Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 14 Agustus



Sehingga hal yang dilakukan oleh beberapa anak buah Will ini membuat Zavier yang awalnya ingin menyampaikan suatu hal terhenti begitu saja karena mendengar suara laporan yang disampaikan oleh beberapa anak buahnya Will. Dan hal itu membuat Will sedikit terganggu atas kelakuan dari beberapa anak buahnya itu. Di dalam hati Will pasti akan menimbulkan rasa kecurigaan dari Zavier atas laporan yang dilakukan oleh anak buahnya ini.


Karena, merasa bahwa laporan yang diberikan oleh beberapa anak buahnya itu kurang tepat. Oleh sebab itu Will yang menerima laporan dari anak buahnya itu dengan secara langsung memberikan sebuah kode untuk tidak berbicara ataupun memberikan sebuah laporan padanya ketika ia sedang menerima telepon dari seseorang siapapun orangnya.


Sambil memberikan kode berupa jari telunjuk kepada beberapa anak buahnya bahwa kode tersebut merupakan sebuah tanda untuk anak buahnya agar tidak memberikan laporan terlebih dahulu padanya. Oleh sebab itu hal ini dapat dipahami oleh beberapa anak buahnya Will yang baru saja melakukan sebuah kesalahan hingga membuat Will memberikan kode keras seperti ini.


Namun, hal itu tidak terlalu membuat Will merasa canggung karena, Will masih bisa membuat sebuah alasan tersendiri dalam memberikan sebuah jawaban kepada Zavier jika nantinya Zavier memberikan sebuah pertanyaan padanya. Sehingga saat ini keadaan yang terjadi di antara beberapa anak buah Will dan Will hanya ada keheningan sementara.


Sedangkan Will yang masih menerima panggilan dari Zavier akhirnya bisa fokus kembali untuk menyambungkan pembicaraannya terhadap Tuan Zavier. Karena, tidak ada lagi yang mengganggu pembicaraan mereka akhirnya Will sendiri yang menyampaikan sebuah perkataan maaf kepada Zavier atas apa yang telah dilakukan oleh beberapa anak buahnya.


" Maaf, Tuan baru saja saya mendapatkan laporan dari anak buah dalam tim saya mengenai orang-orang yang tersisa dari markas besar milik Roserish,," Ucap Will memberikan sebuah alasan tersendiri kepada Zavier.


" Heemmm ya, tidak apa-apa,," Jawab Zavier yang terdengar dari ponselnya Will.


" Baiklah Will aku hanya menelepon kau kembali karena, ada satu hal yang belum aku sampaikan padamu,," Ucap Zavier yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada Will.


Memang benar dengan sengaja Zavier menggunakan strategi untuk menghubungi Will kembali karena hal inilah yang ingin diketahui oleh Zavier dari Will. Yaitu sebuah pernyataan yang tidak diketahui oleh Zavier dan akhirnya Zavier sendiri bisa mengetahuinya tanpa adanya sebuah pertanyaan yang begitu detail kepada Will mengenai apa yang ingin diketahui oleh Zavier sendiri.


" Apa itu Tuan ?" Tanya Will yang tidak pernah keberatan untuk menerima sebuah perintah dari Zavier.


" Aku akan memberikannya ketika kau sudah menyelesaikan tugas kau dalam membuat laporan mengenai orang-orang yang tersisa dari markas besar milik Roserish padaku,,


" Baru setelah itu aku akan memberikan sebuah misi yang wajib segera kau lakukan,," Ucap Zavier kepada Will di dalam ponselnya.


" Ya, baik Tuan, aku akan segera mengirimkan laporan ini,," Jawab Will dengan ucapan yang detail namun pasti.


" Oke,," Gumam Zavier mengakhiri pembicaraannya dalam menghubungi Will.


Seperti biasa setelah menghubungi orang yang ingin dihubunginya dan menyatakan sebuah laporan ataupun sebuah perintah darinya, Zavier selalu memutuskan hubungan teleponnya dan hal itu sudah terbiasa dimengerti ataupun diketahui oleh orang-orang terdekat dengannya. Oleh sebab itu Will hanya bisa menghela nafasnya ketika mendengar suara panggilan dalam ponselnya sudah berakhir.


Setelah selesai melakukan pembicaraan yang begitu panjang pada tuan besarnya yaitu Zavier, Will segera membalikkan memberikan kode kepada para anak buahnya untuk segera menghadap dirinya dan memberikan laporan yang sebelumnya terhenti karena ia sedang dihubungi oleh Zavier.


" Menghadap,," Ucap Will kepada anak buahnya yang sedang berada di belakang tubuhnya.


Tentu saja dengan segera anak buah Will yang awalnya berdiri di bagian belakang segera melangkahkan kakinya dari posisi semula menuju ke hadapan Zavier dan memberikan hormat seperti biasa kepada tuan besar dalam tim nya itu.


" Maaf Tuan jika kami melakukan kesalahan dalam menyampaikan laporan kepada Tuan,," Ucap anak buah Will ketika sudah memberikan hormatnya kepada Will.


" Yaahh tidak apa-apa, hal yang sudah terjadi,," Jawab Will memberikan sebuah jawaban berupa pernyataan maaf atas kelakuan dari anak buahnya.


" Terima kasih Tuan,," Ucap beberapa anak buah Will yang menerima pernyataan maaf dari Will.


Will hanya bisa memberikan maaf kepada anak buahnya yang sudah melakukan kesalahan namun kesalahan itu merupakan sebuah tugas juga dari mereka sebagai anak buah Will untuk menyampaikan sebuah laporan kepada Will sendiri. Oleh sebab itu ucapan laporan yang baru saja disampaikan oleh anak buahnya itu masih bisa dimaklumi oleh Will.


" Ya sudah mulai sekarang harus diingat jika saya sedang menerima panggilan dari siapapun jangan pernah menyampaikan laporan apapun,," Ucap Will menyampaikan pesan kepada anak buahnya.


" Dan ketika saya sudah selesai menerima panggilan barulah kalian bisa untuk menyampaikan laporannya, jelas,," Sambung Will lagi kepada anak buahnya


" Ya Tuan,," Jawab anak buahnya Will secara bersamaan.


Setelah memberikan sebuah pesan yang begitu penting untuk diarahkan kepada anak buahnya itu barulah Will bisa melanjutkan rencana selanjutnya yaitu membuat laporan yang akan disampaikannya langsung kepada Zavier. Karena memang sebelumnya Will ingin membuat laporan orang-orang yang tersisa dalam markas besar milik Roserish.


" Oke terima kasih sudah melaporkannya dan jangan lupa dengan pesan yang telah aku sampaikan,," Bilang Will yang memberikan pesan kepada anak buahnya.


" Baik Tuan,," Jawab anak buah Will secara bersamaan.


Karena sudah mengetahui laporan dari anak buahnya mengenai apa yang telah dilakukannya itu, dengan segera Will mengajak anak buahnya ke sebuah ruangan dimana ruangan itu adalah ruangan pribadinya untuk membuat sebuah tugas yaitu berupa laporan-laporan apa saja yang akan dilaporkannya pada Tuan Besarnya siapa lagi kalau bukan Zavier dan orang yang masih misterius belum diketahui siapa orang yang menjadi tuan besar Will selain Zavier.


Sementara itu di sisi lain,


Tepatnya di atas kapal pesiar dimana saat ini Zavier tengah bersantai ria yang awalnya memang ingin beristirahat dan menikmati indahnya suasana yang ditampakkan dari hadapannya itu yaitu pemandangan birunya warna lautan dan indahnya ombak laut yang sedang bergelombang karena terpaan dari hembusan angin yang begitu segar sekali terasa.


Namun ketika Zavier menghubungi kembali Will pada sambungan telepon yang kedua disaat itu juga Will mendapatkan laporan dari beberapa anak buahnya hingga membuat Zavier merasa curiga dengan pernyataan yang baru saja disampaikan oleh Will sebagai alasan tersendiri bahwa anak buahnya melaporkan kepadanya mengenai apa yang telah ia lakukan terhadap orang-orang yang tersisa dari markas Roserish.


Oleh sebab itu Zavier bisa mempercayai ucapan yang disampaikan oleh Will padanya meskipun tidak semuanya Zavier mempercayainya. Saat ini di atas area kapal pesiar yang begitu indah terlihatlah bahwa Zavier tengah duduk santai menghadap ke arah hamparan laut yang indah dengan keadaan wajahnya sedikit


" Heemm masih wajar,," Gumam Zavier sendiri saat ini setelah menghubungi Will dan mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Will saat ini.


" Benarkah dia berada di markas ku ?" Tanya Zavier sendiri pada pikirannya sendiri.


" Karena barusan dari laporannya bahwa ia saat ini sedang berada di dalam markas ku,," Gumam Zavier sambil memikirkan kebenaran dari ucapan yang disampaikan oleh Will asisten pribadinya itu.


" Oke baiklah jika benar ia berada di markas maka aku akan lihat, apa yang sedang dilakukannya tanpa sepengetahuan olehnya, heemm,," Bilang Zavier sambil mengulas senyumannya yang penuh arti.


Tentu saja dengan segera Zavier memeriksa sebuah alat yang selama ini sudah terprogram pada layar ponselnya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam markas besar milik pribadinya dan juga markas besar milik pribadi Alberto. Oleh sebab itu pastinya Zavier akan tahu apa yang sedang dilakukan oleh para asisten dan juga anak buahnya tanpa sepengetahuan dari para anak buahnya itu.


Sambil membuka layar ponsel pribadi khusus untuk program pengecekan secara detail pada seluruh ruangan yang ada di dalam markas besar miliknya pribadi. Hal itu membuat Zavier dengan secara langsung menekan tombol dan juga menyentuh layar ponselnya.


Layar ponselnya Zavier kini sudah terprogram dalam keadaan beberapa monitor pada markas besar milik pribadinya. Dan terlihat bahwa dari beberapa jam yang lalu belum ada tanda-tanda kedatangan Will ke markas miliknya itu. Padahal misi yang ia lakukan di dalam markas besar milik Roserish sudah berlangsung lama mereka menyelesaikannya.


Tapi kenapa Will belum juga kembali ke markas besar miliknya hingga hal itu membuat sebuah kecurigaan bagi Zavier sendiri, karena, ia bisa jelas sekali mengingatkannya bahwa disaat ia keluar dari markas miliknya itu ia bersamaan dengan rombongan Will keluar dari markas Roserish.


Oleh sebab itu tidak mungkin jika sudah beberapa jam yang lalu Will belum juga sampai di markasnya seperti apa yang telah disebutkan oleh Will padanya. Tapi hal itu tidak membuat Zavier merasa curiga terhadap Will kemungkinan besar Will lebih dahulu melakukan suatu hal saat di perjalanannya yang ingin kembali ke markasnya itu.


" Heemmm kenapa dia belum kembali ?" Tanya Zavier ketika ia melihat kondisi keadaan markasnya masih kosong dan tidak ada jejak Will di dalam markasnya itu.


" Heemm, apakah mungkin dia sedang ada kendala di perjalanan ?" Tanya Zavier lagi sambil menatap layar ponselnya.


" Mungkin saja,," Jawab Zavier sendiri yang menerka-nerka keadaan saat ini di dalam markasnya.


Sudah beberapa jam Zavier melihat layar ponselnya tapi belum juga ada tanda-tanda kedatangan Will kembali ke markas pribadi miliknya dan hal itu membuat Zavier merasa curiga dengan kelakuan dari Will yang belum juga tiba ke dalam markas miliknya.


" Sudah berapa jam dia tidak kembali ke markas ini,," Gumam Zavier ketika melihat waktu dari layar ponselnya yang sudah menunjukkan berapa jam dari ucapan Will yang menyatakan bahwa ia sedang berada di dalam markas besar milik Zavier.


Sudah cukup lama Zavier menunggu layar ponselnya dalam program rekaman pengintai yang sengaja ia letakkan di dalam markasnya itu tanpa sepengetahuan dari para asisten dan juga anak buah kepercayaannya. Karena, sebenarnya Zavier ingin tahu apa saja yang telah dilakukan oleh para orang kepercayaannya ketika ia tidak berada di dekat orang-orang kepercayaannya itu.


" Heehhh sepertinya Will sudah mulai bisa membohongiku,," Gumam Zavier seketika disaat ia sudah mulai bosan menunggu dan melihat layar ponselnya.


" Aku sudah tahu bahwa sebenarnya Will juga tidak bisa dipercaya meskipun aku sudah lama memberikan pengajaran padanya,," Ucap Zavier sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.


" Oke baiklah Will jika benar kau berani mempermainkan aku, maka, aku tidak akan segan-segan untuk memberikan kau sebuah kepercayaan kepada orang yang menurutmu bisa dipercaya dan kau turuti,," Ucap Zavier ketika sudah lama menunggu kedatangan Will untuk kembali ke dalam markas miliknya itu.


" Heehh sudahlah daripada aku mengintainya lebih baik aku bersantai saja, karena, aku akan menepati keinginannya untuk menjadi pengikut orang lain,," Gumam Zavier yang terdengar sedikit melantunkan kata-kata yang tidak karuan.


" Mungkin selama ini dia kurang nyaman denganku,," Ucap Zavier lagi ketika ia melihat layar ponselnya dan disana belum terlihat adanya tanda-tanda kedatangan Will.


" Baiklah Will aku akan rela melepaskan kesetiaan yang selama ini kau lakukan untukku,," Ungkap Zavier lagi kepada layar ponselnya sendiri yang seharusnya ia utarakan untuk Will. Namun saat ini dia sedang sendirian di depan layar ponselnya itu tanpa adanya orang-orang ataupun asisten di sampingnya.


Karena merasa percuma saja dengan tindakan yang sedang ia lakukan saat ini akhirnya Zavier mengambil keputusan untuk tidak mengintai apa saja yang sedang dilakukan oleh asistennya itu. Dan juga saat ini Zavier sudah mendapatkan sebuah jawaban yang pasti bahwa selama ini asistennya itu hanya berpura-pura saja setia dengannya.


Tapi hal yang sebenarnya terjadi adalah asisten pribadi yang selama ini merupakan bayangannya itu bisa melakukan tindakan lain tanpa sepengetahuan dirinya dan juga tanpa adanya perintah serta arahannya. Oleh sebab itu, Zavier cukup tahu bagaimana sebenarnya sikap asli dari para anak buahnya itu.


" Heemm sepertinya pemikiran yang terjadi padaku mengenai Will sepertinya ada sebuah kesalahan,," Gumam Zavier sendiri terhadap dirinya.


" Karena, tidak mungkin Will ingin mengkhianati kepercayaan dariku, jika selama ini ia adalah orang yang begitu aku percaya,," Ucap Zavier lagi mengenai apa yang telah dilakukan oleh Will dan juga menjadikan sebuah apresiasi baginya sendiri atas sikap Will selama ini padanya.


Namun karena tidak ingin hal yang telah direncanakan olehnya sampai ketahuan oleh para asisten maupun anak buahnya oleh sebab itu Zavier seolah menutupi apa yang sedang dilakukan oleh anak buahnya selagi masih bisa jujur dengannya. Tapi tidak untuk hal yang telah dilakukan oleh Wil, karena, saat ini kelakuan Will belum terlihat jelas apa yang sedang dilakukannya itu.


****