Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 130 - Menidurkan !!!



Ziya hanya bisa tersenyum pasrah setelah Alberto mengatakan bahwa jangan lagi untuk memberikan alasan kepadanya. Ziya belum bisa berbuat apa-apa atas tindakan Alberto padanya itu. Lalu, setelah memastikan janjinya itu pada Ziya, Alberto segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedang untuk kembali ke kediamannya.


Di dalam pikiran Ziya saat ini, begitu khawatir akan perasaannya yang sudah terlanjur mencintai dan mengasihi Alberto suami dari kembarannya itu.


" Zoya, apakah aku bersalah, untuk mencintai suamimu,, aku tidak bisa untuk menolak keinginannya, karena, aku sangat mencintainya," Ucap Ziya dalam hati yang menatap lembut wajah Alberto.


" Maafkan, aku Zoya, karena, perasaanku ini, yang telah berani merebut hak dan kebahagiaanmu,, maafkan aku, maafkan aku,," Bilang Ziya dalam hati yang merasa bersalah pada saudara kembarnya sendiri.


Wajar kalau Ziya merasa bersalah pada saudara kembarnya sendiri, karena, seharusnya dia tidak pantas untuk mencintai suami dari kembarannya itu, tapi apa boleh buat, karena, sudah terlanjur cinta, Ziya tidak bisa melakukan apa-apa, ingin menolak permintaan Alberto padanya itu tidak mungkin. Karena, Alberto sendiri tidak mau ditolak, sehingga membuat Ziya hanya bisa pasrah atas keadaan ini semua.


" Alberto apakah kau juga mencintaiku, apakah kau juga sangat merindukanku, apakah kau menginginkan tubuhku, hanya karena kau merindukan Zoya." Bilang Ziya dalam hati yang masih menatap lembut wajah laki-laki yang ia cintai.


" Aku rela, jika kau menginginkan tubuhku hanya karena, kau merindukan Zoya, karena, aku sangat mencintaimu,," Ucap Ziya terakhir dalam hati sambil menatap lembut wajah Alberto.


Saat Alberto ingin melihat ke arah samping Ziya, Alberto melihat bahwa Ziya sedang menatapnya dengan tatapan melamun. Alberto berpikir kenapa, Ziya melamun sambil menatap dirinya.


" Apa yang sedang dipikirkannya,, kenapa, terlihat Ziya sedang melamun sambil menatapku,," Bilang Alberto dalam hati yang mengira keadaan Ziya saat ini.


Alberto kembali segera mengagetkan Ziya yang sedang melamun itu.


" Hei,, sayang apa yang sedang dipikirkan ?" Tanya Alberto yang membuyarkan lamunan Ziya.


" Aaahh,, aku tidak memikirkan apa-apa," Jawab Ziya dengan sedikit senyuman.


Melihat tingkah Ziya seperti itu, membuat Alberto ingin segera melahap habis tubuh Ziya saat ini juga, tanpa menunggu waktu di malam nanti.


" Ingin rasanya aku langsung melahap tubuhmu di dalam mobil ini,," Bilang Alberto yang membuat Ziya semakin kaget.


" Aakhh,," Suara Ziya yang kaget atas ucapannya Alberto yang secara spontan.


Alberto segera memelankan mobilnya, rasanya ia tidak bisa lagi menahan gejolak yang menggebu-gebu di dalam tubuhnya itu. Lalu, dengan sengaja Alberto memberhentikan mobilnya di taman yang sedikit lagi sampai di depan kediamannya. Ziya yang merasa heran kenapa Alberto memberhentikan mobilnya disana, segera bertanya kepada sang pengemudi mobil.


" Kenapa, berhenti disi,,," Tanya Ziya yang heran kenapa mobil mereka berhenti di sekitar taman ini.


Tapi, sebelum Ziya menyelesaikan pertanyaannya itu, ternyata pertanyaan yang ada di dalam pikirannya itu sudah dijawab atas tindakan Alberto yang langsung menciumi bibirnya.


" Uuuummmm,, Alber,, to,," Suara Ziya yang terdengar seperti terjepit, karena bibirnya sudah dilahap oleh sang pengemudi mobil itu.


Cukup lama, Alberto memainkan bibirnya disana, sambil mengecap dan melu.mat lembut bibir Ziya, sambil menahan tengkuk leher Ziya, supaya bibirnya tidak bisa terlepas dari bibir Ziya. Ziya hanya bisa pasrah atas kelakuan Alberto padanya saat ini.


Alberto dengan sengaja membuat Ziya merasa cemas dan malu, karena, telah dicium tepat di depan semua pengawal yang ada di sana. Walaupun tidak terlalu jelas terlihat, namun sekilas bagi para pengawal yang sangat dekat dengan posisi mereka pastinya sangat tahu apa yang sedang dilakukan oleh Alberto pada Ziya saat ini.


Karena, tidak seperti biasanya, Alberto yang awalnya membawa Ziya di dalam gendongannya, lalu, membelikan Ziya barang-barang yang sangat banyak, serta saat ini tepat di depan mata semua pengawal yang sedang melintas, pastinya melihat aksi Alberto yang sengaja mencium Ziya penuh kelembutan dan juga dengan waktu yang cukup lama.


" Sepertinya itu mobil Tuan Besar,," Ucap Frengky dari kejauhan.


Frengky segera melangkahkan kakinya mendekati mobil yang sedang digunakan oleh Alberto. Saat Frengky mendekat, terlihatlah bahwa Alberto sedang mencium bibir Ziya dengan sangat lembut, sampai saat ini terlihat dengan jelas bahwa mata Ziya tertutup saat dicium oleh Alberto. Jelas terlihat dari wajah Frengky yang tersenyum, bahwa sepertinya saat ini sang tuan besar sudah mendapatkan cinta dari istrinya itu.


" Sepertinya, Tuan Besar saat ini sudah berbaikan dengan Nyonya Zoya, hihihihihihi,," Ucap Frengky yang sengaja menjauh dari mobil Alberto.


Setelah puas menciumi bibir Ziya, Alberto melepaskannya dengan lembut, lalu, menciumi lagi bibir Ziya beberapa kali dengan sentuhan yang sangat lembut. Sehingga membuat Ziya baru membuka matanya dan menatap wajah Alberto.


" Apa yang kau lakukan,," Tanya Ziya yang menatap mata Alberto.


Wajah Alberto saat ini sungguh dekat dengan wajahnya, namun sangat jelas sekali terasa kedua napas dua pasangan ini terdengar memburu seperti habis berlari jauh. Tapi, nyatanya Alberto dan Ziya bukannya habis berlari namun habis berciuman mesra yang sangat panjang.


" Memberimu keindahan, sayang,," Bilang Alberto yang membelai lembut wajah Ziya.


" Alberto, aku malu, pengawal pribadimu pasti banyak yang lihat." Ucap Ziya yang terlihat seperti merengek.


" Biarkan saja, memangnya kenapa ?" Jawab Alberto yang kembali ke posisinya semula.


" Tidak usah dipikirkan sayang, kau akan terbiasa,," Ucap Alberto yang mengelus lembut rambut Ziya.


" Kita jalan,," Tanya Alberto pada Ziya yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Ziya.


Setelah menjelaskan keinginan yang dirasakan Alberto saat ini, dengan segera Alberto menjalankan kembali mobilnya, lalu tak lama dari perjalanan mobil itu, akhirnya mereka sudah sampai tepat di depan kediaman. Saat Alberto turun dari mobil karena, pintu mobil telah dibuka oleh Frengky dan pintu mobil arah Ziya juga telah dibuka oleh pengawal lainnya, Alberto melihat bahwa mobil yang digunakan oleh Demian juga baru sampai dari sekolahnya.


" Mommy, Daddy," Bilang Demian yang melihat orang tuanya.


" Demian,," Ucap Ziya yang juga melihat Demian baru keluar dari mobil.


Demian yang melihat kedua orang tuanya yang baru saja turun dari mobil segera berlari cepat menuju ke arah orang tuanya itu. Namun, Ziya melarang Demian untuk berlari, karena, Ziya takut Demian akan terjatuh.


" Jangan berlari sayang,, biar Mommy yang kesana,," Bilang Ziya yang mencegah Demian berlari menuju ke tempatnya.


Ziya segera melangkahkan kakinya mendekati Demian, ketika sudah sampai dekat Demian, Ziya langsung merentangkan tangannya untuk menggendong Demian. Demian langsung saja melompat ke dalam gendongan Ziya.


" Sini sayang,," Ucap Ziya yang mendekati Demian.


" Mommy and Daddy dalimana ?" Tanya Demian pada Ziya yang sedang melangkah mendekati Alberto.


" Heeemm, Mommy and Daddy baru saja dari taman sayang,," Bilang Ziya yang membuat Demian merengek mau pergi ke sana lagi.


" Aakkhh,, Mommy and Daddy sengaja tidak menunggu Demi, Demi mau kesana juga," Ucap Demi yang terdengar merengek di gendongan Ziya.


" Kalau Demi libur sekolah dan mendapatkan nilai yang bagus, nanti kita main kesana lagi ya sayang,," Ucap Ziya yang membujuk Demian.


" He'eh janji,," Tanya Demian pada Ziya sambil menunjukkan jari kelingkingnya.


Ziya segera menggapai jari kelingking itu dan memberikan jari kelingkingnya juga.


Ketika di depan pengawalnya Alberto memang terlihat sangatlah dingin dan cuek, seperti saat ini, Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kediamannya sambil menuntun Ziya yang menggendong Demian.


" Come, masuk, hari sudah mulai malam,," Bilang Alberto yang mengajak anak dan istrinya masuk ke dalam kediaman.


Melly sang Baby Sitter hanya bisa mengikuti langkah kaki dari kedua majikannya ini, Karena, dimana tempat Demian disitulah tempat Melly.


Setelah sampai di kamarnya dengan segera Ziya membawa Demian ke dalam kamarnya, sementara itu Alberto membawa keranjang tanaman Ziya ke kamar pribadinya. Ziya sengaja memandikan Demian terlebih dahulu, lalu, setelah selesai memandikannya, Ziya memerintahkan Melly untuk mengambil makan malam Demian. Sambil menunggu Melly membuatkan makan malam untuk Demian, Ziya yang telah selesai menggantikan baju Demian segera membawa Demian ke kamar pribadi Alberto.


" Sayang, karena, Demi sudah selesai mandi, kita bobo di kamar Daddy ya,," Ucap Ziya pada Demian.


" He'eh,," Jawab Demian mengangguk setuju atas ajakan yang dilakukan Ziya.


Dengan segera Ziya melangkahkan kakinya keluar dari kamar Demian, saat itu Ziya teringat akan tanaman yang diambilnya.


" Aduuhhh,, dimana aku letakkan keranjangnya,," Bilang Ziya yang menoleh ke kiri-kanan dirinya.


" Ada apa Mom,," Tanya Demian yang juga bingung dengan kelakuan Ziya, yang sedang mencari-cari sesuatu hal.


" Hehehe,, tidak sayang," Jawab Ziya yang segera melangkahkan kakinya menuju kamar tidur Alberto.


" Lebih baik aku tanyakan langsung padanya,," Ucap Ziya dalam hati sesaat terpikir bahwa kemungkinan Alberto yang telah membawa keranjang tanamannya.


Ziya bingung ia letakkan dimana tanamannya tadi, lalu, Ziya langsung saja masuk ke dalam kamar pribadi Alberto dan saat Ziya masuk, di atas meja dekat sofa, tempat seperti biasanya ia duduki ada sebuah keranjang yang berisi tanamannya, Ziya merasa lega, dengan keranjangnya itu.


" Aaahh, ternyata disana, syukurlah,," Ucap Ziya merasa lega saat matanya melihat sebuah keranjang yang sangat jelas ia bawa dari taman tanaman beracun.


Sambil menggendong Demian, Ziya segera mengambil keranjang tanaman itu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tempat tidur Alberto. Di dalam sana Ziya meletakkan Demian di atas tempat tidur, lalu, meletakkan keranjang tanamannya tepat di dekat sudut kamar.


Ziya menghidupkan tv untuk acara hiburan bagi putranya itu, karena, saat ini dia segera ingin mandi membersihkan tubuhnya.


" Sayang, Mommy mandi dulu, ya,," Ucap Ziya yang mengelus lembut rambut Demian.


" He'eh,," Jawab Demian yang fokus menatap layar tv.


" Hihihihihihi,, fokus pada tontonan ya sayang,, ya sudah Mommy mandi dulu ya,," Bilang Ziya yang tertawa melihat wajah Demian yang sangat fokus pada acara tv.


Ziya tidak mengingat bahwa Alberto saat ini sudah berada di dalam kamar mandi, sehingga Ziya langsung saja masuk ke dalam kamar mandi dan tidak mengetahui bahwa di dalam kamar mandi ada Alberto yang telah berendam di dalam bathtub.


Saat Ziya ingin masuk ke dalam ruangan bathtub, Ziya kaget melihat Alberto yang segera menariknya masuk ke dalam bathtub.


" Aakkh,, Alberto,," Teriak Ziya kaget atas kelakuan dari Alberto yang menarik tangannya.


Otomatis Ziya yang tangannya tertarik ikut tercebur ke dalam bathtub yang penuh akan air busa sabun. Alberto tertawa saat melihat wajah Ziya yang kaget melihat dirinya itu.


" Hahahaha,, kenapa sayang kaget,," Bilang Alberto dengan segera memeluk tubuh Ziya yang berada di atas pangkuannya.


" Aku pikir siapa, karena, aku lihat tidak ada orang,," Jawab Ziya yang seakan selalu bisa saja nyerocos jika di dekat Alberto.


" Heemm jangan takut sayang, ada aku,," Bilang Alberto yang memeluk tubuh Ziya.


Ziya merasa hangat jika tubuhnya sedang dibelai lembut oleh Alberto seperti saat ini. Namun, Ziya teringat bahwa di luar kamar mandi sedang ada Demian yang telah menunggunya.


" Alberto,," Panggil Ziya pada Alberto.


" Heemmm,," Jawab Alberto dengan suara khasnya yang begitu menggoda.


" Diluar ada Demian,," Bilang Ziya yang membuat Alberto tersenyum menatapnya.


" Memangnya kenapa kalau ada Demian." Tanya Alberto yang mengusap lembut tubuh Ziya menggunakan sabun.


" Cepat selesaikan mandi kita, terus, kita bersama-sama menidurkan Demian, terus kita bisa,,,,," Ucap Ziya yang terdengar seperti sedang memancing nafsu gelora tubuh Alberto saat ini.


" Terus kita apa sayang,," Tanya Alberto seperti terdengar bertanya yang sangat banyak sekali jawabannya.


" Terus kita juga bisa tidur,," Jawab Ziya spontan yang membuat Alberto segera menarik dagunya pelan.


" Tidak bisa tidur secepat itu,," Bilang Alberto yang tersenyum nakal menatap wajah Ziya dan Ziya hanya bisa menyunggingkan senyumannya pada Alberto saat ini yang sangat terlihat bahwa senyuman itu seperti canggung dan terpaksa.


" Eeemmm sayang,, setelah menidurkan Demian nanti, ada yang ingin aku tunjukkan,," Ucap Alberto seketika mengingat sesuatu apa yang ingin ditunjukkannya pada Ziya.


Sontak membuat Ziya merasa penasaran atas ucapan yang disampaikan oleh Alberto padanya itu.


" Hah!! Apa,," Tanya Ziya yang merasa penasaran.


" Nanti kau akan tahu sayangku,," Ucap Alberto lagi sambil berbisik lembut di telinga Ziya.


" Heeemm,, Alberto kau ini selalu membuatku penasaran,," Bilang Ziya yang menempelkan wajahnya tepat di wajah Alberto.


Dengan sikap Ziya yang sangat manis dan manja seperti itu, Alberto segera membelai lembut puncak gunung kembar milik Ziya, dengan spontan perlakuan Alberto seperti itu padanya membuat Ziya sedikit mere-mang merasakan keindahan dan kenikmatan yang dilakukan oleh Alberto.


Namun, Ziya akan teringat bahwa diluar ada seorang bocah kecil yang sedang menunggu kehadiran mereka berdua. Malah saat ini, Alberto melakukan hal-hal mesra pada tubuhnya. Untung saja pikiran Ziya masih bisa tersadar, sehingga membuatnya Alberto dengan cepat menghentikan kegiatannya itu.


" Alberto,, ada Demian diluar,," Suara Ziya terdengar seperti rintihan yang penuh kenikmatan.


" Iya sayang, kita selesaikan mandi dan segera menidurkan Demian." Ucap Alberto yang memeluk lembut tubuh Ziya dan mengecup mesra leher serta bahu Ziya.


Dengan segera Alberto mengusap tubuh Ziya dengan menggunakan sabun, setelah selesai berendam, Alberto dan Ziya bersama-sama mandi di bawah air pancuran shower. Karena, setelah ini mereka akan segera makan bersama dan menidurkan si jagoan lucu yang hadir di antara mereka yaitu Demian.


****