Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 116 - Tanaman Merah



Ziya yang menatap Demi tidak tahu bagaimana trik dan cara melemparkan batu ke arah danau supaya terlihat sangat jauh terlempar, sehingga terlihat Demi melempar hanya tidak jauh dari bibir danau. Ingin sekali Ziya tertawa melihat batas lemparan batu dari Demian. Namun sikap itu Ziya tutup, karena, Ziya tidak mau membuat Demian menjadi kecewa dan putus asa. Jadi Ziya hanya bisa tersenyum sambil memberikan jempol pada Demian untuk memuji kehebatan Demian saat ini.


" Horeee,, Demian hebat,," Bilang Ziya yang memuji keberhasilan Demian.


Sementara itu Demian tertawa senang, karena mendengar pujian dari Ziya yang begitu menyentuh hatinya. Tidak seperti Zoya yang hanya bisa memaki hasil kerja keras Demian, bukannya dipuji malah dimarahi oleh Zoya.


" Waaaahhh,, selius Mom,, Demi hebat,," Tanya Demi kepada Ziya.


" He'eh sayang, buktinya Demi bisa melempar jauh batunya,," Ucap Ziya tulus untuk menyemangati hasil kerja keras Demian.


Mendengar ucapan Ziya yang serius akan ketulusannya itu, dalam seketika membuat Demian segera meloncat-loncat senang di hadapan Ziya.


" Haaahh,, benel Mom,, Holeee,," Bilang Demi yang meloncat kegirangan.


Ziya tersenyum senang saat melihat wajah Demian yang merasa bahagia itu. Bagi Ziya cukup dengan melihat tawa girang di wajah Demian, itu saja sudah membuat dirinya puas karena, bisa memberikan kasih sayang dan kehangatan kepada putra kembarannya ini.


" Demi sayang,, Demi sudah lapar,," Tanya Ziya pada Demian.


" Eemm belum, Mom,, Demi mau lihat bagaimana cala Mommy melempal batunya, apa bisa lebih jauh Dali lempalan Demi,," Bilang Demian yang menantang kehebatan Ziya.


" Hah!! Aduhhh anak gemes ini menantang Mommy nya untuk melempar batu," Gumam Ziya dalam hati sambil tersenyum senang.


" Baik, sayang Mommy akan perlihatkan bagaimana cara melempar batu sejauh mungkin,," Ucap Ziya lagi sambil memandang wajah Demian.


" Baik sayang,, Mommy akan perlihatkan cara Mommy melempar batu ya,," Ucap Ziya yang membuat Demian mengangguk.


" Let's go, Mom,," Jawab Demi sambil memberi jempol kecilnya pada Ziya.


Ziya hanya tersenyum melihat semangat yang diberikan Demian padanya. Setelah selesai mengelus-ngelus lembut rambut Demian. Dengan segera Ziya sedikit membungkukkan badannya, lalu, Ziya terlihat seperti memiringkan tubuhnya dan sedikit menyipitkan matanya.


Setelah merasa sasarannya terlihat cukup jauh Ziya segera melemparkan batunya, dan,,


BAMM!!!


Terlihat sangat jauh sekali dan bahkan beberapa kali batu lemparan Ziya mantul di atas air. Membuat mata Demian terpukau dan berteriak, menyebut nama Ziya hebat dan ucapannya itu berulang-ulang kali.


" Waaaahhh,,, Mommy hebat,, Mommy hebat,," Teriak Demian berulang kali memuji Ziya.


Ziya tersenyum melihat Demian yang memujinya sambil meloncat-loncat kegirangan.


" Demian mau juga sepelti Mommy,, ajalin Demi, Mom,," Pinta Demian lucu memelas pada Ziya.


" Apa,, Demi, mau,," Tanya Ziya menatap serius wajah Demian.


" He'eh, Demi mau, Mom,," Ucap Demi yang merayu Ziya sambil menatap lucu.


" Ok,, Mommy ajarin sayang,," Jawab Ziya memeluk Demian.


Tapi, sesaat Ziya teringat bahwa Demian sama sekali belum makan. Dan, ketika Ziya melihat di tempat Melly, saat ini terlihat Melly sudah selesai menata tempat makan untuk Tuan Muda Demian. Melly segera memerintahkan kepada satu pengawal untuk mengatakan kepada Ziya bahwa penataan makanannya telah selesai.


" Tolong, katakan pada Nyonya, bahwa makanan untuk Tuan Muda Demian sudah selesai disiapkan,," Ucap Melly kepada salah satu pengawal di dekatnya.


" Baik,," Jawab pengawal itu dan segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat Ziya yang sedang asyik bermain bersama Demian.


Setelah selesai menata tempat Demian untuk makan, maka pengawal itu segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat Ziya dan Demian yang sedang bermain.


" Demi, belum lapar, sayang,," Ucap Ziya yang menggendong Demian.


" Belum Mom,, Demi mau di ajalin Mommy lempalin batu yang jauuuuhhhhhh sekali,," Bilang Demian yang terdengar sangat lucu sekali.


" Wiiihhhhh,, jauhnya panjang sekali, Demi,," Ucap Ziya yang mencium pipi Demian.


" Hihihihihihi,, ajalin ya Mom,, please,," Pinta Demi lagi merayu Ziya.


" He'eh, Mommy ajarin ya sayang,," Ucap Ziya yang segera menurunkan tubuh Demi.


" Holeee,," Jawab Demian kegirangan.


" Oke, sini sayang,, caranya seperti ini,," Ucap Ziya yang sengaja mengajar Demian dan segera mempraktekkannya.


Ziya yang sengaja memeluk tubuh Demian dan segera membungkukkan tubuhnya, lalu Demian juga mengikuti alur tubuh Ziya. Setelah itu Ziya sedikit menyipitkan matanya dan Demian mendongakkan wajahnya melihat cara wajah Ziya saat menyipitkan matanya untuk menentukan sasaran lemparannya itu. Setelah merasa tepat dan cocok dengan segera Ziya melemparkan batunya.


Dan,,,


BAM!!


Batu terlempar sangat jauh sekali, dan bahkan batu itu berkali-kali mantul di atas air. Membuat Demian lagi-lagi takjub dan berteriak-teriak sambil meloncat-loncat gembira.


" Bagaimana, sayang bisa,," Tanya Ziya pada Demi.


" Heemmm, sepeltinya Demi bisa, Mom,," Bilang Demi yang mengangguk dan segera mengambil batu lagi di atas tanah.


Setelah selesai mengambil batu, Demi segera mempraktekkan cara yang telah diberikan Ziya padanya. Seperti cara Ziya itu Demi juga melakukannya. Ziya hanya tersenyum-senyum melihat tingkah laku Demi yang begitu cerdas cepat memahami cara yang diberikan Ziya padanya.


Dan saat Demian mempraktekkannya ternyata membuat Ziya kagum atas kepintaran Demian ini, dalam sekali pengajaran saja Demian sudah bisa melakukannya.


" Waahhhhh, ternyata Demian anak yang begitu cerdas." Gumam Ziya dalam hati saat melihat kelakuan Demian yang meniru caranya itu.


Terlihat batu lemparan dari tangan Demian yang terlempar sangat jauh dan bahkan batu itu mantul di atas air. Membuat Ziya kagum atas aksi Demian.


" Berarti Demian juga bisa seperti Alberto yang menembak tepat dengan sasarannya,," Gumam Ziya dalam hati yang memperhatikan Demi terlalu cepat bisa apabila diajarkan.


" Tidak, Tidak jangan sampai Demi diajarkan oleh Alberto untuk menembak, aku tidak akan setuju jika Demian harus seperti Alberto juga." Pikir Ziya yang mencemaskan keadaan Demian.


Memang terlihat dari cara Demian yang sangat mudah untuk mengerti dan memahami hal-hal yang menurut dirinya itu menarik. Bahkan selama ini Demian juga selalu ingin menjadi seperti Daddynya menjadi seorang mafia yang terkenal di dunia.


" Heemm,, Demian sayang, Mommy tidak akan setuju jika, kami jadi seperti Daddy mu,," Gumam Ziya dalam hatinya sambil melihat Demian yang meloncat kegirangan itu.


Demian berteriak senang saat dirinya berhasil melemparkan batu sesuai dengan pengajaran yang diberikan Ziya padanya. Tanpa sedikitpun adanya kesalahan dari lemparan Demian itu.


" Holeee,, Demian bisa sepelti Mommy,," Ucap Demian yang meloncat kegirangan saat batunya terlempar begitu jauh.


" Iya sayang,, horeee Demian hebat,," Bilang Ziya yang memuji kehebatan Demian.


Sesaat, pengawal Demian telah sampai di tempat Ziya berada.


" Iya, ada apa ?" Tanya Ziya menoleh ke arah pengawalnya.


" Melly berpesan bahwa makanan untuk Tuan Demi sudah siap,," Ucap pengawal itu pads Ziya.


" Oh ya terima kasih,," Jawab Ziya mengangguk.


Lalu, pengawal itupun segera kembali ke posisinya semula. Sementara itu, Ziya segera merayu Demian untuk segera menyantap makanan yang telah disiapkan untuk dirinya.


" Demi sayang, nanti kita main lagi ya,, Demi makan dulu,," Ucap Ziya yang mengajak Demian untuk segera menyantap makanan yang telah disiapkan.


" Eemmm Mom,, tapi Demian masih mau main,," Rengek Demi yang belum puas untuk melemparkan batu ke dalam air danau.


" Sayang, setelah kita makan, baru kita makan lagi ya,," Ucap Ziya yang membujuk Demian.


" Baiklah," Jawab Demian langsung yang menggapai tangan Ziya.


Dengan senyumannya Ziya segera menuntun Demian menuju ke tempat yang telah disiapkan Melly untuk Demian. Setelah sampai Ziya segera mengambil sebotol air mineral yang belum terbuka segelnya. Lalu, setelah itu, Ziya memberikannya pada Demian.


Seperti biasa Melly mengerti akan antisipasi yang dilakukan keluarga Alexandre sebelum mereka makan, yaitu seorang pelayan harus mau mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum disantap oleh majikannya itu. Untuk melihat apakah ada racun yang diletakkan ke dalam makanan. Setelah selesai mencicipinya Melly segera memindahkan posisi tubuhnya ke arah yang sedikit jauh dari Ziya dan Demian.


" Ayo kita makan sayang,," Ucap Ziya pada Demian.


" Yes Mom,, Aaaaaaaa,,," Bilang Demian yang segera membuka mulutnya lebar-lebar.


Dengan segera Ziya menyendokkan makanannya ke dalam mulut Demian yang telah terbuka lebar. Ziya senang sekali melihat Demian makan begitu lahap.


" Pintar,," Ucap Ziya yang memuji Demian saat melahap semua makanan di dalam sendoknya itu.


Sesaat Ziya teringat akan tanaman yang ingin diambilnya dari taman ini.


" Oh God,, aku hampir lupa,," Ucap Ziya yang seketika membuat Demian sedikit kaget.


" What,, Mommy lupa apa ?" Tanya Demian yang sedang mengunyah makanannya.


Ziya sedikit merasa kaget saat Demian menanyainya lupa akan hal apa.


" Aaaahhhhh,, tidak ada sayang,," Jawab Ziya yang tersenyum menatap Demi lalu menyendokkan kembali makanan ke dalam mulut Demi.


" Oh ya aku harus mencari tanaman itu, tadi saat di kamar aku lihat tanaman itu ada di sekitar sini,," Ucap Ziya dalam hati yang mulai melirik ke kiri ke kanan dan ke belakangnya.


Karena, terlalu niat untuk mencari tanaman yang begitu ingin di dapatkannya itu, akhirnya mata Ziya yang mencari kesana kemari menemukan hasilnya juga. Ziya terbelalak saat melihat tidak jauh dari belakangnya banyak sekali tanaman yang bisa membuatnya untuk kembali berkarya.


" Apa,, ternyata banyak disana,," Gumam Ziya dalam hati sambil tersenyum senang melihat tanaman yang dicarikannya.


" Setelah selesai memberi Demi makan, aku akan segera mengambil beberapa tanaman itu untuk dilakukan uji coba,," Ucap Ziya dalam hati yang berencana untuk melakukan uji cobanya itu.


Setelah selesai memberikan makan pada Demian, Dengan segera Ziya membersihkan wajah Demian dengan menggunakan tisu lalu, setelah selesai Ziya mengajak Demian pergi ke tempat dimana tanaman itu berada. Walaupun tidak terlalu jauh dari danau Ziya tetap bersikukuh untuk pergi kesana.


" Demi sayanggg,," Ucap Ziya yang mulai membuka ajakannya untuk Demian.


" Yes, Mom,," Jawab Demi yang mendongakkan wajahnya menatap Ziya.


" Demi mau ikut Mommy kesana,," Ucap Ziya yang menunjukkan ke sebuah tempat yang berisi akan tanaman yang dicarinya itu.


Demian melihat arah tunjukkan tangan Ziya ke tempat dimana banyak sekali tanaman yang dicarinya itu tumbuh.


" Ke sana, Mom,," Tanya Demi yang masih melihat ke arah tunjukkan Ziya.


" He'eh sayang,," Jawab Ziya mengangguk menatap wajah Demian.


" Mau, Mom,," Jawab Demian yang segera mengangguk menatap Ziya.


" Oke, Come,," Ajak Ziya yang segera menurunkan tubuh Demian dari tempat duduknya.


Akhirnya Ziya dan Demian segera melangkahkan kakinya menuju tempat tanaman itu. Dan, setelah sampai di tempat itu, Ziya segera memperhatikan secara detail garis-garis daun tanaman yang berwarna merah.


" Haaahh!! ternyata benar,," Ucap Ziya dalam hati merasa begitu puas akan tanaman yang dicarinya itu.


" Bagus,, berarti aku bisa membuatnya sebanyak mungkin," Ucap Ziya yang merasa senang bahwa dirinya pasti bisa membuat penemuannya sebanyak mungkin untuk menghadapi semua orang yang ingin mencelakakan dirinya.


" Aku akan membuatnya untuk melindungi kamu sayang,," Gumam Ziya dalam hati sambil menatap wajah Demian.


Lalu, Ziya menoleh ke arah istana Alexandre dan memastikan dimana tempat kamarnya Alberto.


" Dan juga menjagamu, Alberto,," Gumam Ziya tersenyum saat menolehkan pandangannya ke arah kamar Alberto.


Ziya langsung menyunggingkan senyumannya saat memikirkan sesuatu hal yang berhubungan dengan membuat penemuannya itu, Ziya sengaja ingin mengasah kembali kemampuannya itu dalam membuat dan menganalisis sebuah racun yang bisa membuat semua orang kalah dan tidak berdaya menghadapinya.


Saat Ziya sedang memperhatikan tanaman yang berada di dekat sekitar danau, Alberto yang sengaja melihat kegiatan Ziya di dalam laptopnya merasa sedikit terpikir akan Demian dan Ziya yang sedang bermain di luar. Karena, sedari tadi, Alberto tidak melihat dimana keberadaan Ziya dan Demian.


Saat Alberto mengelilingi kaca kamarnya, tepat di suatu tempat Alberto melihat bahwa Ziya dan Demian sedang bermain di sebuah danau yang telah Alberto buat untuk menambah keindahan kawasan Istananya itu.


" Ternyata mereka bermain di sana,," Ucap Alberto yang tersenyum melihat pemandangan indah di depannya.


Alberto melihat dengan jelas bagaimana bahagianya Demian yang bermain bersama Ziya. Begitu juga dengan Ziya terlihat sangat bahagia sekali jika bersama dengan Demian.


" Baik,, aku tidak akan pernah memisahkan kalian berdua, karena, kau lebih pantas untuk menjadi Mommynya,," Bilang Alberto saat menatap wajah Ziya dari kejauhan.


Lalu, tatapan Alberto seakan terbelalak saat melihat cara Ziya yang mengajar Demian melempar batu dengan lemparan yang sangat jauh sekali.


" Oh God, ternyata dia bisa melakukan itu,," Ucap Alberto yang merasa kagum pada Ziya melakukan hal sepele seperti itu.


Dan, Alberto kembali menatap wajah Demian yang serius akan pengajaran dari Ziya. Sesaat membuat Alberto lebih kagum lagi dengan sikap Demi yang cepat memahami pengajaran dari Ziya.


" Oh My God,, That's Good My Son,," Ucap Alberto sendiri yang memuji keberhasilan Demian melempar batu lebih jauh daripada Ziya.


Setelah itu, Alberto tersenyum senang saat memandang Ziya menyuap makan Demian dengan sangat telaten.


" Ternyata dia benar-benar tulus menyayangi Demian,," Pikir Alberto atas sikap Ziya pada Demian.


Setelah itu, Alberto ingin mengalihkan pandangannya terhadap Ziya dan Demian yang sedang berada di taman dekat danau. Seketika Ziya dan Demian sedang beranjak pergi ke arah tanaman yang berwarna merah itu, membuat Alberto sedikit merasa curiga akan sikap Ziya yang sedang memperhatikan tanaman itu.


****