
Sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan yang berada di tempat lainnya dan cukup jauh dari ruangan penahanan Zoya. Wanita bertopeng itu cukup puas ketika mendengarkan suara teriakan histeris dari Zoya, karena, ia telah berhasil menghancurkan kehidupan Zoya saat ini.
" Akhirnya, aku berhasil membuat hidupnya hancur." Ucap wanita bertopeng itu sambil tersenyum puas.
" Dan, aku ingin lihat bagaimana keadaan Zoya setelah hidupnya dihancurkan olehku,," Ucap wanita itu lagi dengan suara hentakan langkah kaki yang begitu terdengar jelas.
Saat ini memang terdengar suara teriakan Zoya begitu histeris, karena, wanita bertopeng itu berpikir bahwa rencananya telah berhasil menghancurkan kehidupan Zoya.
Sedangkan di dalam ruangan penahanannya Zoya, memang semua para pengawal telah mendekati tubuh Zoya. Namun, ketika salah satu pengawal melakukan keke.rasan kepada Zoya seperti halnya saat ini semua pengawal itu berebut untuk saling membuka dan mengoyakkan pakaiannya Zoya. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh semua para pengawal dikarenakan adanya tembakan bius yang dilakukan oleh pengawal pribadi rahasia dari sahabatnya Alberto sendiri.
" Aaaahhhhh jangan, aku mohon,," Teriak Zoya histeris ketakutan ketika bajunya satu persatu disobek oleh semua para pengawal.
" Diam, jika kau tidak menurut, maka kami semua akan memperlakukannya dengan kasar,," Bentak pengawal itu dengan sengaja menyobek baju Zoya.
" Jangan aku mohon, jangan,," Ucap Zoya memohon sambil menangis sesenggukan.
Namun, para pengawal itu sama sekali tidak menghiraukan ucapan Zoya yang meminta belas kasihnya itu, malah ia semakin senang dan bersemangat untuk melanjutkan aktivitas yang akan dilakukannya secara beramai-ramai. Ketika para pengawal itu satu persatu menyobek semua pakaian Zoya, satu persatu juga para pengawal itu kena sasaran tembak yang dilakukan oleh pengawal pribadi rahasia sahabat Alberto.
JLEEPP !!
Bunyi tembakan bius yang dilakukan oleh pengawal rahasia di dalam tempat persembunyiannya.
" Oke kena satu,, lanjut,," Gumam pengawal itu sambil tersenyum dan mengulangi perbuatannya itu.
Dengan bidikan sasaran yang tepat, walaupun dalam keadaan ruangan yang gelap, hal itu sama sekalitidak membuat pengawal yang sedang bersembunyi untuk tidak bisa melakukan tindakannya, malah semakin menguatkan tekadnya untuk melakukan aktivitasnya itu.
JLEEPP !!
" Kena lagi bagus," Ucap pengawal itu kembali ketika sudah banyak para pengawal yang terkena akan tembakan bius yang dilakukannya itu.
Sambil tersenyum senang, pengawal rahasia itu membidik sasarannya satu persatu dan tepat sekali mengenai para pengawal yang berada di bagian belakang. Walaupun pemimpin pengawal itu berhasil membuka salah satu pakaian Zoya bagian luar dan saat ini hanya terlihat kain penutup bagian kembar milik Zoya yang masih terlihat kencang itu membuat mata sang pemimpin nanar ketika melihatnya.
" Waaaahhh ternyata tubuhnya masih terjaga dengan sempurna,," Gumam pemimpin pengawal itu sambil menelan salivanya ketika melihat bagian tubuh Zoya yang di atas sudah terbuka.
" Hahaha, berarti ucapan semua para pria Perancis benar, ternyata tubuh wanita ini memang harus dilahap habis oleh kita semua,," Gumam wakil pemimpin pengawal itu sambil tertawa senang ketika ikut melihat tubuh Zoya yang terbuka.
Dan, mereka berdua tidak menyadari bahwa sebenarnya semua para pengawal yang ada di belakang tubuh mereka sudah tumbang satu persatu oleh pengawal rahasia yang sedang bersembunyi itu.
" Hahahaha, kau benar, saat ini aku harus yang pertama untuk mencoba kehangatan tubuhnya baru setelah aku puas kau lanjutkan,," Ucap pria pengawal itu menatap wajah Zoya dengan tatapan nafsu.
" Baik, Tuan karena, kau adalah pemimpin dari kami semua,," Gumam wakil pengawal itu sambil menoleh ke belakang dan langsung ditembak bius oleh pengawal rahasia itu.
Ketika dua pengawal ini sedang asyik-asyiknya menertawakan diri Zoya yang sedang menangisi dirinya sendiri itu dengan mudahnya pengawal rahasia yang sedang bersembunyi itu menembakkan senjata bius pada tubuhnya masing-masing dengan jarak yang begitu dekat.
" Kau benar,," Ucap pemimpin pengawal itu yang ikut menoleh ke arah belakangnya dan tercengang ketika melihat keadaan ruangan.
Betapa terkejutnya pemimpin pengawal itu ketika melihat pemandangan ruangan penahanan Zoya ini yang awalnya begitu banyak para pengawal anak buahnya, tapi saat ini matanya tercengang ketika melihat keadaan ruangan yang begitu membuatnya terkejut.
" Apa ?" Seru pengawal itu ketika melihat keadaan di belakangnya sudah tidak ada lagi siapapun.
Karena, dimana semua pengawal sudah tidak ada lagi di dalam ruangan itu. Ternyata pengawal pribadi sahabat Alberto itu sengaja menembakkan bius kepada semua pengawal dan satu persatu pengawal itu sengaja diikatkan dan diletakkan ke sebuah ruangan yang begitu sempit, hingga membuat pemimpin pengawal ini pastinya sangat terkejut sekali.
" Hahahaha, beres, tinggal satu pengawal lagi, yang harus aku lenyapkan di muka bumi ini, karena, tindakannya begitu buruk,," Gumam pengawal rahasia itu sambil tersenyum senang karena telah berhasil menyelesaikan semua pekerjaannya dalam membius dan mengikat semua para pengawal ini.
Setelah selesai, melakukan pekerjaannya itu barulah pengawal rahasia itu keluar dari ruangan kecil dimana tempat keberadaan Jimmy sebelum dikeluarkan dari ruangan itu. Di dalam pikiran pengawal rahasia itu, walaupun ia tidak membunuh semua pengawal yang ada di dalam ruangan ini setidaknya jika semua pengawal itu tersadar, maka kondisi tubuhnya tidak akan bisa pulih normal seperti biasanya lagi.
" Hahahaha, setidaknya aku masih berhati baik, karena, aku tidak membunuh mereka,," Gumam pengawal rahasia itu sambil tersenyum.
" Dan, jika kalian semua bangun, serta akan berperang malam nanti atau esok, tubuh kalian tidak akan kembali normal seperti biasanya lagi, hehehehe, sungguh obat yang luar biasa,," Ucap pengawal itu lagi sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
Tentunya pengawal rahasia ini merasa puas karena, sudah melakukan tindakannya itu, yang berhasil melumpuhkan semua pengawal yang memiliki pikiran buruk terhadap majikannya Zoya. Dan, suatu hal yang membuat dirinya merasa puas adalah melakukan semua pekerjaannya itu tanpa harus menggunakan kekerasan serta pertumpahan darah dalam melakukan penyerangan seperti ini.
Sungguh pikiran yang begitu besar sehingga dapat melakukan sebuah rencana dengan benar. Sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang terasa sempit itu, pengawal rahasia itu mengendap melihat respon pemimpin pengawal itu yang sedang bingung mencari keberadaan semua anak buahnya secara tidak langsung telah menghilang dari pandangannya itu.
" " Siapa kau, siapa yang telah berani bermain denganku,," Ucap pemimpin pengawal itu sambil memegang pistol untuk berantisipasi melindungi dirinya.
" Hahahaha dia tidak tahu kalau aku yang sedang bermain-main dengannya,," Gumam pengawal rahasia itu sengaja menodongkan pistol biusnya ke arah pengawal itu.
Saat ini Zoya sedang menangis sesenggukan karena, merasakan tubuhnya sebentar lagi akan dinod.ai oleh banyak pria yang tidak tahu darimana asal usulnya. Seketika terkejut mendengar ucapan pengawal yang telah kasar menyobek bajunya itu sambil menodongkan pistol ke asal arah.
" Keluar kau, jangan sembunyi dariku,," Teriak orang itu lagi hingga membuat pengawal rahasia itu keluar dari tempat persembunyiannya.
" Baiklah, aku akan keluar, jika kau telah bersedia untuk bermain denganku dalam keadaan seperti ini,," Gumam pengawal rahasia itu dengan segera melangkahkan kakinya keluar.
Karena, merasa diberikan tantangan dengan beraninya pengawal rahasia itu melangkahkan kakinya keluar dari tempat persembunyiannya itu. Dengan gagah perkasa iapun menampakkan wajahnya berhadapan langsung dengan pemimpin pengawal yang memang selalu berlawanan arah dengan pendapatnya itu.
" Kau !" Seru pengawal itu kaget ketika melihat seorang pria yang tingkatan jabatannya di klan mafia Roserish ini lebih tinggi.
" Heh!! ya memang aku,," Jawab pengawal rahasia itu sambil menaikkan ujung bibirnya seolah mengejek orang yang ada di hadapannya itu.
" Kenapa kau berani melakukan ini, dimana anak buahku ?" Tanya pengawal itu sambil menodongkan pistol kepada pengawal rahasia itu.
" Shhhuuuttt, santai, turunkan pistol yang kau gunakan itu atau,," Ucap pengawal rahasia itu terhadap pengawal yang ada di hadapannya itu.
Karena, merasa bahwa ucapan seorang pria pengawal rahasia yang ada di hadapannya ini sungguh membuat dirinya merasa direndahkan dengan sekali tarikan pelatuk pistol itupun langsung mengeluarkan sebuah peluru yang tertembak ke arah lain karena, pengawal itu tidak terlalu fokus dalam membidik.
DOORRRR !!
Suara tembakan yang terdengar dari ruangan penahanan Zoya itu yang sengaja dilakukan oleh pengawal suruhan pengintai wanita untuk menyiksa kehidupan Zoya. Tak disangka pelurunya melesat ke arah lain dan mengenai wakil dirinya sendiri yang sengaja diletakkan oleh pengawal rahasia itu dibalik tubuhnya.
" Aaahhh, Tuan kenapa kau menembakku,," Ucap wakil pengawal yang tertembak di bagian dadanya sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Betapa terkejutnya pengawal itu ketika ia melakukan tembakan yang salah akan sasarannya itu. Sehingga ia langsung melakukan penembakan lagi terhadap pengawal rahasia dan dengan gerakan cepat pengawal rahasia itu terlebih dahulu menembakkan pistol asli mengenai dada pengawal itu dan pistol yang ada di tangannya itu terlepas dengan sendirinya.
DOOORRR !!
Suara tembakan yang saling bersahutan di dalam ruangan penahanan Zoya. Sambil tersenyum senang karena, telah berhasil melumpuhkan pemimpin pengawal yang buruk ini. Dengan segera pengawal rahasia itu melangkahkan kakinya mendekati pemimpin pengawal yang telah terduduk lemas di atas lantai sambil memegangi dadanya sendiri.
" Heh!! kau telah berani bermain denganku, hah!!" Ucap pengawal rahasia itu sambil menginjakkan dada bekas tembakan pemimpin pengawal itu yang tersungkur di atas lantai.
" Ti, ti, tidak Tuan, maafkan aku, tolong lepaskan aku,," Ucap pemimpin pengawal yang sudah terbaring lemah di atas lantai.
" Heh!! karena kau memiliki pikiran yang buruk terhadap tahanan, oleh sebab itu aku harus melumpuhkan kau sekarang juga,," Ucap pengawal rahasia itu sambil memberikan sebuah tembakan bius terhadap pemimpin pengawal ini.
" Tidak Tuan jangan, apa yang akan Tuan lakukan ?" Tanya pengawal itu sambil menahan rasa sakit di dadanya.
" Heh!! cara ini adalah cara yang terbaik untuk kau yang selalu melakukan tindakan sekehendaknya saja,," Ucap pengawal rahasia itu sambil tersenyum sinis dan menodongkan pistol bius terhadap pemimpin pengawal itu.
" Tidak Tuan, jangan,," Teriak pemimpin pengawal itu ketika ditodongkan sebuah pistol bius di hadapannya.
JLEEPP!!
Suara tembakan pistol bius yang terdengar oleh Zoya hingga membuat Zoya terkejut ketika melihat keadaan pemimpin pengawal itu yang tertembak dan langsung tidak sadarkan diri.
" Selamat tinggal," Ucap pengawal rahasia setelah menembakkan pistol bius kepada pemimpin pengawal yang ada di bawah injakan kakinya itu.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya itu, sambil tersenyum senang, pengawal rahasia itu sengaja melangkahkan tubuh pemimpin pengawal yang sudah tergolek lemah di atas lantai dan segera mendekati Zoya.
" Jangan takut Nyonya, Nyonya tidak apa-apa ?" Tanya pengawal rahasia itu kepada Zoya.
Sangat wajar sekali jika pengawal rahasia itu bertanya tentang keadaan diri Zoya yang terlihat begitu semrawut dan tidak jelas lagi akan wajahnya itu. Karena, tubuh Zoya sendiri sudah banyak luka yang timbul serta luka lebam di wajahnya itu begitu jelas sekali terlihat. Oleh sebab itu, pengawal rahasia ini segera mendekati tubuh Zoya dan dengan sengaja mengeluarkan sebuah pakaian kaos dari dalam jaketnya itu.
" Nyonya, Nyonya jangan takut, karena, ada saya,," Ucap pengawal rahasia itu terhadap Zoya.
" Hiks, hiks, hiks, terima kasih,," Gumam Zoya sambil membuka wajahnya yang terlihat lebam itu.
Betapa terkejutnya pengawal rahasia itu ketika melihat dengan jelas wajah Zoya yang lebam dan bengkak. Sambil memberikan sebuah benda yang bisa mengobati luka lebam di wajah Zoya itu, pengawal rahasia itu segera bertanya siapa yang telah berani melakukan itu kepada majikannya ini.
" Oh God, ternyata aku terlambat, siapa yang telah melakukan ini Nyonya ?" Tanya pengawal rahasia itu kepada Zoya.
" Aku tidak apa-apa, terima kasih, karena, kau selalu menolongku,," Ucap Zoya sambil mengenakan pakaian dan menempelkan semua benda yang berbau obat di wajahnya itu.
" Heemm, Nyonya memang ini yang harus aku lakukan," Bilang pengawal rahasia itu kepada Zoya.
" Harus berapa lama aku ditahan di tempat ini ?" Tanya Zoya dengan pengawal rahasia yang selalu melindungi dirinya itu.
" Malam ini, Nyonya akan bebas, karena, sebentar lagi semua bantuan dari kelompok Tuan Alberto yang dikendalikan oleh tim Tuan Zavier segera menuju ke markas ini, Nyonya,," Ucap pengawal rahasia itu dengan wajah yang optimis dan begitu memberikan kepercayaan terhadap Zoya.
" Benarkah ?" Tanya Zoya dengan wajah sumringah ketika mendengar penjelasan dari pengawal rahasia itu.
" Ya, Nyonya, jadi saya harap, Nyonya harus bertahan,," Ucap pengawal rahasia itu memberikan semangat pada Zoya.
" Ya, aku berani dan kuat untuk bertahan karena, aku percaya Alberto tidak akan melakukan hal ini kepadaku, terima kasih karena, selama aku disini kau telah melindungiku,," Ucap Zoya dengan tulus terhadap pengawal rahasia itu.
" Untuk saat ini saya harus membuang orang-orang ini keluar dan Nyonya harus tetap ingat pesanku bahwa tetap bertahan,," Ucap pengawal itu sambil memberikan sebuah makanan terhadap Zoya.
" Makanlah ini Nyonya, untuk penguat tubuh Nyonya,," Bilang pengawal rahasia itu kepada Zoya.
" Tidak aku tidak lapar,," Ucap Zoya menolak makanan pemberian dari pengawal itu.
Pengawal itu sama sekali mengerti akan keadaan Zoya dan sifat Zoya yang tidak mudah menerima pemberian dari orang lain walaupun orang itu begitu jelas melindungi dirinya. Karena, Zoya merupakan seorang wanita yang memiliki sifat keras yang selalu dibohongi oleh Erwin Daddy angkatnya itu. Oleh sebab itu Zoya sudah terbiasa untuk tidak menerima pemberian orang lain terhadap dirinya.
" Bagus Nyonya, aku hanya mengetes Nyonya, apakah Nyonya menerima makanan pemberian dariku ini, ternyata benar apa yang sering disampaikan oleh Tuan Besarku bahwa Nyonya adalah seorang wanita yang memiliki tipikal sifat anti akan pemberian dari orang lain." Ucap pengawal rahasia itu sambil tersenyum kepada Zoya ketika menjelaskan percakapan yang sering dilakukan oleh majikannya kepada dirinya tentang Zoya.
" Dan, Nyonya saya peringatkan lagi, walaupun perut Nyonya terasa lapar, jika ada orang lain yang mengantarkan makanan untuk Nyonya, jangan pernah menyentuh makanan itu sedikitpun, karena, mereka semua telah sengaja menaruh racun ke dalam makanan untuk Nyonya nanti malam,," Ucap pengawal rahasia itu lagi yang sengaja memberikan sebuah peringatan terhadap Zoya.
" Baik terima kasih, aku akan selalu kuat jika kau tidak pernah membohongiku,," Bilang Zoya dengan wajah penuh harap terhadap pengawal rahasia ini.
" Heemm tenang saja, Nyonya, saya sengaja bekerja di klan ini karena, saya memang telah dikirim untuk mengawasi pergerakan klan ini, jadi jangan takut kepada saya,, Ucap pengawal itu kepada Zoya.
" Terima kasih,," Gumam Zoya sambil mengangguk dan menandakan bahwa dirinya memang benar-benar kuat dan sanggup bertahan.
" Saya permisi, Nyonya,," Ucap pengawal rahasia itu sambil beranjak bangun dari hadapannya Zoya.
Sambil beranjak bangun dari hadapannya Zoya dan langsung menarik tubuh pemimpin pengawal itu yang sengaja akan diikatkannya dan sengaja akan diletakkan di sebuah peti sempit supaya pemimpin pengawal itu bisa mengalami penderitaan yang lebih menyeramkan lagi dibandingkan dengan perbuatannya selama ini.
Sedangkan, Zoya sendiri hanya bisa berpasrah diri, berdoa semoga benar apa yang dikatakan oleh pengawal rahasia ini terhadap dirinya. Akan adanya kelompok mafia yang akan membantu dirinya keluar dari tempat penahanan ini. Di dalam pikiran Zoya, jika ia berhasil diselamatkan nantinya oleh kelompok Alberto yang dipimpin oleh Zavier, maka Zoya akan segera meminta maaf kepada Alberto dan segera mempertemukan Alberto kepada istri yang sesungguhnya yaitu Ziya.
" Oh God, jika benar apa yang dikatakan oleh pengawal ini terhadapku, maka aku berjanji akan segera meminta maaf kepada Alberto, atas apa yang selama ini aku lakukan terhadap dirinya dan juga keluarganya," Gumam Zoya sambil menahan rasa perih di wajahnya.
" Tanpa sadar aku sudah lama tenggelam di dalam kesalahan yang begitu besar, karena, kesalahanku ini aku telah lama memisahkan hubungan antara seorang ibu dan anak serta hubungan seorang suami dan juga istri," Sambung Zoya lagi ketika mengingat suatu kesalahan yang pernah dilakukannya itu.
" Jika aku tidak menuruti semua perintah dari Daddy Erwin, tidak mungkin aku melakukan kesalahan ini, walaupun aku begitu membenci saudara kembarku sendiri karena, di kehidupannya selalu dimanja dan juga disayang oleh kedua orang tuaku, tapi, tidak seharusnya aku melakukan hal ini terhadap dirinya, walau bagaimanapun saudara kembarku itu adalah saudara kandungku sendiri yang darahnya sama seperti dengan darahku,," Ucap Zoya lagi merasa begitu bersalah terhadap Ziya.
" Ziya, sepulangnya aku dari negara ini, aku tidak mau lagi untuk pergi dan berlari kemanapun, aku ingin sekali menyatukan kau dengan Alberto, karena, hanya kaulah yang berhak menjadi seorang istri dari Alberto Alexandre bukan aku,," Ucap Zoya dengan tekad yang kuat akan rencananya ini.
Di dalam ruangan penahanan dengan suasana begitu gelap sekali itu, hal itu sama sekali tidak membuat Zoya merasa takut akan kesepian yang ia dapatkan ini. Karena, di dalam hatinya saat ini hanya memiliki sebuah tekad yang kuat. Oleh sebab itu ia harus bisa menguatkan dirinya sendiri demi mendapatkan keberhasilan dalam rencananya itu.
" Ssshhh, sakit,," Seru Zoya ketika merasakan perih di bagian perutnya yang terluka karena, sepatu dari para pengawal dengan sengaja memperlakukan tubuhnya secara kasar
" Aku harus kuat, aku harus bisa keluar dari tempat ini, aku tidak mau ditahan selamanya di tempat seperti ini." Gumam Zoya lagi menguatkan dirinya sendiri.
" Walau bagaimanapun, aku harus memperbaiki kesalahan yang pernah aku lakukan terhadap Ziya, aku harus mengembalikan Demian dan meyakinkan Demian bahwa Ziya adalah ibu kandungnya, bukan aku yang selama ini telah memperlakukannya dengan kasar." Gumam Zoya kembali menangisi keadaannya karena teringat dengan seorang anak kecil yang selama ini dibesarkannya.
" Hiks, hiks, hiks, Demian, maafkan Mommy sayang yang telah memperlakukanmu selama ini secara kasar,," Gumam Zoya ketika dirinya teringat dengan sosok Demian putra Ziya yang dibesarkannya itu.
Saat ini Zoya teringat kembali dengan seorang anak kecil yang selalu membuatnya merasa emosional jika berada di samping Demian anak manja yang selalu ingin dipeluk saat tertidur. Karena, hal sepele itulah yang selalu membuat Zoya merasa jengkel dengan sikap Demian selalu berusaha untuk mendapatkan perhatiannya. Karena, sewaktu dulu, sikap Zoya memang belum terpikir dan tergerak hatinya mana hal yang benar dan mana hal yang salah.
Jadi, disaat usia mudanya itu, wajar sekali jika Zoya merasa kesal atas perintahan dari Erwin terhadap dirinya itu. Karena, jika ia tidak dipaksa oleh Erwin menikahi Alberto, kemungkinan saat ini dia masih bisa merasakan kebebasan dalam hidupnya. Namun, kebebasan itu seakan lenyap ketika Zoya masuk ke dalam istana Alexandre. Dan, disana Zoya harus bisa bersikap seanggun mungkin layaknya seorang ibu rumah tangga yang baik dan benar.
Namun hal itu membuat Zoya hanya bisa mampu bertahan selama satu tahun saat berada di dalam kediaman Alexandre. Karena, satu dari sikap Alberto sendiri yang sama sekali tidak memperdulikan kehadiran dirinya, kedua sikap dari Ibu tiri Alberto yang selalu menganggap dirinya hanyalah seorang wanita sampah yang berani menikah dengan Alberto hanya karena harta dan yang ketiga Zoya merasa hidupnya tertekan atas tindakan Erwin yang selalu meminta dan memaksa dirinya untuk mendapatkan harta gono-gini dari keturunan Alexandre.
Dan, hal itu sama sekali tidak mudah bagi Zoya untuk mendapatkannya. Jika, Alberto memberikan sebuah kepedulian terhadap dirinya, kemungkinan Zoya masih bisa bertahan untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh Erwin padanya itu. Namun, karena, Zoya sendiri merasa hidupnya tertekan dan terasa begitu sesak sekali membuat Zoya sendiri berpikir untuk pergi dan kabur meninggalkan tanggung jawab atas suatu hal apa saja yang telah dilakukannya selama ini.
Sebenarnya, kepergian Zoya ini adalah suatu bentuk pemberontakan Zoya terhadap Erwin Daddynya itu, bahwa ia telah memberikan sebuah peringatan kepada Daddynya kalau dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk menjadi seorang hewan yang dipelihara dan diperintahkan kemana saja layaknya seperti seekor keledai tinggal ditarik saja kemanapun arahnya.
****