Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 256 - Ucapan Boom Axeloe



Dengan sangat perlahan Vena mencari alasan dan juga kata-kata yang lembut agar jawabannya itu sama sekali tidak menyinggung perasaan Axeloe. Sehingga membuat Vena harus merangkai kata-kata terlebih dahulu sesuai dengan keadaan yang ada, agar jawabannya itu bukanlah sebuah alasan saja.


" Heemm benar juga yang kau katakan,," Ucap Axeloe yang masih memegang pergelangan tangan Vena dan tentu saja hal itu membuat Vena begitu senang ketika mendengar ucapan Axeloe yang ternyata membenarkan ucapannya.


" Heemmm, Ya Tuan,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya dengan lembut dan wajahnya yang terlihat sedikit kebingungan.


Disaat mendengar ucapan Vena seperti sebuah alasan yang memang benar sekali dengan kondisi yang ada, dengan memberikan sebuah alasan pula Axeloe membenarkan ucapan dari Vena. Hingga ucapan Axeloe itu membuat Vena langsung merasa bahagia dan juga lega. Karena, tidak menyangka kali ini Axeloe akhirnya menerima alasannya itu dengan baik.


Tapi, nyatanya pemikiran Vena salah, malah sebaliknya dari pemikirannya itu bahwa sebenarnya Axeloe memiliki alasan lain agar membuat Vena merasa lebih kaget lagi dan juga cemas dengan ucapannya barusan. Karena, terdengar seolah sedang membuat alasan yang bisa diterima langsung oleh Axeloe.


" Tapi, siapa yang mengatakan kalau kau duduk di atas tempat tidur ini mengganggu tidurku,," Ucap Axeloe dengan suaranya terdengar kecil namun cukup membuat Vena kaget dan hatinya berdegup dengan kencang.


DEEEGGG!!


Betapa kagetnya Vena ketika mendengar celetukan Axeloe yang menanyakan bahwa siapa orang yang merasa terganggu jika Vena tutup duduk di atas tempat tidur sambil menemani dirinya yang sedang tidur nyenyak itu.


" Eemmm dan kau mau turun dari tempat tidur ini, memangnya kau mau pergi kemana ?" Tanya Axeloe lagi dengan suaranya yang terdengar begitu jelas sekali bagi Vena.


" Aaakkhh sa, saya,," Ucap Vena dengan suaranya yang kecil dan terbata-bata.


Karena, mendengar pernyataan Vena yang terdengar seperti orang sudah kehabisan akal untuk membuat sebuah jawaban yang benar, akhirnya dengan sangat gampang Axeloe memenangkan tindakannya yang telah memberi sebuah perkataan telak kepada Vena.


" Tapi sayangnya kau tidak bisa pergi kemanapun,," Ucap Axeloe lagi dengan sengaja membanjiri pertanyaan serta ungkapan yang begitu banyak untuk Vena.


" Aduuuhhh, kenapa jadi begini,," Gumam Vena dalam hatinya dengan kondisi wajahnya yang terlihat sedang memejamkan matanya walaupun hanya sekejap saja.


Dengan sengaja Axeloe membanjiri pertanyaan-pertanyaan yang membuat Vena semakin terdiam dan mematung duduk di tempat tidur Axeloe sambil membelakangi Axeloe yang sedang berada di tempat tidur. Saat ini posisi tubuh Axeloe dengan sengaja dimiringkan agar ia bisa melihat dengan sempurna bagaimana reaksi Vena dari belakang tubuhnya itu.


" Dan, aku tahu kenapa kau ingin pergi dari tempat tidur ini, karena, kau ingin segera mencari cara supaya kau bisa keluar dari kamarku ini bukan ?" Tanya Axeloe dengan kebenaran yang ada dari isi hati serta niat Vena sendiri.


" Aduuuhhh mati aku, bagaimana ini, kenapa, dia bisa tahu niat dan rencana yang ingin aku lakukan,," Gumam Vena dalam hati merasa cemas sekali karena mendengarkan semua perkataan dari Axeloe yang begitu banyak sekali dan membuat Vena jadi terdiam lemas.


Karena, melihat Vena terduduk lemas di tepi tempat tidurnya itu dan terlihat bahwa saat ini Vena sedang memejamkan matanya sejenak begitu jelas sekali bahwa Vena sedang memikirkan suatu hal dalam pikirannya itu. Sehingga dengan mudah Axeloe akan melakukan suatu hal terhadap diri Vena yang sedang lengah itu.


" Apa yang sedang dia lakukan ?" Tanya Axeloe dalam hatinya saat melihat Vena bungkam sambil tetap duduk terdiam di tepi tempat tidurnya itu.


" Oohhh, ternyata dia sedang memejamkan matanya sambil memikirkan suatu hal,," Ucap Axeloe lagi dalam hatinya sambil tersenyum melihat kelakuan Vena yang telah diketahuinya itu.


" Oke akan aku ganggu dia,," Sambung Axeloe lagi sambil tersenyum geli melihat tingkah Vena yang sedang memejamkan matanya sejenak itu.


Karena, sudah mengetahui Vena saat ini sedang memejamkan matanya sambil memikirkan suatu hal yang akan dilakukan olehnya terhadap Axeloe. Namun, Axeloe terlebih dahulu melakukan suatu tindakan terhadap Vena yang masih memejamkan matanya itu. Sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Vena, Axeloe terlihat sedang membisikkan suatu kata-kata dengan lembut tepat di telinga Vena.


FFFUUUUUUHHHH!!


Hembusan nafas yang ditiupkan dari mulut Axeloe tepat sekali di bawah telinga Vena sehingga membuat Vena kaget dan langsung membuka matanya.


" Akkkhh!!" Seru Vena kaget ketika lehernya merasakan suatu sensasi hembusan nafas yang telah dilakukan oleh Axeloe pada tubuhnya itu.


" Tidak perlu kaget,," Ucap Axeloe dengan lembut dan suara yang begitu kecil sekali sehingga membuat jantung Vena menjadi berdegup kencang tidak karuan.


" Apa yang sedang kau pikirkan ?" Tanya Axeloe lagi dengan lembut pada Vena.


" Eeemmmm, tidak ada Tuan,," Jawab Vena dengan suara sedikit terbata-bata.


" Kalau kau tidak memikirkan suatu hal apapun, Kenapa aku melihat mata indah ini sedang terpejam dan terlihat sedang memikirkan suatu hal,," Ucap Axeloe dengan suara lembutnya sambil menyentuh sedikit kelopak mata Vena yang menatap ke arah depan dan hal yang dilakukan oleh Axeloe itu semakin membuat Vena kaget.


Karena, Axeloe dengan sengaja berbicara begitu lembut kepada Vena hingga membuat tubuh Vena dan juga Axeloe begitu dekat sekali dan terlihat bahwa Axeloe sendiri dengan sengaja menempelkan tubuhnya di bagian belakang tubuh Vena.


Sehingga hal itu membuat Vena kaget dan langsung berdiri begitu saja menjauhi Axeloe dengan sangat hormat dan tepat di hadapan Axeloe Vena langsung meminta maaf bahwa dirinya harus segera keluar dari kamar ini. Karena, ia harus menepati janjinya terhadap majikannya yaitu Alberto untuk sebentar saja mengikuti perintah dari Axeloe.


" Aaakkhh, Ma, Maaf Tuan, tugas saya sudah selesai, saya mohon agar Tuan mengizinkan saya untuk segera kembali ke tempat Nyonya Zoya dan Tuan Alberto,," Ucap Vena dengan suara yang jelas dan langsung berdiri dari tepi tempat tidur agar tubuhnya tidak terlalu dekat dengan Tuan Muda seperti Axeloe.


" Kenapa kau langsung berdiri, sepertinya kau takut sekali kalau aku akan melakukan suatu hal padamu,," Gumam Axeloe ketika melihat Vena yang langsung berdiri di saat jarinya menyentuh mata Vena.


" Bukan seperti itu, Tuan, saya hanya ingin menepati janji saya kepada Tuan Alberto dan juga Nyonya Zoya,," Ucap Vena lagi dengan jujur pada Axeloe.


Karena, mendengar ucapan Vena yang terlihat begitu meyakinkan Axeloe dan juga dari sudut wajahnya yang terlihat begitu cemas serta rasa khawatir terhadap apa yang telah dijanjikannya kepada majikannya itu, akhirnya mau tidak mau Axeloe memberikan izin juga kepada Vena agar Vena bisa keluar dari kamarnya ini.


****