Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bab



Karena, hari memang sudah terlalu siang, akhirnya Alberto mengalihkan pembicaraannya dari hal yang romantis menjadi hal yang serius dalam aktivitas sehari-hari yaitu makan siang. Dan Ziya mengangguk setuju atas ucapan Alberto yang menyuruh dirinya untuk segera menyantap semua makan siang yang telah disiapkan itu.


" Hehehehe, ternyata bisa menahannya juga ya,," Celetuk Ziya ketika mendengar pertanyaan Alberto yang menanyakan dirinya untuk makan.


" Sebenarnya tidak bisa aku tahan senjata yang telah bangun ini, karena, sepintas aku melihat meja troli itu, aku berpikir pasti kau belum makan sedikitpun,," Ucap Alberto kepada Ziya sambil menunjukkan troli yang sengaja telah dibawa oleh Vena sedari tadi.


" Hehehehe, heemmm memang aku belum makan, Alberto,," Jawab Ziya sambil cengengesan kecil.


" Ya sudah kalau begitu, kau makan dulu, biar aku yang suapin, setelah itu istirahat ya sayang,," Bilang Alberto lagi sambil mengelus lembut rambut Ziya.


" Heemm baik, terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya sambil tersenyum manja.


" Iya sayang, tunggu sebentar, aku ambilkan dulu trolinya,," Bilang Alberto sambil melepaskan pelukannya terhadap Ziya.


Ziya hanya mengangguk sambil tersenyum serta melepaskan juga pelukan yang ia lakukan terhadap Alberto. Sedangkan Alberto sendiri turun dari tempat tidur Ziya lalu beranjak menuju ke meja troli yang berada di dekat pintu ruang khusus tempat tidur Ziya. Sambil tersenyum kepada Ziya, Alberto mulai mendorong troli itu mendekat ke tempat tidurnya Ziya. Setelah sampai di dekat tempat tidur, Alberto mulai membuka satu persatu penutup tempat makanan yang ada di atas meja troli itu.


" Heemmm, habiskan semua ya sayang, supaya, tubuh mungil ini bisa kembali sehat dan kuat seperti dulu,," Ucap Alberto dengan membawa nampan yang berisikan makanan di atasnya.


" Oke, sayang, aku akan menemani kau menghabiskan makanan ini,," Jawab Alberto sambil menaiki tempat tidur Ziya.


Dengan membawa nampan yang berisikan makanan, Alberto mulai menaiki tempat tidur Ziya dan langsung memposisikan dirinya duduk tepat di hadapan Ziya. Sebagai pembukaan untuk menyantap makanan ini, dengan sengaja Alberto memberikan segelas air putih kepada Ziya supaya, tenggorokan Ziya tidak kering saat menyantap makanannya itu.


" Minum dulu sayang,," Ucap Alberto kepada Ziya sambil memberikan segelas air putih.


" Heemm terima kasih,," Jawab Ziya sambil menerima segelas air putih dari Alberto.


Setelah meneguk air putih itu dan Alberto kembali mengambil gelasnya dari tangan Ziya barulah Alberto dengan sangat perlahan menyuapi makanan ke dalam mulut Ziya. Terlihat begitu indah sekali bagi Alberto yang sedang menyuapi istrinya ini makan, karena, selama ini Alberto jarang menyuapi Ziya makan, tapi, Ziyalah yang sering menyuapinya makan.


Setelah menyuapi Ziya dengan beberapa macam makanan begitu juga sebaliknya Ziya menyuapi Alberto makanan tersebut, sehingga membuat suasana makan siang di hari itu menjadi begitu indah dan juga mengasyikkan bagi Alberto dan juga Ziya.


Saat ini untuk pasangan Ziya dan juga Alberto sedang dalam suasana romantis nan indah, sehingga tidak menyadari bahwa pikiran Vena saat ini sedang dalam kebingungan, rasa takut bercampur aduk dengan rasa cemas yang mendalam. Karena, baru kali ini Vena mengikuti perintahan dari orang lain selain majikannya Ziya dan juga Tuan besarnya Alberto.