
Ziya yang merasa bahwa saat ini Alberto telah mengungkapkan semua perasaan bersalah padanya, membuat Ziya lega akan permintaan maaf yang telah dilakukan oleh Alberto. Walaupun, mereka telah melakukan sesi panas dalam percintaan, Ziya sama sekali tidak menyesali akan dirinya yang telah disentuh oleh Alberto saat ini.
Ziya berpikir bahwa saat ini dirinya merasa lega, Alberto juga telah menyetujui permintaannya yang begitu banyak menguntungkan dirinya itu. Sehingga walaupun tubuhnya disentuh oleh Alberto dan Alberto juga menyentuh tubuhnya itu meminta izin terlebih dahulu padanya, cukup seimbang bagi Ziya dalam perjanjian yang ia berikan.
Setelah merasa puas memandangi wajah Ziya yang penuh akan tangis kebahagiaan. Dengan segera Alberto menge-cup lembut kening, mata, hidung, kedua pipi dan dagu Ziya yang terakhir Alberto mengecup mesra tepat di bibir Ziya. Ziya pun membalas ciuman mesra dari Alberto.
Setelah berciuman yang cukup lama, dengan segera Ziya melepaskan ciumannya. Alberto tercengang kenapa Ziya melepaskan ciuman darinya itu.
" Kenapa ?" Tanya Alberto yang masih berada di atas tubuh Ziya.
" Aku tidak bisa bernapas, sudah ya,," Jawab Ziya dengan tatapannya yang memelas pada Alberto untuk menghentikan tindakannya itu.
Setelah menjelaskan tentang keadaannya, dengan rakusnya Ziya menarika napas dan menghembuskan napasnya itu.
" Kau berciuman denganku lama sekali, apa kau sengaja ingin membuatku kehabisan napas." Ucap Ziya ditengah-tengah dirinya mengambil napasnya.
Mendengar ucapan Ziya yang begitu amatiran dalam berciuman dan tidak bisa melakukan sesi ciuman yang lama membuat Alberto tertawa dan menjawil nakal hidung Ziya.
" Hahahahahahahaha, masa ciuman seperti itu saja sudah membuatmu tidak bisa bernapas,," Ucap Alberto yang menjawil hidung Ziya.
" Ya sudah ambil saja dulu napasmu,," Ucap Alberto yang menyambungkan omongannya lalu, Alberto sendiri segera turun dari tubuh Ziya.
Dengan keadaan tubuh yang masih polos Alberto turun dari tubuh Ziya dan berdiri di samping Ziya. Ziya tidak melihat kalau tubuh Alberto sama seperti tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Lalu, Alberto kembali menundukkan kepalanya menatap wajah Ziya.
" Setelah itu kita lakukan lagi sesi percintaan yang sangat panjang, siapkan tubuhmu sayang,," Ucap Alberto terakhir sambil tersenyum menyeringai menatap Ziya.
Ziya hanya terperangah dengan ucapan Alberto yang masih menginginkan tubuhnya itu. Ziya pikir setelah melakukan percintaannya tadi cukup bagi Alberto untuk malam ini, ternyata pikiran Ziya salah Alberto masih menginginkan tubuhnya sekali lagi bahkan berkali-kali.
" Oh My God, Alberto kita baru saja selesai, masa kau ingin lagi,," Celetuk Ziya yang melihat tubuh Alberto sedang memungut baju Ziya dan bajunya yang terlempar ke bawah.
Setelah selesai mengambil semua baju itu, dengan wajah yang memberikan senyuman indahnya, Alberto segera memakai celana pendek saja, lalu ia pun segera mendekati tubuh Ziya. Dan menatap tubuh Ziya yang masih polos tanpa sehelai benangpun yang menutupinya.
" Karena, aroma tubuhmu membuatku tergila-gila akan kehangatan yang kau miliki,," Ucap Alberto sengaja duduk di samping Ziya.
" Aakkhhh,, Alberto aku tidak sanggup lagi," Ucap Ziya yang spontan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan kedua tangannya.
Ziya yang mendengar ucapan Alberto dan melihat tatapan matanya itu, membuat Ziya sengaja menyilangkan kedua tangannya di atas puncak gunung kembarnya dan kedua kakinya sengaja mengapit segitiga yang dimaksud oleh Alberto itu.
Melihat reaksi Ziya yang sengaja menutup tubuhnya itu, membuat Alberto seketika tertawa spontan akan kelakuan lucu Ziya.
" Hahahaha,, tidak perlu ditutup, aku sudah melihat semuanya sayang, dan bahkan merasakannya." Ucap Alberto yang sengaja membuka tangan Ziya untuk tidak menutupi dadanya.
Ziya tercengang mendengar ucapan Alberto yang membuatnya sangat malu, memang benar, Alberto sudah melihat semuanya dan bahkan merasakannya untuk apa ditutup lagi menggunakan tangannya. Karena, semua yang berada di tubuh Ziya juga sudah dimiliki oleh Alberto.
" Iiiiihhhh,, dasar nakal,," Ucap Ziya yang sengaja duduk dan memukul Alberto menggunakan bantal di kepalanya.
" Hahahahah, percuma saja ditutup, kalau semua ini adalah milikku," Jawab Alberto yang menepis bantal dari tangan Ziya.
Lalu, dengan segera Alberto menarik tubuh Ziya dan memeluknya. Karena, mendapatkan perlakuan lembut dari Alberto Ziya tersenyum sendiri saat wajahnya di dalam pelukan Alberto. Saat ini di depan tatapan Ziya hanya dada bidang Alberto yang sedang memeluknya itu.
" Jangan malu sayang, karena kau sudah menjadi milikku dan kewajibanmu untuk melayani diriku,," Bilang Alberto sambil membelai lembut rambut Ziya.
" Heemm sayang, maukah melanjutkannya lagi,," Ucap Alberto yang menatap wajah Ziya.
Ziya yang mendengarkan ucapan Alberto ini, merasa bahwa Alberto memang sengaja membujuk dirinya untuk melakukannya lagi.
" Tidak, aku mau ke kamar mandi terus tidur,," Jawab Ziya yang melepaskan pelukannya dan ingin berdiri.
Karena, ingin berdiri dalam seketika Ziya malu sendiri dengan keadaannya yang masih polos tidak memakai apapun itu.
Ziya cengar-cengir sendiri dan mengambil baju serta jeroannya untuk dipakai.
" Hehehehe,, aku belum memakai baju, sini bajunya,," Pinta Ziya tersenyum manis di hadapan Alberto.
Alberto tersenyum sendiri melihat tingkah laku Ziya yang terlihat begitu lucu. Lalu, dengan segera Alberto mendorong tubuh Ziya untuk tertidur, karena, memang dirinya ingin memakaikan baju dan jeroan pada tubuh Ziya.
" Akkkhhh,, Alberto kau mau apa lagi,," Tanya Ziya saat tubuhnya sudah terbaring lagi.
" Ssssstttt,," Ucap Alberto yang menempelkan jari telunjuknya di bibir Ziya.
Dalam seketika Ziya terdiam karena, melihat Alberto melangkahkan kakinya menuju ke bagian bawah lalu, dengan lembut Alberto memasang segitiga pengaman penutup bagian inti milik Ziya. Sebelum menutupnya dengan kain berwarna hitam, secepat kilat bibir Alberto mengecup lembut puncak yang menonjol di bagian bawah Ziya, membuat Ziya sedikit kaget akan kelakuan Alberto yang begitu lembut padanya.
" Oh God apa yang dia lakukan,," Gumam Ziya dalam hati.
Ziya tersenyum lembut saat melihat Alberto yang memakaikan dirinya satu persatu jeroan penutup. Setelah selesai di bagian bawah saat ini Alberto membangunkan tubuh Ziya dan memeluk lembut tubuh itu, dalam seketika Alberto telah selesai memakaikan Ziya kain penutup gunung kembar miliknya itu, yang terakhir Alberto memakaikan dress hitam yang dipakai Ziya sebelum mereka bercinta tadi.
CUP !!
Kecupan mesra Alberto di bahu Ziya setelah menyelesaikan pekerjaannya. Lalu, Alberto mengajak Ziya untuk baring di atas lengannya.
" Come, tidurlah di dekatku sayang,," Ucap Alberto memeluk Ziya dan menidurkan Ziya tepat di sampingnya.
Ziya merasa bahwa kali ini Alberto benar-benar berlaku lembut padanya. Seperti saat ini, Alberto sengaja mengajak Ziya untuk tidur di dalam pelukannya. Ziya pun mengangguk dan berbaring tepat di samping Alberto dengan kepalanya diletakkan di atas lengan indah milik Alberto.
" Heemmm,, tidurlah yang nyenyak, aku tidak akan mengganggumu malam ini,," Ucap Alberto yang membisikkan telinga Ziya.
Karena, mendapatkan bisikan yang begitu mesra membuat Ziya tersenyum sendiri lalu dengan spontan Ziya menge-cup lembut bibir Alberto.
CUP !!
" Terima kasih,," Ucap Ziya setelah mencium lembut bibir Alberto.
" Sama-sama My Wife,," Jawab Alberto menge-cup lembut puncak kepala Ziya.
Padahal sebenarnya Ziya ingin pergi ke toilet tapi, hal itu diurungkannya karena, saat ini matanya ingin sekali tertidur pulas di dalam pelukan Alberto. Tapi, perasaan tubuhnya untuk buang air kecil sungguhlah besar, oleh sebab itu, Ziya meminta izin pada Alberto untuk dilepaskan pelukan darinya.
" Aduuhhh,, aku ingin buang air kecil, Alberto tolong lepaskan aku sebentar,," Ucap Ziya meringis menahan dirinya untuk buang air kecil.
" Hahahaha, Iya sayang, mau diantar,," Tawar Alberto pada Ziya.
" Aku berani sendiri,," Jawab Ziya dengan segera melepaskan dirinya dari pelukan Alberto.
" Aduuhhh,," Ucap Ziya yang meringis menahan sakit di bagian bawahnya.
" Kenapa,," Tanya Alberto yang segera bangun melihat Ziya.
" Terasa sakit di bagian bawah, jadi aku sulit untuk melangkah,," Jawab Ziya yang menjelaskan keadaan dirinya.
Mendengarkan ucapan Ziya seperti itu, Alberto segera bangun dari baringnya dan mendekatkan dirinya pada tubuh Ziya yang sedang menahan sakit pada bagian inti miliknya.
" Heemmm,," Suara Alberto yang terdengar sambil menggelengkan kepalanya.
Lalu, Alberto segera menggendong tubuh Ziya untuk masuk ke dalam kamar mandi. Ziya terperanjat akan sikap Alberto yang begitu indah malam ini pada dirinya.
" Heemm,, bukannya aku sudah katakan, mau diantar dan digendong ke kamar mandi, tapi kau tidak mau, dasar sombong,," Ucap Alberto sambil menggendong tubuh Ziya masuk ke dalam kamar mandi.
Ziya cuma tersenyum melihat mulut Alberto saat ini sedang komat-kamit mengoceh akan dirinya itu.
CUP !!
Lagi-lagi Ziya menge-cup lembut bibir Alberto dan sengaja melingkarkan kedua tangannya di bagian leher Alberto. Membuat Alberto semakin senang akan sikap Ziya yang sudah luluh terhadap dirinya.
Sesampainya di kamar mandi Alberto menurunkan Ziya tepat di atas kloset dan mendudukkannya. Ziya tersenyum atas perbuatan Alberto yang telah menggendong tubuhnya juga meletakkannya tepat di atas kloset.
" Ya sudah buanglah air kecilnya." Ucap Alberto masih berdiri di dekat Ziya dan melihat wajah Ziya.
Ziya yang mendengarkan ucapan Alberto seperti itu, pastinya merasa malu untuk membuang air kecil di depan matanya.
" Aakkh,, tidak masa kamu masih disini,," Ucap Ziya yang masih saja menolak untuk dilihat oleh Alberto.
" Heemmm,, sayang baru saja aku sudah katakan, kalau semua tubuhmu sudah aku lihat jadi kenapa harus merasa malu,," Ucap Alberto yang menatap lembut wajah Ziya.
" Dan aku akan tetap disini untuk menjagamu,," Ucap Alberto menjelaskan posisinya kepada Ziya.
Mendengarkan ucapan Alberto seperti itu, membuat Ziya sadar, bahwa semua ucapan Alberto itu benar juga. Mereka saja sudah melakukan tahap percintaan yang begitu panas, masa mau buang air kecil saja Ziya malu, padahal tadi di saat sesi bercinta Ziya sama sekali tidak malu akan tubuhnya yang dikecup, dibelai, dijilat oleh Alberto.
" Baiklah,," Ucap Ziya sedikit menyunggingkan senyumannya.
Dengan segera Ziya mengeluarkan air kecilnya, Ziya merasa kenapa pedih sekali saat air kecil itu keluar. Apa mungkin karena, Alberto terlalu panas dan terlalu lama dalam memompa tubuhnya itu.
" Aduuuhhh,," Suara Ziya terdengar seperti meringis menahan pedih di bagian inti miliknya.
" Kenapa,," Tanya Alberto yang menundukkan tubuhnya dan menatap Ziya.
" Pedih,," Jawab Ziya seperti meringis dan menjepit bagian intinya menggunakan kedua pahanya.
" Jangan gunakan air kran, sebentar akan aku ambilkan air hangat,," Ucap Alberto yang segera mengambil air hangat untuk Ziya membersihkan bagian intinya.
" Heemm,," Jawab Ziya mengangguk.
Dengan cepat Alberto mengambil air hangat di dalam shower yang telah terkontrol untuk mengeluarkan air hangat, setelah cukup Alberto segera memberikannya pada Ziya.
" Bersihkan pakai air ini,," Ucap Alberto yang memberikan air hangat pada Ziya.
" Terima kasih,," Jawab Ziya menerima air hangat dari Alberto.
Setelah selesai menyirami bagian intinya secara perlahan-lahan, Ziya sedikit merasa bahwa air hangat bisa mengobati sedikit rasa perih di bagian intinya.
" Bagaimana,," Tanya Alberto yang penasaran dan ingin tahu.
" Mau tahu,," Jawab Ziya yang balik bertanya pada Alberto.
" He'eh,," Ucap Alberto yang menunggu serius jawaban Ziya.
" Jawabannya nanti,," Jawab Ziya yang juga menjawil hidung Alberto.
Melihat tingkah laku Ziya seperti ini, tentunya membuat Alberto gemas dan segera menggendong tubuh Ziya lagi.
" Sekarang sudah mulai berani, ya,," Ucap Alberto sambil berbisik di telinga Ziya dan sedikit menggigit telinga Ziya.
Ziya yang merasakan perlakuan Alberto tertawa ceria ternyata, sedingin-dinginnya Alberto selama ini, masih banyak sisi lembut dan romantisnya yang terpendam. Ziya merasa dirinya saat ini terlena akan sikap kelembutan yang diberikan Alberto padanya. Seharusnya bukan dirinya yang menerima sikap lembut seperti ini, melainkan saudara kembarnya itu, karena, Alberto adalah suami sah dari saudara kembarnya, bukan suami dirinya yang telah menjadi istri pengganti sementara itu.
Ziya berpikir apakah dirinya salah apabila mencintai Alberto ?
Apakah Alberto akan membuangnya setelah kembarannya kembali ?
Dan bagaimana dengan nasibnya saya Alberto menemukan jejak Zoya ?
Pasti Alberto akan meninggalkan dirinya dan memisahkan dia dengan Demian. Walaupun Alberto sudah berjanji tidak akan memisahkan dirinya dengan Demian, tapi itu hanya karena, tidak adanya Zoya di sisinya. Apabila Zoya sudah kembali pasti dirinya akan disia-siakan oleh Alberto dan bahkan akan dipisahkan dari Demian.
" Ya Tuhan, aku begitu menyayanginya, jangan biarkan aku terpisah dari Demian, tapi, bagaimana kalau Zoya kembali, mungkinkah aku masih bisa bersama dengannya dan Demian,," Gumam Ziya dalam hati sambil menatap lekat wajah Alberto yang sangat dekat dengan wajahnya.
Alberto merasa bahwa Ziya sedang memikirkan sesuatu. Dan saat ini pikiran Ziya itu sepertinya perpisahan yang akan terjadi antara dirinya dan juga Demian.
" Apa yang sedang kau pikirkan,," Tanya Alberto lembut yang menatap wajah Ziya.
Sesaat Ziya merasa bersalah dengan Zoya kembarannya itu, karena, tanpa disadari saat ini dirinya telah mencintai suami dari Zoya kembarannya.
Apakah perasaannya ini perasaan yang salah ?
Dan apakah tindakannya ini juga salah ?
Ziya bingung sendiri untuk menjawab pertanyaan Alberto tentang pikirannya itu.
" Tidak ada, aku tidak memikirkan apapun,," Jawab Ziya yang mengalihkan pandangannya ke arah tempat tidur.
" Alberto,, apa aku salah mencintaimu, apakah nanti kau akan membuang diriku setelah Zoya kembali,," Gumam Ziya yang merasa bahwa pemikirannya itu pasti akan terjadi.
Karena, Ziya berpura-pura mengalihkan pembicaraannya itu membuat pikiran Alberto mengetahui apa saja dalam pikiran Ziya saat ini. Alberto tidak ingin membuat Ziya cemas dan takut akan tindakan Alberto nanti, karena di dalam hati Alberto juga memiliki keinginan yang begitu tulus terhadap Ziya. Bagi Alberto apapun yang akan terjadi hanya Ziya saja wanita yang akan menjadi pendampingnya.
****