
Setelah memberikan perintahnya itu, Ziya kembali mengajak Krystal untuk berbicara. Supaya kesedihan yang dirasakan oleh Krystal perlahan bisa menghilang dengan sendirinya. Disaat Ziya ingin menanyakan sesuatu kepada Krystal tentang kesukaannya itu, Ziya teringat pada kelakuan Krystal saat bangun dari tidurnya dan bau mulutnya tercium aroma alkohol yang begitu kental sekali. Karena, Ziya merasa saat ini ia harus memberikan sebuah pengajaran yang tepat bagi Krystal, pengajaran darinya itu haruslah dimulai dari pencegahan kelakuan buruk yang selama ini sering dilakukan oleh Krystal tanpa sepengetahuan Alberto sebagai orang tuanya.
" Krystal, apakah Mommy boleh bertanya ?" Tanya Ziya menoleh ke arah Krystal.
" Ya, apa Mom ?" Tanya Krystal balik.
" Di waktu pagi Mommy masuk ke dalam kamarmu, apakah di malam itu kau sengaja habis minum alkohol ?" Tanya Ziya langsung kepada Krystal.
" Heemm, benar Mom, memangnya kenapa ?" Tanya Krystal balik pada Ziya sambil menatap serius.
Saat Krystal menjawab pertanyaan dari Ziya dengan jujur, sehingga membuat Ziya mengacungkan jempolnya karena, Krystal menjawabnya dengan kejujuran. Tapi, Ziya masih saja berniat untuk tetap mencegah Ziya melakukan suatu tindakan salah yang tidak sesuai dengan usianya.
" Bagus, kalau kau menjawab pertanyaan dari Mommy dengan jujur,," Ucap Ziya yang memberikan jempolnya pada Krystal.
" Hanya saat ini Mommy berharap supaya kau bisa berhenti untuk minum alkohol dan meninggalkan semua tindakan kelakuan buruk yang tidak sesuai dengan usiamu saat ini, Krystal,," Bilang Ziya dengan nada suara yang begitu serius terhadap Krystal.
" Heemmm, sebenarnya malam itu, pertama kalinya Krystal mencoba minum alkohol, karena, itu juga terpaksa,," Jawab Krystal dengan nada suara yang terdengar sendu dan menyesal.
Betapa terkejutnya Ziya mendengarkan perkataan Krystal yang menyatakan bahwa di malam itu ia sengaja minum alkohol karena terpaksa, berarti karena faktor paksaan Krystal bersedia untuk melakukan suatu hal yang buruk seperti minum alkohol.
" Apa!! maksudmu, Sayang ?" Tanya Ziya yang merasa penasaran dengan jawaban dari Krystal.
" Heemmm, begini Mom,," Jawab Krystal yang mulai membuka pembicaraannya tentang dimana malam ia tertidur dalam keadaan mabuk habis minum alkohol.
Setelah mendengar pertanyaan dari Ziya yang begitu penasaran dengan pernyataannya itu sambil menarik napas dalam-dalam barulah Krystal mulai membuka pembicaraannya tentang keadaan dirinya di malam itu yang memang jelas terpaksa minum alkohol.
" Sebenarnya malam itu, Krystal memang terpaksa mencoba untuk minum alkohol, karena, semua teman kelas Krystal dengan sengaja menantang Krystal untuk minum alkohol, karena, merasa tertantang akan ucapan dan hasutan dari semua teman yang tidak menyukai Krystal akhirnya mau tidak mau Krystal membuktikan bahwa Krystal berani untuk melakukan hal itu." Ucap Krystal yang menjelaskan tentang keadaan dirinya saat ia tidur dalam keadaan mabuk.
Saat Ziya mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Krystal, tanpa sadar Ziya menggelengkan kepalanya karena, merasa bahwa tindakan yang dilakukan oleh Krystal saat diberikan tantangan dari semua teman yang sengaja memang ingin menghancurkan sikap kepribadian Krystal yang selama ini tidak pernah mencoba untuk minum alkohol.
" Ya ampun, Krystal, seharusnya kau cukup mengacuhkan saja perkataan mereka terhadapmu Sayang,," Bilang Ziya merasa menyesal karena selama ini ia tidak tahu jika Krystal hanya berkata tidak sopan jika di ruang makan.
" Tapi, harus bagaimana Mom, Krystal hanya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Krystal juga berani melakukan suatu hal hanya sekedar minum alkohol." Jawab Krystal yang terdengar merasa bersalah tapi tetap harus dilakukan.
" Iya, Mommy tahu, tapi sebenarnya lebih baik kau tolak saja tantangan mereka," Gumam Ziya yang masih memberikan nasehat kepada Krystal.
" Ya, tapi sudah terlanjur Mom," Jawab Krystal menundukkan wajahnya terlihat seperti sedang menyesali perbuatannya.
" Ya sudah tidak apa-apa Sayang, yang terpenting untuk saat ini, Mommy harap kau tidak akan lagi melakukan suatu tindakan yang ceroboh hanya karena tantangan,," Bilang Ziya sambil memberikan nasehat kepada Krystal.
" Dan ingat sebelum terlambat kau harus menghentikan semua tindakan buruk yang selama ini pernah kau lakukan, Krystal." Bilang Ziya tegas memberikan sebuah peringatan jelas pada Krystal.
" Baik, Mom,," Jawab Krystal sambil mengangguk.
" Maafkan Krystal jika Krystal sudah melakukan kesalahan, sehingga menyebabkan nama Daddy buruk karena sifat dan kelakuan Krystal,," Gumam Krystal menundukkan wajahnya.
Vena yang sedang duduk di kursi bagian depan, memfokuskan pendengarannya saat mendengarkan pembicaraan yang sedang terjadi di antara Ziya dan Krystal. Sebenarnya Vena ingin sekali ikut mendukung pernyataan yang disampaikan oleh Ziya kepada Krystal namun, karena posisi duduknya di depan, jadi, Vena tidak bisa ikut menambahkan perkataannya yang mendukung pernyataan dari Ziya.
" Dan Krystal, Karena, kau merupakan pemimpin dari kedua adikmu, kau merupakan anak tertua dari Alberto Alexandre, jadi, sebagai anak tertua kau harus bisa menjadi panutan yang baik bagi adik-adikmu, kau mengerti Krystal,," Bilang Ziya lagi dengan memberikan ketegasan kepada Krystal.
" Baik, Mom, Krystal berjanji akan meninggalkan semua tindakan buruk yang sudah dilakukan oleh Krystal dan akan selalu mengingat semua perkataan yang disampaikan Mommy,," Gumam Krystal dengan menundukkan wajahnya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Krystal yang terlihat bahwa ia sangat menyesali perbuatannya itu, sehingga membuat Ziya merasa kasihan dengan anak remaja yang duduk di sampingnya itu.
" Ya sudah jangan bersedih sayang, Mommy bukannya memarahimu, Mommy hanya sayang padamu karena, Mommy tidak mau melihat masa depanmu menjadi suram, sayang," Ucap Ziya sambil menarik tubuh Krystal masuk ke dalam pelukannya.
" Ya Mom, Krystal mengerti, terima kasih karena Mommy sudah perhatian sama Krystal dan juga Isabelle," Gumam Krystal sambil memeluk erat tubuh Ziya.
" Iya Sayang," Jawab Ziya tersenyum.
" Andai Mommy adalah Mommy kandung Krystal yang sebenarnya, maka Krystal akan merasa bahagia,," Bilang Krystal tersenyum senang berada di pelukan Ziya.
" Heemm, walaupun Mommy tidak melahirkanmu dan juga Isabelle, Krystal, yang terpenting saat ini Mommy adalah Mommy yang seharusnya merawat kalian semua,," Bilang Ziya lembut pada Krystal dan terlihat saat ini Krystal sedang menganggukkan kepalanya.
Karena, merasa sudah selesai memberikan nasehat yang terbaik untuk Krystal, barulah Ziya membuka percakapan kembali untuk memberikan kebahagiaan dan juga semangat terhadap Krystal.
" Oh ya apakah Mommy boleh bertanya lagi denganmu ?" Tanya Ziya lagi pada Krystal.
" Heemm, apa Mom ?" Tanya Krystal begitu penasaran.
" Apakah saat ini sudah ada seorang pria yang disukai oleh Krystal ?" Tanya Ziya spontan pada Krystal sehingga membuat Krystal kaget dan tersipu malu.
" Kenapa Mommy menanyakan hal itu ?" Tanya Krystal balik dengan wajah tersipu malu.
" Heemm, sepertinya tanpa Mommy harus bertanya sudah terlihat bahwa saat ini Mommy telah mendapatkan jawabannya,," Gumam Ziya tersenyum geli sengaja menggoda Krystal.
Ketika, melihat wajah Krystal memerah karena malu mendengar pertanyaan dari Ziya itu, membuat Ziya sendiri sungguh penasaran untuk mengetahui siapa sebenarnya orang yang disukai oleh Krystal anak gadis remaja Alberto yang sudah merasakan jatuh cinta.
" Iiihhh Mommy, Krystal malu,," Jawab Krystal tersipu malu sehingga membuat Ziya terkekeh sendiri.
Saat mendengarkan pernyataan Krystal yang merasa malu itu, Vena akhirnya ikut serta dalam pembicaraan yang sedang terjadi di antara Ziya dan juga Krystal.
" Nyonya pintar sekali kalau menggoda orang, pasti orang yang digodanya itu akan tersipu malu, seperti Nona Krystal sekarang wajahnya memerah karena godaan yang sengaja dibuat oleh Nyonya,," Bilang Vena sambil menoleh ke arah belakang melihat wajah Ziya yang tertawa geli sedangkan Krystal sendiri masih tersipu malu.
" Hahahaha, Vena kau ini pintar juga ternyata meledekku,," Gumam Ziya yang sengaja mengedipkan mata terhadap Vena.
" Oh ya Sayang, jangan malu, disini kita semua adalah wanita, jadi kalau Krystal ingin berbicara masalah perasaan dan hati bisa berbicara langsung kepada Mommy dan Vena,," Bilang Ziya yang membuat wajah Krystal segera tersenyum.
" Benarkah Mommy ?" Tanya Krystal kepada Ziya.
" Heemm, iya Sayang,," Jawab Ziya juga tersenyum.
" Betul sekali Nona, jika Nona Krystal lagi suntuk di dalam kamar, lebih baik Nona Krystal ke kamarnya Nyonya Zoya supaya kita sesama wanita bisa saling bertukar pikiran dan kegiatan ini cukup bagus, karena, selain bisa mendapatkan informasi yang menarik dari Nyonya Zoya dan pastinya perasaan kita bisa menjadi lega jika kita menuangkan pikiran kita kepada orang yang tepat." Bilang Vena sambil memuji Ziya.
" Heemm, Vena kau ini,," Gumam Ziya sedikit tersenyum.
" Oke, baik kalau seperti itu, berarti Krystal diperbolehkan jika mau berbicara pada Mommy ?" Tanya Krystal pada Ziya.
" Tentu saja boleh sayang,," Jawab Ziya spontan mengangguk.
" Apakah Daddy akan marah jika Krystal masuk ke dalam kamar Mommy ?" Tanya Krystal lagi pada Ziya yang memastikan keadaannya.
" Tidak sayang Mommy berani menjaminkan bahwa Daddy Alberto tidak akan marah jika Krystal sedang berada di kamar Mommy,," Bilang Ziya begitu meyakinkan Krystal.
" Thank you Mommy, pantas saja Isabelle selalu memuji kebaikan Mommy selama ini," Gumam Krystal memberitahukan perkataan Isabelle yang sengaja selalu memuji Ziya.
" Heemm, Isabelle gadis cantik yang begitu manis dan anggun itu bisa saja membuat seseorang terbuai akan pujiannya,," Gumam Ziya tersenyum.
Karena, sudah terlalu banyak pembicaraan yang sudah dilalui oleh Ziya, Vena dan juga Krystal, akhirnya mobil yang membawakan ketiga wanita ini telah tiba tepat di depan gerbang masuk kediaman Alexandre. Setelah sampai di depan kediamannya barulah Ziya turun dari mobil dan juga diikuti oleh Krystal.
" Mom, setelah Krystal ganti pakaian, apakah Krystal boleh untuk mengobrol dengan Mommy ?" Tanya Krystal saat turun dari mobil.
" Iya sayang, boleh,," Jawab Ziya tersenyum.
" Ayo masuk,," Ajak Ziya langsung pada Krystal.
" Heemm,," Jawab Krystal mengangguk.
Sambil merangkul pundak Krystal Ziya segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Vena sendiri mengiringi langkah kaki Ziya dari belakang. Setelah sampai di depan tangga Ziya membiarkan Krystal kembali sendiri ke kamarnya dan Ziya juga langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk menuju ke arah kamarnya.
Saat Krystal akan melangkahkan kakinya menuju ke istana kedua dimana tempat kamarnya berada, di suatu sisi Claire yang tidak memiliki pekerjaan lagi di kantor dan hanya bisa melakukan sesuatu hal di kediaman Alexandre ini membuatnya melakukan suatu rencana yang menurutnya akan berhasil. Ketika Claire sedang melakukan sesuatu itu, Claire melihat dengan jelas bahwa Krystal saat ini terlihat begitu lengket dan juga akrab dengan Ziya.
" What, anak itu kenapa sepertinya sangat lengket terhadap wanita ja-lang itu," Gumam Claire yang merasa heran atas kejadian yang terjadi di depan penglihatannya ini.
" Tidak bisa, ini tidak boleh terjadi, jika sampai wanita ja-lang itu berhasil mengambil hati kedua anak Alberto, maka kesempatanku untuk mendapatkan pembelaan dari kedua anak itu tidak akan bisa lagi." Ucap Claire yang merasa takut jika pendukungnya akan hilang dan berpihak kepada Ziya semua.
" Bagaimanapun caranya aku harus berhasil menghasut kedua anak itu agar kembali berpihak padaku,," Gumam Claire dengan wajah yang sangat marah.
Padahal Krystal saat ini sedang ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah istana kedua tak disangka ternyata Claire mencegat langkahnya sehingga membuat Krystal sedikit kaget dengan kelakuan Claire yang terlihat buru-buru itu.
" Oh My God,," Ucap Krystal kaget ketika melihat Claire sudah berada di hadapannya.
" Aunty Claire,," Gumam Krystal yang masih kaget dan memegang dadanya.
" Heemm," Jawab Claire masih dengan wajah angkuhnya.
" Darimana kau ?" Tanya Claire langsung pada Krystal.
" Sekolah," Jawab Krystal singkat.
" Sekolah, Ooohhh tumben pulangnya pagi,," Ucap Claire seperti sedang menyelidiki sesuatu pada Krystal.
" Iya, karena, di sekolah semua guru sedang mengadakan rapat," Jawab Krystal sedikit berbohong.
" Oohh, begitu," Jawab Claire sambil mengangguk.
" Baru saja Aunty perhatikan kau pulang dari sekolah bersama wanita itu ?" Tanya Claire dengan wajah yang menyelidiki.
" Betul, memangnya kenapa Aunty ?" Tanya Krystal balik pada Claire.
" Iiiihhhh, dasar anak pungut, malah balik bertanya,," Gumam Claire kesal pada jawaban Krystal.
Claire justru semakin dibuat Krystal kesal, karena, dengan sengaja Krystal menjawab pertanyaan dari Claire begitu singkat dan juga kasar. Sungguh terlihat dari wajahnya Krystal bahwa anak ini tidak mudah untuk dibujuk seperti biasanya, karena, memang Krystal saja yang belum bisa terbujuk oleh rayuan Claire selama ini. Krystal memang seorang anak yang begitu angkuh dan juga cuek, sungguh berbeda dengan sikap dan sifat Isabelle yang begitu manis dan juga anggun.
Oleh sebab itu, Claire kembali mengambil napas dalam memikirkan ucapan lain agar bisa membujuk dan merayu Krystal kembali seperti biasanya, walaupun selama ini Krystal cuek terhadap dirinya, ya minimal Krystal jangan sampai ikut-ikutan lengket pada Ziya.
" Ya, Krystal Aunty ingin tahu saja,," Ucap Claire dengan wajahnya yang terlihat senyum namun dipaksakan.
" Oohh,," Jawab Krystal berlalu pergi.
Ketika melihat Krystal berlalu melewatinya dengan segera Claire kembali mengejar Krystal untuk menghasut anak itu.
" Eeehhh, Krystal, Krystal tunggu,," Bilang Claire sambil mengejar langkah kaki Krystal yang berlalu dari hadapannya.
" Ada apa lagi ?" Tanya Krystal kesal pada Claire yang sengaja mencegah langkahnya terus.
" Eemmm, Aunty ada sesuatu yang ingin dibicarakan." Bilang Claire sambil tersenyum menatap wajah Krystal serius.
" Bicara apa katakan saja disini, aku masih ada urusan,," Bilang Krystal dengan wajah yang terlihat kesal.
" Eemmm, sebenarnya Aunty ada sesuatu untukmu,," Bilang Claire yang sengaja mengulur waktu Krystal.
" Iiiihhhh, kalau tidak ada kepentingan yang serius tidak perlu berbicara denganku,," Bentak Krystal terhadap Claire.
Karena, merasa kesal dengan kelakuan Claire yang sengaja mencegah kegiatannya itu membuat emosi dan amarah Krystal menjadi naik. Akhirnya Krystal membentak keras Claire yang berada di hadapannya ini. Betapa terkejutnya Claire ketika melihat Krystal dengan beraninya membentak keras dirinya itu.
" Berani-beraninya kau membentak ku,," Ucap Claire dengan wajah yang marah.
" Krystal, aku ini calon istri dari Alberto jadi kau harus tahu bahwa aku adalah calon Mommy yang akan menggantikan Ibumu,," Ucap Claire yang mengingatkan Krystal bahwa posisi dirinya di kediaman itu begitu penting.
Ketika mendengarkan ucapan Claire seperti itu yang mengungkapkan bahwa dirinya adalah calon istri dari Alberto, secara langsung pastinya membuat perut Krystal merasa geli dan akhirnya Krystal tertawa sendiri terbahak-bahak setelah mendengarkan pengakuan Claire yang hanya dalam harapannya saja.
" Hahahaha, apa yang kau katakan ?" Tanya Krystal sambil tertawa.
" Kau bilang kau adalah calon istri dari Daddy dan akan menggantikan Mommy selamanya untukku,, Iiihhh siapa kau, memangnya selama ini Daddy pernah berkata seperti itu, mengakuimu sebagai calon istrinya Hehehehe,," Jawab Krystal dengan sengaja mencibir pengakuan Claire yang membuatnya merasa geli.
" Dasar kau anak tidak tahu diri,," Bentak Claire kesal terhadap Krystal.
" Heh!! kau yang tidak tahu diri, sudah tahu kalau Daddyku memiliki istri yang bernama Zoya, seorang wanita yang tidak ada bandingannya denganmu, dan kau berani-beraninya mengakui bahwa kau adalah calon istri dari Daddy, kau hanya bermimpi,," Teriak Krystal dengan suara keras yang sengaja membentak Claire di hadapannya ini.
" Dan, walaupun kau sering menyebutnya wanita ja-lang, tapi setidaknya dia tidak sepertimu yang hanya bermimpi untuk mendapatkan hati Daddyku,," Bilang Krystal lagi dengan keras yang membuat semua pelayan melihat kejadian itu.
Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan ucapan Krystal saat ini sudah begitu jelas sekali membela Ziya di hadapannya sendiri dan bahkan Krystal juga berani melawan perkataan yang dilontarkan langsung dari Claire.
" Krystal bukan begitu maksud, Aunty, Aunty hanya ingin agar kau tidak terhasut ucapannya,," Bilang Claire yang melembutkan caranya untuk membujuk Krystal, agar ia masih tetap bisa mendapatkan pembelaan dari Krystal sendiri.
" Heh! dasar orang aneh, dengarkan dengan jelas, kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku, karena, kau bukan siapa-siapa yang terpenting bagiku,," Ucap Krystal terakhir yang membuat Claire begitu kaget dan terpaku.
" Awas, jangan halangi jalanku!!" Bilang Krystal lagi yang sengaja sedikit menabrak tubuh Claire di hadapannya itu.
Saat ini Claire tidak bisa melakukan apa-apa, karena, ia tidak bisa melawan perbuatan dan juga ucapan yang sudah dilontarkan oleh Krystal padanya itu. Begitulah Krystal seorang anak perempuan yang selama ini memang cuek terhadap siapapun, karena, dia tidak seperti Isabelle yang mudah lembut dan juga tunduk akan sikap Claire dengan sengaja berpura-pura menyayanginya itu.
Claire yang ditinggalkan sendirian saat ini merasa kesal akan kelakuan yang dilakukan oleh Krystal padanya itu. Dengan sengaja Krystal membentaknya di depan semua pelayan yang berlalu lalang dalam kediaman ini.
" Dasar anak pungut, berani-beraninya dia membentakku di depan semua pelayan, awas kau Krystal, kita lihat saja nanti, kau akan tunduk denganku, karena, kau telah berani melawanku,," Gumam Claire dalam hati dengan wajah yang begitu kesal terhadap perbuatan Krystal padanya.
Setelah merasa cukup nyaman barulah Claire melangkahkan kakinya dari tempatnya berdiri menuju ke tempat yang paling sering ia kunjungi yaitu kamar Gladys.
Sementara itu, Vena baru saja turun dari tangga dan akan masuk ke dalam ruang dapur, tiba-tiba mendapatkan informasi yang begitu penting, bahwa baru saja ada kejadian yang terjadi yaitu perkelahian mulut di antara Krystal dan juga Claire. Betapa terkejutnya Vena saat mendengar informasi itu dari perbincangan pelayan yang sedang berada di dapur.
" Apa, Nona Krystal bertengkar dengan Nona Claire,," Gumam Vena tidak sengaja mendengar perbincangan yang sedang terjadi di ruang dapur.
" Apakah Nona Krystal tidak apa-apa, lebih baik hal ini segera aku laporkan pada Nyonya,," Ucap Vena dengan segera membalikkan tubuhnya dan berlari kecil menuju ke lantai dua kembali.
Tujuan Vena keluar dari kamar Ziya dan menuju ke arah dapur karena seperti biasa ingin menyiapkan makanan kecil untuk Ziya yang selalu sibuk di dalam ruang penelitiannya itu. Karena, secara tidak sengaja mendapatkan informasi penting dengan segera Vena kembali ke kamar Ziya untuk memberitahukan hal ini pada majikannya.
Ketika sampai di dalam kamar dengan nafas yang memburu, Vena langsung saja memberitahukan Ziya suatu informasi yang ia dapatkan itu. Ziya sendiri kaget ketika melihat Vena masuk kembali ke kamarnya dengan napas yang memburu dan juga seperti sedang dikejar oleh sesuatu.
" Ada apa Vena ?" Tanya Ziya langsung pada Vena.
" Gawat Nyonya,," Gumam Vena dengab napas yang terengah-engah.
" Heemm minum dulu dan bicarakan dengan jelas setelah kau merasa nyaman,," Bilang Ziya sambil tersenyum melihat tingkah Vena yang begitu lucu.
" Baik Nyonya terima kasih,," Ucap Vena sambil duduk.
" Tapi ini sungguh gawat, baru saja saya keluar dan ke dapur, saya mendengar percakapan semua pelayan bahwa Nona Krystal sedang bertengkar dengan Nona Claire !" Ucap Vena menjelaskan semua informasi yang baru saja ia peroleh.
" Apa ?" Ungkap Ziya kaget.
" Benarkah yang kau katakan ini, Vena ?" Tanya Ziya serius menatap wajah Vena.
" Benar, Nyonya, lebih baik Nyonya periksa dulu keadaan Nona Krystal, saya khawatir terjadi sesuatu pada Nona Krystal." Bilang Vena lagi yang mengingatkan Ziya.
" Kau betul Vena, ayo." Jawab Ziya sambil menarik tangan Ziya.
Dengan segera Ziya keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Vena menuju ke ruang kamar Krystal. Ziya khawatir terjadi apa-apa dengan Krystal, karena ia tahu bagaimana sifat Claire jika sedang marah, pasti Claire akan melakukan suatu tindakan kekera.san terhadap Krystal.
" Oh God, kapan ini terjadi Vena" Tanya Ziya dengan langkah yang begitu tergesa-gesa.
" Tidak tahu Nyonya, kemungkinan baru saja terjadi,," Jawab Vena yang ikut melangkahkan kakinya dengan cepat seperti Ziya.
Setelah mendapatkan jawaban dari Vena, Ziya segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kamarnya Krystal. Sementara itu, Claire sendiri yang sedang melangkahkan kakinya menuju ke tempat Gladys tidak sengaja melihat Ziya yang sedang terburu-buru menuju ke suatu tempat.
" Mau kemana wanita itu ?" Gumam Claire sambil memperhatikan arah tujuan Ziya.
Claire, semakin tertarik untuk memperhatikan kemana langkah Ziya yang terlihat sedang terburu-buru itu, sehingga membuat Claire merasa yakin dan benar bahwa saat ini Ziya sudah berhasil mendapatkan perhatian khusus dari kedua anaknya Alberto itu.
" Kurang ajar, sepertinya wanita itu menuju ke arah dimana kamarnya Krystal,," Gumam Claire yang sengaja menyembunyikan tubuhnya di dekat pilar besar kediaman Alexandre.
" Lihat saja kau ja-lang, aku akan membalas semua perbuatan yang sengaja kau lakukan ini dengan menggunakan putramu sendiri, Demian," Umpat Claire marah memaki Ziya dengan kesal.
" Kita lihat saja apakah kau berhasil mendapatkan putramu kembali, jika, kau kehilangan putramu itu maka, kau sendiri juga yang akan segera keluar dari kediaman ini,," Gumam Claire sambil tersenyum senang.
Claire segera beralih ke kamarnya sendiri dan mengurungkan niatnya untuk membicarakan persoalannya kepada Krystal yang baru saja mereka berdebat secara langsung.
Ziya sendiri telah sampai ke istana kedua dan dengan segera Ziya melangkah masuk ke dalam kamar Krystal memanggil nama Krystal berulang kali.
" Krystal, Krystal,," Panggil Ziya terhadap Krystal.
" Kenapa tidak ada,," Gumam Ziya merasa heran dalam ruang kamar ini.
Ziya melihat hanya kekosongan saja yang ada di dalam kamar Krystal, tidak ada tanda-tanda Krystal berada di kamarnya ini, tiba-tiba saja ada suara dari kamar mandi dan Ziya segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.
" Apakah Krystal dalam kamar mandi,," Gumam Ziya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Saat tangan Ziya ingin memegang gagang pintu kamar mandi, tiba-tiba Ziya dikagetkan dengan Krystal yang baru saja keluar dari kamar mandi. Begitu juga dengan Krystal sama kagetnya seperti Ziya saat ini. Tak disangka kedua wanita ini sama-sama mengelus dadanya sendiri karena, sama-sama terkejut.
" Oh God, Krystal,," Ucap Ziya yang kaget ketika melihat Krystal keluar dari kamar mandi.
" Mommy,," Bilang Krystal yang juga kaget saat melihat Ziya di depan pintu kamar.
" Kau tidak apa-apa ?" Tanya Ziya langsung pada Krystal.
Krystal segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Sedangkan Ziya merangkul Krystal yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.
" Tidak, memangnya ada apa, Mom ?" Tanya Krystal balik pada Ziya.
" Baru saja Vena berkata bahwa kau dan Claire bertengkar, apakah benar itu ?" Tanya Ziya langsung pada Krystal.
" Iya Nona, baru saja Vena mendengar perkataan semua pelayan bahwa Nona Krystal bertengkar dengan Nona Claire." Ucap Vena yang ikut membenarkan perkataan Ziya.
Setelah mendengarkan semua perkataan yang disampaikan oleh Ziya dan juga Vena dalam keadaan wajah begitu khawatir, hingga membuat Krystal tertawa melihat ekspresi dari Ziya dan juga Vena.
" Hahahaha, Mommy dan Aunty Vena ekspresi wajahnya sama-sama lucu,," Bilang Krystal sambil tertawa geli sehingga membuat Ziya dan Vena saling bertatapan merasa heran atas jawaban yang diucapkan oleh Krystal.
" Kenapa tertawa sayang ?" Tanya Ziya lagi dengan wajah serius.
" Ya, pasti Krystal tertawa Mom, karena wajahnya Mommy dan Aunty Vena begitu cemas hingga membuat perut Krystal menjadi geli sendiri,," Jawab Krystal sambil menahan geli pada perutnya.
" Ya ampun Krystal, Vena dan Mommy begitu khawatir padamu, takut terjadi sesuatu denganmu,," Bilang Ziya merasa bingung dengan sikap Krystal yang sedang tertawa itu.
" Heemm, Mommy lihat sendiri, tidak terjadi apa-apa pada Krystal,," Jawab Krystal meyakinkan Ziya.
" Oh ya Aunty Vena bisa mendapatkan informasi ini dari siapa ?" Tanya Krystal langsung pada Vena.
" Baru saja saya mendengar perbincangan yang dilakukan oleh semua pelayan di dalam dapur, Non,," Jawab Vena dengan jujur.
" Memang benar kalau Krystal bertengkar dengan Claire, karena, dia sendiri sengaja memancing amarah Krystal, jadi, wajar jika Krystal membentaknya," Jawab Krystal secara langsung tentang kejadian tadi.
Ziya menggelengkan kepalanya, ketika mendengarkan ucapan Krystal yang sengaja membentak Claire di depan semua pelayan. Ziya memang mengakui jika mulutnya Krystal begitu kasar apabila sedang membentak orang.
" Heemm, sayang, apa boleh Mommy memberi sebuah nasehat ?" Tanya Ziya sambil duduk di atas kursi meja rias.
Sementara Ziya duduk di atas kursi meja rias, Krystal sendiri duduk di atas tempat tidurnya.
" Heemmm, apa Mom ?" Ucap Krystal sambil memberikan peluang waktu pada Ziya.
" Mommy, minta mulai saat ini Krystal jangan lagi membentak orang yang usianya lebih tua daripada Krystal sendiri, karena, hal itu mencerminkan kepribadian seseorang, sayang, jika Krystal memperlakukan seseorang yang lebih tua daripada Krystal dengan baik, maka, kepribadian Krystal itu akan selalu teringat oleh siapapun, jadi, Mommy harap supaya Krystal bisa melakukan hal ini, sayang," Bilang Ziya dengan nada suara yang lembut memberikan sebuah nasehat pada Krystal.
" Hehehehe terima kasih Mommy atas nasehatnya," Jawab Krystal sambil tersenyum kuda menanggapi ucapan Ziya yang menasehatinya.
" Sebenarnya, Krystal hanya kesal karena sikap Aunty Claire yang sengaja membuang-buang waktu Krystal," Bilang Krystal lagi dengan jujur.
" Yah, Mommy mengerti kalau jawabannya seperti itu sayang,," Gumam Ziya sambil tersenyum melihat Krystal.
" Tapi, ingat jangan lagi melakukan hal itu ya," Ucap Ziya lagi sambil membetulkan rambut Krystal.
" Heemm, baik Mom,," Jawab Krystal mengangguk.
Karena, Ziya dan Vena sudah berada di dalam kamar Krystal, jadi, Krystal tidak perlu datang ke kamar Ziya lagi.
" Oh ya, Mom, karena, Mommy sudah ada disini, bolehkah Krystal balik bertanya kepada Mommy ?" Tanya Krystal langsung pada Ziya.
" Ya boleh apa itu sayang ?" Tanya Ziya balik.
" Pasti Nona Krystal ingin bertanya tentang percintaan ya,," Bilang Vena yang sengaja ikut serta dalam pembicaraan Ziya dan Krystal.
" Eemmm, Vena," Ucap Ziya sambil mengedipkan matanya pada Vena.
" Maaf Nyonya, Maaf Nona Krystal,," Bilang Vena karena merasa sedikit bersalah akan sikapnya itu.
" Tidak apa-apa,," Ucap Krystal langsung pada Vena.
" Katakan Krystal apa yang ingin ditanyakan,," Bilang Ziya lagi pada Krystal.
" Apakah Mommy mau melatih Krystal dalam ilmu bela diri yang Mommy miliki,," Ucap Krystal serius berbicara pada Ziya.
Betapa tercengangnya Ziya ketika mendengar ucapan Krystal yang memintanya untuk melatih Krystal dalam bela diri. Karena, selama ini memang keahlian Ziya dalam ilmu bela diri cukup hebat, jadi, Ziya hanya bisa tersenyum dan bingung saat menanggapi permintaan Krystal itu.
" Sayang, Mommy tidak terlalu bisa dalam bela diri, lebih baik Krystal belajar langsung kepada seorang guru yang memang jelas ahli dalam dunia bela diri,," Bilang Ziya serius kepada Krystal.
" Heemm, benar juga Mom, tapi, Krystal tidak berani meminta izin pada Daddy supaya Krystal bisa menekuni ilmu bela diri, Krystal ingin menjadi seorang perempuan yang tidak lemah terhadap kejahatan Mom,," Ucap Krystal penuh semangat atas keinginannya ini.
" Heemm bagus sayang, jika, Krystal memang berniat untuk melakukan sesuatu hal yang baik dan pastinya Daddymu langsung mengizinkan keinginanmu ini sayang,," Bilang Ziya yang memberikan semangat pada Krystal.
" Heemm terima kasih, Mom, sudah memberi dukungan pada Krystal,," Jawab Krystal sambil tersenyum senang.
Saat ini sungguh terlihat jelas bahwa Krystal begitu bahagia, karena, sedikit berhasil mendapatkan apa yang telah diinginkannya selama ini, sedangkan Vena memberikan jempolnya sambil tersenyum untuk memberi semangat kepada Krystal. Dan, Krystal sendiri tersenyum balik kepada Vena.
Dan, saat ini mobilnya Alberto telah sampai di depan gerbang kediaman Alexandre. Sehingga begitu membuat Alberto merasa begitu yakin dan juga bersemangat untuk segera memeluk erat tubuh wanita yang begitu ia cintai.
****