Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 193 - Pernyataan Ziya



Ketika Ziya menjawab namanya Krystal dengan lengkap dan terlihat bahwa guru itu sepertinya tidak terlalu mengenali nama Krystal yang menggunakan nama belakangnya Alexandre. Dan, Vena sedikit menyenggol lengan Ziya memberitahukan bahwa selama di sekolah Krystal tidak pernah menggunakan nama lengkapnya yang dibelakangnya ada nama Alexandre.


" Nyonya, selama ini Nona Krystal tidak pernah menggunakan nama lengkapnya atau nama Alexandre di belakangnya," Ucap Vena sambil berbisik kepada Ziya.


" Oh iya benar, aku hampir lupa,," Gumam Ziya yang berpura-pura lupa.


Ziya berpura-pura lupa, padahal sebenarnya Ziya memang tidak mengetahui bahwa Krystal tidak menggunakan nama lengkapnya atau nama Alexandre di belakang namanya. Oleh sebab itu, Ziya kembali menjawab pertanyaan guru yang sedang heran itu ketika mendengarkan nama Krystal.


" Oh ya, nama anak saya adalah Krystal siswa semester akhir tahun ini,," Bilang Ziya sambil menjelaskan identitas Krystal.


" Oohhh baik Bu,," Jawab guru itu yang langsung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus dimana kepala sekolah disana berada.


Sambil menganggukkan kepalanya kepada guru yang bersikap sopan itu, Ziya hanya melihat langkah kaki guru yang sedang menuju ke arah ruangan kepala sekolah. Tidak butuh waktu lama, guru itu kembali keluar dari ruangan kepala sekolah dan kembali duduk tepat di hadapan Ziya.


" Baik, Bu, Ibu Kepala Sekolah menyampaikan pesannya bahwa Ibu dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruangannya." Bilang guru itu langsung kepada Ziya.


" Oh baik, terima kasih,," Ucap Ziya sambil mengangguk dan berdiri untuk segera masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.


" Sama-sama,," Jawab guru itu yang juga mengangguk kepada Ziya.


Ziya dan Vena segera melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kepala sekolah dan ketika Ziya mengucapkan salam saat masuk ke dalam ruangan itu, betapa terkejutnya kepala sekolah itu ketika melihat Ziya yang datang menjadi wali murid dari Krystal.


" Selamat pagi,," Ucap Ziya ketika masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.


" Pagi, masuk,," Jawab kepala sekolah yang terlihat sedang membaca sebuah laporan di hadapannya.


Betapa terkejutnya kepala sekolah itu ketika melihat seseorang yang wajahnya begitu sama dengan wanita yang selama ini menjadi musuh saingannya. Namun, Ziya sama sekali tidak tahu bahwa kepala sekolah Krystal memiliki dendam yang disimpan karena, tidak menyukai bahwa Zoya yang selama ini terpilih menjadi istrinya Alberto Alexandre.


" Zoya !!" Gumam Kepala sekolah itu yang terkejut melihat Ziya masuk ke dalam ruangannya.


" Silahkan masuk Madam Zoya Andricha,," Ucap kepala sekolah itu menyambut kedatangan Ziya dengan wajah yang terlihat begitu tidak menyukai kedatangan Ziya itu.


Ketika mendapatkan sebuah sambutan dari kepala sekolah, barulah Ziya masuk ke dalam ruangan itu yang diikuti oleh Vena. Sehingga membuat Kepala Sekolah itu sedikit tertawa kecil ketika melihat Ziya yang masuk ke dalam ruangannya dengan membawa seorang asisten.


" Bukannya saya sudah memberikan sebuah peringatan bahwa orang tua yang mau datang ke ruangan saya haruslah datang sendiri tanpa membawa orang lain ataupun seorang asisten." Ucap Kepala sekolah itu yang terdengar begitu menganggap Ziya seorang penakut.


Ketika mendengar ucapan kepala sekolah seperti itu, Ziya hanya bisa menyunggingkan senyumannya dan belum melakukan tindakan apapun, karena, Ziya belum mengetahui apa sebenarnya maksud dan tujuan kepala sekolah itu sampai memberikan hukuman yang tidak adil kepada Krystal dan siswa yang sudah mengganggu Krystal.


" Heemm, maaf sebelumnya Ibu kepala sekolah, ini bukanlah asisten pribadi saya, tapi, dia adalah saudara saya dan keluarga besar dari Alexandre." Jawab Ziya yang sengaja meninggikan derajat Vena di hadapan Kepala Sekolah yang terlihat angkuh di matanya.


Betapa terkejutnya Vena ketika mendengarkan ucapan Ziya yang sengaja memberitahukan identitasnya pada Kepala Sekolah adalah keluarga besar dari Alexandre dan bukan asisten pribadinya.


Begitulah Ziya selalu menganggap Vena bukanlah asistennya melainkan keluarganya sendiri yang sengaja datang untuk membantunya dalam melakukan suatu hal apapun.


" Baiklah, langsung saja pada inti permasalahannya, kenapa saya sampai memanggil anda Madam Zoya tentunya anda sudah tahu bukan bahwa Krystal telah melakukan kesalahan besar di sekolah ini, sehingga membuat masalah yang besar terhadap siswa di sekolah ini atas tindakannya itu." Ucap Kepala Sekolah itu yang sengaja menyudutkan posisi Ziya dengan mempermasalahkan kesalahan yang telah dilakukan oleh Krystal.


" Heemm, ya saya tahu itu, oleh sebab itu saya sengaja datang ke sekolah ini, karena, surat pemanggilan dari pihak sekolah terhadap orang tua Krystal dan baru kemarin saya menerima surat panggilan itu dan tentunya anda pasti tahu bahwa tujuan saya datang kesini hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,," Ucap Ziya dengan penuh kewibawaan.


" Dan hanya ditujukan kepada Krystal putri saya," Sambung Ziya lagi dengan penuh percaya diri.


" Baiklah, karena, kedatangan anda hanya bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang telah dilakukan Krystal, maka, saya akan segera menghubungi orang tua siswa yang sudah dirugikan oleh Krystal putri anda." Ucap Kepala sekolah itu yang masih saja terdengar angkuh di hadapan Ziya.


" Silahkan," Jawab Ziya dengan penuh kewibawaan.


Dengan santainya kepala sekolah itu memerintahkan stafnya untuk segera menghubungi orang tua dari siswa yang sudah dirugikan oleh Krystal.


Sambil menunggu kedatangan orang tua dari siswa itu, dengan sengaja kepala sekolah itu membuat sebuah perbincangan yang sama sekali tidak dimengerti oleh Ziya. Dan, Ziya baru menyadari bahwa kepala sekolah ini sepertinya jelas sekali terlihat bahwa ia tidak menyukai Zoya.


" Oh ya Madam Zoya, sebenarnya saya memang berharap bahwa anda sendiri yang datang ke sekolah ini untuk menyelesaikan masalah yang telah diperbuat oleh Krystal." Gumam Kepala Sekolah itu sambil menatap penampilan Ziya dari atas sampai ke bawah.


" Heeh! jika surat pemanggilan itu sudah lama aku ketahui, hari itu juga saya akan datang ke sekolah ini,," Jawab Ziya dengan penuh keyakinan.


" Oh, bukannya kau selama ini tidak pernah memperdulikan keluargamu sendiri dan banyak orang yang mengetahui bahwa kau selama ini lebih suka menghabiskan waktumu di luar sana,," Ucap Kepala Sekolah itu dengan sengaja membuat suatu rencana besar supaya amarah Ziya meningkat.


" Ooohhh, ternyata kepala sekolah ini, memiliki sifat dendam kepada Zoya, sebenarnya apa yang telah dilakukan Zoya padanya, hingga membuat dia begitu terlihat tidak menyukaiku,," Gumam Ziya dalam hati sambil menganalisa perkataan yang disampaikan oleh kepala sekolah ini.


Saat ini Ziya sedang menganalisa tindakan dan ucapan kepala sekolah itu terhadap dirinya. Namun, sungguh berbeda dengan anggapan Vena yang juga ada disana, sehingga betapa tercengangnya, Vena mendengar perkataan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah itu dengan sengaja membuat suatu masalah kepada majikannya ini.


" Maaf Bu,," Seru Vena ingin menyampaikan pembelaan darinya.


" Vena,," Ucap Ziya yang mencegah Vena untuk menyampaikan pembelaan darinya.


Dengan gaya anggunnya Ziya menjawab pernyataan yang telah disampaikan oleh Kepala sekolah itu terhadap dirinya dan sebenarnya ditujukan kepada Zoya kembarannya.


" Heemm, ternyata Ibu Kepala Sekolah juga selalu mengikuti perkembangan informasi tentang saya selama ini, ya, begitulah informasi yang sedang berkembang disaat itu, tapi, saya jelaskan sekali lagi bahwa tindakan saya dalam memperdulikan keluarga saya tidak perlu untuk dipublikasikan kepada setiap orang." Jawab Ziya yang terdengar begitu serius sekali ketika menghadapi seorang wanita yang ternyata tidak menyukai dirinya karena, kembaran dari Zoya.


" Heh!! pantas saja jika Krystal melakukan suatu tindakan brutal terhadap teman satu kelasnya di sekolah ini, karena, telah dididik orang yang salah sepetimu Madam Zoya," Ucap Kepala Sekolah itu lagi yang membuat Vena membulatkan kedua matanya.


Ketika kepala sekolah itu dengan sengaja berkata seperti itu, hal itu membuat Ziya biasa saja namun sungguh berbeda dengan Vena yang langsung meningkatkan amarahnya untuk menjawab semua perkataan kasar dari kepala sekolah ini.


" Maaf Bu, jika kedatangan kami kesini hanya untuk mendengarkan pernyataan Ibu kepala sekolah yang terhormat untuk menyudutkan posisi majikan saya, lebih baik katakan saja apa yang ingin disampaikan kepada kami dengan memberikan hukuman kepada Nona Krystal,," Ungkap Vena yang langsung saja berkata serius pada kepala sekolah.


" Heh! pantas saja putrimu Krystal melakukan tindakan yang begitu buruk terhadap teman satu kelasnya, karena sebagai seorang atasan kau juga tidak pernah mengajarkan kesopanan terhadap bawahanmu sendiri, sehingga terlihat jelas bagaimana buruknya kualitas dari seorang wali murid sepertimu Madam Zoya,," Ucap Kepala sekolah itu yang masih saja menyinggung Ziya untuk menaikkan emosinya, namun, Ziya masih saja tetap terlihat anggun tapi, tatapan dan ucapannya yang begitu membuat kepala sekolah itu sendiri yang merasa kesal akan ungkapan yang dikeluarkan oleh mulut Ziya.


" Heemm, Maaf Bu Kepala sekolah sebelumnya jika ucapan keluarga saya ini sedikit membuat permasalahan di dalam pertemuan ini,," Jawab Ziya dengan gaya santainya.


" Vena, harap tenang terlebih dahulu, kita disini di undang baik-baik untuk datang dan menyelesaikan masalah yang telah dituduhkan dari pihak sekolah kepada Krystal dan kita sudah berharap semoga permasalahan ini cepat diselesaikan dengan pikiran yang dingin dan tentunya tepat di dalam permasalahannya," Ungkap Ziya kepada Vena sehingga membuat Vena mengangguk dan tetap tidak menyukai sikap kepala sekolah yang terlihat begitu memiliki sebuah kekuatan dan keyakinan bahwa dirinya akan menang.


" Heh! tidak perlu dijelaskan, karena, saya sudah tahu siapa anda sebenarnya Madam Zoya, seorang wanita yang berani-beraninya mengganggu calon suami orang hanya demi mendapatkan sebuah kekuasaan dan juga kekayaan dari keluarga Alexandre,," Ungkap kepala sekolah itu sendiri yang telah mengeluarkan pikiran dendamnya selama ini terhadap Zoya.


Ziya sedikit tertawa geli ketika mendengar pernyataan yang disampaikan oleh kepala sekolah itu dengan sendirinya telah keluar sebuah pernyataan yang menyangkut isi hatinya dan bukan membahas tentang permasalahan Krystal di sekolah ini. Sedangkan, Vena sendiri masih tercengang mendengar perkataan yang disampaikan oleh kepala sekolah ini terhadap Ziya.


" Hahaha, Maaf Ibu Kepala Sekolah, saya sudah tegaskan kepada anda bahwa saya datang ke sekolah ini hanya untuk meluruskan semua kesalahan yang terjadi pada Krystal bukan membahas kehidupan pribadi saya,"Jawab Ziya sambil tertawa kecil ketika mendengarkan pengakuan dari kepala sekolah terhadap dirinya.


" Dan jika anda ingin membahas kehidupan pribadi anda kepada saya, kenapa anda tidak langsung meminta saya untuk bertemu dengan anda dalam sebuah surat untuk membahas mengenai kehidupan pribadi saya,," Ucap Ziya lagi yang menyambungkan perkataannya.


Sungguh terlihat sekali bahwa kepala sekolah itu semakin bertambah besar rasa kesalnya terhadap Ziya, karena, dengan gaya anggun dan santainya Ziya masih bisa menjawab semua pernyataan yang buruk darinya, padahal sudah banyak suatu pernyataan buruk yang dilontarkannya tapi, Ziya masih saja tetap terlihat santai menanggapi semuanya.


" Dan, sekali lagi saya tekankan bahwa selama ini saya tidak pernah menikah dengan calon suami orang, apalagi hanya ingin mendapatkan sebuah kekuasaan ataupun kekayaan,," Gumam Ziya lagi yang membuat kepala sekolah ini, ingin sekali membuang air ludahnya tepat di wajah Ziya.


" Heh!! dasar wanita munafik, kau pikir, dengan caramu itu, kau bisa mendapatkan perasaan cinta dan kasih sayang dari suamimu Alberto, karena, setahuku serta semua orangpun tahu bahwa Alberto Alexandre tidak pernah memperdulikan kehadiranmu di sisinya sebagai seorang Istri," Ucap Kepala Sekolah itu yang pembicaraannya semakin masuk ke dalam masalah dendamnya terhadap Zoya.


" Dan, juga wajar jika Krystal melakukan suatu tindakan kejahatan di sekolah ini, karena, Ibunya Krystal sendiri juga merupakan seorang wanita yang tidak dipedulikan oleh Alberto suamimu itu dan kau juga seorang wanita yang masuk ke dalam keluarga Alexandre demi untuk mendapatkan sebuah kekuasaan, sehingga membuat Krystal menjadi anak yang arogan karena, tidak mendapatkan kepedulian dari orang tuanya dan kau disini berpura-pura menjadi pahlawan dari Krystal, hahahahah sungguh suatu hal yang luar biasa,," Ucap Kepala sekolah itu lagi sambil berdiri dari kursinya.


Ziya sendiri sudah mendapatkan hasil dari analisanya ini bahwa sepertinya kepala sekolah ini ternyata memiliki dendam kepada Zoya hanya karena, kepala sekolah ini sepertinya terlihat memiliki sebuah perasaan yang besar terhadap Alberto. Sehingga membuat Ziya semakin mudah untuk melakukan sesuatu tindakan yang bisa membuat Kepala ini terhenyak ketika mendengarkan perkataan darinya.


" Setelah mendengarkan semua perkataan yang Ibu sampaikan padaku saat ini, aku cukup mengerti dan mengetahui bahwa di dalam garis besar sepertinya Ibu cemburu padaku, karena, aku adalah istri dari Alberto Alexandre dan sepertinya selama ini Ibu kepala sekolah sengaja memberikan hukuman kepada Krystal hanya masalah pribadi yang telah lama dipendam." Ungkap Ziya yang membuat emosi kepala sekolah itu naik dan sepertinya ingin sekali kepala sekolah itu menampar wajah Ziya. Namu,m hal itu diurungkannya karena, ia melihat keadaan saat ini bahwa mereka sedang berada di dalam ruangan di sekolahnya.


" Dan, anda salah paham terhadap suami saya Alberto Alexandre, bahwa anda mengatakan kalau suami saya tidak pernah memperdulikan saya dan juga anak-anaknya, oh pernyataan itu betul-betul sekali salah, karena, anda tidak tahu bagaimana sifat dari Alberto Alexandre yang sebenarnya,," Ucap Ziya lagi yang membuat wajah kepala sekolah itu memerah dan sedangkan Ziya sendiri masih tenang menyampaikan semua hal yang harus dilakukannya itu.


Untuk sesaat wajah kepala sekolah itu terlihat sedang memerah karena amarahnya begitu naik ketika mendengarkan ucapan pernyataan dari Ziya yang begitu menghentakkan telinganya.


" Heemm, sepertinya kepala sekolah ini terlihat begitu menyukai Alberto, aku ingin lihat apakah rasa sukanya itu terbalaskan atau hanya dia sendiri yang merasa menyukai Alberto." Gumam Ziya dalam hati yang terlihat sedang menampakkan senyuman di wajahnya ketika melihat amarah yang begitu besar di wajah kepala sekolah ini.


Sedangkan, Vena sendiri hanya bisa tersenyum puas ketika mendengarkan pernyataan yang disampaikan oleh majikannya dengan gaya tepat sekali untuk memberikan pelajaran kepada kepala sekolah angkuh ini.


" Bagus, Nyonya, ternyata kepala sekolah ini, sengaja memberikan hukuman kepada Nona Krystal hanya karena, ia tahu bahwa Nyonya Zoya yang selama ini memang terkenal dengan kelakuan dan aksinya itu, namun, ia tidak tahu bahwa Nyonya Zoya itu sebenarnya siapa apabila berada di dekatnya,," Ucap Vena dalam hatinya yang terdengar begitu senang ketika majikannya ini terlihat bisa menanggapi dan melawan semua perkataan yang sengaja disampaikan oleh kepala sekolah ini.


Saat ini begitu terlihat jelas bahwa kepala sekolah itu dengan wajahnya yang dipenuhi amarah, membuat dirinya sendiri bingung akan menyampaikan suatu hal apalagi kepada wanita yang ada di hadapannya ini.


Namun, ketika kepala sekolah itu ingin memberikan sebuah pernyataan lagi yang begitu mengejutkan Ziya, tiba-tiba staf yang sedang menjaga di ruangan depan memberitahukan bahwa saat ini orang tua dari siswa yang sengaja mengganggu Krystal terlebih dahulu telah datang ke sekolahnya ini.


" Heh!! dasar wanita yang tidak tahu,,," Ucapan makian dari kepala sekolah itu untuk Ziya yang tidak sengaja terputus ketika mendengarkan suara ketukan pintu dari luar ruangannya.


" Heemm masuk,," Ucap kepala sekolah itu sambil mengubah ekspresinya dengan gaya yang begitu berwibawa.


Staf yang berada di luar itupun langsung saja masuk ke dalam ruangannya karena, sudah mendapatkan izin dari pemimpinnya untuk masuk ke dalam ruangannya itu.


" Maaf, Bu jika mengganggu, di luar sudah ada orang tua dari siswa yang bernama Vanny,," Ucap staf itu langsung kepada pemimpinnya.


" Oh baik, segera izinkan mereka masuk untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dari Krystal anak Ibu Zoya ini,," Ucap Kepala Sekolah itu yang terlihat sekali bahwa ia tidak menyukai Ziya dan pastinya akan membela orang tua dari musuhnya Krystal.


Ziya bisa melihat dengan jelas bagaimana tanggapan dari kepala sekolah itu terhadap dirinya, begitu terlihat jelas bahwa kepala sekolah itu pasti akan menyudutkan dirinya dan memberikan pembelaan yang banyak terhadap orang tua dari siswa yang telah bermasalah dengan Krystal.


" Heemm, aku sudah tahu, kau pasti akan menyudutkan Krystal dan seolah-olah bahwa Krystal saja yang bersalah dalam kejadian ini,," Gumam Ziya dengan matanya yang begitu yakin melihat kelakuan dari kepala sekolah yang ada di hadapannya itu.


Dan, tak lama kemudian orang tua dari siswa yang sedang bermasalah dengan Krystal ini segera masuk ke dalam ruangan kepala sekolah itu sendiri. Begitu hangatnya kepala sekolah itu menyambut kedatangan orang tua dari siswa lain yang sedang bermasalah dengan Krystal.


" Selamat pagi," Ucap kedua orang tua dari siswa yang bernama Vanny.


" Pagi, silahkan masuk Tuan dan Nyonya dan silahkan duduk,," Ucap kepala sekolah itu yang terlihat begitu ramah menyambut kedatangan orang tua dari siswa lainnya.


Kedua orang tua dari siswa yang bernama Vanny itu segera masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dan langsung saja duduk tepat di hadapan Ziya. Kedua orang tua itu begitu tercengang ketika melihat wajah Ziya yang sedang berhadapan dengan mereka. Karena, ia baru tahu bahwa orang tua dari seorang siswa yang berani mengganggu anaknya itu adalah Zoya yang selama ini terkenal dengan kelakuan buruknya yang bisa memikat semua kaum pria untuk tunduk terhadap dirinya.


Ketika melihat wajah Ziya itu, jelas saja Ibu dari siswa yang bernama Vanny itu dengan segera memaki Ziya yang menggunakan kata-kata kasar dan juga tatapan mata yang begitu tajam.


" Oohh, aku pikir siapa siswa yang telah berani mengganggu anakku di sekolah, ternyata anak dari seorang wanita sepertimu ini, pantas saja jika anakmu itu memiliki sikap yang arogan dan berani-beraninya sengaja membakar semua peralatan dan barang anak saya di sekolah,," Ucap wanita itu yang jelas sekali bahwa dia adalah Ibunya Vanny.


" Mama, sudahlah kita datang kesini untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada anak kita, bukan untuk mencari masalah,," Ucap suami dari wanita itu yang jelas sekali terlihat bahwa matanya begitu liar menatap tubuh Ziya yang ada di hadapannya itu.


Ketika, wanita itu melihat Ziya sedang berada di hadapannya itu dengan segera wanita itu memaki kesal perlakuan Krystal kepada Ziya. Padahal kepala sekolah sebagai pemimpin dari acara rapat yang dilakukan oleh Ziya saat ini sama sekali belum dibukanya, namun tanpa rasa malu, Ibu itu langsung saja memaki Ziya di hadapan semua orang yang ada disana. Walaupun sudah dimaki seperti itu, Ziya masih saja terlihat santai dengan gaya anggunnya.


" Heemm, Maaf Nyonya sebelumnya, saya datang kesini dengan tujuan untuk segera menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di antara putri saya Krystal dan putri anda, bukan untuk membahas masalah lain,," Ungkap Ziya yang terdengar begitu lembut namun pasti.


" Heh!! sudah jelas kalau anakmu itu bersalah, kau masih saja berpura-pura tidak mengerti akan kesalahan yang dilakukan oleh anakmu itu,," Umpat wanita itu lagi kepada Ziya.


Dan, kepala sekolah itu sendiri tersenyum senang ketika melihat Ziya yang dikiranya adalah Zoya dan sudah lama menjadi musuh beratnya itu dimaki oleh orang tua dari musuh anaknya.


" Bagus, sepertinya aku akan mendapatkan sebuah tontonan yang menarik,," Gumam kepala sekolah itu yang terlihat sedang tersenyum melihat kelakuan orang tua Vanny yang sengaja memarahi Ziya.


Namun, tidak berapa lama dari adegan yang sedang dilihatnya itu, kepala sekolah itu sendiri seketika kaget, saat mendengar perkataan Ziya yang meminta dirinya untuk menjelaskan sebenarnya permasalahan apa yang telah terjadi terhadap putrinya dan juga putri dari orang tua yang telah berani memaki Ziya ini.


" Daripada Ibu terus saja berkata seperti itu terhadap saya, lebih baik saat ini segera kita selesaikan permasalahan yang telah terjadi kepada putri kita masing-masing dan saya meminta supaya Ibu Kepala Sekolah bisa menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi ini dengan seadil-adilnya,," Ucap Ziya yang membuat wajah kepala sekolah itu seketika kaget.


Karena, saat ini Ziya ingin meminta penjelasan langsung dari pihak kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi itu, dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu angkuh dan hanya berpihak di sebelah Vanny saja hal itu membuat Ziya merasa bahwa kepala sekolah ini sengaja memojokkan posisi Ziya supaya bisa dipermalukan oleh dirinya. Namun, Ziya sama sekali tidak merasa takut ataupun khawatir untuk menghadapi sikap ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak kepala sekolah dalam menyelesaikan masalah Krystal ini.


****