
Martin sekali lagi membantah ucapan Claire yang tengah menyatakan perilaku dan juga perbuatan serta jawaban dari ketua pelayan dan juga semua pelayan itu sama sekali tidak bersalah. Namun, Claire masih saja bersikeras ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan itu.
" Bukannya aku sudah katakan mereka sama sekali tidak bersalah, Claire,," Ucap Martin yang masih terlihat tetap membela para pelayan wanita di kediamannya itu yang saat ini memang masih berasa di hadapan mereka berdua.
" Apanya tidak bersalah, kau tidak dengar pernyataan mereka ?" Tanya Claire dengan nada suara emosi yang begitu memuncak.
" Pernyataan mereka itu salah, seolah-olah mereka itu adalah seorang pelayan yang memiliki hak bahwa mereka disini sama sekali tidak bisa diberikan hukuman,," Sambung Claire lagi yang masih saja seolah bahwa ucapan para pelayan perempuan di hadapan mereka ini tetap salah.
Sambil menghela nafasnya yang cukup panjang dan sedikit menggelengkan kepalanya saat mendengar pernyataan Claire, akhirnya, Martin menjelaskan pada Claire mengenai jawaban yang telah dijawab oleh ketua pelayan, bahwa pernyataan seperti itu memang sudah ditentukan oleh dirinya sendiri.
" Tidak, Claire, mereka tidak bersalah,," Ucap Martin yang menyanggah ocehan Claire.
" It's Wrong !!" Jawab Claire lagi dengan sorot mata yang sedikit tajam menatap Martin.
Claire masih saja tetap bersikeras memberikan pernyataan bahwa semua pelayan yang ada di dalam kediaman Martin ini bersalah.
" No, Claire,," Bilang Martin yang terdengar sedikit membentak Claire dengan nada suara yang cukup keras.
" Mereka tidak bersalah !!" Ucap Martin lagi dengan nada suara tetap sama.
" Mereka benar menjawab seperti itu, karena, jawaban yang mereka jawabkan pada kau, sama seperti apa yang telah aku perintahkan,," Jawab Martin lagi dengan nada suara yang tinggi menjawab semua pernyataan Claire yang menyatakan bahwa para pelayan di kediamannya itu telah bersalah.
Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan ucapan Martin yang menyatakan bahwa jawaban dari ketua pelayannya itu adalah jawaban yang benar dan jawaban dari ketua pelayan itu merupakan sebuah jawaban yang telah diperintahkan oleh dirinya.
Dan jawaban dari Martin itu sendiri membuat mulut Claire sedikit menganga karena, terkejut dengan jawaban yang telah dinyatakan oleh Martin padanya. Begitu besar pembelaan Martin terhadap para pelayannya sehingga para pelayannya sama sekali tidak bisa diberikan sebuah hukuman. Tentu saja hal itu membuat Claire semakin kesal dengan pernyataan dari Martin bahwa dirinya sama sekali tidak berhak untuk memberikan sebuah hukuman.
" What ?!" Gumam Claire dengan mulut yang sedikit menganga.
" Kau sengaja memberikan pernyataan seperti itu kepada mereka ?" Tanya Claire dengan wajah yang kaget dan juga mata sedikit merasa aneh dengan pernyataan yang disampaikan oleh Martin.
" Ya, memang seperti itu,," Jawab Martin singkat.
" Huuuuhh,," Suara helaan nafas yang keluar dari mulut Claire sambil mengelus sedikit dadanya memberikan tanda bahwa dirinya merasakan sedikit aneh dengan perubahan sikap dari sepupunya itu yang begitu besar sekali membela para pelayannya itu.
" Kenapa Martin begitu membela pelayan murahan seperti ini,," Ucap Claire dalam hati sambil menatap aneh dengan perlakuan dari sepupunya itu.
" Sepertinya ada yang aneh dengan sifat Martin sekarang ?" Tanya Claire dalam hati dengan wajahnya yang begitu penasaran pada sikap Martin.
" Baiklah saat ini aku harus mengalah terlebih dahulu dengan semua para pelayan ini, Iiihhhhh,," Ungkap Claire lagi dalam pikirannya yang rela harus mengalah terlebih dahulu dengan para pelayan di hadapannya itu.
Untuk saat ini Claire harus bisa mengalah terlebih dahulu dari para pelayan yang ada di hadapannya ini. Karena, Claire ingin mencari tahu terlebih dahulu kenapa Martin kakak sepupunya itu yang selama ini memiliki sifat dan sikap tidak ada keperdulian sedikitpun dengan orang lain dan bahkan sikap acuhnya itu begitu besar. Tapi kali ini sungguh berbeda sekali sehingga membuat Claire merasa begitu heran dengan perubahan sikap dan sifat dari Martin yang begitu drastis.
Oleh sebab itu Claire memiliki sebuah rencana dan pemikiran bahwa ia akan mencari tahu apa yang telah terjadi pada Martin selama ini setelah Martin keluar begitu saja dari kediaman Alexandre tanpa alasan apapun yang membuatnya bersikeras ingin sekali keluar dari kediaman Alexandre itu. Padahal sebenarnya orang seperti Martin sama sekali tidak ingin keluar dari tempat yang bisa menampung kehidupannya yang begitu mewah dan juga bermartabat tinggi.
Sehingga membuatnya bisa mengambil keputusan begitu saja kabur dari kediaman Alexandre dengan sebuah alasan bahwa ia ingin pergi bersama dengan teman-temannya melakukan sesuatu rencana dengan teman-temannya dan yang selama ini tidak diketahui oleh Claire adalah rencana yang dimiliki oleh Martin.
Sampai saat ini juga Claire belum mengetahui bagaimana bisa Martin keluar dari kediaman Alexandre tanpa membawa apapun bisa mendapatkan sebuah kediaman mewah seperti saat ini dengan beberapa pelayan dan juga fasilitas yang bisa melayani dirinya. Oleh sebab itu, saat ini kepala Claire sudah beberapa macam pikiran yang masuk ke dalam otaknya.
Bukan hanya sekedar berpikir untuk merencanakan pembalasan rasa kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri. Melainkan beberapa rencana yang belum matang telah dipikirkan oleh Claire agar ia bisa menggapai semuanya dengan lancar. Saat ini Claire juga memiliki sebuah pertanyaan besar terhadap sikap Martin yang begitu berubah drastis dibandingkan sikapnya yang dulu.
Oleh sebab itu, Claire berpikir lebih baik saat ini ia mundur satu langkah alias mengalah agar ia bisa mendapatkan sebuah jawaban dari perubahan sikap yang dilakukan oleh Martin kakak sepupunya itu. Dan, Walaupun selama ini Claire tidak pernah akrab dengan kakak sepupunya itu, tapi, Claire bisa tahu bagaimana sikap dan juga watak asli dari kakak sepupunya itu. Akhirnya, Claire bisa juga sedikit mengalah dengan ucapan Martin, jika ucapan Martin telah meninggi berarti memang benar adanya.
Oleh sebab itu karena, telah mendengar jawaban Martin dengan nada suara meninggi dan juga sedikit meradang, akhirnya Claire merendahkan ucapannya agar ia bisa mencari tahu dan mendapatkan informasi tentang perubahan Martin dan hal apa yang telah mengganggu pikiran Martin hingga Martin begitu membela para pelayannya ini.
" Apa yang kau bela dari mereka Martin ?" Tanya Claire dengan nada suara sedikit merendah agar emosi Martin pada dirinya tidak terlalu tinggi seperti apa yang telah dijawab Martin pada dirinya tadi.
" Karena, mereka adalah pelayanku, jadi sebagai majikan mereka saya berhak untuk membela mereka,," Jawab Martin masih dengan nada suara yang terdengar jelas bahwa ia tetap bersikeras membela para pelayannya itu.
Dan dengan tegas Claire memberikan sebuah jawaban yang begitu jelas kepada Martin sambil ia menganggukkan kepalanya serta mengiyakan ucapannya Martin agar ia tidak memberikan sebuah hukuman terhadap para pelayannya ini. Dan hal itu membuat Martin sedikit kaget atas kelakuan Claire yang begitu mudah mengalah atas ucapannya itu.
****