Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 78 - Pengawasan Terhadap Vena



Frengky yang telah mendapatkan perintah dari Alberto untuk segera mengetahui bagaimana keadaan di rumahnya saat ini, segera menghubungi anak buahnya untuk mengetahui bagaimana keadaan di rumah tuannya.


" Ya, Tuan,," Jawab anak buah Frengky yang sedang melakukan penjagaan di depan kamar Alberto.


" Bagaimana keadaan di rumah selama dua hari ini,," Tanya Frengky asisten pribadi Alberto kepada anak buahnya.


Tentu saja, anak buah Frengky segera melaporkan bagaimana keadaan di rumah selama dua hari ini. Karena, menurut dirinya pengamanan selama dua hari ini berjalan seperti biasanya, baik-baik saja. Kedua putri Alberto pergi ke sekolahnya dan beraktivitas selayaknya seperti biasanya. Begitu juga dengan Putra tunggalnya Alberto, Demian selama ini juga melakukan aktivitas seperti biasa, pergi ke sekolah dan selama dua hari ini juga tidur di kamar Alberto.


Tidak ada suatu hal yang terjadi dan suatu hal aneh dalam dua hari ini, begitu juga dengan keadaan Nyonya Besar yaitu Ziya istri dari Tuan Besar pemilik Istana Alexandre tidak terjadi apa-apa, malah lebih membaik hari ini bahkan Vena bisa keluar dari kamar tidak seperti biasanya yang sama sekali tidak keluar dari kamarnya itu.


" Baik Tuan, Laporkan kepada Tuan Besar bahwa keadaan di rumah saat ini berjalan seperti biasa baik-baik saja dan juga keadaan Nyonya Zoya sudah membaik, karena, pagi ini Vena sudah dua kali keluar dari kamar pribadi Tuan Besar dan membawakan sarapan pagi untuk Nyonya." Ucap anak buah Frengky yang memberikan laporan kepada Frengky.


Frengky mendengarkannya secara seksama, lalu, Frengky segera menanyakan bagaimana keadaan di luarnya.


" Baik, semua keadaan membaik dan keadaan Nyonya Zoya sudah membaik, bagaimana dengan tawanan Tuan Besar yang telah disekap,," Tanya Frengky lagi kepada anak buahnya.


Anak buahnya segera mendeteksi dan menghubungkan kembali antara koneksi yang tersambung pada alat yang dipakai di telinganya dengan pengawal yang ada di ruangan penyekapan milik Alberto.


" Tunggu sebentar, Tuan,," Jawab anak buah Frengky, karena ingin menyambungkan komunikasi pada semua pengawal yang berasal di ruang penyekapan.


Sementara menunggu dan mendengarkan laporan dari anak buahnya itu, Frengky segera melaporkan kepada Alberto bagaimana keadaan di rumah yang telah di dapatkan olehnya dari laporan anak buahnya itu. Dengan segera Frengky menekan tombol alat yang berada di telinganya dan segera tersambung ke alat yang Alberto gunakan.


" Halo, Tuan Besar,," Ucap Frengky yang segera melapor kepada Alberto.


" Heemm,," Jawab Alberto singkat.


" Untuk saat ini, menurut laporan dari rumah keadaan di rumah berjalan seperti biasa, cuma laporan hari ini yang sedikit baru adalah keadaan Nyonya Zoya sudah membaik dan Vena pagi ini telah keluar dari ruangan kamar untuk membawakan sarapan bagi Nyonya,," Ucap Frengky menjelaskan keadaan di rumah saat ini.


" Heemmm,, baik, segera laporkan lagi keadaan di rumah sebelum kita tiba,, aku merasa ada kejanggalan yang terjadi di rumah." Ucap Alberto kepada Frengky sang asisten pribadi yang cukup handal digunakan dalam pengawalan pada dirinya dan juga keamanan keluarganya.


" Baik Tuan,," Jawab Frengky.


Alberto berpikir dengan penjelasan yang dikatakan oleh Frengky, Frengky mengatakan bahwa Vena keluar dari kamar hari ini membawakan sarapan untuk Ziya. Dan, Alberto mengira kemungkinan Vena meninggalkan ponselnya di dalam kamar dan dia tidak membawa ponselnya itu.


" Pantas, kalau dia yang mengangkat telepon dariku,, ternyata Vena tidak ada di kamar,," Ucap Alberto yang telah mengira bahwa Vena tidak ada di kamar ternyata sedang keluar mengambil semua kebutuhan Ziya.


Sementara itu,,


Di dalam kediaman Istana Alexandre anak buah Frengky yang sedang menghubungi anak buah lain di bagian ruangan penyekapan telah menerima laporan hari ini bahwa Martin masih disekap disana dan Martin sama sekali bersikeras tidak menjawab apa tujuannya masuk ke dalam kamar Alberto sebelum dirinya berniat menganiaya Ziya dan memperko-sanya.


" Bagaimana keadaan di sana,," Tanya pengawal di bagian depan kamar Alberto.


" Keadaan disini,, seperti biasa, tawanan Tuan tidak mau mengatakan dengan jujur apa sebenarnya maksud dan tujuannya masuk ke dalam kamar Tuan,, walaupun kami sudah menyiksanya sesuai dengan arahan Tuan Besar, tapi dia masih sanggup bertahan dan bersikeras untuk menutupi semuanya." Jawab pengawal di bagian ruangan penyekapan milik Alberto.


" Baik,, segera akan aku laporkan, kepada Tuan Besar." Bilang pengawal yang menjaga di depan kamar Alberto.


" Ya,," Ucapan singkat dari pengawal di bagian ruang penyekapan.


Karena, telah mendapatkan laporan dari pengawal bagian ruangan penyekapan dengan segera pengawal yang menjaga di depan kamar Alberto memberikan laporan kepada Frengky saat ini.


Anak buah Frengky segera menelepon Frengky dan dengan gerakan cepat juga Frengky menerima panggilannya.


" Bagaimana keadaan, di ruang penyekapan,," Tanya Frengky langsung kepada anak buahnya.


" Tuan, keadaan di ruang penyekapan saat ini, tawanan sama sekali tidak mau mengakui perbuatannya, walaupun bagian pengawal disana sudah menyiksanya sesuai dengan perintah dari Tuan Besar Alberto." Ucap anak buah pengawal Frengky yang menjelaskan keadaan Martin di dalam ruangan penyekapan.


Karena, mendengar penjelasan dari anak buahnya menjelaskan keadaan Martin yang sama sekali belum mau mengakui perbuatannya itu, membuat Frengky segera melaporkan kepada Alberto secara langsung.


" Baik, terima kasih, awasi terus bagian di dalam kediaman,, sebentar lagi kami semua akan tiba,," Bilang Frengky yang mengatakan bahwa mereka semua akan kembali ke kediaman saat ini.


" Baik Tuan, Frengky siap akan dilaksanakan,," Ucap anak buahnya itu.


Dengan segera Frengky kembali menghubungi Alberto yang berada di dalam mobil tepat di depannya.


" Halo, Tuan,, pengawal di bagian penyekapan melaporkan bahwa saat ini tawanan sama sekali tidak mau mengakui perbuatannya, walaupun semua pengawal di bagian penyekapan sudah melakukan penyelidikan sesuai yang diperintahkan oleh Tuan, tapi masih saja tawanan bersikeras menahan perbuatannya itu." Ucap Frengky yang menjelaskan semua laporan yang telah didapatkannya itu.


Alberto yang mendengarkannya laporan ini pastinya sangat marah sekali, karena, kuat sekali sepertinya Martin bertahan dalam perbuatannya itu, sehingga tidak mau mengakui kesalahannya.


" Fu-ck,, Sepertinya harus aku yang turun tangan untuk membuka mulutnya itu,," Bilang Alberto yang merasa bahwa percuma saja dirinya menyekap Martin, sedangkan Martin sendiri gigih dan bersikeras untuk tidak mengakui perbuatannya itu.


Sebenarnya, Alberto bisa saja melakukan kekerasan secara langsung pada diri Martin, bahkan membunuh langsung Martin saat ini tapi, percuma saja dirinya membunuh Martin tanpa adanya bukti kuat untuk dirinya melempar semua orang yang berhati ib-lis di kediamannya itu.


Alberto ingin melempar semua orang yang bernaung di dalam kediamannya itu dengan bukti kejahatan yang kuat dan bukti yang otentik untuk dijelaskan kepada Vasco Daddynya itu. Karena, tanpa bukti yang kuat dan bukti yang otentik membuat Alberto cukup sulit untuk mengusir secara langsung orang-orang berhati ib-lis yang telah mengotori kediamannya dan juga nama belakangnya itu.


" Oh, Sh.it,, Frengky, segera katakan pada salah satu anak buah darimu untuk mengintai Vena saat ini, aku curiga pada pergerakannya." Ucap Alberto yang mencerugai pergerakan Vena saat ini.


Karena, walaupun Alberto memberi kepercayaan kepada Vena secara sembilan puluh persen, tapi, Alberto masih saja belum mempercayai Vena seratus persen saat ini.


Mendengar ucapan Alberto ingin memerintahkan salah satu anak buahnya mengintai Vena dengan segera Frengky menjalankan perintahnya itu.


" Baik, Tuan,," Ucap Frengky dengan segera memutuskan komunikasinya terhadap Alberto.


Dan, dengan segera Frengky, kembali menghubungi anak buahnya di bagian penjagaan dalam kediaman.


" Halo,," Ucap Frengky yang sengaja menelepon anak buahnya di bagian pengawasan dalam rumah utama.


" Kau mengenal Vena, asisten pribadi Nyonya Zoya,," Tanya Frengky kepada anak buahnya.


" Ya, saya mengenalnya, Tuan,," Jawab anak buah Frengky itu.


Karena, memang benar, siapa yang tidak mengenal Vena di dalam rumah ini, karena, Vena merupakan satu-satunya asisten pribadi Nyonya Besar di rumah ini, sedangkan, Nyonya lain seperti Nyonya Gladys, Claire, dan Alexa, sama sekali tidak memiliki asisten pribadi. Cuma dua perempuan istimewa bagi Alberto yaitu Madam Christin dan Nyonya Ziya yang hanya memiliki asisten pribadi di dalam kediamannya ini.


" Kau, awasi pergerakannya Vena, saat ini juga ini perintah dari Tuan Besar Alberto,," Ucap Frengky kepada anak buahnya itu.


" Baik, Tuan segera dilaksanakan,," Jawab anak buah Frengky yang menerima perintahan dari Alberto secara langsung itu.


Karena, kebetulan dirinya melihat Vena yang melewati tangga dan berjalan menuju ke bagian dapur, saat itu pengawal itu sendiri melihat bahwa Vena sengaja dipanggil oleh dua orang wanita pengacau di dalam kediaman ini. Dengan segera, ia melaporkannya.


" Oh, tunggu sebentar, Tuan,," Ucap pengawal tersebut yang mencegah Frengky untuk memutuskan komunikasinya saat ini.


" Ada apa,," Tanya Frengky seperti mendapatkan sesuatu dari pengawal kepercayaannya ini.


" Baru saja, saya melihat, Vena asisten pribadi Nyonya Zoya tidak sengaja dipanggil oleh Nona Claire,," Ucap pengawal tersebut kepada Frengky dan saat itu Frengky terbelalak kaget.


Karena, Frengky tahu siapa Claire di dalam rumah itu, seorang perempuan yang tidak tahu malu, selalu menempel dalam kehidupan Alberto dan merasa bahwa dirinyalah Nyonya besar Alberto bukan Nyonya Zoya.


" Apa,?" Ucap Frengky yang terbelalak mendengar ucapan pengawal kepercayaannya itu.


" Sudah berapa lama,," Tanya Frengky lagi.


" Sekitar dua puluh menit yang lalu,," Ucap pengawal tersebut kepada Frengky, sambil mengira-ngira berapa lama Vena mengikuti arahan Claire yang telah memanggil Vena itu.


" Dua puluh menit yang lalu,, berarti sudah cukup lama,," Ucap Frengky yang menghitung waktu berapa lama Vena mengikuti arahan dari Claire itu.


Tanpa aba-aba dari Alberto lagi, dengan segera Frengky memerintahkan anak buahnya itu untuk mencari Vena dan mengawasi pergerakannya, kemungkinan, saat ini Vena sedang menerima mandat atau perintah dari Claire untuk melakukan hal buruk lagi pada istri tuan besarnya itu.


" Baik, Tuan,," Jawab pengawal di dalam rumah utama Alberto.


Setelah memutuskan teleponnya, dengan segera Frengky menelepon Alberto lagi menjelaskan dan melaporkan pergerakan Vena yang mencurigakan perasaan mereka. Karena, telah terkoneksi dengan cepat, Alberto menerima dan mendengarkan apa saja laporan dari Frengky.


" Halo, Tuan,," Ucap Frengky dengan tergesa-gesa.


" Heemm,," Jawab Alberto menandakan dirinya mendengarkan ucapan Frengky.


" Tuan, ada kejanggalan yang terjadi pada Vena asisten pribadi Nyonya Zoya." Ucap Frengky secara langsung melaporkan kejadian yang terjadi saat ini.


" Kejanggalan,, kejanggalan apa,,?" Tanya Alberto yang begitu penasaran.


" Baru saja, saya memerintahkan salah satu pengawal untuk mengawasi Vena dan pengawas itu langsung melaporkan kejadian yang baru saja ia lihat, bahwa Vena telah dipanggil oleh Nona Claire dan Vena selama dua puluh menit ini bersama dengan Nona Claire, belum terlihat jejak Vena keluar dari tempat dimana dirinya telah dipanggil oleh Nona Claire." Ucap Frengky secara langsung dengan tergesa-gesa tanpa titik koma lagi melaporkannya kepada Alberto saat ini.


" What ?" Ucap Alberto yang terkejut mendengar laporan dari Frengky.


" Lakukan pergerakan dengan cepat,," Ucap Alberto yang telah dimengerti oleh semua pengawalnya itu.


Alberto yang mendengarkan bahwa saat ini Vena telah dipanggil oleh Claire, membuat emosi Alberto naik memuncak, karena, ia tahu pasti Vena saat ini akan bekerja sama dengan Claire untuk mencelakakan Ziya lagi. Dengan penuh kekhawatiran dan kecemasan Alberto segera memerintahkan kepada supir pribadinya untuk cepat membawa mobilnya melesat sampai ke kediamannya.


" Kenapa, dirinya selalu dalam bahaya,," Ical Alberto dengan suara dinginnya dan merasa bahwa saat Ziya masuk ke dalam rumahnya itu, selalu ada saja bahaya yang mengganggunya.


Alberto merasakan pasti saat ini telah terjadi sesuatu kejanggalan yang membuat dirinya terasa sangat khawatir terhadap Ziya istrinya itu. Dia tahu sosok perempuan seperti Ziya yang sangat baik itu pasti akan lemah terhadap orang yang bersifat jahat seperti Claire. Namun, Alberto belum mengetahui bagaimana kerasnya sifat Ziya dibalik kelembutan sikapnya itu.


Secara langsung, supir pribadi Alberto dengan segera mempercepat laju mobilnya saat ini.


Sementara itu,,


Di dalam kediaman Alberto, Claire yang masih saja mengintai keadaan Vena saat ini dari kejauhan mengawasi Vena dan saat itu ia melihat ada seorang pengawal Alberto seperti sedang berjalan menuju ke koridor tepatnya di seberang dirinya berdiri saat ini.


" Oh, God,, pengawal Alberto,," Ucap Claire yang duluan melihat pengawal Alberto berjalan ke koridor dimana Vena sedang dengan tubuh lemahnya berjalan melewati koridor itu.


Dengan segera Claire menyelinap ke balik pilar besar, sengaja menyembunyikan tubuhnya. Dan disaat itu juga pengawal itu melihat Vena yang berjalan tertatih-tatih, tubuhnya lemah melangkahkan kakinya satu demi satu berjalan melewati koridor itu.


Dengan segera pengawal itu berlari menuju ke arah Vena dan menghampiri Vena.


" Kau kenapa,?" Tanya pengawal itu yang segera merangkul tubuh Vena.


Vena yang merasa bahwa tubuhnya saat ini sudah dirangkul oleh salah satu pengawal Alberto, dengan penuh kepercayaan Vena menyampaikan keinginannya saat ini sebelum dirinya meninggalkan majikan terbaiknya itu.


" Ban,, bantu ak,, aku, untuk mengatakan hal ini pada, Nyonya Zoya,," Ucap Vena dengan suara yang terbata-bata menahan nafasnya yang begitu sesak di dada.


" Kau kenapa ?" Tanya pengawal itu, karena bingung dengan keadaan Vena saat ini.


Vena tidak mendengarkan pertanyaan pengawal itu menanyakan keadaan yang telah terjadi pada dirinya. Karena, yang terpenting bagi Vena saat ini memberitahu majikannya untuk tidak melepaskan Martin apapun yang telah terjadi pada dirinya.


" Ba,, bawa aku, sekarang juga bertemu Nyonya,, sebelum ak,, aku pergi,," Ucap Vena bersikeras yang tidak mampu lagi berjalan, karena, tubuhnya sudah terasa lemah sekali untuk melangkah menuju kamar pribadi Alberto.


Karena, sudah terlalu lemah menahan racun dalam tubuhnya saat ini, dalam seketika akhirnya Vena pingsan. Pengawal itu sangat kaget melihat Vena yang pingsan dengan wajah yang lebam, penuh luka serta bibirnya sedikit membiru. Pengawal itu mengetahui bahwa Vena sepertinya telah meminum racun. Dengan segera pengawal itu menggendong Vena berlarian langsung pergi ke rumah utama milik Alberto.


****