Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 224 - Informasi Keadaan Ziya



Suara Krystal begitu seru sekali ketika dirinya mendapatkan sebuah dukungan dari Daddynya yang ia harapkan selama ini cinta dan rasa pedulinya. Sehingga membuat Alberto sendiri merasa senang juga bisa memberikan sesuatu hal yang dapat membuat Krystal bahagia seperti saat ini. Tidak seperti biasanya Krystal sama sekali tidak pernah membicarakan suatu hal apapun pada Alberto, sehingga kerenggangan yang terjadi semakin lama semakin pasti.


Semenjak hadirnya Ziya di dalam kehidupan Alberto serta ke dalam keluarga besar Alexandre ini, membuat semua orang yang selama ini memiliki hubungan yang buruk terhadap Alberto seakan mencair lembut bagaikan bongkahan batu es yang selama ini membeku.


" Krystal !!" Seru Grandma Christin yang terdengar jelas oleh Alberto.


" Hehehehe, maaf Grandma, Krystal lagi bahagia karena, Daddy telah mewujudkan keinginan Krystal,," Ucap Krystal yang terdengar oleh Alberto.


" Iya Grandma tahu, tapi suara keseruan yang kau lakukan itu membuat Grandma kaget,," Ucap Grandma Christin lagi yang masih terdengar oleh Alberto.


" Hehehe, maaf ya Grandma, Krystal janji tidak akan membuat Grandma kaget lagi, ya udah tidur lagi di pangkuan Krystal,," Ucap Krystal yang suaranya terdengar oleh Alberto.


" Krystal apabila sedang bersama Grandma, suaranya harus dijaga,," Bilang Alberto disela pembicaraan Krystal dan Grandma Christin.


" Heemm, Iya Dad, Krystal mengerti cuma Krystal mewujudkan rasa bahagia Krystal hingga membuat Grandma terbangun dari tidurnya,," Jawab Krystal lagi pada Alberto.


" Ya sudah jika Grandma sedang istirahat kau jangan mengganggu istirahat Grandma dengan suara yang keras,," Bilang Alberto mengingatkan putrinya Krystal.


" Iya Daddy, oke kalau begitu Krystal mau istirahat juga, jika Daddy sudah mendapatkan informasi yang menarik dari keadaan Mommy segera beritahu Krystal,," Ucap Krystal yang terdengar serius dari teleponnya itu.


" Pasti Krystal, setelah Daddy mengetahui semua tentang keadaan Mommymu, Daddy akan segera menghubungimu, Oke,," Ucap Alberto yang terdengar begitu lembut pada putrinya ini.


" Ya, Alberto, kau harus menjaga kesehatan Zoya saat ini,," Bilang Grandma Christin yang juga mengerti keadaan tubuh Ziya.


Walaupun Madam Christin mengetahui keadaan Ziya saat ini sedang mengandung, namun, Madam Christin sama sekali tidak mengetahui bahwa Ziya sebenarnya selalu mengalami efek obat dosis tinggi yang selama ini sudah diberikan oleh pihak dokter spesialis anak buahnya Erwin saat ia sedang mengandung dahulu.


" Heemm, Ya Grandma, Alberto selalu ingat itu,," Jawab Alberto sambil sedikit menaikkan ujung bibirnya.


" Dan Grandma juga selalu berhati-hati saat berpergian bersama Krystal, jika Krystal melakukan suatu hal aneh, silahkan Grandma berikan hukuman langsung padanya,," Ucap Alberto yang terdengar seperti sedang memberikan sebuah pesan dan peringatan pada putrinya itu.


" Heemm Daddy, Krystal bukanlah Krystal yang dulu, yang pikirannya selalu dihasut oleh Grandma Gladys dan Aunty Claire, saat ini Krystal sudah dewasa bisa membedakan mana yang terbaik bagi Krystal dan juga mana yang buruk, seperti apa yang selalu diucapkan oleh Mommy Zoya,," Ucap Krystal dengan suaranya yang terdengar sendu namun memberikan suatu kelegaan bagi yang mendengarkannya.


" Bagus jika kau saat ini sudah memiliki sebuah prinsip, maka suatu saat nanti, kau akan bisa menjadi seorang pemimpin yang baik,," Ucap Alberto hingga membuat Axeloe tersenyum senang mendengarkan pembicaraannya yang sedang berlangsung.


" Yeah, Dad, Oke kalau begitu Krystal mau istirahat dan selalu jagalah Mommy Zoya Dad,," Ucap Krystal sambil memutuskan sambungan teleponnya.


" Heemm, ya," Jawab Alberto yang juga memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah selesai melakukan pembicaraan yang cukup panjang pada Krystal, barulah Alberto bisa kembali berkonsentrasi untuk menanyakan suatu hal yang serius kepada Axeloe tentang keadaan Ziya. Sambil menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya, Alberto segera melangkahkan kakinya mendekati Axeloe yang terlihat serius sekali pada penelitiannya itu.


" Sepertinya, putrimu Krystal memang seorang putri yang berbakat,," Ucap Axeloe sambil tersenyum menoleh ke arah Alberto.


" Ya, kau juga bisa melihat dan menilainya selama ini, walaupun dia bukan darah dagingku, tapi, dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga Alexandre, jadi, dia juga memiliki sifat seperti Alberto Alexandre,," Ucap Alberto yabg terdengar seperti sedang membanggakan putrinya itu.


" Ya memang Krystal seorang putri yang hebat, oleh sebab itu, aku akan senang jika dia memiliki kemampuan seperti kita,," Gumam Axeloe lagi yang terlihat serius pada botol penelitiannya.


" Heh, kita bisa membuatnya tangguh seperti apa yang diinginkan olehnya sendiri, namun, dalam hal ini Ziya tidak menginginkannya, dengan alasan dia seorang putri,," Ucap Alberto lagi yang teringat akan ucapan Ziya mengenai Krystal yang begitu besar memiliki keinginan untuk menjadi seorang mafia wanita di dalam keluarga Alexandre ini.


" Hahahaha, jika ingatan istrimu Ziya sudah kembali, dia akan menyetujui semua keinginan Krystal untuk menjadi seorang mafia, karena, dahulunya Ziya adalah seorang wanita yang tangguh akan rahasia yang dimilikinya itu,," Ucap Axeloe yang terdengar begitu mengetahui identitas Ziya dahulu.


Karena, Axeloe menyebutkan bahwa Ziya dahulu adalah seorang wanita yang tangguh, hal itu membuat Alberto merasa penasaran akan ketangguhan Ziya yang dimaksudkan oleh ucapan Axeloe saat ini.


" Maksudnya Axeloe ?" Tanya Alberto pada Axeloe dengan wajah yang terlihat begitu penasaran.


" Aku juga tidak tahu apa rahasia yang dimiliki oleh istrimu Ziya waktu dahulu, tapi, menurut informasi yang aku dapatkan bahwa Ziya pasti memiliki sebuah kehebatan yang tidak terlihat dari dirinya, oleh sebab itu, aku juga tidak tahu kenapa Ziya sampai bisa dijadikan alat oleh Erwin disaat malam itu,," Ucap Axeloe kepada Alberto hingga membuat Alberto mengerti akan maksud dari perkataan Axeloe padanya.


" Apakah maksud Axeloe adalah rahasia Ziya sendiri bahwa ia memang wanita tangguh yang mampu membuat racun ?" Tanya Alberto dalam hatinya seakan mengerti apa yang sedang dikatakan oleh Axeloe padanya itu.


" Apakah kau memiliki sebuah informasi yang lain Axeloe tentang Ziya dahulunya ?" Tanya Alberto pada Axeloe dengan wajah yang begitu serius.


" Tidak ada Kak, aku hanya mengetahui hal itu saja dari semua bayangan yang aku kirimkan untuk mengintai kehidupannya terdahulu,," Jawab Axeloe dengan wajah penuh kejujuran.


" Benar sekali, ternyata Axeloe juga tidak tahu akan kemampuan Ziya yang sebenarnya,," Gumam Alberto dalam hatinya ketika mendengarkan jawaban dari Axeloe yang terdengar begitu serius.


" Apakah aku harus memberitahukan semua rahasia yang dimiliki oleh Ziya pada Axeloe,," Gumam Alberto lagi dalam hatinya sambil menatap serius wajah Axeloe yang sedang serius juga dengan penelitiannya itu.


" Axeloe,," Panggil Alberto dengan suara yang tidak terlalu keras hingga Axeloe tidak bisa mendengarkan suara panggilannya itu.


" Yes, akhirnya berhasil juga !!" Seru Axeloe sambil memegang botol serum hasil penelitiannya itu dengan wajah yang penuh kegembiraan.


" Baguslah, jika kau telah berhasil membuat penawar obat yang ada di dalam tubuh Ziya,," Ucap Alberto sambil menyunggingkan senyuman senang dari wajahnya itu.


" Kau benar, brother, Axeloe tidak akan berhenti meneliti jika serum ini tidak berhasil didapatkan,," Gumam Axeloe dengan raut wajah bahagianya.


" Baiklah, brother, jangan salahkan aku, jika nantinya istrimu Kak Ziya mengingat siapa kau sebenarnya, maka aku tidak bisa membantumu atas amarahnya nanti, hahahaha,," Ucap Axeloe seketika terdengar sengaja memberikan sebuah candaan pada Alberto kakaknya atas hal yang telah berhasil ditemukannya itu.


" Heh, jika kau berhasil mengembalikan ingatannya dahulu, maka aku hanya bisa mengucapkan terima kasih padamu, Axeloe,," Bilang Alberto dengan wajahnya sedikit menyunggingkan senyuman.


" Namun, jika nantinya Ziya bisa ingat kembali semua ingatannya terdahulu, aku tidak mempermasalahkan amarahnya yang memuncak jika dia mengetahui siapa aku sebenarnya, yaitu orang yang telah membuat hidupnya hancur,," Gumam Alberto dengan wajahnya yang ditampakkan sebuah senyuman kecut.


" Aku yakin, bahwa Ziya tidak seperti itu Kak, dia merupakan seorang wanita yang berhati lembut sangat berbeda dengan kita berhati keras seperti ini,," Ucap Axeloe sedikit memberikan sebuah pencerahan keyakinan pada Alberto.


" Dan aku begitu yakin, bahwa nantinya Ziya tidak mengeluarkan amarahnya padamu, melainkan dia akan memaafkan semua kesalahan yang pernah kau lakukan dulu, dan paling dia menginginkan sesuatu yang besar padamu untuk tidak kau lakukan nantinya,," Bilang Axeloe lagi pada Alberto yang terdengar seperti sebuah peringatan.


Ucapan Axeloe kali ini memang benar-benar merupakan sebuah pencerahan keyakinan kepada Alberto. Namun ucapan terakhir Axeloe terdengar sepertinya Axeloe sedang memberikan sebuah peringatan padanya akan maksud dari permintaan Ziya nanti. Apa yang dimaksudkan Axeloe Alberto tidak terlalu memikirkannya, yang saat ini menjadi pikiran Alberto adalah kembalinya ingatan Ziya yang sudah hilang beberapa tahun lalu saat bersama dengannya walau hanya satu malam.


" Ya kau memang benar, Ziya memang merupakan seorang wanita yang memiliki hati begitu lembut serta sifat yang sempurna, oleh sebab itu, aku akan melakukan apapun agar hidupnya bisa bahagia saat bersama denganku," Jawab Alberto dengan penuh keyakinan saat menjelaskan isi hatinya kepada Axeloe.


" Dan aku akan melakukan apapun untuk dirinya, asal ia bisa menggapai semua keinginannya itu Axeloe, dan aku yakin, Ziya tidak akan pernah melakukan suatu tindakan yang salah untuk kulakukan,," Ucap Alberto penuh keyakinan terhadap sifat Ziya yang begitu ia kenal akan kebaikan serta kelembutannya itu.


" Hehehe, ternyata saat ini seorang Alberto yang keras bisa diluluhkan juga hatinya oleh seorang wanita,," Ucap Axeloe sambil tertawa geli menggoda Alberto.


" Eits,, Jangan salah seorang wanita itu hanyalah Ziya saja, tidak ada wanita lain yang bisa membuat hidupku serta hatiku tergerak seperti ini,," Bilang Alberto seraya terdengar begitu mengidolakan sosok istrinya itu.


" Ya, ya ,ya, hanya Kak Ziya seorang, tapi, kau juga ingat bukan, bahwa kau bisa luluh dengannya karena, kelembutannya yang selama ini tidak kau ketahui, namun, tersimpan dalam sebuah rahasia yang selama ini tidak ingin kau ketahui,," Ucap Axeloe lagi yang terdengar masih saja memberikan sebuah candaan pada Alberto.


" Hahahaha, kau masih saja mengingatkan aku akan hal itu, ya, ya, ya, aku akui hanya kaulah adikku orang yang paling tercerdas di dunia ini,," Ungkap Alberto sambil menepuk bahu adiknya Axeloe dan terdengar sekali bahwa ucapannya itu sedang memuji kehebatan adiknya ini.


" Oh ya kalau begitu, aku ingin mencoba obat ini langsung pada Ziya, apakah kau mengizinkanku untuk menyuntikkan obat ini pada Ziya ?" Tanya Axeloe lagi pada Alberto dengan wajah serius.


" Aku mengizinkanmu melakukan ini, Axeloe,," Jawab Alberto singkat dengan wajah penuh kekhawatiran terhadap diri Ziya nantinya saat dimasukkan obat oleh Axeloe.


" Tapi, apakah nantinya Ziya tidak merasakan suatu hal yang membuat tubuhnya menderita kesakitan saat kau menyuntikkan obat ini ?" Tanya Alberto lagi pada Axeloe.


" Heemm, sebenarnya saat aku menyuntikkan obat ini pada tubuh Ziya, untuk sesaat Ziya tidak merasakan apa-apa, namun, setelah obat ini bereaksi di dalam tubuhnya, saat itu juga tubuhnya akan merasakan suatu hal yang begitu sakit, Kak," Jawab Axeloe dengan jelas.


" Tapi, jika obat ini tidak dimasukkan ke dalam tubuh Ziya saat ini, kemungkinan besar, memori ingatan Ziya akan menghilang secara sempurna apabila tim dokter dari Erwin menambahkan dosis obatnya lagi pada Ziya,," Bilang Axeloe seakan ada suatu hal yang akan terjadi pada Ziya nantinya hingga membuat Alberto semakin khawatir akan kondisi tubuh dari istrinya itu.


" Maksudmu apa Axeloe ?" Tanya Alberto dengan wajah penasaran pada Axeloe.


" Tidak mungkin bisa Erwin mendapatkan Ziya kembali dari tanganku,," Bilang Alberto lagi dengan wajah yang tegas pada Axeloe.


" Aku hanya sekedar mengingatkan Kak, jika nantinya Erwin berhasil mendapatkan Zoya di negara Australia dan mereka kembali melakukan permainan besar terhadapmu untuk menukarkan Zoya kembali dengan Ziya,," Ucap Axeloe yang seakan mengingatkan pada Alberto untuk berhati-hati dalam menjaga keamanan Ziya.


" Heh, tidak akan bisa Erwin melakukan hal itu, jika, Erwin melakukan hal itu maka kematian yang akan terjadi pada dirinya,," Bilang Alberto dengan wajah tegasnya.


" Oleh sebab itu, apapun yang terjadi pada Ziya saat aku memasukkan obat ini ke dalam tubuhnya, kau harus menerima kenyataan yang ada Kak,," Ucap Axeloe dengan wajah seriusnya pada Alberto bahwa disaat ia memasukkan obat di tangannya itu pada tubuh Ziya, Alberto harus menerima konsekuensi apa saja yang terjadi pada Ziya nantinya.


" Baiklah, aku akan selalu di sampingnya dan menerima kenyataan yang ada pada saat kau memasukkan obat itu pada tubuhnya,," Bilang Alberto dengan penuh keyakinan akan adanya suatu kejadian pada tubuh Ziya nanti.


" Oke, kau memang suami yang baik saat ini brother,," Ucap Axeloe sambil tersenyum menepuk bahu kakaknya itu.


" Heh, untuk keselamatan dan kebaikannya aku akan menerima apapun yang akan terjadi,," Gumam Alberto sambil menatap ke depan dan Axeloe hanya bisa tersenyum melihat keteguhan dari perkataan sifat Kakaknya yang terkenal akan kebijaksanaannya dalam sebuah kepemimpinan.


Sebagai seorang adik, Axeloe hanya bisa tersenyum mendengar ucapan keteguhan dari kakaknya ini. Alberto akan terlihat sangat tegas pada saat melakukan kepemimpinan dalam sebuah misi dan visi yang akan dilakukan pada rencananya itu. Namun, Alberto akan terlihat luluh serta lembut jika suatu masalah berhubungan dengan istrinya yang baru saja ditemukannya saat ini.


****