Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 15 - Namanya Ziya!!



Gladys adalah perempuan paruh baya yang merupakan Ibu tiri Alberto.


Ziya tidak merespon sedikitpun ucapan demi ucapan kasar pada dirinya. Karena, ia merasa bahwa dirinya bukanlah Zoya, jadi dia tidak merasa bahwa dirinya buruk.


Di dalam Istana Alexandre ini, Vasco Alexandre memiliki tiga orang anak kandung dan satu anak tiri. Alberto Alexandre dan Axelo Alexandre merupakan putranya dari mendiang istri pertamanya, sedangkan Alexandre adalah putri Vasco bersama Gladys. Dan anak tirinya Vasco ialah putra dari Gladys bersama suami pertamanya dulu yaitu Martin Luther.


Walaupun tidak merasa tersindir atas ucapan yang dilontarkan dari semua orang di rumah ini, tentu saja rasa kesal masih terlihat dalam diri Ziya.


Kesal ? Ya memang sangat kesal. Karena, semua penghuni di Istana Alexandre sangat membenci dirinya.


Apa kesalahan Zoya sampai Zoya bisa dibenci oleh semua keluarga Alexandre ?


" Demi sini,,! " Panggil Krystal namun Demi menggelengkan kepalanya.


" Demi mau sama Mommy,," Ucap Demi yang tidak mau menatap Krystal.


Karena, tidak membuat Ziya bergerak sedikitpun dari duduknya, Claire mendapatkan akal untuk mengusir Ziya dari sana.


Dengan sengaja Claire mengambil segelas susu hangat dari pelayan lalu menumpahkan tepat di kepala Ziya dan juga membuat kepala Demian ikut basah.


Sontak kelakuan Claire saat ini sangat membuat Ziya geram. Ziya segera berdiri lalu mengambil Demian dan meletakkan Demian di pangkuan Alberto. Alberto hanya diam menerima Demian yang sedang dipangkunya itu.


Sementara itu, Claire cepat-cepat mengambil tisu kemudian membersihkan tempat duduk yang telah diduduki Ziya tadi. Lalu, Claire duduk dengan tersenyum penuh kemenangan.


" Awas kau ya,, aku hanya bersandiwara sebagai Zoya, apabila kau tahu aku siapa, aku akan menghadapimu,," Gumam Ziya sangat kesal.


Ziya benar-benar ingin sekali menjambak rambut pirang Claire. Tapi niatnya itu diurungkannya karena ia tidak mau menunjukkan keahliannya dalam bertarung.


Tentu saja Ziya bukan Zoya yang mungkin lebih memilih tidak mengacaukan suasana sarapan pagi mereka dan lebih memilih sikap acuh tak acuh.


Namun Claire dengan sengaja memancing emosi Ziya. Ziya yang sedang mengambil tisu lalu dengan berani ia mendekati Alberto dan Demian.


Dengan gaya datarnya ia langsung membersihkan rambut Demian tanpa menghiraukan semua orang yang menatapnya aneh. Zoya yang biasanya memilih untuk menjauh dari Alberto, karena Zoya malas apabila Alberto membentaknya dan memarahinya di depan semua orang seperti ini.


Karena Claire tidak menyukai Ziya yang sengaja mendekati Alberto, Claire langsung menjambak rambut Ziya. Karena, kaget sontak Ziya langsung membalas menarik rambut Claire dan dengan gerakan cepat Ziya memutar tubuh Claire dan membantingnya ke lantai.


Membuat semua orang terbelalak kaget, memandang heran pada aksi Ziya. Sementara Alberto takjub melihat aksi istri palsunya ini.


" Kurang ajar kau,,!!" Teriak Claire yang bangun memegang pinggangnya karena sakit.


Maklum sudah dibanting oleh Ziya yang ahli dalam bela diri.😁😁


Karena tidak suka atas sikap Ziya yang melawan perbuatan Claire, di depan Alberto Gladys langsung memaki Ziya.


" Apa yang kau lakukan pada Claire,, Dia keponakanku,," Teriak Gladys yang membela Claire.


Ya benar sekali, Claire adalah keponakan Gladys dan sebenarnya Gladys ingin Claire yang menjadi istri Alberto. Karena, selama ini Gladys telah berhasil atas misinya yaitu menyingkirkan istri pertama Alberto dengan membayar laki-laki lain untuk merayu istri Alberto supaya berselingkuh dari Alberto.


Karena, Ziya pura-pura tidak mendengar ucapan Gladys, ia pun langsung berdiri hendak memukul Ziya, namun Martin putranya telah menahan tangan Gladys.


" Jangan Mom !!" Bilang Martin.


" Kamu masih saja membela wanita ular ini,," Teriak Gladys menunjuk Ziya dan menatap Ziya penuh dengan kebencian.


" Cukup,!!!" Teriak Alberto yang tangannya saat itu menghentak meja.


Ucapan Alberto saat ini sangat membuat semua orang yang berada di meja makan terdiam. Untung saja tidak ada Vasco Alexandre, Jika Vasco sedang berada disini maka keributan saat ini semakin bertambah parah, karena pastinya Gladys meminta suaminya itu untuk menghukum berat Ziya.


Sedangkan Demian saat ini sudah menangis ketakutan karena melihat semua orang sedang memarahi Mommy nya. Demian pun merentangkan tangannya meminta Ziya menggendongnya.


" Mommy,, hiks,, hiks,," Ucap Demi di sela tangisnya.


Raut ketakutan dari wajah Demian sangat terlihat jelas. Lalu dengan berani Ziya langsung mengambil Demian dari pelukan Alberto dan menggendongnya pergi jauh dari ruang makan ini.


" Biasanya kakak akan memarahi wanita murahan itu,, kenapa hari ini kakak terlihat membelanya..?" Tanya Alexa satu-satunya adik perempuan Alberto.


" Jangan pernah menyakiti Zoya di depan Demian.." Ucap Alberto dingin dan mantap.


Lalu, Alberto melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan dan mencari keberadaan Ziya. Alberto menanyakan kepada satu pelayan kemana Ziya pergi tadi. Ternyata pelayan tersebut mengatakan bahwa Ziya menuju dapur.


Cepat-cepat Alberto melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur, mencari keberadaan Ziya dan beberapa pelayan membungkuk memberi hormat pada Alberto saat Alberto melewati mereka.


Alberto menghentikan langkah kakinya, karena ia melihat Ziya sedang memasak makanan untuk Demian. Entah karena apa lagi-lagi Alberto tersenyum sinis melihat kelakuan Ziya. Karena di dalam benak Alberto kejutan apa lagi yang akan dilakukan oleh istri palsunya ini. Alberto sengaja mendengarkan percakapan Ziya dan Demian.


" Mom, Mommy jangan malah dan pelgi lagi ya Mom,," Pinta Demi.


" Mommy tidak akan pergi sayang,, selama ada Demian disini Mommy akan kuat,, atau Demian mau ikut pergi bersama Mommy ?" Tanya Ziya menatap wajah Demi tulus.


" Demi mau ikut kalau Daddy juga ikut,," Ucap Demian yang membuat Ziya sedikit lemas.


Karena, mana mungkin Demian mau ikut pergi bersamanya tanpa ada Daddy nya.


" Tapi kalo Mommy lama Demi datang,, Mommy tetap jangan pelgi dali Demi dan Daddy.." Bilang Demian yang membuat wajah Ziya menjadi sendu.


" Sayang, Demi udah janji pada Mommy, Demi jangan pernah bilang pada orang lain, kalo Mommy sebenarnya bukan Mommy, Demi, ya,," Ucap Ziya yang selalu mengingatkan Demi.


Namanya juga anak kecil tidak bisa untuk membohonginya pasti akan terbongkar juga. Padahal baru kemarin Ziya menyepakati perjanjian pada Demi, malah hari ini Demi menyebutnya lagi.


" Yes Mom, Kalena Mommy Demi yang ini bukan Mommy Demi yang kemalin." Ucap Demi memeluk erat tubuh Ziya.


Ziya pun membalas pelukan Demi. Setelah melepas pelukannya Ziya langsung memberikan segelas susu dan sepiring sandwich untuk Demi. Demi pun memakannya dan meminumnya dengan lahap.


Sementara Alberto yang memandang dan mendengarkan pembicaraan Ziya dan Demian hanya bisa mengangkat kedua alisnya lalu segera melangkahkan kakinya meninggalkan Ziya dan Demian.


Alberto tidak menyangka bahwa putra bungsunya lebih awal mengetahui perempuan yang mengaku Mommy nya itu bukanlah Mommy nya Zoya.


Diruang lainnya, Alberto segera mengambil ponselnya di dalam saku dan menelepon salah satu sahabatnya sekaligus kepercayaannya yaitu Zavier.


" Halo,, baru semalam kita bertemu, dan pagi ini kau menghubungiku, ada apa,?" Tanya Zavier mengangkat teleponnya.


" Aku butuh bantuanmu,," Ucap Alberto.


" Aku kira kau merindukanku,," Ucap Zavier yang menggoda Alberto dan membuat Alberto kesal.


" Kau mabuk,?" Bilang Alberto.


Zavier bukan seperti Samuel dan Daniel yang suka menggodanya dengan ucapan lucu atau umpatan. Zavier laki-laki dingin dan cuek di antara mereka, namun jika sudah mabuk ya jadi begini akan berisik juga seperti kedua temannya yang lain yaitu Samuel dan Daniel.


" Dengar, aku ingin kau mencari tahu tentang istri baruku, yang baru saja datang." Ucap Alberto serius dan membuat Zavier malah terkekeh.


" Si palsu maksudmu!! Ok baik besok kau akan mendapat kabar mengenai istri palsumu Ziya. Oh iya Namanya Ziya bukan Zoya, dia kembaran Zoya istrimu." Ucap Zavier yang ternyata sudah mendapatkan informasi mengenai Ziya.


Ucapan Zavier membuat Alberto tersenyum senang. Ternyata para bawahan pengikutnya lebih cepat mengetahui rencana Erwin mengembalikan istri palsu kepadanya.


Lalu selesai menelepon Zavier, Alberto tertawa sendiri karena kebodohan yang dilakukan Erwin. Wanita yang berada di rumahnya saat ini tidak akan bisa lepas dari genggamannya, bahkan Alberto berniat akan menjebak Ziya dalam permainannya sendiri.


" Ziya, ternyata namanya Ziya,, Hehe aku akan lihat bagaimana akhir dari permainannya." Ucap Alberto yang tersenyum sinis mengingat kelakuan Ziya.


Jika Zoya adalah perempuan yang akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang dan kepuasan. Apakah Ziya memiliki sifat yang sama dengan saudara kembarnya.


Alberto tersenyum senang karena akhirnya akan ada hiburan yang menarik di dalam keluarganya atas kehadiran istri palsunya yang sangat cantik dan pintar ini.


****