
Saat Zoya keluar dari kamar mandi melihat keadaan di kamarnya, sudah dalam keadaan yang remang-remang, namun terlihat indah membuat Zoya tersenyum simpul atas kelakuan Jimmy yang telah mempersiapkan semuanya.
" Heemmm,, sepertinya Jimmy sudah mempersiapkan semuanya,," Bilang Zoya yang tersenyum simpul melihat kelakuan Jimmy yang telah mempersiapkan semuanya.
Zoya melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju arah tempat tidur dimana Jimmy berada. Disaat Zoya menuju tempat tidurnya, dia melihat air putih yang telah disiapkan dirinya siang tadi tinggal sedikit lagi, sepertinya Jimmy yang menghabiskan air putihnya itu.
" Siapa yang menghabiskan air putihku,," Ucap Zoya dalam hati sambil melihat air yang ada di dalam teko kristal tinggal sedikit.
" Heemmm,, pasti Jimmy, siapa lagi kalau bukan dia,," Gumam Zoya yang melirik ke arah Jimmy.
Karena, merasa belum yakin dan percaya dengan tindakan Jimmy saat ini, sehingga membuat Zoya bertanya kepada Jimmy, apakah Jimmy yang menghabiskan air putihnya itu.
" Jim,," Panggil Zoya terhadap Jimmy.
Jimmy yang sedikit tertidur itu, terbangun karena sapaan dari Zoya.
" Ada apa,, Baby,," Tanya Jimmy dengan suaranya yang sedikit berat.
" Jimmy, yang menghabiskan air minum ku,," Ucap Zoya yang bertanya kepada Jimmy.
Jimmy yang matanya sedikit berat itu, mengangguk dan menjawab semua pertanyaan Zoya.
" Heemmm,, yeah Baby,," Jawab Jimmy yang segera bangun dan menarik tubuh Zoya.
" Eeemmm,, dasar nakal,," Ucap Zoya yang menerima Jimmy saat menarik tubuhnya.
Zoya yakin bahwa Jimmy yang meminum air putih miliknya, oleh sebab itu Zoya tersenyum saat tubuhnya ditarik oleh Jimmy, karena, Zoya tahu pasti Jimmy menginginkan tubuhnya untuk bermain dengan tubuh Jimmy saat ini. Dengan penuh gairah Zoya naik ke atas tubuh Jimmy, dan menciumi bibir Jimmy, Jimmy begitu suka atas keagresifan dari Zoya yang memilih berada di atas untuk mendominasi permainan mereka saat ini.
" Aaakkkhh,, Baby,," Ucap Jimmy yang mende-sah saat Zoya menji-lat lembut bagian lehernya.
" Heemmm,, mende-sahlah Jim, karena kau menyukainya bukan,," Bilang Zoya dengan suara lembutnya mengalun-ngalun di telinga Jimmy.
Zoya sungguh pandai dalam mendominasi percintaan mereka saat ini, sehingga membuat Jimmy selalu mende-sah dan membuat Zoya tersenyum atas desa-han yang keluar dari mulut Jimmy. Zoya yakin bahwa saat ini tubuh Jimmy yang berada di bawah tubuhnya itu telah merasakan buaian keindahan dari tubuhnya.
" Aakkhhh,, Baby," Ucap Jimmy lagi yang tidak henti-hentinya untuk selalu mende-sah atas perilaku Zoya yang menyapu lembut bagian lehernya itu.
Zoya sangat pandai sekali dalam memainkan adegan panas di atas tempat tidur seperti saat ini. Bagi Zoya cukup sebentar saja dirinya mendominasi percintaan ini, sudah membuat Jimmy mende-sah, meleng-uh bernafas tidak karuan, sehingga Zoya tersenyum puas melihat kondisi Jimmy yang merasa sangat puas atas pelayanannya itu.
Karena, mendengar desa-han Jimmy yang semakin menjadi membuat Zoya masih konsentrasi untuk berada di atas tubuh Jimmy saat ini. Lidah Zoya masih saja bermain-main indah di bagian leher Jimmy, menge-cup lembut leher Jimmy hingga memberi tanda merah atas kecu-pan yang telah diberikannya itu, lalu, Zoya menggigit kecil bagian leher Jimmy sehingga memberi tanda bekas gigi Zoya, walaupun Jimmy merasa sedikit perih tapi masih saja Jimmy mende-sah seperti orang yang merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara.
" Ooohhh yes, Baby,," Ucap Jimmy lagi disaat Zoya yang menggigit lembut bagian lehernya.
" Heeemmm,, apakah sakit Jim,," Tanya Zoya kepada Jimmy yang mende-sah saat dirinya sedikit menggigit leher Jimmy dengan penuh kelembutan tetapi memiliki tanda bekas dirinya.
" No Baby,, it's Very, Very, Nik-maaattt,," Ucap Jimmy yang mengangguk senang saat Zoya bertanya kepadanya apakah terasa sakit gigitannya itu.
Zoya memang sengaja memberikan semua tanda merah di tubuh Jimmy, karena, Zoya tahu apabila di semua tubuh Jimmy telah diberi tanda merah darinya itu, keesokan paginya Jimmy akan merasa puas atas servis yang telah dilakukannya itu.
Setelah cukup banyak tanda kemerahan di bagian leher Jimmy, barulah Zoya beralih ke bagian dada bidang Jimmy.
Uuuuhhhhhhh,, sebenarnya dada Jimmy itu menggairahkan sekali saat dilihat, karena, ada roti sobeknya di bagian perut dan di bagian dadanya itu membuat semua perempuan bergelora untuk menempelkan kepala di bagian dadanya itu (bersandar tempat wanita yang sedang menangis 😆✌️).
Zoya selalu tersenyum saat melihat keindahan dada bidang milik Jimmy ini, karena, Zoya juga mengagumi keindahan dari dada Jimmy ini begitu menarik dan begitu membuat dirinya terperdaya. Dengan sapuan lembut dari lidahnya itu lagi-lagi Zoya memberikan sensasi indah dan menggelegar pada tubuh Jimmy saat ini.
" Uuuummmm,, Baby,, terus honey,," Ucap Jimmy yang mende-sah dan sangat terdengar jelas oleh Zoya.
Karena, keahlian yang dimiliki oleh Zoya itu, membuat Jimmy terbuai indah bagaikan terbang ke angkasa tinggi dan bermain dengan indahnya awan-awan putih di langit. Jimmy lagi-lagi mende-sah membuat kepuasan tersendiri bagi Zoya yang telah melakukan servis lidah terbaik untuk Jimmy.
Zoya tersenyum saat Jimmy yang menyebutkan dirinya untuk terus dan terus melakukan ini pada Jimmy. Dengan sapuan lembut dari lidahnya itu Zoya menge-cap bermain lidah dan menghi-sap dada Jimmy memberikan tanda kemerahan disana. Cukup banyak sekali tanda merah yang diberikan oleh Zoya disana, sehingga apabila Jimmy melihatnya besok kemungkinan besar Jimmy akan tertawa senang dan pasti berkata.
" Ooohhh,, Baby you are so smart, you are so hot, you are so sexy,," Ucap Zoya dalam hati sambil tersenyum melihat Jimmy yang menger-ang keenakan merasakan sapuan lembut dari lidahnya itu.
Setelah puas bermain di atas dada bidang Jimmy barulah Zoya menuruni tubuh Jimmy dan bermain ke atas perut Jimmy yang terbentuk sekali roti sobek enam bagian bisa dibagi dan dioleskan dengan selai strawberry 😁 Roti kali dioles. Di bagian perut Jimmy itu barulah Zoya menji-lat ji-lat lembut perutnya Jimmy memberikan sensasi indah dalam pikiran Jimmy saat ini.
Dan lagi-lagi tiada hentinya Jimmy bersuara penuh kenikmatan atas permainan Zoya yang melakukan sentuhan keindahan di atas tubuhnya ini.
Zoya tersenyum puas melihat Jimmy yang bersuara tapi menutup matanya. Tidak lupa di bagian adek kecil inti bawah milik Jimmy, disitulah Zoya harus memberikan kenikmatan yang tiada tara dan selalu teringat oleh Jimmy bahwa servis darinya begitu memukau dan memuaskan Jimmy.
" Ok, Jimm,, boleh aku lanjutkan,," Tanya Zoya sedikit menaikkan kepalanya dan melihat wajah Jimmy saat ini.
Zoya melihat bahwa Jimmy masih menutup matanya merasakan keindahan yang dilakukan Zoya pada tubuhnya itu. Karena, mendengar perkataan Zoya yang bertanya pada dirinya itu, Jimmy hanya bisa bersuara dan mengangguk menyetujui apapun yang dilakukan Zoya pada tubuhnya. Karena, Jimmy telah terbang melayang ke udara mendapatkan buaian dan sentuhan dari perempuan ahli seperti Zoya.
" Yes Baby,, lakukan apapun yang kau inginkan,," Ucap Jimmy yang membuat Zoya semakin menambah senyumannya.
Karena, mendengar persetujuan dari Jimmy, akhirnya Zoya dengan beraninya membuka celana Jimmy dan terlihatlah adek kecil milik Jimmy yang sudah menegang lama bagaikan batang bambu yang berdiri sempurna dengan keahlian yang sungguh pandai darinya itu, Zoya memainkan adek kecil itu menggunakan tangannya dan memberikan sentuhan lembut sehingga membuat cairan yang telah lama dipendam akhirnya keluar sedikit demi sedikit.
" Eeemmmm,, Jim,, Aaakkkhh,," Suara Zoya yang mengalun sempurna di telinga Jimmy menambah kenikmatan yang tiada tara bagi Jimmy.
Dengan diimbangi oleh suara lembut Zoya yang mengalun indah di telinga Jimmy membuat Jimmy semakin terbuai atas tingkah laku Zoya yang memainkan adek kecilnya itu. Padahal sebenarnya Zoya hanya memainkan adek kecil itu menggunakan tangannya bukan mulutnya. Dengan menggunakan tangan saja Jimmy sudah menggelinjang sempurna merasakan kenikmatan yang tiada tara apalagi apabila adek kecil itu masuk dan bermain-main di dalam sana.
Pastinya memberikan kepuasan yang lebih maksimal lagi untuk Jimmy. Karena, merasakan kepuasan yang tiada tara yang belum sampai puncaknya akhirnya Jimmy membalikkan tubuhnya Zoya yang sedari tadi mendominasi di atas dan sekarang berpindah ke bawah tubuh Jimmy.
" Aaakkkhh,," Suara Zoya terkesiap ketika Jimmy yang membalikkan tubuhnya itu berpindah posisi ke bagian bawah.
Jimmy sedikit membuka matanya dan sangat terlihat sekali bahwa Jimmy telah terbuai dengan tubuh Zoya. Di dalam pikiran Jimmy saat ini adalah kepuasan puncak kenikmatan yang tiada tara harus segera disalurkannya. Karena, Jimmy sudah tidak bisa lagi menahan rasa nikmat, sakit, stress, dan juga kepuasan yang telah cukup lama ditampungnya itu.
" Aaakkkhh, Jimm,," Ucap Zoya yang masih konsentrasi atas perlakuan Jimmy ini.
Jimmy semakin bergelora untuk menge-cup lembut leher Zoya dan memberikan tanda merah di leher indah itu, Karena, melihat tubuh Zoya yang halus dan mulus seakan kapas putih yang begitu indah membuat lidah Jimmy tidak henti-hentinya menyapu inci demi inci kulit tubuh Zoya ini.
" Aaakkkhh,, Jimm,," Suara desa-han lembut Zoya yang menambah kepuasan dan kenikmatan bagi Jimmy untuk segera membuka semua baju Zoya.
Sambil menji-lat lembut bibir Zoya dan masih menautkan bibir mereka dengan cepat juga Jimmy mencari-cari sesuatu di balik tubuh Zoya, Zoya yang mengerti akan suatu hal yang dicari Jimmy itu sedikit mengangkat tubuhnya dan sikap Zoya seperti itu membuat Jimmy semakin suka dan cepat untuk segera membuka baju penutup bagian dada Zoya.
Terbukalah bagian dada Zoya saat ini, sehingga hanya terlihat dua puncak gunung yang begitu indah dengan sebuah butiran kecil di puncak gunung itu berwarna pink cerah membuat mata Jimmy nanar melihat kedua butiran tersebut. Dengan cepat Jimmy menghisap butiran kecil berwarna pink itu membuat Zoya mende-sah dan menger-ang.
" Aaaakkhhh,, Jim,, No,," Ucap Zoya saat butiran di atas puncak gunungnya itu dihisap oleh Jimmy.
Karena, merasa mendengarkan suara lenguhan kenikmatan dari Zoya, Jimmy semakin bergelora untuk melakukannya di atas tubuh Zoya ini. Jimmy tersenyum senang saat melihat keindahan tubuh Zoya yang juga merasakan kenikmatan darinya itu.
" Eeehhhmmm,, Baby,, apakah indah ?" Tanya Jimmy yang kembali naik ke atas dan segera mengunci tubuh Zoya.
Zoya mengangguk, membuka matanya dan menatap wajah Jimmy yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya. Napas Zoya sangat terlihat seperti orang yang bernapas tidak teratur, membuat dada Zoya naik turun menambah keindahan penampilan tubuh Zoya saat ini. Karena, Zoya bernapas seperti itu, Jimmy segera mengambil bibir Zoya dan menautkan bibir mereka, Zoya sengaja berlama-lama untuk menautkan bibirnya dengan bibir Jimmy, sebelum Jimmy bermain-main di bagian inti miliknya itu.
Zoya sangat pandai menahan kepala Jimmy untuk tetap menciumi bibirnya itu. Zoya juga sangat pandai menge-cap dan membelit lidah Jimmy dengan lidahnya itu. Membuat Jimmy suka atas sikap agresif Zoya bermain dengan bibirnya itu. Sambil menahan kepala Jimmy untuk tidak lari dari kepalanya itu, tangan Zoya yang satunya lagi bermain indah di bagian inti Jimmy sehingga membuat Jimmy melepaskan ciumannya itu, karena, Jimmy telah melepaskan ciumannya itu dengan cepat Zoya menekan punggung Jimmy agar Jimmy merasa bahwa adek kecilnya itu masuk ke dalam bagian inti milik Zoya. Tapi, karena pintarnya tangan Zoya membuat Jimmy sesaat merasa puas dan dalam seketika Jimmy menge-jang dan menge-rang sempurna.
" Aaakkkhh, Baby, Akkkhhh Baby,, Yesssss,," Suara desa-han Jimmy yang terdengar oleh Zoya.
Zoya tersenyum saat perutnya terasa panas bahwa Jimmy saat ini telah mengeluarkan cairan sempurna yang membuat dirinya dari tadi ingin mencapai puncak kenikmatan dan saat ini puncak kenikmatan dari tubuh Jimmy sendiri telah tercapai.
" Thank you Baby,," Ucap Jimmy terakhir sebelum menutup matanya karena tertidur.
Zoya tersenyum lega melihat Jimmy yang merasa puas dan telah tertidur pulas di atas tubuhnya itu. Membuat Zoya membiarkan tubuh Jimmy memeluk tubuhnya seperti saat ini. Memang terasa sesak dan berat sekali ditindih oleh tubuh besar seperti tubuh Jimmy ini. Tapi, hal ini dibiarkan saja oleh Zoya, karena, Zoya ingin memberikan kepuasan pada Jimmy saat mereka bangun pagi esok.
" Heeemmm,, Jimmy sayang, mudah sekali kamu tertidur,," Ucap Zoya melihat Jimmy yang telah tertidur pulas di atas tubuhnya itu.
" Baiklah, Jimm, akan kubiarkan kau tidur menindih tubuhku seperti ini, asal kau senang saat kau terbangun nanti,," Ucap Zoya lagi yang tersenyum melihat keadaan Jimmy bisa tertidur pulas di atas tubuhnya.
" Walaupun aku terasa sangat sesak, tapi ini semua kulakukan demi kebaikan dirimu, Jimm, aku akan memberikan yang terbaik untukmu, karena, kau laki-laki yang baik bagi diriku,," Bilang Zoya yang berbisik lembut tepat di telinga Jimmy.
Jimmy sama sekali tidak mendengarkan ucapan Zoya saat ini, karena, sangat terlihat sekali dari suara napas Jimmy yang menarik napasnya dengan normal. Bagi Jimmy saat ini adalah terbuai indah di alam mimpi bersama sang kekasih bidadari miliknya yaitu Zoya.
" Maafkan aku Jim, aku bukan wanita terbaik untuk dirimu,," Ucap Zoya yang merasa bahwa dirinya bukanlah wanita terbaik untuk laki-laki seperti Jimmy.
" Baiklah kita akan tidur bersama, aku akan menemanimu di alam mimpimu Jim,," Ucap Zoya yang mengecup puncak kepala Jimmy.
Zoya merasa kasihan pada Jimmy dan selama Zoya tinggal bersama Jimmy baru kali ini Zoya menciumi puncak kepala Jimmy. Karena, Jimmy merupakan laki-laki sempurna yang begitu baik pada dirinya.
****