
Ucapan sebuah izin yang telah diberikan oleh Ziya itu dengan spontan langsung membuat Vena bahagia. Namun, dengan jelas juga Ziya memberikan sebuah syarat pada Vena agar bisa untuk dilakukan Vena selama ia ingin mengikuti rencana yang akan dilakukan olehnya.
" Hah!! benarkah Nyonya ??" Tanya Vena pada Ziya dengan wajah begitu bahagia.
" Ya, Vena, jika kau benar ingin mengikuti aku dalam melakukan rencana ini, aku ingin kau menyetujui semua persyaratan dariku,," Ucap Ziya yang sengaja memberikan sebuah persyaratan untuk Vena sambil mengacungkan satu jarinya.
" Ya, Nyonya, apapun persyaratannya, saya bersedia, asal saya selalu berada di dekat Nyonya,," Jawab Vena dengan mata penuh keseriusan menjawab semua pembicaraan dari Ziya.
" Heemm, ternyata kau bukan hanya sebagai asisten pribadiku saja Vena, tapi, kau melebihi apapun dari itu, demi menjaga keselamatan ku, kau rela berkorban untuk itu semua,," Ucap Ziya sambil menepuk pundak Vena dan memberikan tatapan yang menyejukkan.
" Maaf, Nyonya, saya sudah berjanji demi nyawa saya dan keluarga saya, apapun yang terjadi saya akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Nyonya, karena, Nyonya sudah menganggap saya lebih dari apapun,," Ucap Vena kepada Ziya dengan setulus hati, sehingga membuat Ziya tersenyum bahagia.
" Serta, saya tidak akan bisa mendapatkan majikan yang lebih baik lagi seperti Nyonya,," Sambung Vena lagi yang membuat Ziya terharu.
" Vena, kau gadis baik, kau gadis polos kenapa, Alberto bisa memilih orang sepertimu untuk menjadi temanku, karena, kau begitu tulus selalu memberikan yang terbaik untukku,," Bilang Ziya yang memuji kebaikan Vena.
" Terima kasih Vena, atas kebaikan yang selama ini kau berikan padaku,," Sambung Ziya lagi sambil tersenyum menatap Vena.
" Semoga kedepannya kita tetap menjadi saudara,," Ucap Ziya kepada Vena yang terharu dan dengan rasa terharu itu Vena langsung saja memeluk tubuh Ziya.
Karena, terharu mendengar pujian serta ucapan yang begitu banyak dan juga tulus dari Ziya, Vena langsung saja memeluk erat tubuh majikannya itu. Karena, bagi Vena, Ziya memang bukanlah hanya seorang majikannya melainkan sahabat serta saudaranya sendiri.
Sambil tersenyum Ziya memberikan sebuah semangat pada Vena sambil mengelus lembut punggung asistennya ini. Karena, Ziya tahu Vena merupakan seorang gadis yang tulus serta ikhlas dalam membantu dirinya untuk selalu bisa kuat serta penuh semangat saat Ziya pertama kali datang ke tempat ini.
Memang awalnya Ziya tidak kuat untuk tetap tinggal di tempat kediaman Alexandre dimana semua penghuni kediaman ini tidak menyukai adanya Zoya di dalam kediaman ini. Apalagi posisinya Ziya hanyalah sekedar pengganti Zoya. Yang digantikan perannya itu adalah orang yang sama sekali tidak memiliki iktikad baik.
Oleh sebab itu, saat awal datang ke kediaman ini Ziya memang kuat untuk menerima dan menahan semuanya. Namun, ketika mendapatkan perlakuan dan perbuatan kasar serta tidak seno.noh dari sang suami yang tidak diketahuinya itu. Semenjak saat itulah Ziya mulai tidak merasakan lagi apa itu namanya tanggung jawab dalam menggantikan peran dari saudara kembarnya itu.
Disaat itu pikiran Ziya begitu sulit untuk diungkapkan. Karena, dari pertama kali dia datang ke rumah ini tidak mendapatkan sebuah sambutan yang hangat dari semua penghuni di dalam kediaman ini, yang kedua dia diperlakukan begitu tidak adil oleh semua penghuni di dalam kediaman dan yang ketiga adalah perlakuan Alberto yang telah tega memperlakukannya bagaikan seorang wanita rendahan.
Oleh sebab itulah, Ziya berpikir bahwa kehidupannya sudah sangat hancur, saat itu Ziya ingin sekali kabur dan pergi begitu saja dari kediaman Alexandre yang telah membuat kehidupannya hancur bagaikan pecahan kaca yang berkeping-keping. Namun, ketika Ziya melihat si kecilnya yaitu Demian, akhirnya Ziya masih bisa tetap kuat untuk tinggal di dalam kediaman ini.
Dan juga karena, adanya bujukan Vena serta sikap Alberto yang akhirnya berangsur-angsur membaik serta membuat Ziya bisa untuk bertahan di dalam kediaman ini. Akhirnya sampai saat ini Ziya masih tetap di dalam kediaman Alexandre, karena, semakin lama Ziya tetap berada di tempat ini, semakin banyak juga Ziya membantu dan membuka semua rahasia yang ada di dalam kediaman megah milik Alberto Alexandre yang merupakan seseorang paling disegani satu negara.
Setelah memberikan sebuah semangat kepada Vena, pelukan hangat yang dilakukan oleh Vena terhadap Ziya membuat hubungan di antara majikan dan juga asisten ini semakin erat dalam sebuah tali persaudaraan. Setelah melepaskan pelukan di antara Ziya dan Vena, sambil tersenyum Ziya memberikan sebuah kepastian dan juga keyakinan pada Vena.
" Nyonya, sebenarnya, saya yang seharusnya tidak bisa melupakan kebaikan Nyonya, tanpa menjadi asisten Nyonya, mungkin sampai saat ini saya tidak bisa membantu kehidupan saya sendiri dan juga keluarga saya,," Ucap Vena sambil tersenyum tulus dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ziya sang majikan.
" Terima kasih banyak Nyonya sudah menjadi majikan Vena,," Sambung Vena lagi sambil memberikan sebuah senyuman yang tulus terhadap majikannya itu.
" Sama-sama Vena,," Jawab Ziya juga.
Setelah selesai mengeluarkan semua perasaan masing-masing yang masih mengganjal di hati, keeratan hubungan antara majikan dan juga asisten ini semakin erat saja. Karena, Vena dan Ziya sama-sama memiliki sifat yang begitu mulia serta berbesar hati untuk saling membantu satu sama lain.
Setelah saling menyampaikan perasaan masing-masing, Ziya baru teringat kembali tentang Axeloe yang terasa cukup lama membawa Vena keluar dari kamarnya. Oleh sebab itu, Ziya kembali bertanya kepada Vena tentang Axeloe mengenai kepergian Vena bersama dengan Axeloe sebelumnya.
" Oh ya Vena, Eemmm sebenarnya, Axeloe membawamu kemana ?" Tanya Ziya lagi kepada Vena.
" Apa Nyonya ?" Tanya Vena balik pada Ziya.
" Sebenarnya, Axeloe membawamu pergi kemana ?" Tanya Ziya kembali kepada Vena.
" Oohhh, itu Nyonya, kebetulan tadi Tuan Axeloe membawa saya ke ruangannya,," Jawab Vena sedikit terbata-bata.
" Ke ruangannya ??" Sahut Ziya dengan wajah yang penasaran.
" Ya, Nyonya, ke ruangannya," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya.
" Ke ruangannya, maksud saya ruangan mana Vena, soalnya ruangan Axeloe banyak ?" Tanya Ziya lagi kepada Vena dengan wajah sedikit penasaran.
" Ee, Eehhh itu Nyonya sebenarnya, Tuan Axeloe membawa Vena ke, ke,," Jawab Vena dengan suara yang terdengar sedikit terbata-bata.
" Kemana Vena, kenapa kamu menjawab pertanyaan dariku seperti orang ketakutan ?" Tanya Ziya lagi dengan wajah yang terdengar begitu mendesak untuk segera dijawab oleh Vena.
" Ee, Eehhh, ke ruangan khusus yaitu kamarnya Nyonya,," Jawab Vena sehingga membuat Ziya terperangah kaget ketika mendengar jawaban dari Vena saat itu.
Jelas sekali jika Ziya terkejut kaget ketika mendengar jawaban dari Vena mengenai Axeloe yang telah membawanya pergi keluar lama dari pengawasan Ziya. Betapa kagetnya Ziya ketika mendengar jawaban Vena yang menyatakan bahwa Vena telah dibawa oleh Axeloe ke dalam kamar pribadinya.
****