jika sampai diketahui oleh siapapun terutama orang yang berada di dekatnya yaitu Daniel.
Alberto dan Daniel yang telah sampai di lantai dua. Dan berjalan menuju ke kamarnya Alberto. Setelah sampai di ruangan pribadi Alberto di dalam kamarnya. Daniel tersenyum melihat Ziya yang berada di ruang itu.
Daniel terperanjat melihat wajah Ziya yang begitu cantik saat membuka matanya seperti ini, sangat jelas sekali terlihat jiplakan wanita yang ia kagumi yaitu Zoya.
" Daddy,," Teriak Demian yang menghamburkan dirinya berlari menuju arah Alberto.
Sesampainya Demian di pelukan Alberto, membuat Alberto tersenyum menangkap pelukan putranya itu. Alberto sangat melihat jelas pada wajah Ziya. Ada sedikit kecemasan di wajahnya saat itu, karena lukanya terbuka akibat dari dirinya yang sengaja dilukai oleh Claire.
Alberto yang melangkah mendekati Ziya, membuat Ziya menelan salivanya karena merasa sangat gugup. Alberto pun langsung duduk di samping Ziya dan melihat kepala Ziya memang mengeluarkan darah sedikit demi sedikit saat ini.
" Kenapa bisa terbuka,,?" Tanya Alberto dingin.
" Aku,, aku,," Ucap Ziya yang sangat gugup saat ini.
Daniel sedikit menyunggingkan senyumannya saat melihat kegugupan di wajah Ziya. Lalu, Alberto memerintahkan Daniel untuk segera melakukan operasi kecil pada jahitan luka di kepala Ziya.
" Daniel, kerjakan,," Ucap Alberto pada Daniel.
" Baik Tuan,," Jawab Daniel dengan suara yang membuat Alberto sangat tidak menyukainya.
" Baik, Nyonya Zoya, selama saya melakukan penjahitan ulang pada kepala Nyonya, diharapkan Nyonya bisa berpartisipasi dengan saya untuk cepat menyelesaikan pekerjaan ini." Ucap Daniel yang terdengar banyak basa-basinya.
" Baik, Dok,," Jawab Ziya mengangguk menuruti semua perkataan Daniel saat itu.
" Silahkan berbaring disini Nyonya,," Bilang Daniel menunjukkan tempat tidur untuk Ziya.
Ziya pun menuruti semua perintah dari Daniel saat itu. Dan juga Alberto yang mengikuti arah langkah kaki Ziya yang menuju ke tempat tidur. Ziya pun berbaring, sementara Alberto duduk di samping Ziya yang sedang menggendong putranya Demian.
" Mommy, beltahan ya,," Ucap Demi tepat di samping kepala Ziya.
" Iya sayang,," Jawab Ziya tersenyum manis menyentuh wajah Demian.
" Maaf, Nyonya, mungkin akan terasa sakit untuk melakukan pembiusan lokal pada bagian luka di kepala Nyonya,," Ucap Daniel yang menyiapkan semua alat suntik beserta obat biusnya.
Ziya pun mengangguk, seolah mengerti maksud dari perkataan Daniel.
Diawali dengan suntikan bius lokal yang dilakukan oleh Daniel tepat di bagian luka yang sedikit lepas jahitannya, membuat Ziya merasakan sakit pada bagian kepalanya saat ini.
" Aaahhh,,,," Ucap Ziya spontan karena merasakan tusukan jarum bius tepat di kepalanya.
Saat ini begitu jelas sekali bahwa Ziya sedang meringis merasakan sakit di bagian kepalanya karena telah dimasukkan jarum suntik tepat di bagian pelipis kepalanya. Alberto melihatnya dengan teliti apa saja yang sedang dilakukan oleh Daniel saat itu. Karena, Alberto tidak ingin jika Daniel sampai melakukan sebuah kesalahan kepada Ziya.
" Mommy,, sakit ya,," Bilang Demian yang melihat ekspresi wajah Ziya yang merasa sakit saat jarum suntik menusuk kepalanya.
" Tidak sayang,," Jawab Ziya yang menahan suntikan tersebut.
Setelah selesai melakukan penyuntikan bius pada bagian luka yang terbuka, Lalu, Daniel segera menyiapkan alat jahit luka pada kepala Ziya.
Vena dan Melly yang masih berada di ruangan tersebut dibiarkan saja oleh Alberto untuk membantu Daniel dalam melakukan tugasnya.
Daniel sekilas melihat jam pada arlojinya. Setelah cukup menunggu reaksi dari Obet bius yang ia suntikan, lalu Daniel segera mencoba menusuk sedikit di bagian luka tersebut.
Apakah Ziya merasakan sakit di daerah tempat pembiusan. Dan hasilnya ternyata sama sekali Ziya tidak merasakan sakit sedikitpun.
" Maaf, Nyonya, sudah tepat waktunya untuk melakukan penjahitan, saya akan mencoba untuk melakukan penusukan pada area pembiusan tadi." Ucap Daniel yang bagi Alberto saat itu mengira bahwa Daniel sangat ingin berlama-lama menatap dan melihat kecantikan wajah Ziya.
" Iya,," Jawab Ziya sedikit cemas.
Ziya merasa sedikit cemas, karena, ia sangat takut pada jarum, makanya ia cemas saat Daniel ingin mencoba menusukkan jarum pada bagian lukanya.
Daniel pun segera menusukkan jarum pada bagian luka yang telah terbuka tadi, dan melihat ekspresi di wajah Ziya apakah merasakan sakit pada tusukkan jarumnya itu.
" Bagaimana, Nyonya, apakah terasa sakit.?" Tanya Daniel yang ingin tahu pendapat Ziya.
Ziya yang sama sekali tidak merasakan apa-apa, langsung menjawab dan sedikit menggelengkan kepalanya.
" Tidak, Dok,," Jawab Ziya.
" Baik, kita akan segera melakukan penjahitannya,," Bilang Daniel.
Daniel pun segera menjahit luka Ziya yang terbuka disaat itu. Penjahitan pun telah selesai. Dan saat ini Daniel menutup luka dengan perban, serta mengelilingi perban di bagian kepala atasnya, agar jahitan lukanya cepat menyatu.
" Baiklah Nyonya, penjahitan telah selesai, diharapkan supaya Nyonya tidak, menarik rambut atau menyisirnya dengan keras. Karena, lukanya belum kering dan juga jahitannya belum menyatu. Dan juga ingat jangan sampai luka itu basah." Bilang Daniel yang menyampaikan nasehatnya.
Heeemm,, saat itu bagi Alberto ucapan nasehat Daniel hanyalah basa-basi yang diucapkan Daniel untuk bisa lama-lama melihat dan memandangi wajah Ziya.
" Sudah selesai, mari kita bicara,," Ucap Alberto kepada Daniel yang sangat terlihat dingin itu pada wajahnya.
Membuat Daniel sedikit menaikkan senyumannya saat itu. Karena, ia tahu pasti temannya ini sedang marah pada sikap dirinya yang sangat perhatian kepada istri palsunya itu.
Daniel berpikir kenapa Alberto begitu marah hanya karena dirinya ingin berbincang basa-basi yang cukup lama pada istri palsunya ini.
Bukannya Alberto tidak perduli kepada istri aslinya yaitu Zoya dan juga istri palsunya ini yaitu Ziya.
" Baik Tuan,, permisi Nyonya." Bilang Daniel yang menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Ziya.
" Terima kasih,," Ucap Ziya saat itu.
Alberto segera melangkahkan kakinya tanpa memberikan pesan kepada Ziya saat itu. Karena, Alberto ingin cepat-cepat mengajak pergi teman gilanya yang satu ini. Yang begitu sangat hyper terhadap wanita. Apalagi istri palsunya itu begitu cantik.
Alberto yang sengaja mengajak Daniel keluar dari ruangan pribadinya itu yaitu kamarnya itu. Dan sekarang sedang menuju ke ruang rapat yang sering ia lakukan bersama ketiga teman lainnya untuk memberikan sedikit pelajaran kepada temannya Daniel ini. Karena, selalu mata keranjang terhadap wanita bening.
" Dasar kau,," Bilang Alberto yang segera duduk di kursinya.
Alberto sangat tidak menyukai sikap Daniel yang begitu perduli kepada Ziya saat di kamar. Sehingga membuatnya menjadi kesal atas semua perlakuan Daniel terhadap Ziya.
" Hahaha, kau kenapa,? bukannya kau tidak memperdulikannya, aku sudah bilang jauhkan istri palsumu itu kepada wanita ular di rumahmu ini, Tapi kau masih saja memelihara mereka,," Bilang Daniel yang selalu mengingatkan Alberto terhadap Claire yang sudah dua kali mencelakakan Ziya.
" Baiklah, kau pulang, aku akan memberi pelajaran pada Claire," Ucap Alberto yang begitu marah pada kelakuan Claire hari ini.
" Jangan perintahkan aku pergi, aku ingin melihatnya bagaimana kau memberinya pelajaran,," Bilang Daniel yang membuat Alberto menatapnya.
" Tidak perlu,," Jawab Alberto singkat dan dengan tatapan wajah dinginnya.
" Hahaha, aku ingin tahu bagaimana pelajaran yang akan kau berikan, apa kau akan menidurinya ?" Tanya Daniel dengan tatapan wajah nakalnya.
" Gila kau, pergi sana,," Bilang Alberto yang sangat marah terhadap ucapan Daniel saat itu.
" Hahahahah,, Baik, jaga si palsu dengan baik, kalau sudah bosan, berikan padaku,," Ucap Daniel yang tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan Alberto.
Alberto yang sangat kesal terhadap ucapan temannya ini, membuat dirinya meremaskan tangannya sendiri dengan memiliki hasrat yang besar ingin segera memberi pelajaran kepada Claire yang telah berbuat kasar pada Ziya saat ini. Dan pastinya sebuah hukuman cukup besar yang akan ia lakukan kepada Claire karena tindakan Claire yang telah membahayakan Ziya.
***
Salam Hangat se Angkasa ๐๐คโค๏ธ๐โญ
Author
๐น Vira Lydia๐น