Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 208 - Strategi Permainan



Disaat Jimmy akan dibawa keluar dari ruangan itu barulah pengawal yang sengaja dikirimkan oleh sahabatnya Alberto itu berlari mendatangi ruangan Zoya. Karena, baru saat Zoya berteriak kesakitan yang begitu keras pengawal itu baru menyadari dan mendengarkannya.


" Oh God, kenapa terdengar suara teriakan seperti suara Nyonya Zoya," Gumam pengawal pribadi yang dikirimkan oleh sahabatnya Alberto.


" Jangan !!" Teriak Zoya lagi yang terdengar begitu serius sekali.


" Benar itu suara Nyonya Zoya,," Gumam Pengawal itu dengan segera berlari menuju ke ruangan khusus dimana tempat penahanan Zoya.


Disaat tiba di depan ruangan tempat penahanan Zoya barulah pengawal itu bisa melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Hingga membuatnya tercengang dan secara spontan langsung memukuli semua pengawal lain yang sengaja telah menyiksa tubuh Zoya hingga terhuyung lemah seperti itu.


" Oh God,," Ungkap pengawal itu tercengang ketika melihat beberapa pengawal lain sedang menendang perut Zoya hingga Zoya terhempas ke lantai.


" Apa yang kalian lakukan ??" Teriak pengawal rahasia itu kepada semua pengawal lainnya hingga membuat pengawal lain menghentikan aksinya yang sedang menyiksa tubuh Zoya.


Dengan segera pengawal itu memukul wajah semua pengawal yang telah memukul tubuhnya Ziya dengan begitu keras sekali dan ada salah satu pemimpin dari pengawal itu sedikit melawan pukulan keras dari pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto.


BRUUKKK !! terdengar beberapa kali pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto telah memukuli beberapa pengawal lainnya.


BRUUKKK !! terdengar lagi suara pukulan yang dilakukannya kepada pengawal itu.


PLAAKK !! Bunyi suara perlawanan yang dilakukan oleh pemimpin pengawal lain terhadap pengawal itu.


Namun, karena, tidak menerima pukulan yang dilakukan oleh pengawal rahasia Alberto itu hendak memukulinya dengan sengaja pengawal itu melawan perbuatan yang dilakukannya. Dan, karena pengawal itu tidak menerima pukulan darinya itu sehingga membuat pengawal rahasia Alberto itu memberitahukan jabatan dirinya di dalam grup mafia Roserish ini.


" Kau berani melawanku, hah!!" Gumam pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto.


" Kau tidak berhak memukulku, karena, aku juga pemimpin mereka semua,," Ucap pengawal itu yang sengaja melawan tindakan pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto.


" Heh!! cuihh kau pikir jabatan lebih tinggi dibandingkan aku hah!!" Umpat pengawal pembela Zoya kepada pemimpin pengawal yang telah memukuli Zoya.


" Ya, memang kau lebih tinggi dibandingkan aku, tapi, kau tidak berhak memukulku,," Ucap pemimpin itu yang masih menatap wajah pengawal pembela Zoya dengan tajam.


" Baik, karena, tindakan yang kau lakukan ini bukan perintah dari Tuan Besar, saya akan segera melaporkan apa yang telah kalian lakukan kepada wanita itu,," Umpat pengawal rahasia sahabat Alberto memberikan sebuah ancaman kepada pemimpin itu.


" Oh bukan itu saja, saya juga akan melaporkan bahwa kalian telah melakukan suatu tindakan ingin memper-kosa wanita itu tanpa sepengetahuan Tuan Besar,," Ucap pengawal itu lagi sambil menatap dengan tajam.


" Cuihh !! aku tidak perduli, awas saja jika kau berani melakukannya, maka aku akan membalas perbuatanmu,," Umpat pemimpin itu yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


Sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar tempat penahanan Zoya. Pemimpin pengawal itu langsung memberikan perintah untuk segera keluar dari ruangan itu.


" Semuanya keluar,," Ucap pemimpin itu sambil memberikan sebuah perintah kepada semua pengawalnya.


Dan setelah semuanya telah keluar dengan meninggalkan tubuhnya Jimmy yang tergeletak di atas lantai dengan segera pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto itu langsung memberikan sebuah perintah kepada pengawalnya untuk membawa keluar tubuhnya Jimmy dari ruangan itu.


" Bawa tubuh tahanan ini dan masukkan ke dalam mobil,," Ucap pemimpin pengawal itu kepada semua anak buahnya.


" Baik Tuan,," Jawab semua anak buah dari pengawal itu.


Karena, melihat pengawal yang telah membantunya itu sehingga membuat Zoya dengan tubuh lemahnya bertanya langsung kepada pengawal penolongnya tentang tubuh Jimmy yang akan dibawa kemana. Karena, Zoya tidak ingin berpisah dengan tubuhnya Jimmy yang sudah kehilangan nyawanya itu.


" Mau dibawa kemana tubuh Jimmy ?" Tanya Zoya dengan suara lirihnya.


" Cepat bawa saja pergi, sesuai dengan instruksi saya,," Ucap pemimpin itu tanpa menghiraukan ucapan Zoya yang sedang menanyakannya.


" Baik Tuan,," Jawab semua pengawal itu kepada pemimpinnya.


" Jangan, jangan bawa dia, aku mohon,," Gumam Zoya sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya.


Pengawal itu sengaja tidak menghiraukan pertanyaan Zoya kepadanya, karena, pengawal itu tidak mau membuat semua anak buahnya mencurigai tindakan dirinya dalam suatu misinya itu. Namun, setelah semua orang telah pergi dari ruangan itu dengan membawa tubuhnya Jimmy barulah pengawal itu mendekati Zoya yang sedang terhuyung lemah di atas lantai.


" Anda tidak apa-apa Nyonya ?" Tanya pengawal itu kepada Zoya setelah melihat keadaan sudah aman.


" Saya tidak apa-apa, tapi mau dibawa kemana Jimmy ?" Tanya Zoya lagi tanpa menghiraukan rasa sakit di bagian perutnya.


" Dia sudah pergi, jadi kami harus membawanya keluar dari tempat ini dan akan diberikan kepada keluarganya, Nyonya,," Jawab pengawal itu kepada Zoya sambil menjelaskan tentang kepergian Jimmy.


" Hiks, hiks, hiks, tidak seharusnya Jimmy pergi, ini semua karena kesalahan saya,," Ucap Zoya sambil menangis kembali karena, merasa begitu kehilangan akan sosok Jimmy yang selama ini telah membuatnya bahagia.


" Kau harus bertahan Nyonya, saya tidak bisa lama-lama untuk berada disini, saya harap anda bisa berpartisipasi kepada saya supaya anda tidak lagi memberikan pertanyaan kepada saya ketika banyak orang berada disini, anda harus bisa membuat semua orang tidak mengetahui rencana besar majikan saya untuk membebaskan anda dari tempat ini, Nyonya,," Ucap pengawal itu sekali lagi kepada Zoya untuk mengingatkan kembali Zoya.


" Baik, saya mengerti, terima kasih, karena sudah mau menolong saya,," Ucap Zoya sambil tetap menangis karena, telah kehilangan Jimmy.


" Jaga diri anda baik-baik Nyonya, jika semua pengawal itu lagi melakukan suatu tindakan kasar kepada anda, anda harus berteriak supaya saya bisa langsung membantu anda Nyonya,," Ucap pengawal itu kepada Zoya dalam mengingat kembali caranya memanggil kedatangannya.


" Baik, saya akan selalu mengingatkannya,," Gumam Zoya sambil menangkupkan kedua kakinya itu dan tetap menangis.


" Saya keluar dulu Nyonya, saya harap anda bisa berhati-hati,," Ucap pengawal itu kepada Zoya dan terlihat Zoya hanya bisa merenungi nasib Jimmy yang begitu malang sekali saat bersama dengannya.


Pengawal itupun segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan penahanan Zoya dan mengunci pintu ruangan itu kembali seperti semula. Sedangkan, Zoya sendiri di dalam ruangannya itu mulai menangis sesenggukan lagi, karena merasa sudah ditinggalkan Jimmy untuk selama-lamanya. Sebenarnya, Zoya tidak ingin Jimmy pergi dari kehidupannya seperti saat ini, namun, nasib berkata lain, kehidupan Jimmy yang begitu indah disaat bersama dengannya itu lenyap sudah karena, salah satu ulah orang yang menginginkan diri Zoya dan juga melibatkan nyawa Jimmy.


Sambil terduduk lemas dan akhirnya Zoya membawa tubuhnya ke atas tempat tidur Jimmy yang tadinya masih berlumuran darah, dengan sengaja Zoya mengenang kembali masa saat ia bersama dengan Jimmy, Jimmy terlihat begitu bahagia disaat Zoya meminta bantuan dengannya agar bisa melarikan diri dari kediamannya Alexandre. Jimmy begitu hebat sehingga mampu dan berani menentang apapun yang akan terjadi pada dirinya disaat ia membawa Zoya pergi bersama keluar negeri seperti saat ini.


Tapi, ternyata kehidupan Jimmy tidaklah bahagia disaat bersama dengan Zoya, dengan setulus hati Jimmy menyayangi Zoya, namun, selama ini Zoya tidak pernah menyayangi dirinya, Zoya hanya menganggap Jimmy seperti seorang teman yang patut dihormati kebaikannya karena, telah menolong dirinya. Sambil menangis Zoya masih memeluk tempat tidur yang berlumuran darah Jimmy. Di dekat darah itu juga Zoya meratapi nasibnya setelah kepergian Jimmy untuk selama-lamanya ini.


" Jim, kenapa kau tega meninggalkan aku, kau sudah berjanji untuk selalu bersama denganku dan melindungiku, tapi, kau telah mengingkarinya, kau tega pergi terlebih dahulu dariku dan membiarkan aku hidup sendiri seperti saat ini,," Gumam Zoya sendiri sambil menangis di atas tempat tidurnya Jimmy.


" Kau, sendiri yang berkata, kau selalu akan berada di sampingku, tapi, kenapa kau tega pergi dariku, Jim, aku ingin kau kembali padaku, aku tidak ingin kau pergi meninggalkan aku sendiri seperti ini, aku takut, Jim, aku takut pada mereka semua yang telah menjahatiku," Ucap Zoya lagi sambil menangis sesenggukan sendiri.


" Jika aku tahu bahwa kau mencintaiku sejak aku kecil, mungkin aku akan mencintaimu juga, tapi, kenapa kau baru mengatakan semuanya saat ini Jim, hiks, hiks, aku memang mencintai orang itu, tapi, jikalau aku harus memilih dan aku sudah mengetahuinya seperti saat ini, aku rela melepaskan rasa cintaku pada dia dan akan mencintaimu selamanya." Gumam Zoya seakan berat sekali menerima kenyataan bahwa saat ini Jimmy sudah pergi dan tidak bersama dengannya lagi.


" Kita berdua bisa hidup bersama selamanya Jim, aku tidak mengharapkan dia lagi, yang kuharapkan saat ini adalah kau Jim, kembalilah padaku, kembalilah, hiks,, hiks,," Tangis Zoya pecah ketika dirinya mengharapkan seseorang seperti Jimmy yang selalu ada untuknya disaat ia sendiri seperti ini.


" Aku merindukanmu Jim, aku merindukanmu, hiks,," Gumam Zoya yang memang benar ketakutan dan juga kesepian.


Biasanya hari-hari Zoya dipenuhi dengan canda tawa yang selalu dilakukan oleh Jimmy untuknya itu dan bahkan Jimmy sedang sibuk bekerja Zoya masih saja tetap mengganggunya dan Jimmy juga tidak pernah merasa disibukkan oleh Zoya yang sangat cerewet jika bersama dengannya itu.


Karena, sudah terlalu lama menangis dan juga Zoya merasakan begitu perih di bagian perutnya itu hingga akhirnya membuat Zoya kehilangan kesadarannya dalam ruangan ini. Penglihatan Zoya berkunang-kunang dan lambat laun penglihatan Zoya kabur hingga jatuh pingsan ke bawah lantai yang begitu dingin sekali itu.


Saat ini, Zavier bersama dengan pengawal kepercayaannya sudah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu markas milik Roserish di Australia ini. Dan, Zavier langsung meneliti siapa saja orang yang bekerjasama dengan grup mafia yang dicurigainya ini.


Karena, awalnya Zavier tidak tahu ini kelompok mafia siapa, sesaat Zavier tercengang melihat kejadian bahwa Jimmy kekasihnya Zoya telah berkorban demi melindungi Zoya saat mereka sedang menyerang tadi.


" Bukankah itu Jimmy,," Gumam Zavier di tempat persembunyiannya sambil melihat beberapa orang sedang membawa tubuh Jimmy yang berlumuran darah dan dimasukkan ke dalam mobil.


" Kenapa tubuhnya diangkat seperti itu, apakah nyawanya sudah melayang ?"Tanya Zavier dengan wajah penasaran.


" Benar, Tuan, karena, kelompok mafia ini telah melumpuhkan Jimmy dengan menembakkan peluru ke bagian punggungnya Jimmy," Jawab pengawal Zavier dengan menjelaskan keadaan saat dilihatnya tadi.


" Oh God, sepertinya kita harus tahu, sebenarnya ini kelompok mafia siapa,," Gumam Zavier sambil membuka semua alat pendeteksi miliknya.


" Menurut pendapat saya Tuan, apakah ini kelompok mafia Erwin Andricha ?" Tanya pengawal Zavier dengan wajah serius.


" Bukan, jelas sekali bukan, kelompok mafia Erwin Andricha semua sistem pendeteksiannya sudah di tanganku,," Jawab Zavier sambil membuka alat sistem pendeteksiannya.


" Sepertinya, ini kelompok mafia lain yang sengaja ingin mengacaukan misi Erwin dan juga My Dude Alberto,," Gumam Zavier sambil mengetik alat pendeteksiannya.


" Berarti kita terlambat mengetahuinya Tuan ?" Tanya pengawal itu lagi dengan wajah sedikit penasaran dan cemas.


" Kau benar, sepertinya akan terjadi peperangan besar antara kelompok mafia Alexandre dan kelompok mafia ini." Ucap Zavier sambil menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan dari pengawalnya itu.


" Jadi, kita harus bagaimana Tuan ?" Tanya pengawal itu kepada Zavier lagi.


" Kita harus segera mencari tahu tentang grup mafia ini, sebenarnya grup mafia mana, tidak mungkin grup mafia ini berasal dari negara Australia kemungkinan besar grup mafia ini adalah berasal dari negara Perancis juga,," Ucap Jimmy sambil mendeteksi secepatnya apa yang harus ia ketahui.


" Kau benar Tuan, maafkan saya jika pekerjaan saya teledor seperti saat ini,," Gumam pengawal kepercayaan Zavier.


" Kau tidak perlu meminta maaf, yang harus kita lakukan saat ini segera mencari tahu tentang siapa sebenarnya grup mafia yang telah berani mengacaukan misi Alberto." Gumam Zavier tetap fokus dengan alat pendeteksiannya.


Saat Zavier sedang melakukan pendeteksian terhadap kelompok mafia yang sedang diperiksakannya itu, tidak disangka Zavier melihat seseorang yang pernah ia temui sebelumnya, tapi, Zavier sedikit lupa, dimana pertemuannya itu dengan orang yang baru saja terlihat di tempat markas mafia ini.


" What ?" Gumam Zavier bingung dengan penglihatannya itu sendiri.


" Sepertinya aku pernah melihat orang ini tapi dimana ?" Tanya Zavier dengan wajah penasaran terhadap seseorang yang ia lihat dari alat pendeteksinya itu.


Dalam sekejap Zavier menutup matanya dan kembali mengingat wajah yang ada di sebuah alatnya itu. Dan, akhirnya Zavier bisa melihat siapa orang yang ada di dalam gambar tersebut yaitu manager yang pernah bekerja di sebuah tempat perhiasan miliknya Jimmy.


" Ooohhh Sh.it ternyata dia orang itu," Seru Zavier kesal dengan kelakuan manager itu saat bertemu dengannya.


Dan, ternyata manager itu merupakan pengkhianat besar yang tidak diketahui ileh Jimmy, Zavier berpikir apakah Jimmy bekerja sama dengan managernya itu untuk mendapatkan Zoya. Dan, dilihat dari aksinya ternyata tidak, memang jelas manager itu dengan sengaja melakukan suatu hal kebaikan untuk Jimmy supaya bisa berhasil mendapatkan Zoya putri dari Zalina.


" Damn it,, jika aku tahu dia orang yang pandai bersandiwara, saat itu juga aku langsung menembakkan peluru ini ke kepalanya,," Gumam Zavier mengingat suatu hal yang pernah terjadi padanya dulu.


" Jika aku tahu dia orang yang berkhianat saat itu juga aku seret dia ke markas,," Gumam Zavier lagi kesal dengan kelakuannya yang telah dikecoh oleh grup mafia Roserish.


Dan, Zavier berpikir apakah pria tua itu mengetahui dirinya disaat ia membeli sebuah anting untuk Zoya, karena, saat itu ia melakukan transaksi menggunakan black card namanya atau black card grup mafia Alexandre. Seketika, Zavier mengeluarkan kembali black card yang digunakannya saat melakukan transaksi di sebuah toko perhiasan miliknya Jimmy Jewelry.


Saat melihat Zavier sedang sibuk mengeluarkan semua black card yang ia miliki, Zavier juga menemukan nota pemberian anting di tokonya Jimmy. Dan, di dalam nota itu masih terlihat jelas bahwa kode black card tertera bahwa saat itu Zavier menggunakan black card yang sudah dikeluarkan dari grup mafia Alexandre.


" Oh sh.it pantas saja pria tua itu mencurigai aku,," Gumam Zavier saat teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu.


Dimana saat itu Zavier sedang melakukan transaksi pembelian perhiasan di Jimmy Jewelry saat Jimmy sendiri sedang meminta managernya untuk menyiapkan sebuah perhiasan khusus yang akan dihadiahkan kepada Zoya. Dan, dengan kesempatan itu juga Zavier mendapatkan sebuah rencana dalam misinya untuk selalu mengawasi pergerakan Zoya.


Tapi, ternyata tindakannya itu mengundang perhatian besar bagi kelompok mafia lainnya sehingga membuat manager itu langsung menceritakan suatu pembicaraan yang tidak dimengerti oleh Zavier. Tujuannya itu supaya Zavier berpikir keras dan melupakan misinya dalam melakukan tugasnya itu. Namun, karena, Zavier merupakan orang yang begitu jeli, walau bagaimanapun suatu halangan yang menerpa pastilah Zavier bisa untuk melawannya.


Karena, melihat Tuannya itu terlihat begitu kesal sekali saat mengeluarkan semua black card yang ada dalam dompetnya itu membuat pengawalnya Zavier bertanya heran kepada kelakuan Zavier yang terlihat sedang kelabakan itu.


" Ada apa, Tuan ?" Tanya pengawal Zavier dengan raut wajah yang begitu penasaran.


" Langkah kita sepertinya sudah diketahui oleh kelompok mafia ini, sehingga dengan mudahnya mereka mengacaukan tugas yang akan diberikan oleh Alberto kepadaku," Jawab Zavier sambil menyimpan kembali semua barang yang sudah dikeluarkannya itu.


" Baik, jika kalian ingin bermain denganku, aku akan melayani kalian semua,," Gumam Zavier begitu marah pada kelompok mafia di hadapannya ini.


" Tapi, Tuan kita hanya berdua dan kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi lawan kita ini,," Ucap pengawal Zavier yang masih memberikan sebuah peringatan kepada Zavier.


" Heh!? kau benar, tenang saja, kita tidak akan sendiri dan aku akan membuat pertunjukan yang bagus dalam melakukan misi ini,," Gumam Zavier sambil tersenyum senang ketika pikirannya itu berhasil mendapatkan suatu ide untuk menghancurkan sistem keamanan mafia yang telah mengacaukan rencananya ini.


" Aku sudah lama tidak berperang, baiklah, aku akan melayani kalian semua untuk berperang, bukan aku yang meminta peperangan ini, tapi kalian sendiri yang meminta semuanya." Gumam Zavier dengan senyuman indah di wajahnya.


Karena, sudah lama tidak melakukan suatu tindakan seperti peperangan antar mafia, hal ini membuat Zavier menjadikan suatu alasan baginya agar bisa diizinkan oleh Alberto untuk melakukan pekerjaannya ini. Memang selama ini Alberto melarang Zavier untuk turun dalam arena permainan, tapi, kali ini Alberto harus wajib untuk mengizinkannya.


Dan, ketika hal ini diketahui oleh Axeloe maka, Axeloe sendiri tidak akan tinggal diam untuk mengikuti permainan yang sedang dilakukan oleh Zavier saat ini. Karena, bagi Axeloe membunuh semua pengkhianat dan juga musuh adalah suatu hal yang paling mengasyikkan dalam hidupnya. Melihat dar.ah segar yang mengalir dari tubuh para musuh merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi Axeloe.


Dengan segera Zavier memberikan perintah kepada pengawalnya untuk menghubungi semua anak buah klan Zavier yang sudah dilatih oleh Zavier tanpa campur tangan dari kedisiplinan Alberto untuk segera pergi ke Australia saat ini juga.


" Segera panggil semua klan Zavier yang ada di Perancis dan di Australia ini, kita akan melakukan sebuah penyerangan besar terhadap kelompok mafia kecil ini,," Ucap Zavier kepada pengawalnya itu.


" Baik Tuan, tapi, apakah kita harus menghubungi Tuan Besar Alberto terlebih dahulu, supaya dia tidak salah sangka terhadap Tuan," Ucap pengawal Zavier kepada Zavier hingga membuat Zavier sendiri tertawa di dalam mobilnya ini.


" Hahahaha, salah sangka, Alberto bukan orang seperti itu, dia memang tidak pernah menginginkan sebuah peperangan antara klan mafia." Gumam Zavier seketika tertawa mendengar ucapan pengawalnya itu terhadap Alberto.


" Tapi, dia merupakan seseorang yang tidak bisa tertandingi akan kepintaran strateginya itu." Ucap Zavier lagi yang menyambungkan pembicaraannya.


" Oleh sebab itu My Dude Alberto yang tidak pernah memperdulikan seorang wanita tetap diyakini sampai saat ini mampu memimpin semua pasukan mafia dunia dan tidak ada yang bisa menandinginya." Ucap Zavier tidak sengaja mencibir temannya sendiri itu tentang hal percintaan.


" Oh baik Tuan, saya mengerti, maaf jika saya telah salah berkata,," Ucap pengawal itu kepada Zavier.


" Heh!! tidak apa-apa, kau sudah benar, karena, telah mengingatkanku untuk segera melaporkan hal ini kepada Alberto." Ucap Zavier sambil tersenyum melihat alat pendeteksinya kembali.


Begitu mendengar ucapan Zavier yang tidak sengaja membanggakan kehebatan temannya itu, dengan segera pengawal itupun langsung menghubungi semua klan mafia yang ada di negara Australia ini serta di Perancis juga. Tidak luput dari konsentrasinya Zavier sendiri masih tetap fokus dengan alat pendeteksinya itu, karena, ia harus segera mendapatkan kelompok mafia siapa yang akan dihadapinya ini.


Selang beberapa menit, hasil pendeteksian yang dilakukan oleh Zavier berhasil, itulah kehebatan Zavier begitu mudah mendapatkan sebuah informasi yang diinginkannya hanya dengan satu kali dalam satu menit. Begitu cepat, begitu handal serta begitu pintar sekali dalam melakukan suatu pengecekan data terhadap apapun yang ingin dicapainya.


Saat mendapatkan sebuah informasi dari kelompok mafia yang akan dihadapinya ini, betapa terkejutnya Zavier dengan kelompok mafia yang telah berani bermain di belakang Alberto temannya itu. Kelompok mafia yang selama ini memiliki ikatan erat terhadap kerja sama dengan perusahaan dan juga kelompok mafia Alexandre. Dan, dibalik itu semua ternyata dengan beraninya mereka bermain di belakang Alberto saat ini.


Sambil menaikkan salah satu mata dan alisnya, Zavier tersenyum senang ketika mengetahui kebenaran informasi data dari kelompok mafia yang akan menjadi lawan perangnya itu.


" Ooohh, ternyata kelompok kadal mafia Roserish,," Gumam Zavier dengan nada suara yang begitu lembut bagaikan bunga indah mengalir di sebuah telaga jernih.


" Heh!! berani-beraninya mereka bermain di belakang kau Dude," Ucap Zavier lagi dengan wajah penuh senyuman.


" Oke, kita tidak perlu menggunakan banyak orang untuk menyelesaikan misi ini, cukup aku, Axeloe, Samuel dan Daniel yang akan menyelesaikan ini semua,," Ucap Zavier lagi dengan senyuman indahnya.


Karena, merasa sudah mengetahui kekuatan dari kelompok mafia yang akan menjadi lawannya itu dengan penuh semangat Zavier langsung memikirkan suatu strategi yang akan dilakukannya itu.


****