Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 127 - Tanaman Kesukaan



Saat Alberto telah selesai menuruni anak tangga, Alberto segera memberikan kode pada pengawalnya untuk menyiapkan mobil, tanpa menggunakan suaranya sang pengawal telah mengerti apa yang diperintahkan oleh Alberto kepada mereka. Tak lama dari penungguan akhirnya mobil telah sampai tepat di depan Alberto yang sedang berdiri saat ini.


Alberto segera meletakkan tubuh Ziya ke dalam mobil dengan posisi duduk di sebelah kemudi dan Alberto sendiri yang memerintahkan kepada pengawalnya untuk tidak mengawali mereka, saat di dalam mobil Ziya ingin sekali membuka dasi yang menutupi matanya. Namun, Alberto melarang Ziya untuk membuka penutup mata itu.


" Duduk dan jangan melepaskan penutup mata ini, sayang,," Bilang Alberto saat meletakkan Ziya ke dalam mobil.


Ziya yang merasakan tubuhnya sudah berada di dalam mobil membuatnya tersenyum akan ungkapan yang disampaikan oleh Alberto padanya.


" Heemm,, baiklah,," Jawab Ziya mengangguk.


Ziya memang masih merasa penasaran, sebenarnya dia mau dibawa kemana oleh Alberto saat ini. Namun, Ziya cuma bisa pasrah untuk menuruti semua perintahan dari Alberto. Setelah meyakinkan Ziya dengan segera Alberto menutup pintu mobilnya, lalu segera berlari kecil menuju ke seberang mobil. Saat itu pengawal ingin ikut untuk mengawali Alberto, namun Alberto menolaknya.


" Tidak perlu, karena, saya hanya berada di kawasan taman." Ucap Alberto kepada semua pengawalnya yang ingin mengawali Alberto akan pergi kemanapun.


" Baik Tuan,," Jawab pengawal yang mengangguk.


Saat Alberto mengatakan hal seperti itu kepada pengawalnya, Ziya sama sekali tidak bisa mendengarkan perkataan apa saja yang dikatakan oleh Alberto dan pengawalnya, karena, mobil Alberto sudah terpasang kedap suara, jadi, sama sekali tidak bisa mendengarkan pembicaraan orang yang berada diluar.


Setelah selesai berbicara dengan pengawalnya, Alberto segera masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping Ziya. Saat Alberto sudah duduk di dalam mobil, Ziya meraba-raba tubuh yang duduk di sampingnya.


" Sayang, ini aku,," Bilang Alberto lembut pada Ziya.


" Oohhh,," Jawab Ziya mengangguk.


" Kita mau kemana ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.


" Kita mau ke tempat sesuai dengan hatimu,," Jawab Alberto yang membisikkan sesuatu ke telinga Ziya.


Ziya merasa penasaran saat mendengar ucapan Alberto yang mengatakan bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat yang sesuai dengan keinginan hatinya.


" Memangnya, mau kemana, Alberto membawaku,," Gumam Ziya dalam hati yang merasa penasaran dengan ucapan Alberto padanya.


Alberto segera menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur ke sebuah taman yang telah dikhususkan untuk menanam semua tanaman yang mengandung zat aktif dari racun. Alberto tersenyum melihat wajah Ziya yang hanya fokus duduk di sampingnya.


" Kenapa diam ?" Tanya Alberto pada Ziya yang tidak bersuara sedikitpun.


" Hah! apa ?" Ucap Ziya yang menoleh ke arah Alberto.


" Kau melamun sayang,," Bilang Alberto sedikit tersenyum sekilas melihat Ziya.


" Aku sama sekali tidak melamun, cuma aku penasaran kita sebenarnya mau kemana ?" Tanya Ziya yang matanya masih tertutup.


" Sebentar lagi, kita akan sampai, Sayang,," Bilang Alberto yang membuat Ziya sedikit tahu kemana arah mereka pergi.


Karena, mendengar jawaban Alberto yang mengatakan bahwa mereka sebentar lagi akan sampai, Ziya sedikit mengetahui mereka akan pergi kemana. Ziya segera mengatakan tebakannya itu, namun suaranya terhenti, karena, Alberto segera mencium bibirnya.


" Heemmm,, aku tahu, kita pasti mau pergi,," Ucap Ziya yang perkataannya terputus saat Alberto segera menciumi bibirnya.


" Uuummmmppp,, Alberto," Suara Ziya yang terdengar seperti terjepit saat Alberto menciumi bibirnya.


Setelah sampai di tujuannya, Alberto yang masih menciumi bibir Ziya, segera menghentikan mobilnya. Setelah menghentikan mobilnya, barulah Alberto melepaskan ciumannya.


" Kita sudah sampai sayang,," Ucap Alberto yang melepaskan ciumannya.


Ketika Alberto menyebutkan mereka sudah sampai dengan segera Ziya ingin melepaskan penutup matanya. Namun, lagi-lagi Alberto mencegah perbuatannya itu. Ziya hanya bisa pasrah atas kelakuan Alberto yang terlihat begitu romantis padanya.


" Jangan dibuka, karena, kita belum sampai, biarkan aku yang membukanya,," Bilang Alberto yang mencegah tangan Ziya.


" Heeemm,, Baiklah," Jawab Ziya yang menghentikan tindakannya.


Alberto segera keluar dari mobil dan berlari kecil ke seberang mobil dimana Ziya berada. Lalu, setelah sampai ke tempatnya Ziya dengan segera Alberto membukakan pintu mobilnya dan kembali menggendong tubuh Ziya. Ziya tersenyum akan kelakuan Alberto yang begitu lembut padanya. Saat Alberto menggendong tubuhnya, Ziya melingkarkan satu tangannya ke leher bagian belakang Alberto, lalu satu tangannya lagi, menyentuh lembut wajah Alberto.


" Terima kasih, sebenarnya ada kejutan apa ?" Tanya Ziya pada Alberto.


" Lihat saja nanti,," Bilang Alberto yang tersenyum sambil melangkah ke depan.


Alberto segera membawa Ziya ke tempat dimana taman tanaman itu berada, Setelah sampai Alberto segera menurunkan tubuh Ziya dan perlahan-lahan membuka penutup mata Ziya. Setelah terbuka barulah Alberto mengizinkan Ziya untuk membuka matanya. Dengan berbisik Alberto menyuruh Ziya untuk membuka matanya.


" Sekarang buka matamu, sayang,," Ucap Alberto yang berbicara sambil berbisik pada Ziya.


Karena, sudah mendapatkan perintah dari Alberto untuk membuka matanya, dengan perlahan Ziya membukakannya. Saat Ziya membukanya dengan sempurna, ternyata, Alberto mengajaknya ke taman dimana semua tanaman yang dibutuhkan dirinya untuk melakukan penelitiannya itu.


Ziya tersenyum lebar saat melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.


" Waahhhhh,, Alberto kau sengaja membawaku kesini,," Ucap Ziya langsung menoleh ke arah Alberto yang berada di sampingnya.


Terlihat Alberto tersenyum menatap wajah Ziya yang begitu senang saat ia diajak ke tempat ini.


" Yah,, karena, aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu itu, sayang,," Bilang Alberto yang menatap lembut wajah Ziya.


" Hihihi,, terima kasih Alberto,," Ucap Ziya yang tersenyum menatap wajah Alberto.


" Heemmm,, terima kasihnya dibalas malam nanti saja,," Bilang Alberto yang berbicara lembut pada Ziya.


Ziya hanya bisa tersenyum mendengar ucapan yang disampaikan oleh Alberto padanya. Sepertinya, Alberto memang terlalu ketagihan akan kehangatan tubuhnya. Ziya merasa bingung dengan anggapan Alberto saat ini padanya. Karena, Ziya berpikir bahwa mereka tidak ada hubungan apa-apa, tapi, kenapa Alberto sama sekali tidak pernah ingin memanggil namanya atau membuat suatu hubungan yang pasti padanya.


Ziya juga merasa bahwa dirinya hanyalah sebagai pengganti sementara, oleh sebab itu, kemungkinan besar Alberto tidak mencintainya dan hanya membutuhkan dirinya disaat Zoya tidak ada.


" Alberto,, apakah kau tulus menerimaku ?" Tanya Ziya dalam hatinya, karena Ziya juga belum mengetahui apa yang ada di dalam hati Alberto padanya.


Sesaat Alberto melihat wajah Ziya yang menatapnya dengan penuh pertanyaan. Lalu, dengan perlakuannya itu Alberto sengaja mengagetkan Ziya. Karena, Alberto tahu pasti Ziya sedang memikirkan dirinya.


" Apa yang kau lamunkan, sayang,," Ucap Alberto yang mengagetkan Ziya.


" Aaahh, apa, tidak ada,," Jawab Ziya spontan menggelengkan kepalanya.


Mendengar ucapan Ziya yang mengatakan tidak ada, membuat Alberto tertawa riang, karena, begitu terlihat dari wajah Ziya yang sedang melamun.


" Hahahaha,, kau jelas-jelas melamun, masih bisa bersandiwara,," Ucap Alberto yang telah selesai menertawakan Ziya.


" Siapa juga yang bersandiwara, aku sama sekali tidak melamun,," Jawab Ziya yang terlihat sedikit cemberut.


" Ya sudah, ambil apa saja yang kau perlukan,," Bilang Alberto yang menyuruh Ziya untuk segera bergegas mengambil semua tanaman yang dibutuhkannya.


" Heemm,," Jawab Ziya mengangguk.


Setelah mendengarkan ucapan Alberto yang menyuruh Ziya untuk mengambil tanaman apa saja yang dibutuhkannya dengan segera Ziya melangkah masuk ke dalam pekarangan tanaman yang semuanya beracun itu.


Ziya yang merasa penasaran terhadap taman yang ada di sekitar rumahnya ini, yang khusus menanamkan tanaman beracun membuat Ziya langsung bertanya pada Alberto.


" Heeemm,," Jawab Alberto yang mengiringi langkah kaki Ziya.


" Aku boleh bertanya ?" Tanya Ziya sambil mengambil satu persatu helai daun tanaman yang dibutuhkannya.


" Boleh,, katakan," Ucap Alberto yang juga ikut membantu Ziya mengambil helaian dedaunan.


Saat Alberto ingin mengambil helaian daun, Ziya segera melarang Alberto untuk ikut mengambilnya juga.


" Alberto,, jangan diambil,," Bilang Ziya yang melarang Alberto ikut mengambil daun seperti dirinya.


Sesaat Alberto kaget mendengar ucapan Ziya yang mencegahnya untuk ikut membantu Ziya dalam mengambil helaian daun tanaman beracun.


" Kenapa ?" Tanya Alberto sedikit kaget.


" Jangan, itu masih muda," Bilang Ziya yang menjelaskan pada Alberto tentang keadaan daun yang baru saja mau di ambil oleh Alberto.


" Oohhh,," Jawab Alberto singkat.


Lalu, Alberto mengalihkan pandangannya pada kelakuan Ziya, yang sangat jeli sekali mengamati daun tanaman merah yang benar-benar dibutuhkannya.


" Eeemmm, sayang tadi kau mau bertanya apa ?" Tanya Alberto yang mengingatkan Ziya tentang pikirannya tadi.


" Oohh iya,, aku mau bertanya," Bilang Ziya yang menoleh ke arah Alberto.


" Sebenarnya, tanaman ini semua, tidak mungkin hidup liar disini, menurut pendapatku apakah tanaman ini sengaja di tanam,," Tanya Ziya serius menatap wajah Alberto.


Alberto sudah tahu tentang pertanyaan yang akan disampaikan Ziya. Karena, walaupun Ziya tidak bertanya saat ini, pasti suatu saat Ziya akan mengetahuinya sendiri, sehingga, Alberto dengan segera menyampaikan informasi yang jujur jelas pada Ziya.


" Tanaman ini, memang benar di tanam,," Bilang Alberto yang sedikit membuat Ziya penasaran.


" Betul sekali pemikiran ku, pasti tanaman ini sengaja di tanam bukan," Bilang Ziya juga yang memberikan pertanyaan lagi pada Alberto.


" Yah,, karena, tanaman ini begitu disukai oleh,,,," Ucap Alberto yang terputus.


Saat Alberto ingin melanjutkan pernyataannya, Alberto dengan sengaja menghadap arah lainnya dan terlihat wajahnya sedikit berubah menjadi sedih. Namun, Ziya yang selalu merasa penasaran itu, segera berdiri dan mendekati Alberto. Bertanya lagi pada Alberto tentang siapa yang menyukai tanaman ini.


" Alberto,, kenapa ?" Tanya Ziya lembut yang mendekati tempat Alberto yang sedang berdiri.


Sesaat Alberto kembali menoleh ke arah Ziya. Terlihat wajahnya yang sedih sedikit berubah lagi menjadi cerah.


" Tidak apa-apa,," Ucap Alberto yang harus merasa tegar menerima keadaan hidupnya selama ini.


" Benar,," Tanya Ziya yang memastikan keadaan perasaan Alberto.


" Heemm,," Jawab Alberto mengangguk.


" Ya sudah, ambillah tanamannya,," Ucap Alberto lagi yang kembali menyuruh Ziya mengambil tanamannya.


" Baiklah,," Jawab Ziya mengangguk.


Saat kembali duduk Ziya sangat mengetahui, kemungkinan tanaman ini dulunya disukai oleh Daddy Alberto, maka dari itu, ucapan Alberto terputus saat menjelaskannya pada Ziya. Namun, itu hanyalah pemikiran Ziya saja, bisa jadi tanaman ini disukai oleh istri pertama Alberto, sehingga Alberto tidak mau memberitahu Ziya. Lalu, saat mengambil tanaman dan Alberto dengan gaya bijaksananya duduk di samping Ziya yang sedang mengambil helaian daun itu, Ziya kembali bertanya kepada Alberto.


" Aku tidak akan bertanya lagi, tentang tanaman ini, Alberto,," Bilang Ziya yang membuat Alberto tersenyum dan segera menciumi bibirnya.


Karena, terdengar ucapan Ziya yang begitu lembut, Alberto segera menciumi bibir Ziya yang sedang menganggur saat ini. Dengan spontan Ziya terduduk kaget menerima ciuman lembut dari Alberto.


" Uuummmmppp,, Alberto,," Ucap Ziya saat Alberto sedikit melepaskan ciumannya.


" Terima kasih,," Ucap Alberto yang membuat Ziya ternganga, karena, baru kali ini, Ziya mendengar ucapan lembut dari Alberto yang mengucapkan terima kasih padanya.


" Alberto,," Jawab Ziya yang memeluk tubuh Alberto.


Lalu, dengan lembut Alberto menarik dagu Ziya dan menahan tengkuk leher Ziya, melanjutkan ciumannya yang terlepas tadi, ternyata Alberto telah berani menciumi bibir Ziya bukan hanya di kamar melainkan di luar ruangan. Seperti saat ini, Alberto mencium lama dan mesra bibir Ziya.


Sehingga, Ziya yang tidak bisa menahan rasa nikmat yang diberikan oleh bibirnya Alberto itu, segera melingkarkan kedua tangannya pada leher Alberto. Melihat refleks yang dilakukan oleh Ziya yang begitu menikmati ciumannya ini, dengan segera Alberto mengangkat tubuh Ziya ke atas pangkuannya.


Ziya yang sudah terbuai akan ciuman yang dilakukan oleh Alberto, membuat tubuhnya segera mengikuti alur dari ajakan Alberto.


Saat ini, Alberto dan Ziya sedang berciuman mesra di antara dedaunan yang batangnya tinggi dan juga berada di bawah pepohonan yang begitu rindang.


Setelah merasa puas menciumi bibir indah milik Ziya, dengan hati dan perasaan yang kuat Alberto segera menjelaskan tentang siapa yang menyukai tanaman itu pada Ziya.


" Sayang, apakah tidak apa-apa kita berciuman disini ?" Tanya Alberto pada Ziya.


Pertanyaan yang dikatakan oleh Alberto saat ini membuat Ziya sedikit bingung. Lalu, Alberto kembali menanyakan sesuatu kepada Ziya.


" Apakah kita tidak akan terkena racunnya." Ucap Alberto yang membuat Ziya tertawa saat mendengarkan pertanyaannya yang kedua ini.


" Hahahaha,, tidak apa-apa Alberto," Suara tawa Ziya yang terdengar di sekitar taman, membuat Alberto menyunggingkan senyumannya.


" Tanaman ini, tidak akan bereaksi jika tidak digabungkan dengan tanaman lainnya," Ucap Ziya yang menjelaskan detail tentang tanaman itu pada Alberto.


" Oohhh, baguslah," Bilang Alberto yang tersenyum menatap wajah cantik Ziya.


Sesaat Ziya bangun dari pangkuan Alberto dan segera beranjak ke tempat dimana ia mengambil tanaman yang diperlukannya itu.


" Aku mau mengambil tanamannya lagi,," Bilang Ziya yang beranjak pergi ke tempatnya semula.


" Sayang,," Sapa Alberto lagi pada Ziya.


" Ya,," Jawab Ziya menoleh.


" Kau mau tahu, siapa yang menyukai tanaman ini,," Bilang Alberto yang membuat Ziya semakin penasaran.


Sepertinya saat ini, Alberto ingin menjelaskannya langsung pada Ziya, tentang siapa yang menyukai tanaman itu.


" Yah, kalau kau ingin memberitahuku, aku akan setia mendengarkannya,," Bilang Ziya lembut memandang wajah Alberto.


" Seseorang yang menyukai tanaman ini dan sengaja menanamkan semuanya ini adalah Mommy,," Bilang Alberto yang membuat Ziya tercengang.


" Apa" Ucap Ziya yang tercengang mendengarkan penjelasan dari Alberto padanya.


Kenapa, Ziya tercengang karena Ziya sepertinya mengingat sesuatu akan ucapan yang selama ini disampaikan oleh Mamanya. Bahwa dulu Mamanya sangat dekat dengan sahabatnya yang dulunya juga pintar dalam menemukan bermacam-macam racun.


Ziya berpikir apakah sahabat yang dimaksudkan Mamanya adalah Mommy Alberto.


****