Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



Betapa lembutnya kelakuan Alberto saat ini memperlakukan Ziya sebagaimana yang telah diucapkannya untuk Ziya. Bahwa Alberto sudah berjanji untuk selalu membahagiakan Ziya dan tidak akan pernah lagi memperlakukan Ziya seperti awal Ziya datang ke kediamannya. Tentu saja tindakan yang telah dilakukan oleh Alberto dan juga ucapan Alberto itu membuat Ziya semakin luluh dan juga mempercayainya dengan setulus hati.


" Heemmm, Alberto semenjak aku datang kesini, awalnya aku sangat berhati-hati denganmu, tapi, karena, sikapmu yang selalu memperlakukanku dengan kelembutan yang tiada Tara, sehingga membuatku mempercayaimu setulus hatiku, Alberto,," Jawab Ziya dengan lembut dan pelupuk mata yang berbinar karena, Ziya merasa bahwa sikap Alberto saat ini memang sangat berbeda dengan sikapnya pertama kali mereka bertemu.


" I love you my heart,," Ucap Alberto dengan penuh kelembutan sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Ziya.


Karena, melihat mata Ziya yang sedikit lagi akan menumpahkan air matanya, dengan perlakuan lembut Alberto menyentuh leher bagian belakang Ziya dan Alberto berniat untuk memberikan sebuah keyakinan pada Ziya bahwa memang benar adanya ia saat ini begitu menyayangi wanita kesayangannya yang ada di hadapannya saat ini.


Dengan perlakuan yang begitu lembut, Alberto mulai menekan leher Ziya agar ia bisa mendaratkan ciuman bibirnya pada bibir wanita di hadapannya yang begitu membuatnya merasa candu dan juga tergila-gila. Ziya sama sekali tidak pernah menolak dengan tindakan yang selalu dilakukan Alberto padanya, karena, Ziya juga mengakui dalam hatinya bahwa ia sangat menyukai apapun tindakan Alberto pada tubuhnya.


CUUUPPPP!!!


Ciuman lembut yang di daratkan oleh Alberto begitu indah dirasakan oleh Ziya, karena, mata Ziya saat itu memang sudah ingin menumpahkan air matanya, sehingga di saat Ziya menerima ciuman dari Alberto air matanya tertumpah pula karena, Ziya merasakan kenikmatan ciuman dari suaminya sampai menutup matanya.


Cukup lama Alberto dan Ziya berpaut bersama di dalam suka maupun duka, cukup lama juga Alberto dan Ziya merasakan kenikmatan sensasi dari bibir mereka yang beradu. Sambil menciumi bibirnya Ziya dengan lembut pula Alberto langsung memainkan tangannya untuk menghapus air mata Ziya yang baru saja mengalir.


Dengan kelembutan yang tiada tara, Ziya melepaskan ciuman yang baru saja dilakukannya bersama Alberto. Karena, sudah terlepas ciuman yang telah mereka lakukan bersama itu, Alberto memberikan sedikit ucapan yang membuat Ziya begitu terharu hingga Ziya langsung memeluk tubuh kekar yang berada di hadapannya yaitu Alberto.


" Jadi, kau tidak perlu ragu untuk mengatakannya padaku, aku sudah jelaskan bahwa kau tidak perlu takut untuk menceritakan apa saja padaku, aku sangat menyayangimu Ziya, aku sangat mencintaimu,," Sambung Alberto lagi dengan ucapannya yang penuh keyakinan serta ketulusan.


" Heemmm, terima kasih, Alberto, mulai saat ini aku tidak akan pernah ragu lagi untuk menceritakan apapun padamu, karena, aku juga menyayangimu Alberto,," Ucap Ziya yang masih berada di dalam pelukan suaminya.


" Terima kasih sayangku, aku tahu bahwa kau juga mencintaiku, tapi, kenapa bibir ini sulit sekali untuk mengatakannya,," Bilang Alberto sambil menyentuh bibirnya Ziya.


" Heemmm, karena, jika kau sudah tahu bahwa aku juga mencintaimu, tapi, kenapa kau berpura-pura tidak mengerti akan perasaanku padamu ?" Tanya Ziya sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Alberto yang sedang menunduk menatap dirinya.


" Karena, aku juga ingin mendengar bibir ini mengucapkan perkataan yang selama ini aku nantikan,," Jawab Alberto lagi sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Alberto yang tidak mau kalah dari Ziya, sehingga hal itu membuat Ziya mengulas senyumannya kepada Alberto. Dan Alberto juga mengerti bahwa perasaan yang tertekan dan juga ketakutan dari istrinya itu cukup menghilang karena, ia sudah memberikan kepastian dan juga keyakinan untuk Ziya mengungkapkan apapun perasaan yang telah mengganjal hati istrinya itu.


****