Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 246 - Tuan Axeloe !!



Karena, hari memang sudah terlalu siang, akhirnya Alberto mengalihkan pembicaraannya dari hal yang romantis menjadi hal yang serius dalam aktivitas sehari-hari yaitu makan siang. Dan Ziya mengangguk setuju atas ucapan Alberto yang menyuruh dirinya untuk segera menyantap semua makan siang yang telah disiapkan itu.


" Hehehehe, ternyata bisa menahannya juga ya,," Celetuk Ziya ketika mendengar pertanyaan Alberto yang menanyakan dirinya untuk makan.


" Sebenarnya tidak bisa aku tahan senjata yang telah bangun ini, karena, sepintas aku melihat meja troli itu, aku berpikir pasti kau belum makan sedikitpun,," Ucap Alberto kepada Ziya sambil menunjukkan troli yang sengaja telah dibawa oleh Vena sedari tadi.


" Hehehehe, heemmm memang aku belum makan, Alberto,," Jawab Ziya sambil cengengesan kecil.


" Ya sudah kalau begitu, kau makan dulu, biar aku yang suapin, setelah itu istirahat ya sayang,," Bilang Alberto lagi sambil mengelus lembut rambut Ziya.


" Heemm baik, terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya sambil tersenyum manja.


" Iya sayang, tunggu sebentar, aku ambilkan dulu trolinya,," Bilang Alberto sambil melepaskan pelukannya terhadap Ziya.


Ziya hanya mengangguk sambil tersenyum serta melepaskan juga pelukan yang ia lakukan terhadap Alberto. Sedangkan Alberto sendiri turun dari tempat tidur Ziya lalu beranjak menuju ke meja troli yang berada di dekat pintu ruang khusus tempat tidur Ziya. Sambil tersenyum kepada Ziya, Alberto mulai mendorong troli itu mendekat ke tempat tidurnya Ziya. Setelah sampai di dekat tempat tidur, Alberto mulai membuka satu persatu penutup tempat makanan yang ada di atas meja troli itu.


" Heemmm, habiskan semua ya sayang, supaya, tubuh mungil ini bisa kembali sehat dan kuat seperti dulu,," Ucap Alberto dengan membawa nampan yang berisikan makanan di atasnya.


" Aku mau menghabiskan makanan itu, asal kamu juga ikut makan bersama denganku,," Bilang Ziya sambil duduk manis di atas tempat tidurnya.


" Oke, sayang, aku akan menemani kau menghabiskan makanan ini,," Jawab Alberto sambil menaiki tempat tidur Ziya.


Dengan membawa nampan yang berisikan makanan, Alberto mulai menaiki tempat tidur Ziya dan langsung memposisikan dirinya duduk tepat di hadapan Ziya. Sebagai pembukaan untuk menyantap makanan ini, dengan sengaja Alberto memberikan segelas air putih kepada Ziya supaya, tenggorokan Ziya tidak kering saat menyantap makanannya itu.


" Minum dulu sayang,," Ucap Alberto kepada Ziya sambil memberikan segelas air putih.


" Heemm terima kasih,," Jawab Ziya sambil menerima segelas air putih dari Alberto.


Setelah meneguk air putih itu dan Alberto kembali mengambil gelasnya dari tangan Ziya barulah Alberto dengan sangat perlahan menyuapi makanan ke dalam mulut Ziya. Terlihat begitu indah sekali bagi Alberto yang sedang menyuapi istrinya ini makan, karena, selama ini Alberto jarang menyuapi Ziya makan, tapi, Ziyalah yang sering menyuapinya makan.


Setelah menyuapi Ziya dengan beberapa macam makanan begitu juga sebaliknya Ziya menyuapi Alberto makanan tersebut, sehingga membuat suasana makan siang di hari itu menjadi begitu indah dan juga mengasyikkan bagi Alberto dan juga Ziya.


Dengan langkah yang tidak teratur karena, gugup jalan bersama dengan seorang Tuan muda yang baru saja Vena temui ini, sehingga membuat Vena hanya bisa berjalan di belakang Axeloe sambil membawa barang milik Axeloe serta menundukkan pandangannya dari siapapun. Dan hal yang dilakukan oleh Vena itu membuat Axeloe yang sekilas melewati ruangan berkaca mengetahui ekspresi tubuh Vena yang merasa canggung serta takut saat bersama dengannya.


Sambil tersenyum kecil dan terlihat bahwa senyuman itu merupakan senyuman yang nakal, Axeloe memikirkan suatu hal yang berhubungan dengan kelakuan dirinya sendiri dengan sengaja memberikan alasan pasti kepada kakaknya dan juga Kakak iparnya dalam mendapatkan Vena. Sehingga, berhasil untuk membawa Vena ke ruangannya dan pastinya Axeloe bisa melihat dan meneliti wajah Vena dari jarak yang begitu dekat sesuai dengan apa yang telah ada dalam pikirannya.


" Heemmm, akhirnya kau mau juga mengikuti perintah dariku,," Gumam Axeloe sambil tersenyum nakal melihat langkah Vena yang berada di belakangnya dari pantulan kaca yang ada di depannya.


Vena sama sekali tidak tahu apa yang sedang ada dalam pikirannya Axeloe saat ini, yang ada dalam pikirannya Vena saat ini adalah cepat-cepat membawakan peralatan Tuan Muda Axeloe lalu kembali lagi ke tempat majikannya. Karena, Vena juga tidak bisa jauh dari Ziya, di dalam kediaman ini orang yang bisa membuat Vena percaya hanya majikannya yaitu Ziya dan juga Alberto.


Nah kali ini Vena merasa bingung sendiri apa yang harus ia lakukan setelah sampai di ruangan Axeloe nanti, langsung mengatakan permisi atau bagaimana. Hal itulah yang saat ini membuat Vena masih dalam kebingungan, karena, setahu Vena dari beberapa pelayan di bagian dapur, Axeloe sama sekali tidak pernah memerintah siapapun pelayan yang ada di dalam kediaman ini. Tapi kenapa dirinya sudah dua kali diperintahkan oleh Axeloe, apakah Axeloe memandang Vena lebih rendah daripada seorang pelayan.


Dan pikiran itu ditepis oleh Vena begitu saja, mungkin, karena, hanya Vena saja yang berada di kamarnya Ziya makanya Axeloe memintanya untuk membantu semua tindakan yang sedang ia lakukan.


" Heemmm, aku harus bagaimana," Gumam Vena dalam hati dengan pikirannya yang sedang kebingungan saat ini.


" Aku tidak perlu takut dengan Tuan Axeloe, karena dia adalah adik kandung dari Tuan Alberto, dan Tuan Alberto begitu baik orangnya, pasti dia orangnya juga sama,," Ucap Vena lagi yang berpikiran positif terhadap Axeloe.


Tidak ada pembicaraan apapun yang dilakukan oleh Vena dan juga Axeloe saat mereka berdua sedang menuju ke ruangan yang dimaksud oleh Axeloe. Lalu, Axeloe melangkah menuju dimana ruangan yang ia maksud untuk meletakkan barang-barang miliknya itu bukanlah ruangan penelitian, karena, yang Vena tahu Axeloe biasanya keluar dari sebuah ruangan penelitian.


" Bukannya ini ruangan Tuan Axeloe, kenapa Tuan masih melangkah saja,," Gumam Vena yang menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruangan milik Axeloe.


" Apa sebaiknya aku panggil saja Tuan Axeloe, mungkin dia lupa bahwa aku ada di belakangnya membawa barangnya ini,," Ucap Vena lagi sambil melihat barang yang ditenteng di tangannya.


" Tuan Axeloe !!" Panggil Vena kepada Axeloe yang langkahnya tidak terlalu jauh dari posisi Vena saat ini.


Tapi kali ini langkah Axeloe melewati ruangan tersebut sehingga membuat Vena menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan yang telah dilewatkan oleh Axeloe dan langsung memanggil Axeloe bahwa Axeloe telah melewatkan ruangan penelitian yang dimaksudkan olehnya itu.


****