Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 204 - Perasaan Zoya



Vena, tersenyum ketika melihat keharmonisan yang sedang terjadi di antara kedua majikannya ini. Dan, Vena sendiri sebenarnya Vena ingin menyampaikan sebuah informasi kepada Alberto tentang apa yang telah dilihatnya. Hal itu diurungkannya terlebih dahulu karena, terlihat Alberto sedang menyibukkan dirinya dengan merawat Ziya. Sehingga Vena harus menyimpan rahasianya terlebih dahulu untuk saat ini.


" Heemm sebenarnya aku ingin segera memberitahukan sebuah informasi kepada Tuan Besar tapi, tidak sopan jika aku membicarakannya saat ini,," Gumam Vena dalam hatinya sambil tersenyum melihat keharmonisan yang terjadi di antara kedua majikannya ini.


Karena, merasa waktunya belum tepat untuk membicarakan tentang sebuah kejadian yang begitu besar pada hari ini, akhirnya Vena lebih memilih keluar dari ruangan kamarnya Alberto.


" Permisi Tuan, Nyonya,," Ucap Vena sambil memberikan hormat kepada dua majikannya ini.


" Heemm, terima kasih, Vena,," Ucap Ziya kepada Vena sambil memberikan sebuah senyuman manisnya.


Dengan segera Vena melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar majikannya itu. Setelah Vena keluar dari kamarnya itu dengan segera Alberto memberikan kelembutan dan kemesraan lagi kepada Ziya.


" Bagaimana keadaannya saat ini sayang ?" Tanya Alberto lembut kepada Ziya.


" Sedikit mendingan, Alberto,," Jawab Ziya sambil memberikan gelas minumannya kepada Alberto.


" Benarkah, apa yang kau rasakan saat ini ?" Tanya Alberto lagi pada Ziya sambil menerima gelas minum Ziya dan meletakkannya ke atas meja samping tempat tidurnya itu.


" Eemmm aku tidak merasakan pusing seperti biasanya, hanya rasa mual saja, tapi sudah sedikit enakkan karena, sudah istirahat dan juga minum air hangat ini,," Jawab Ziya sambil tersenyum memeluk Alberto.


" Heemm baguslah kalau begitu sayang, jika kau tidak merasakan sakit di kepalamu lagi, aku cukup merasa senang dan lega,," Bilang Alberto yang juga membalas pelukan Ziya padanya itu.


Ziya teringat akan kelakuannya saat di dalam mobil tadi, bahwa ia sudah memuntahkan cairan pada pakaiannya Alberto. Dan, Ziya langsung bertanya pada Alberto akan kondisi tubuhnya Alberto yang kotor karena kelakuannya.


" Aakkh, Alberto bukannya di dalam mobil aku sudah memuntahkan semua isi perutku pada bajumu, kau harus menggantikan semua pakaian ini,," Bilang Ziya sambil beranjak sedikit bergerak untuk bangun dari baringnya itu.


" Sudah semuanya sayang, bahkan baju yang kau kenakan juga sudah digantikan semuanya,," Bilang Alberto lembut pada Ziya.


" Heemm baguslah kalau seperti itu, aku hanya bisa berterima kasih padamu, dan maafkan aku karena, sudah mengotori pakaianmu,," Gumam Ziya sambil memberikan tatapan lembut pada Alberto.


" Heemm, ucapan terima kasihnya aku terima, tapi, ucapan maafnya belum diterima jika kau belum melayaniku,," Ucap Alberto yang sengaja memberikan sebuah godaan pada Ziya.


" Heemm, Alberto kau ini masih saja menggodaku,," Sungut Ziya lucu.


" Hehehehe, itu tuntutan dari seorang suami untuk istrinya,," Ucap Alberto lagi yang mengingatkan posisi Ziya.


" Iya baiklah, aku akan melayanimu, tapi itu untuk malam nanti,," Bilang Ziya dengan wajah sumringahnya.


" Aku akan menagihnya malam nanti sayang, jadi mulai sekarang, kau tidak perlu terlalu banyak berpikir dan kau harus mempersiapkan semua yang kau perlukan untuk tubuhmu ini supaya bisa kuat saat melayaniku malam nanti,," Ucap Alberto lembut tepat di telinga Ziya.


" Alberto kau ini,," Ucap Ziya lagi dengan wajah gemasnya.


" Heemmm, aku sangat mencintaimu, sayang,," Gumam Alberto yang langsung memeluk erat tubuh Ziya dan mencium lembut bibir istrinya itu.


" Aku juga Alberto,," Jawab Ziya mengangguk tersenyum.


Sambil tersenyum senang, Alberto memainkan pipi Ziya hingga mereka berdua tenggelam di dalam kemesraan siang ini. Setelah Alberto memberikan sebuah kelembutan dan juga kemesraan kepada Ziya, sebenarnya Alberto tidak bisa melupakan ucapan dari Axeloe yang membuat dirinya merasa penasaran itu. Sehingga, Alberto sendiri berinisiatif untuk langsung menanyakan hal itu kepada Axeloe sendiri ketika keadaan Ziya kembali normal seperti biasanya.


Sementara itu, Zoya yang sedang berada di Australia lebih memilih untuk tetap berdiam diri di dalam Villa daripada ia harus pergi keluar dan akhirnya orang yang sengaja dikirim untuk mengintainya itu bisa menemukan keberadaan dirinya lagi.


" Agar keberadaanku bisa aman, lebih baik saat ini aku tidak perlu banyak untuk keluar dari Villa,," Bilang Zoya sendiri sambil memandangi kolam ikan kecil yang ada di samping Villanya itu.


" Untung saja kemarin pengintai itu tidak bisa menemukan keberadaanku disini, jika dia sampai mendapatkan keberadaan baruku disini, harus kemana lagi aku pergi ?" Tanya Zoya dalam hatinya yang cukup bingung atas keberadaannya itu.


Disaat Jimmy sedang mengambil air putih ke dalam dapur, Jimmy tersenyum ketika melihat wanita cantiknya sedang duduk santai di tepi kolam ikan Villanya itu. Sambil membawakan air putih lagi untuk Zoya, Jimmy segera mendekati Zoya yang sedang duduk menyendiri di tepi kolam ikan.


" Baby, apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Jimmy langsung pada Zoya.


Karena, Zoya sendiri sedang fokus terhadap lamunannya itu, jadi Zoya sama sekali tidak mendengarkan panggilan yang dilakukan oleh Jimmy kepadanya itu. Dan, Jimmy sendiri kembali memanggil Zoya karena, tidak menanggapi panggilan darinya itu.


" Apa yang sedang dilakukan, Baby, kenapa dia tidak mendengarkan panggilan dariku,," Gumam Jimmy kembali melangkahkan kakinya yang semakin mendekati tempatnya Zoya.


" Baby, apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Jimmy lembut kepada Zoya.


" Heemm Jim, maaf kalau aku tidak tahu kapan kau datang,," Bilang Zoya lembut sambil tersenyum melihat Jimmy.


" Hehehehe tidak apa-apa Baby, aku hanya tanya apa yang sedang kau lakukan sendiri di tempat ini ?" Tanya Jimmy yang juga ikutan duduk di hadapan Zoya.


" Tidak ada, aku hanya berpikir tentang kehidupan kita disini yang begitu terasa tenteram dan juga damai,," Jawab Zoya sambil memberikan tatapan lembutnya.


" Kau benar Baby, jika kau menyukai kehidupan yang tenteram seperti disini, aku akan bersedia untuk selalu menemanimu, Baby,," Ucap Jimmy sambil memindahkan posisi duduknya tepat di samping Zoya.


Ketika Jimmy memindahkan tempat duduknya yang sengaja memilih untuk duduk di samping Zoya itu. Zoya sama sekali tidak merasa keberatan atas kelakuan Jimmy yang begitu besar memperhatikan dirinya itu.


" Jim, jika suatu saat aku ditangkap oleh Alberto atau Daddy apakah kau akan selalu bersama denganku ?" Tanya Zoya dengan lembut sambil meletakkan kepalanya tepat di pundak Jimmy.


" Yes, of course, aku akan selalu bersedia untuk membantumu dan juga selalu bersedia ada di sampingmu Baby,," Jawab Jimmy sambil mengelus lembut rambut Zoya.


" Heemm, terima kasih Jim, hanya engkaulah satu-satunya orang yang selalu membuatku merasa nyaman dan bahagia,," Gumam Zoya sehingga membuat Jimmy tersenyum bahagia.


" Baby, percayalah selama aku masih bernafas, aku akan selalu melindungimu dan selalu bersedia untuk mempertaruhkan nyawaku demi keselamatanmu,," Ucap Jimmy dengan perkataan tulus kepada Zoya.


Betapa terkejutnya Zoya ketika mendengarkan Jimmy yang berkata seperti itu kepadanya, seolah Jimmy lebih rela berkorban hanya untuk kejahatan yang telah dilakukannya itu. Sebenarnya Zoya merasa bersalah atas kelakuan yang dilakukannya ini, karena, telah melibatkan Jimmy seorang pria yang memiliki sifat dan hati bagaikan dewa begitu baik dan juga begitu menyayangi dirinya. Sehingga Zoya merasa sedih ketika mendengarkan ucapan Jimmy yang rela berkorban hanya untuk dirinya.


" Jim, tidak seharusnya kau berkata seperti itu, ini semua jalan yang telah aku ambil, tidak seharusnya aku melibatkanmu dalam masalah yang harus kuhadapi sendiri ini. Maafkan aku Jim, maafkan aku,," Ucap Zoya yang merasa bersalah ketika mendengar ucapan Jimmy begitu menyayat hatinya.


" Baby, apapun yang telah kita lakukan selama ini, kita harus siap menerimanya, jika waktu itu aku sanggup untuk melakukannya bersama denganmu, untuk apa sampai detik ini aku memutuskan untuk mundur dalam melindungimu, itu tidak mungkin Baby, karena, aku begitu mencintaimu,," Ucap Jimmy dengan tulus yang terlihat dari wajahnya.


" Terima kasih banyak Jim, hanya kaulah saat ini yang bisa menjadi penyemangat dalam hidupku,," Gumam Zoya yang spontan langsung memeluk erat tubuh Jimmy.


" Yeah, Baby, Jimmy akan bahagia jika Zoya merasa bahagia," Ucap Jimmy sambil mengelus lembut punggung Zoya.


Saat ini Zoya merasa ada suatu kejanggalan yang mengganggu perasaannya itu, sehingga membuat Zoya sendiri merasa bingung dengan keadaan yang akan terjadi. Zoya berpikir apakah perasaan yang sedang dirasakannya saat ini berdampak positif bagi dirinya ataukah negatif bagi dirinya itu. Entahlah yang jelas saat ini Zoya merasakan ada suatu hal yang akan terjadi pada dirinya dan juga dengan Jimmy.


Karena, melihat wajah Zoya yang terlihat seperti sedang memikirkan suatu hal dengan lembutnya Jimmy mengajak Zoya untuk pergi ke suatu tempat. Supaya saat ini Zoya tidak lagi merasakan suatu hal yang terlihat menyedihkan dalam pikirannya itu.


" Baby, Eemm apakah Baby mau pergi ke suatu tempat ?" Tanya Jimmy dengan lembut pada Zoya.


" Tidak, Jim, aku tidak mau pergi kemana-mana." Jawab Zoya yang masih memandang ke arah kolam ikan.


" Aku tidak mau Jim, aku tidak mau jika nanti ada yang kembali melihat keberadaanku dan mereka langsung menangkapku,," Jawab Zoya yang ucapannya membuat Jimmy tercengang.


Kenapa tidak, Jimmy tercengang mendengar ucapan Zoya saat ini karena, selama ini Jimmy tidak tahu jika Zoya selalu menyendiri dan murung hanya karena, sedang memikirkan sesuatu hal yang akan membuatnya ditangkap oleh pihak Alberto ataupun lainnya.


" Apa yang kau katakan, Baby ?" Tanya Jimmy tercengang saat mendengarkan ucapan Zoya.


" Aku tidak mengerti maksud perkataanmu, tolong jelaskan lagi,," Bilang Jimmy sambil menghadap wajah Zoya dengan serius.


Dengan wajah sedihnya, Zoya mulai menceritakan semua yang sedang ia rasakan saat ini kepada Jimmy. Karena, tidak mungkin Zoya sanggup menampung perasaan kejanggalan yang selama ini ia rasakan begitu menghimpit dadanya dalam menahan semua ketakutannya ini.


" Heemm Jim, sebenarnya aku tidak ingin membuatmu ikut berpikir dalam masalahku ini, tapi, aku sendiri juga tidak sanggup untuk menahan semua kekhawatiran ini Jim,," Ucap Zoya yang mulai menitikkan air matanya menatap Jimmy.


" Katakan saja Baby, katakan," Pinta Jimmy yang memberikan sebuah semangat kepada Zoya.


" Aku sudah sering mengatakan ini padamu Baby, bahwa jangan pernah kau memendam perasaan kekhawatiran yang kau rasakan itu sendiri, tapi berbagilah kepadaku, aku begitu ingin kau menganggapku bukan sekedar seorang kekasih ataupun teman, tapi anggaplah aku sebagai semuanya untukmu Baby, aku sangat mempercayaimu Baby, aku pinta kau juga mempercayaiku,," Ucap Jimmy sambil memandangi wajah Zoya dengan tatapan yang begitu serius dan lembut sehingga membuat Zoya langsung menangis.


Karena, melihat Zoya menangis itu, dengan segera Jimmy memeluk erat tubuh mungil itu. Jimmy tahu bahwa selama ini Zoya melakukan suatu hal yang bersifat kurang baik itu bukanlah kehendak hatinya melainkan ada seseorang di belakang dirinya yang mengharuskan Zoya melakukan itu semua. Karena, selama Zoya bersama dengannya itu, sifat Zoya sama sekali tidak pernah terlihat seperti orang yang berambisi dalam suatu ketenaran dan juga kemewahan.


Jimmy juga tahu bahwa kekayaannya itu sangat jauh jika dibandingkan dengan kekayaan Alberto. Sedangkan, Zoya lebih memilih kabur dari kediaman Alexandre, apabila hidup di kediaman itu semua wanita yang berasal dari keluarga Alexandre tidak akan pernah terlihat hidup di bawah kemewahan melainkan di atas tingkatan kemewahan apapun yang ada di dunia ini.


Tapi, Zoya sendiri lebih memilih kabur dari kediaman Alexandre dan hidup bersama dengannya yang hanya tinggal di mansion dan kemewahan mansionnya Jimmy juga jauh dari level mewah seperti apa yang sering ditanggapi oleh orang lain bahwa Zoya adalah seorang wanita yang begitu haus akan kemewahan.


Dan saat ini Zoya malah memilih tinggal di sebuah Villa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota dan kesenangan yang selalu ia lakukan selama ini. Zoya malah memilih untuk tinggal di tempat yang penuh akan ketentraman serta kedamaian seperti Villa yang disediakan oleh Jimmy untuknya ini.


" Jangan menangis Baby, aku tahu bahwa kau selama ini menyimpan suatu beban berat yang kau rasakan, berbagilah denganku, Baby, supaya hatimu ini bisa tenang,," Ucap Jimmy sambil mengelus lembut rambut Zoya yang sedang menangis berada di dalam pelukannya itu.


" Hiks, Hiks, Hiks, Jim, aku mohon jangan pernah untuk pergi meninggalkan aku sendiri, aku tidak bisa hidup tanpa adanya kelembutan yang selama ini kau berikan,," Bilang Zoya sambil mengeratkan pelukannya terhadap Jimmy.


" He'eh Baby, aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri, shuut sudah jangan menangis," Jawab Jimmy sambil membujuk Zoya bagaikan membujuk seorang anak kecil yang sedang menangis.


" Terima kasih, karena, selama ini kau selalu membuatku merasa bahagia,," Gumam Zoya yang masih menempel di dalam pelukan Jimmy.


" Aku akan selalu membuatmu bahagia Zoya, sampai kapanpun,," Ucap Jimmy sambil tersenyum.


" Bahkan jika kau sudah menemukan orang yang kau cintai, aku akan tetap selalu membuatmu bahagia, karena, kau selalu ada di dalam hatiku, meskipun nanti kau dan aku berpisah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu, Zoya,," Ucap Jimmy dalam hatinya sambil memandangi wajah Zoya.


" Baby, katakan apa yang saat ini membuat perasaanmu menjadi begitu kalut ?" Tanya Jimmy dengan lembut pada Zoya.


" Sebenarnya, aku takut jika nanti orang suruhan Daddy menangkapku dan membuatmu terlibat dalam masalahku ini, Jim, aku hanya takut hal itu, aku ingin disaat aku tertangkap oleh orang suruhan Daddy, kau pergilah menjauh dariku Jim, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu,," Ucap Zoya yang mulai membicarakan ketakutan hatinya selama ini.


" Jadi, selama ini yang kau cemaskan hanyalah itu Zoya, aku berpikir ketakutan yang kau rasakan itu adalah Alberto,," Gumam Jimmy yang masih memeluk erat tubuh Zoya.


" Tidak Jim, jika orang suruhan Alberto aku tidak terlalu takut, karena, Alberto tidak akan pernah menghukum orang yang tidak bersalah sepertimu Jim,," Jawab Zoya sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Jimmy.


" Berarti Alberto masih memiliki hati nurani,," Gumam Jimmy seolah terdengar dingin.


" Kau benar Jim, selama aku hidup bersama Alberto, Alberto tidak pernah melakukan kejahatan apapun terhadapku, dia memang seorang mafia yang terkenal akan kekejamannya, tapi, sifat Alberto sebenarnya begitu baik dan juga bijaksana,," Bilang Zoya yang terdengar sedang memuji kebaikan Alberto.


Ketika mendengar ucapan Zoya yang terdengar sedang memuji kebaikan Alberto itu, membuat Jimmy merasa sedikit cemburu, namun, Jimmy juga mengetahui bagaimana sebenarnya sifat Alberto. Oleh sebab itu, disaat Zoya berencana akan kabur dari kediaman Alexandre, dengan beraninya Jimmy menerima Zoya untuk mendapatkan perlindungan darinya itu.


" Heemm, kau benar Baby, memang Alberto memiliki sifat yang baik," Ucap Jimmy sambil menerawang ke depan mengingat bagaimana baiknya sifat Alberto ketika sedang melakukan kerjasama kepada pihak perusahaannya.


" Tapi Baby, kenapa kau lebih memilih untuk meninggalkannya dan pergi dari kehidupannya ?" Tanya Jimmy dengan beraninya pada Zoya.


Dan, baru kali ini Jimmy berani melontarkan pertanyaan yang begitu dalam pada Zoya tentang kepergiannya itu. Saat Jimmy bertanya seperti itu, pastinya Zoya begitu tercengang mendengarkannya, karena, selama ia tinggal bersama dengan Jimmy, Jimmy tidak pernah menanyakan hal itu kepada dirinya.


Dan, saat ini Jimmy baru memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Zoya. Namun, walaupun Zoya tercengang saat mendengarkan ucapan Jimmy, Zoya sama sekali tidak gugup untuk membicarakan rahasianya ini kepada Jimmy. Walaupun selama ini Zoya belum mempercayai Jimmy, entah kenapa saat ini Zoya dengan antusias dan jujur membicarakan rahasianya itu kepada Jimmy.


" Heemm, Jim sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini semua padamu, karena, ini adalah rahasia yang selama ini aku pendam,," Gumam Zoya sambil memandangi wajah Jimmy dengan serius.


" Sebenarnya, aku sama sekali tidak mencintai Alberto dan juga Alberto sebenarnya bukanlah suami untuk diriku, dengan sengaja aku telah menjadi begitu jahat terhadap saudaraku sendiri,," Ucap Zoya sambil menerawang ke depan sambil menaikkan ujung bibirnya.


" Tanpa berpikir panjang aku telah merebut suaminya, aku telah merebut anaknya dan juga aku telah merebut kebahagiaannya, aku menyesal telah melakukan itu semua terhadap saudara kandungku itu,," Gumam Zoya yang terlihat memang menyesal atas kelakuannya selama ini.


" Karena, saat itu aku juga berada di bawah kendali Daddy yang selalu memaksaku untuk mendapatkan semua aset kekayaan yang dimiliki Alberto. Tapi, selama lima tahun aku hidup bersama dengan Alberto, aku merasa hidup bagaikan di sebuah penjara dimana saat aku berada di kediaman Alexandre aku tertekan akan sikap dari Ibu tiri Alberto dan juga saudara tiri Alberto." Ucap Zoya yang menceritakan bagaimana keadaannya saat ia berada di kediaman Alexandre itu.


" Dan, saat aku berada diluar kediaman Alexandre aku juga mengalami penekanan yang begitu menyakitkan dari sikap Daddyku sendiri yang selalu memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan terlebih dahulu apa yang telah aku rasakan selama aku tinggal di kediaman Alexandre." Ucap Zoya lagi yang masih terdengar menyedihkan.


" Sehingga kesabaran yang selama ini aku miliki sudah habis, dan aku tidak sanggup lagi untuk menahannya, aku memilih kabur dari kehidupan Alberto Alexandre dan juga Daddyku, Jim,," Ucap Zoya panjang lebar yang menjelaskan masalahnya kepada Jimmy.


Betapa terkejutnya Jimmy mendengar ucapan Zoya yang terdengar begitu memilukan hatinya. Sungguh tega seorang ayah rela mengorbankan perasaan anaknya hanya demi kekayaan semata. Selama ini Jimmy berpikir bahwa Zoya tidak merasa bahagia karena, tertekan atas sikap Alberto yang begitu dingin terhadap dirinya.


Namun, setelah mengetahui cerita sesungguhnya dari Zoya barulah Jimmy menyadari bahwa selama ini Zoya hanyalah sebuah umpan yang dimainkan oleh Daddynya sendiri untuk mendapatkan apapun keinginannya. Dengan amarahnya yang begitu besar, sehingga Jimmy tidak sadar telah memukul keras meja yang ada di sampingnya itu hingga membuat Zoya terkejut akan kelakuan Jimmy yang begitu kesal atas sikap Erwin.


BRAAKK !??


Bunyi hantaman tangan Jimmy di atas meja merasa kesal dengan kelakuan Erwin yang tidak pantas menjadi seorang ayah bagi seorang wanita baik seperti Zoya. Sehingga membuat Zoya merasa tertekan akan sikapnya selama ini terhadap anaknya sendiri itu. Ketika mendengar ucapan Zoya seperti itu, kelakuan Jimmy mengejutkan Zoya, hingga Zoya langsung terkesiap kaget dan beranjak bangkit dari pelukannya itu.


" Ada apa Jim ?" Tanya Zoya spontan pada Jimmy.


" Tidak apa-apa, Baby, aku hanya kesal atas sikap dan kelakuan dari Erwin yang tega melakukan ini semua hanya untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan." Gumam Jimmy sambil menatap wajah Zoya dengan lembut.


" Heemm, ya, walaupun Daddy seperti itu, dia tetaplah Daddyku, karena, hanya dia yang mau merawatku, tidak seperti orang tua kandungku, yang tega memberikan aku kepada Daddy Erwin dan lebih memilih saudaraku itu,," Gumam Zoya yang masih merasa sakit hati dengan kelakuan kedua orang tuanya itu.


Ketika mendengar ucapan Zoya yang semakin lama semakin mendalam itu, membuat Jimmy sedikit bisa membuka tabir rahasia besar yang selama ini dipendam oleh Zoya.


" Jadi, selama ini Erwin bukanlah Daddy kandungmu Baby ?" Tanya Jimmy dengan tatapan yang begitu penasaran.


" Heemm, Daddy Erwin bukanlah Daddy kandungku, oleh sebab itu, aku selalu menuruti semua keinginannya untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan, karena, selama ini aku telah dirawatnya dan sebagai anak yang baik, aku harus menuruti semua perkataannya itu, Jim,," Jawab Zoya yang terdengar begitu polos sekali dalam berpikir.


Disaat Zoya menjelaskan keadaan hidupnya selama ini bersama Erwin begitu menyedihkan bagi Jimmy sendiri. Sehingga membuat Jimmy langsung menarik tubuh Zoya dan kembali masuk ke dalam pelukannya.


" Oohh, aku baru paham saat ini berarti Zoya melakukan itu semua bukanlah kehendaknya sendiri melainkan ada seseorang di balik ini semua,," Gumam Jimmy dalam hatinya sambil memeluk erat tubuh Zoya.


Baru kali ini Jimmy mengetahui bahwa sifat Zoya yang terkenal akan keangkuhan dan juga kejahatannya itu dalam dunia sosial serta rumah tangga orang lain ternyata hanyalah sebuah kebohongan saja dari diri Zoya sendiri. Ternyata kelakuan Zoya selama ini yang terkenal pintar menebarkan sensasi, semuanya itu hanyalah sandiwara saja.


****