Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 179 - Penyesalan Alberto



Di dalam layar monitor yang sedang ditampilkan oleh Axeloe. Sudah jelas sekali terlihat bahwa tidak jauh dari posisi Zoya yang sengaja sedang mengintai jejak langkah Alberto, ada beberapa orang yang bertubuh besar membawa kembaran Zoya yaitu Ziya dalam keadaan pingsan dan beberapa orang itu sedang berusaha untuk membuat kondisi Ziya sadar.


Sambil mengumpat geram akan perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang suruhan itu, dengan jelas Alberto melihat beberapa orang itu sengaja memasukkan jarum suntikan ke bagian lengan Ziya. Dan, tak lama kemudian, Ziya akhirnya sadar, ketika Ziya sadar beberapa orang itu terlihat sedang melakukan tindakan yang membuat Ziya takut, beberapa orang itu sengaja ingin melakukan sebuah tindakan perencanaan seperti pemer.kos.aan terhadap Ziya. Oleh sebab itu, saat Ziya sadar, Ziya segera memberikan perlawanan kepada semua pria yang sedang melece.hkan tubuhnya itu.


" Kurang ajar,," Umpat Alberto kesal ketika melihat keadaan Ziya di dalam monitor.


Jelas saja, Alberto sungguh kesal sekali ketika melihat beberapa pria bertubuh besar itu sengaja melakukan tindakan diluar dari perintahan pemimpinnya, dimana saat kondisi Ziya sudah sadar dari pengaruh obat bius, semua orang yang mendapatkan tugas dari pimpinannya itu sengaja melakukan suatu hal diluar perintahan dengan sengaja melakukan tindakan pelece.han terhadap Ziya.


" Kurang ajar mereka semua, berani-beraninya bertindak diluar perintahan." Umpat Alberto kesal ketika melihat video rekaman Ziya terdahulu.


Di dalam video itu terlihat pimpinan dari suruhan Erwin sedang melangkah pergi dari tempatnya ini, karena, merasa tidak ada pimpinan yang melihatnya, dengan sengaja anak buah pimpinan itu bernaf.su untuk melahap tubuh Ziya yang begitu indah. Namun, karena, Ziya sudah sedikit sadar dan merasakan tubuhnya disentuh, dibe.lai dan juga dira.ba oleh beberapa pria membuat pikirannya segera memberontak dan memberikan perlawanan.


Walaupun berhasil menumbangkan beberapa pria itu, Ziya berhasil kabur dari cengkraman pria tersebut. Tanpa beralaskan sendal atau sepatu dengan begitu cepat Ziya sengaja berlari ke segala arah dimana ia bisa meloloskan dirinya. Namun, percuma saja Ziya pergi jauh dari beberapa orang itu. Karena, saat ini Ziya sedang berada di dalam sebuah gedung hotel yang begitu besar. Ziya berlari dari koridor lantai satu tidak ada satupun orang yang berhasil ditemukannya. Dan, Ziya masih tetap saja dikejar oleh beberapa orang itu karena terlalu cepat berlari mencari sebuah tempat yang aman. Akhirnya Ziya menabrak seorang pria di dalam koridor lantai satunya lagi.


Dan hanya di koridor ini, Ziya berhasil menemukan seseorang yang bisa membantunya lepas dari pengejaran suruhan dari pamannya sendiri. Dan, pria yang ditabraknya itu adalah Alberto. Betapa tercengangnya Alberto ketika melihat video rekaman CCTV hotel yang berhasil ditemukan dan dicopy oleh Axeloe menampilkan gambar dirinya sedang melangkahkan kakinya dengan gontai.


" Dan itu kau, Dude,," Bilang Zavier dari belakang.


Alberto sama sekali tidak menghiraukan perkataan yang disampaikan oleh Zavier tentang dirinya. Karena, Alberto masih tetap meneliti video rekaman yang memperlihatkan dirinya tertabrak oleh Ziya dan dengan jelas juga Alberto melihat bahwa dia melindungi Ziya dari kejaran anak buah suruhan Erwin, dengan segera Alberto membuat semua orang tumbang dan bertekuk lutut padanya. Setelah perkelahian selesai jelas sekali terlihat, Ziya terkulai lemah dan tidak sadarkan diri, barulah Alberto menyadari dan menyelidiki siapa perempuan yang ditolongnya itu adalah Zoya.


" Dan, saat itu kau mengira bahwa gadis yang kau tolong itu adalah Zoya." Ucap Axeloe ketika memberikan sebuah rekaman audio yang sengaja Axeloe simpan.


Sebenarnya, Axeloe di waktu itu sengaja melindungi Kakaknya dengan meletakkan sebuah alat perekam suara dan terhubung dengan alat yang ada.


" Darimana, kau tahu kalau saat itu, aku mengira bahwa dia adalah Zoya ?" Tanya Alberto yang penasaran dengan kelakuan adiknya enam tahun lalu.


" Jelas aku tahu, karena, aku sengaja meletakkan sebuah alat perekam di dalam pakaianmu dan secara tidak sengaja itu membuktikan semua kebenaran yang ada Kak,," Jawab Axeloe sambil menyalakan sebuah alat berupa rekaman audio Alberto saat itu.


" Di dalam video rekaman ini, sudah jelas sekali terlihat bahwa kau menggendong tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam kamarmu,," Bilang Axeloe yang kembali memperlihatkan kejadian yang telah terjadi.


" Heemmm," Jawab Alberto singkat.


" Dan, apakah kau masih ingat apa yang telah terjadi saat kau membawanya ke dalam kamar,," Ucap Axeloe menatap serius wajah kakaknya.


" Aku tidak terlalu mengingatnya, karena, saat itu pikiranku dipengaruhi oleh obat perang.sang dari minuman yang telah kuminum,," Jawab Alberto yang menjelaskan ingatannya waktu itu.


" Namun, sedikit aku bisa mengingat bahwa aku telah memper-kosanya,," Bilang Alberto lagi tanpa menoleh ke arah Axeloe.


" Jelas sekali jika kau memper-kosanya kak, itu semua terbukti ketika kau telah membawanya ke dalam kamar dan kau sendiri yang memaksanya untuk mengikuti kehendak naf-sumu saat itu,," Bilang Axeloe yang membuat Alberto menatapnya tajam.


Memang saat ini di dalam layar monitor CCTV sudah tidak lagi memperlihatkan wajah Alberto dan juga Ziya. Karena, Alberto sendiri telah membawa Ziya masuk ke dalam kamarnya. Walaupun di dalam kamar tidak ada CCTV yang merekam kejadian yang sedang terjadi disaat Alberto memper-kosa Ziya. Namun, Alberto bisa mengetahuinya dan juga mengingatnya dengan jelas ketika, Axeloe menyalakan rekaman audio kejadian itu.


" Rekaman video itu hanya batas itu saja, karena, saat di dalam kamar tidak ada CCTV yang mengawasi private room milikmu,," Gumam Axeloe kepada kakaknya.


" Namun, jika kau ingin mendengar apa yang telah terjadi di dalam kamarmu malam itu, akan aku tunjukkan padamu, Kak,," Bilang Axeloe sambil memberikan earphone kepada Alberto.


Sebenarnya, Alberto tidak sanggup mendengarkan suara apa saja yang sedang terjadi di malam itu, karena, ia merasa begitu bersalah selama ini dengan Ziya seorang wanita yang begitu jujur akan tindakan dan juga perkataannya itu. Namun, karena, Alberto ingin mengingat kembali perbuatannya pada Ziya, oleh sebab itu dengan penuh keyakinan Alberto menerima earphone yang diberikan Axeloe.


Betapa terkejutnya Alberto ketika mendengarkan suara rekaman perkataannya saat ia membawa masuk tubuh Ziya ke dalam kamarnya.


" Untuk sementara kau disini dulu, setelah aman baru aku akan mengantarmu ke tempatmu,," Ucap Alberto sendiri yang terdengar dari earphone di telinganya.


Karena, sudah mendengar semua perkataannya sendiri barulah Alberto bisa mengingat semua perbuatan yang telah dilakukannya itu. Dan Alberto menyesali perbuatannya, karena, ia telah melakukan tindakan kejahatan pada Ziya saat itu. Sambil memejamkan matanya dan menghirup udara yang tidak teratur, Alberto masih tetap kuat mendengarkan percakapan yang terjadi pada dirinya dan Ziya enam setengah tahun yang lalu.


" Kau tidak akan bisa lari dari kamar ini, karena, kamar ini bisa dibuka dengan kode akses yang hanya diketahui olehku dan aku hanya meminta bantuanmu malam ini, sebagai balasan aku telah membantumu tadi,," Ucap Alberto yang terdengar dari earphone.


" Tidak, aku tidak mau, jangan lakukan ini padaku, aku sangat berterima kasih atas pertolonganmu Tuan,," Suara Ziya yang terdengar sama seperti suaranya saat ini.


Karena, sudah mendengar dengan jelas ucapan yang di jawab oleh Ziya saat itu. Dalam seketika, membuat Alberto merasa sakit di dadanya dan sedikit meneteskan air mata, ketika ia mendengar suaranya sendiri yang terlalu memaksa Ziya untuk menuruti kehendaknya.


" Aku tidak akan melakukannya dengan kasar jika kau menuruti perintahku, Zoya,," Suara Alberto lagi yang terdengar sangat keras.


" Tuan, aku bukanlah Zoya, aku mohon tolong lepaskanlah aku,," Suara Ziya yang terdengar lagi seperti memohon sambil menangis sesenggukan.


" Aku tidak mau tahu, jika aku tidak terpengaruh dengan obat itu, tidak mungkin aku melakukan ini padamu,," Suara Alberto lagi yang terdengar begitu kasar.


" Aaakkkhh, Tuan tolong lepaskan aku, aku tidak mau,," Suara Ziya yang terdengar seperti berteriak.


Saat ini Alberto masih tetap mendengarkan kejadian yang pernah terjadi padanya enam setengah tahun yang lalu. Masih dengan posisi yang memejamkan matanya, Alberto mendengar suara hentakan kakinya dengan diselingi suara penolakan dari Ziya.


" Tuan, aku mohon lepaskan aku, aku tidak mau,," Suara Ziya yang terdengar berulang kali di dalam kamar itu.


Dan tidak menunggu waktu lama, Alberto mendengar bunyi suara bahwa saat ini terdengar dia sedang membuka bajunya dan melempar pakaian itu. Karena, saat ini suara yang ditimbulkan dari alat perekam itu sedikit lebih jelas terdengar.


" Dengar, ini tidak akan sakit jika kau tidak melawanku,," Suara Alberto yang terdengar sangat jelas dari alat perekam itu.


Dan, Alberto masih saja memejamkan matanya seraya mengingat kembali perbuatan yang pernah ia lakukan.


" Bantu aku untuk menyelesaikan ini, aku tidak akan menyakitimu, jika kau mau membantuku,," Bilang Alberto lagi yang terdengar dari alat perekam.


" Tuan, aku mohon jangan lakukan ini, aku mohon, aku berjanji aku akan membalas budi baik Tuan dengan hal lain,," Suara Ziya yang terdengar memohon lagi pada Alberto.


" Dengar, aku akan mengatakan sesuatu hal padamu dan ucapanku ini akan selalu teringat dalam pikiranmu,," Suara Alberto lagi yang terdengar sedang mempengaruhi pikiran Ziya.


" Aku tidak mau Tuan, jika kau melakukan ini sama saja kau merusak kehidupanku,," Ucap Ziya yang terdengar.


" Aku berjanji, aku akan bertanggung jawab." Suara Alberto lagi yang jelas terdengar oleh dirinya sendiri.


Setelah, Alberto mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab terdengarlah suara Alberto seperti sedang merobek paksa sesuatu dan Alberto bisa mengingatnya bahwa ia memang telah membuka paksa semua pakaian yang dikenakan Ziya saat itu. Dan, disaat itu juga Alberto mendengar suara teriakan Ziya yang berteriak begitu kencang sekali menolak keinginannya.


" Aaaakkkhhhh, jangan Tuan, aku mohon lepaskan aku,," Suara yang dikeluarkan dari alat perekam itu dan hanya suara itu saja yang terdengar jelas oleh Alberto.


Suara teriakan Ziya disaat itu, begitu menyayat hati Alberto ketika mendengarkan perbuatan yang dilakukannya waktu itu. Betapa menyedihkan sekali keadaan Ziya disaat usianya masih remaja diperlakukan oleh seorang penolongnya sendiri seperti itu. Alberto sendiri yang mendengarkan perbuatannya itu saja memaki kesal perlakuannya itu. Betapa bejadnya pikiran Alberto disaat ia merenggut kebahagiaan dan masa depan Ziya yang begitu indah.


" Sakit,,,, Tuan aku mohon jangan lakukan ini, aku tidak pernah melakukan ini pada siapapun, aku mohon, aku mohon, lepaskan aku,," Suara Ziya yang meminta pembebasan dari Alberto dan juga Alberto mendengar bahwa Ziya seperti sedang memukuli tubuhnya.


Alberto semakin merasa membenci dirinya sendiri ketika ia mendengarkan suara jeritan dan tangisan yang pecah di dalam alat rekaman itu dan sampai saat ini Alberto masih mengingat peristiwa itu bahwa gadis kecil yang ia perko.sa di malam itu memiliki tubuh yang begitu sempurna dan belum tersentuh sedikitpun oleh pria manapun. Dan, bahkan Alberto mengingat dengan jelas bahwa gadis kecil itu masih perawan dan memiliki mahkota yang begitu berharga.


" Aaaakkkhhhh,,,, sa,,,, kit,,,, mama,,," Teriak Ziya dengan suara yang begitu histeris dan menyayat hati.


Saat suara Ziya yang terakhir berteriak dengan sekencang mungkin karena menahan rasa sakit dan perih atas perbuatan Alberto yang mengambil secara paksa mahkotanya itu, membuat Alberto merespon memegang dadanya sendiri. Bahwa Alberto juga merasa sangat sakit ketika ia mendengar suara jeritan dan tangisan Ziya yang tidak merelakan tubuhnya dibuat seperti itu.


Lalu, Alberto sedikit mendengar ucapan lirih yang dilontarkan oleh Ziya di tengah perbuatan Alberto yang sedang menikmati tubuhnya. Dan, ucapan itu begitu jelas terdengar oleh Alberto saat menggunakan alat perekam suara ini.


" Maafkan, Zi, Zi, Ziya ma,, Zi, Ziya tidak bisa menjaga diri Ziya sendiri," Gumam Ziya dengan suara lirih yang jelas terdengar menyebutkan namanya sendiri.


" Oh God, ternyata selama ini aku telah menyakiti hati dan perasaan wanita yang begitu aku cintai,," Gumam Alberto dalam hati sambil menekan dadanya sendiri yang merasa sesak ketika mengingat kejadian yang terjadi pada dirinya dan juga Ziya.


Setelah mendengarkan ucapan terakhir yang diucapkan oleh Ziya Alberto sendiri merasa begitu sakit atas perbuatan yang telah dilakukannya, karena, jelas terlihat dari perlakuan Alberto sendiri yang menekan dadanya karena merasa sesak menahan rasa sakit yang dirasakan oleh Ziya saat itu. Dan, selama ini Alberto tidak pernah menangis sedikitpun, namun, setelah mendengar hasil rekaman perbuatannya waktu itu, membuat air matanya mengalir sendiri membasahi pipinya.


Sebenarnya, Axeloe ingin sekali memberikan semangat dan keyakinan yang begitu besar pada Kakaknya Alberto saat ini ketika melihat keadaan Kakaknya yang menangis terduduk mengenang kesalahan perbuatannya sendiri yang bisa dikatakan bahwa itu bukanlah kesalahan penuh yang dilakukan oleh Alberto.


Karena, Axeloe mengetahui bahwa saat itu Kakaknya memper-kosa Ziya karena, sedang terpengaruh obat perang.sang, namun, sebenarnya pengaruh obat perang.sang bisa dihilangkan jika Alberto tidak memaksa Ziya untuk mengikuti nafsu hasratnya itu.


Cukup lama, Alberto terduduk lemas sambil menangisi tindakan yang selama ini tidak diperhatikannya. Alberto menyesali perbuatannya karena ia telah menuduh Ziya tidak memiliki mahkota lagi padahal perbuatan itu ia sendiri yang telah melakukannya, sehingga sangat jelas sekali terlihat bahwa Alberto begitu membenci Ziya. Dan, Alberto juga menangisi sikapnya yang telah mengasari tubuh Ziya ketika Ziya mengakui identitasnya bahwa ia bukanlah Zoya. Yang terakhir Alberto menyesali perbuatannya selama ini yang telah menyengsarakan kehidupan Ziya setelah bertahun-tahun lamanya.


Dan, bahkan Alberto teringat bahwa saat ini, Ziya sama sekali tidak mengingat akan kejadian yang pernah terjadi pada dirinya sendiri. Ziya juga terlihat dengan jelas bahwa ia sama sekali tidak seperti melupakan kejadian yang pernah terjadi padanya.


Karena, merasa penasaran akan sikap Ziya yang memang terlihat seperti melupakan kejadian yang pernah terjadi dalam hidupnya, dengan segera Alberto menghapus air matanya bertanya kembali kepada dua orang yang menjadi saksi mata informasi tentang perlakuannya terhadap Ziya.


Setelah mendengar jelas pertanyaan yang diajukan oleh Kakaknya itu dengan memberikan senyuman simpul, Axeloe menjawab pertanyaan itu dengan sangat detail.


" Jelas saja jika dia tidak mengingatnya, karena, kelakuanmu sendiri yang tidak ingin menyelidiki tentang dia dan kau sendiri juga yang telah melupakan tentang dia,," Jawab Axeloe yang membuat Alberto merasa bersalah.


" Bagiku, kembarannya itu tidak penting saat meminta pertanggung jawaban dariku, oleh sebab itu aku tidak menyelidikinya,," Bilang Alberto yang begitu jelas tidak memperdulikan adanya Zoya selama ini.


" Heh! makanya aku dan Zavier tertawa ketika kau menikahi wanita lain dan melupakan wanita yang seharusnya menjadi istrimu,," Bilang Axeloe lagi sambil menyalakan video rekaman lainnya.


" Kau baru menyadari setelah beberapa tahun kemudian, ketika kau melihat bagaimana cara Zoya memperlakukan putramu,," Ucap Axeloe lagi semakin menambah rasa bersalah Alberto.


" Coba kau lihat dengan jelas video rekaman ini, maka kau akan tahu, kenapa dia bisa lupa dengan kejadian yang pernah terjadi padanya,," Bilang Axeloe lagi sambil memberikan video rekaman kepada Alberto.


Dengan segera Alberto kembali melihat video rekaman suasana hotel keesokan paginya. Di depan pintu kamar Alberto terlihatlah beberapa orang yang mengejar Ziya pada malam itu dengan dipimpin oleh seseorang pria yang wajahnya begitu Alberto kenal. Yaitu orang tua Zoya atau mertuanya selama ini.


" Itu Erwin,," Gumam Alberto.


" Heemmm,," Jawab Axeloe sambil mengotak-atik rekaman.


" Coba besarkan volume suaranya,," Pinta Alberto pada adiknya.


Dan, Axeloe dengan segera mematuhi perintah dari Kakaknya untuk menambah volume suara agar Alberto bisa mendengar jelas pembicaraan apa yang mereka lakukan saat itu. Setelah diperbesar volume suaranya, Axeloe kembali memberikan earphone kepada kakaknya. Lalu, Alberto segera memasang earphone itu ke telinganya.


Di dalam Earphone Alberto mendengar suara tangan anak buah Erwin mengetuk pintu kamarnya, lalu, tak lama kemudian Alberto melihat, pintu itu terbuka dan saat itu dia sendiri yang langsung menemui Erwin di depan pintu kamar hotel.


" Maaf Tuan Alberto, pengawal saya melaporkan bahwa malam tadi, putri saya Zoya sengaja pergi dari acara pesta semalam dan pengawal saya bilang bahwa putri saya Zoya menemui Tuan untuk meminta bantuan dari Tuan. Dan, pengawal saya juga berkata bahwa Tuan melarang pengawal saya untuk membawa Zoya kembali. Apakah saat ini putri saya masih bersama dengan anda Tuan ?" Tanya Erwin kepada Alberto di pagi harinya dengan wajah yang menyudutkan posisi Alberto.


Dan, terlihat di wajah Alberto sedang menampakkan wajah yang kebingungan atas ungkapan dari Erwin padanya saat ini.


" Sebentar, sepertinya anda salah paham terhadap saya, semalam memang benar saya telah membantu putri anda Zoya dari kejaran beberapa orang yang akan memper-kosanya, tapi, kenapa anda mengatakan bahwa seolah-olah saya menahan Zoya dari pengejaran anak buah anda. Jika saya tahu kalau Zoya bukan dikejar oleh pengawal anda tidak mungkin saya membantunya,," Bilang Alberto dengan jelas meyakini pernyataan pada Erwin.


" Sebenarnya, Zoya sengaja pergi dari saya karena, ia menolak keinginan saya untuk menjodohkannya dengan seseorang, oleh sebab itu semalam ia kabur dan dikejar oleh pengawal pribadi saya." Bilang Erwin lagi yang mulai melakukan rencananya.


" Oh sh.it, tapi semalam dia mengatakan bahwa dia akan diperkosa oleh para pengawal ini,," Bilang Alberto yang menaikkan emosinya ketika mendengar penjelasan kekeliruan dari Erwin.


" Zoya adalah Putriku, jadi aku sangat mengenali sifatnya, dia marah padaku karena, aku telah menjodohkannya dengan seseorang yang ia tidak inginkan. Dan, saya mengucapkan terima kasih kepada Tuan Alberto jika Zoya masih bersama dengan Tuan saat ini." Bilang Erwin dengan serius sambil memberikan senyuman penuh makna pada Alberto.


Saat mendengar ucapan suatu rencana besar dari Erwin untuk mendapatkan Alberto, terlihat dari sudut wajah Alberto yang merasa kesal akan dirinya sendiri. Karena, baru pagi ini Alberto mengingatkan bahwa dirinya semalam secara tidak sengaja telah memper-kosa putri dari Erwin yang merupakan salah satu mafia berat di negaranya itu.


" Apakah saya bisa untuk bertemu dengan putri saya sekarang ?" Tanya Erwin langsung pada Alberto.


Ketika Erwin meminta izin pada Alberto untuk bertemu dengan putrinya, betapa terkejutnya Alberto saat itu sehingga dengan segera Alberto mencegah tindakan Erwin untuk menemui Ziya yang masih tertidur di dalam kamarnya.


" Ini kamarku, jika anda ingin bertemu dengan putri anda, anda bisa menunggunya di luar, karena, dia tidak bersama denganku di dalam,," Bilang Alberto yang bermaksud mencegah Erwin untuk masuk ke dalam.


Tapi sayang sebesar apapun Alberto menghalangi Erwin untuk masuk ke dalam kamarnya. Dengan cara licik pengawal pribadi Erwin berpura-pura melihat Ziya ada di dalam.


" Tuan Erwin bukannya itu Nona Zoya,," Ucap pengawal pribadi Erwin secara langsung dan membuat Alberto merespon untuk menoleh ke arah dalam.


" Ternyata anda berbohong Tuan Alberto, pengawal saya jelas melihat bahwa putri saya ada di dalam, tapi, kenapa anda mengatakan bahwa putri saya tidak ada di dalam." Bilang Erwin yang membuat Alberto tercengang dan tidak bisa lagi menahan Erwin untuk tetap berada di luar.


" Eehhh, tunggu,," Cegah Alberto yang tidak dihiraukan oleh Erwin.


Tanpa adanya sopan santun, Erwin segera menerobos masuk ke dalam kamar hotel pribadi Alberto dan langsung menuju ke arah tempat tidurnya. Sudah jelas terlihat bahwa memang Ziya masih berbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang hanya ditutupi selimut dan Erwin juga melihat baju berserakan di atas lantai. Erwin berpura-pura terkejut dan murka akan tindakan yang dilakukan Alberto kepada Ziya saat ini.


" Ternyata benar, sepertinya semalam, Alberto sudah melakukannya pada keponakan cantik ini,," Gumam Erwin dalam hati sambil tersenyum senang ketika melihat kondisi Ziya yang mengenaskan.


Sebenarnya, Erwin begitu bahagia setelah melihat Ziya yang masih terbaring di atas tempat tidur. Karena, telah berhasil melakukan rencananya itu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dari keturunan Alexandre yang selama ini menguasai kekayaan dunia.


" Akhirnya, aku berhasil mendapatkan apa yang kuinginkan,," Gumam Erwin lagi dalam hati sambil tersenyum senang.


" Zoya,,," Teriak Erwin berpura-pura kaget ketika melihat kondisi Ziya di atas tempat tidur.


Dengan segera Erwin berteriak berpura-pura kaget dan sangat marah kepada Alberto, karena, telah melakukan sebuah perbuatan yang melanggar iktikad baik. Dengan cara ini, Alberto akan segera berakhir dan semua yang dimilikinya dengan sangat mudah didapatkan oleh Erwin.


" Hihihi, sekarang semua apapun yang kau miliki akan menjadi milikku, Alberto dan kau Vasco Alexandre tidak akan bisa lagi membanggakan putramu ini di dalam dunia mafia,," Gumam Erwin dalam hati sambil tersenyum menang.


Setelah memikirkan sesuatu niatnya itu barulah Erwin berteriak dengan suara yang begitu keras agar bisa membuat Alberto dan juga pengawalnya kebingungan.


" Apa yang telah kau lakukan,," Teriak Erwin dari dalam kamar sehingga membuat semua pengawal yang berada diluar kaget mendengarnya.


" Ada apa Tuan,," Jawab pengawal Erwin yang masih berada di luar.


Dengan wajah yang sangat kesal dan juga emosi yang memuncak, Alberto sengaja menutup pintu kamar untuk melarang semua pengawal itu masuk ke dalam kamarnya. Video rekaman CCTV itu berakhir di saat itu juga dan keadaan di dalam sudah sangat jelas Alberto mengingatnya, bahwa saat itu juga Erwin meminta pertanggungjawaban dari Alberto.


Dan, dengan tegas juga Alberto bersedia untuk bertanggung jawab akan perbuatan yang ia lakukan pada Ziya. Namun, setelah kejadian itu, Alberto sama sekali tidak memperdulikan kondisi Ziya yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Dan, setelah melakukan tanggung jawabnya itu pada Erwin dengan cara menikahi wanita yang telah diper-kosanya semalam dan menyanggupi semua permintaan Erwin dalam jangka satu hari itu, dengan sengaja Alberto pergi meninggalkan Ziya yang masih tidak sadarkan diri di atas tempat tidur tanpa menoleh kembali ke arah Ziya.


" Dan, karena, perbuatan cerobohmu itu, yang sengaja pergi melepaskan tanggung jawabmu pada Ziya, setelah kau menikahinya dengan nama Zoya, tanpa kau sadari siasat licik rencana Erwin terhadapmu lebih besar dibandingkan hal ini Kak,," Bilang Axeloe lagi yang membuat Alberto semakin terenyuh akan sikapnya yang begitu menyakiti Ziya.


" Berarti Ziya adalah istriku yang sebenarnya,," Gumam Alberto dengan wajah begitu menyesal.


" Baru tahu kalau istrimu sebenarnya adalah Ziya bukan Zoya, kau hanya menikahi dia menggunakan nama Zoya." Bilang Axeloe lagi dengan jelas.


" Kurang ajar, ini semua karena rencana Erwin, akan ku bu.nuh bajingan itu sekarang,," Ucap Alberto dengan emosi terlihat jelas dari wajah yang memerah.


" Tunggu Dude,," Cegah Zavier pada Alberto.


" Walaupun amarahmu sedang memuncak saat ini, aku sarankan lebih baik kau melihat informasi ini sampai selesai." Bilang Zavier lagi yang mencegah tindakan Alberto dan memadamkan amarah yang ada.


Dengan amarah memuncak dan perasaan dendam yang begitu besar, akhirnya Alberto kembali menghabiskan waktunya untuk memahami semua informasi yang ada.


" Sudah bisa menduga apa yang telah terjadi, Kak ?" Tanya Axeloe pada Alberto.


Alberto terdiam tidak bisa menjawabkan pertanyaan yang diajukan oleh Axeloe padanya. Karena, memang sangat jelas setelah kejadian itu, Alberto meninggalkan Ziya sendirian dengan orang yang memiliki rencana jahat dan membuat hidup Ziya selama ini menderita.


" Kenapa dia tidak bisa mengingatkan kejadian ini, karena, setelah kejadian itu dengan sengaja Erwin membawanya ke suatu tempat dan menyembunyikan tubuh Ziya di sebuah tempat yang selama ini belum terdeteksi oleh kita. Dan, akhirnya Zavier bisa mendapatkan bukti yang jelas bahwa selama ini Ziya disembunyikan oleh Erwin di dalam sebuah ruangan yang gelap dan hanya Ziya saja yang berada di dalam ruangan itu. Dalam kondisi tubuh tidak sadarkan diri, Erwin memerintahkan beberapa dokter untuk membuat Ziya tidak bisa mengingat semua peristiwa yang telah terjadi pada dirinya. Dan, Zavier juga mendapatkan informasi bahwa selama sembilan bulan Ziya di dalam ruangan itu mengandung putramu dalam kondisi tubuh yang lemah, semua dokter dengan sengaja memberikan obat yang berdosis tinggi untuk merusak sistem otaknya, namun, karena, sistem imunitas tubuhnya kuat, otak Ziya sama sekali tidak bermasalah, melainkan hanya menghilangkan sedikit rasa trauma yang pernah terjadi dalam hidupnya." Jelas Axeloe secara detail yang membuat Alberto semakin mengalirkan air matanya.


" Setelah sembilan bulan Ziya mengandung dengan kondisi tubuh yang selalu dibuat tertidur, perbuatan tim medis itu semakin menjadi setelah mengetahui bahwa Ziya sadar dan ingat bahwa ia telah melahirkan putramu, lalu, memberikan obat yang berdosis tinggi itu lima kali lipat dosisnya sehingga membuat Ziya akhirnya koma dan tertidur dalam jangka waktu yang lama sekitar enam bulan lamanya." Jelas Zavier yang menyambungkan pembicaraan Axeloe.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Axeloe dan juga Zavier, Alberto tidak bisa lagi menahan rasa rindunya kepada Ziya, bahwa selama ini Ziya hidup menderita dan menjadi korban keegoisan pamannya sendiri. Betapa menyedihkan penderitaan yang dialami oleh Ziya selama ini, sehingga Alberto tidak bisa lagi menghentikan air matanya saat mengetahui keadaan Ziya yang sebenarnya. Terlihat dari wajah Alberto penuh kekecewaan akan tindakan dari adiknya dan juga Zavier yang selama ini tidak memberitahunya.


" Kenapa selama ini kalian tidak memberitahuku ?" Tanya Alberto pada Axeloe dan Zavier, dengan suara dinginnya.


" Bukannya selama ini, kakak tidak bersedia mendengar informasi dariku,," Gumam Axeloe yang membuat Alberto menatapnya tajam.


" Setidaknya kau langsung saja memarahi tindakanku saat menikahi Zoya." Bilang Alberto dengan suara kesal.


" Apakah kau lupa Dude, bahwa kau bertengkar dengan Axeloe setelah acara pernikahanmu,," Bilang Zavier yang menengahi perdebatan di antara Alberto dan Axeloe.


" Oh Sh.it karena, aku dulu tidak memperdulikan siapa sebenarnya istriku,," Jawab Alberto dengan nada suara sedikit lembut.


" Tapi, akhirnya kau baru saja menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan latar belakang dari istrimu Zoya, bahwa kau telah mengancam Erwin untuk membawa Zoya kembali ke hadapanmu saat itu juga. Namun, kau juga mengetahui bahwa selama Zoya menikah denganmu hubungan Zoya dengan Erwin sedang memburuk, tapi, kenapa dengan sangat mudah Erwin membawa kembali wanita yang wajahnya mirip dengan Zoya yaitu Ziya demi mendapatkan hubungan bisnis yang erat denganmu. Dan, saat itu juga kau telah berhasil mendapatkan istrimu sesungguhnya. Namun, sampai saat ini Zavier melaporkan informasi padaku bahwa kau tidak bisa mengenalinya dengan baik,," Ucap Axeloe dengan sangat jelas kepada Alberto.


Dan, baru kali ini Alberto merasa bahwa selama ini ia tidak bisa membuka rahasia kehidupan yang pernah terjadi pada dirinya sendiri dan juga wanita yang ia cintai. Karena, selama ini Alberto dikenal oleh sahabatnya sungguh pintar dalam mengatur strategi, tapi, Alberto sendiri tidak mampu mengetahui rahasia yang besar dalam kehidupan cintanya. Dan, bahkan setelah mendapatkan Ziya kembali dalam hidupnya, Alberto masih saja bertindak keras pada Ziya yang kehidupannya sendiri sudah banyak mengalami goncangan penderitaan.


****