Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 93 - Buaian Lembut Alberto



Ziya terperangah atas pengakuan Alberto padanya, bahwa seorang laki-laki yang tersenyum menatap wajahnya disaat kejadian mengenaskan itu adalah benar-benar sosok Alberto. Sosok seorang laki-laki yang begitu ia harapkan dan ternyata benar Alberto adalah orang yang selama ini telah menyelamatkannya.


" Apa,," Ucap Ziya yang mulutnya terperangah di hadapan Alberto.


" Jadi, benar orang yang menyelamatkan diriku saat itu adalah kau,," Tanya Ziya sekali lagi untuk benar-benar diyakinkan oleh Alberto.


" Heemmm,, ya sayang,," Jawab Alberto tersenyum menatap mata Ziya.


Karena telah Mendengarkan ucapan Alberto yang meyakinkan dirinya bahwa benar laki-laki disaat itu adalah Alberto membuat Ziya merasa bahagia sekali. Sehingga dengan spontan Ziya langsung memeluk erat tubuh Alberto.


" Akkkhhh,, terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya langsung memeluk erat tubuh Alberto.


Sementara itu, Alberto tersenyum bahagia melihat Ziya yang tertawa begitu bahagia dalam pelukannya ini.


" Aku bahagia jika melihatmu tertawa seperti ini, istriku,," Gumam Alberto dalam hatinya sambil mengecup lembut puncak kepala Ziya.


Alberto sangat bahagia melihat wajah Ziya yang begitu senang saat mengetahui bahwa dirinyalah yang telah menyelamatkan Ziya di waktu kejadian itu. Sebenarnya rahasia ini belum di ungkapkan oleh Vena, karena, Alberto tidak mau apabila Ziya mengetahuinya dari orang lain. Alberto ingin Ziya mengetahuinya sendiri seperti malam ini.


Ziya yang mendengarkan semua ucapan Alberto memang benar-benar tulus untuk dirinya itu, merasa bahwa saat ini dia akan mulai untuk melakukan perjanjian terhadap Alberto. Supaya, dengan dirinya yang telah menerima Alberto dalam hatinya itu, Ziya ingin Alberto tidak lagi mengulangi perbuatannya dahulu yang telah menghina dirinya.


" Tapi, Alberto,," Gumam Ziya dengan suara lembutnya.


Mendengar suara lembut Ziya Alberto segera memindahkan posisinya yang tadinya menindih tubuh Ziya dan saat ini tepat tidur di samping Ziya sambil memeluk erat tubuh indah itu.


" Heemmm,," Suara Alberto yang terdengar lembut di samping Ziya.


" Aku ingin meminta sesuatu darimu,," Tanya Ziya menatap wajah Alberto dengan tatapan yang penuh akan permohonan.


" Apa, silahkan sebutkan saja,," Ucap Alberto lembut menatap wajah Ziya.


" Alberto aku hanya ingin,," Ucap Ziya yang masih merasa canggung dan takut.


" Sebutkan saja, sayang apapun yang kau inginkan akan aku penuhi semuanya semampuku,," Jawab Alberto yang mengecup lembut genggaman tangan Ziya di genggaman tangannya.


Karena, terlihat sepertinya Alberto mengizinkan Ziya untuk meminta sesuatu padanya, membuat Ziya segera mengatakan apa saja yang ada di dalam benaknya itu.


" Baiklah, jika benar kau ingin mengabulkan semua permintaanku, aku akan mengatakannya,," Ucap Ziya yang sengaja mengulur-ulur waktu Alberto untuk menyentuhnya.


" Apa sayang katakan, aku sudah bilang apapun itu akan aku berikan asal kau menuruti semua keinginanku." Jawab Alberto yang juga memberikan kesepakatan untuk Ziya.


" Heeemmm baik, yang pertama,," Ucap Ziya yang mulai membuka tahap-tahap permintaannya itu.


" Kalau ada yang pertama berarti ada yang terakhir,," Celetuk Alberto di telinga Ziya, membuat Ziya merasa Alberto sengaja mengganggu pikirannya.


" Eeemmm,, Alberto jangan dipotong dulu,," Pinta Ziya terdengar begitu manja.


Karena, Ziya terlihat sangat menggemaskan sehingga Alberto segera menciumi bibir Ziya. Bagi Alberto Ziya sudah cukup lama untuk mengulurkan waktunya itu.


" Uuummmmppp Alberto,," Suara Ziya kaget yang tertutup oleh bibir Alberto.


Cukup lama Alberto mencium, menji-lat lembut bibir Ziya, sehingga membuat Ziya merasa terbang akan ciuman yang dilakukan oleh Alberto. Begitu panas, begitu nikmat, begitu aaakkkhh tidak karuan apa yang sedang dirasakan Ziya saat ini. Yang awalnya Ziya ingin meminta sesuatu pada Alberto malah tidak jadi dan sengaja menikmati indahnya permainan Alberto di bibirnya itu.


" Eeemmmm,, Al, Berto,," Suara Ziya terdengar saat Alberto sedikit melepaskannya ciumannya.


Lalu, dengan sekejap Alberto mengulangi lagi ciumannya itu tepat di bibir Ziya dan saat ini tangan Ziya mulai merespon menahan kepala Alberto agar Alberto tidak melepaskan ciuman yang dilakukannya pada bibir lembutnya ini. Alberto begitu merasa terbawa arus melihat Ziya yang telah melingkarkan satu tangannya tepat di bagian lehernya dan satunya lagi mere-mas lembut rambut Alberto.


Semakin indah rasanya, semakin meningkatkan nafsu gelora tubuh Alberto untuk menyentuh tubuh Ziya.


" Aaakkkhh,,," Suara Ziya terdengar di telinga Alberto saat mulutnya mulai menganga karena tangan Alberto saat ini dengan lincahnya bermain dan meraba di bagian kenyal puncak gunung kembar milik Ziya.


Karena, telah berhasil mendorong bibir Ziya supaya bisa terbuka dengan bebas dan gaya liarnya, Alberto membelit lidah Ziya, Ziya merasakan belitan lidah Alberto begitu indah membuat dirinya terbuai dan mengikuti arus. Ziya juga mulai bisa membelit lidah Alberto, sehingga bersatulah antara lidah Alberto dan lidah Ziya.


Begitu indahnya yang dirasakan Ziya saat ini.


Sangat terasa sekali bahwa Ziya diperlakukan lembut oleh Alberto, tidak seperti waktu dahulu, saat pertama Alberto menyentuhnya, ya, memang benar Alberto membuka permainan yang diawali dengan sentuhan lembut, tapi semakin mengetahui Ziya tidak memiliki mahkota lagi, saat itulah Alberto mulai mengasari Ziya.


Tapi, malam ini begitu berbeda, Ziya merasakan bahwa dirinya sedang berada di angkasa di bawa terbang oleh Alberto, dijunjung tinggi sebagai seorang wanita dan dihargai sebagai seorang istri.


Ziya merasakan saat ini Alberto begitu lembut memperlakukan tubuhnya, membelainya, mencumbunya dan membisikkan sesuatu kata-kata yang begitu indah terdengar di telinganya.


Setelah merasa puas berciuman dengan Ziya, Alberto berpikir bahwa saat ini waktu dirinya untuk membuai tubuh indah Ziya ini. Alberto begitu mengingat aroma tubuh Ziya saat itu, dimana saat dirinya mengecap menjilat penuh bagian inti Ziya, begitu nikmat Alberto menghirup aroma yang keluar di saat Zoya mencapai puncaknya.


Sesi ciuman panas bibir Alberto yang membuai bibir lembut Ziya meningkat dan saat ini Alberto mulai menciumi bagian kulit Ziya yang begitu mulus terlihat yaitu leher jenjang nan indah milik Ziya.


" Aaakkkhh,," Suara Ziya lembut terdengar di telinga Alberto.


Alberto tersenyum mendengar suara desa-han Ziya yang begitu lembut terdengar olehnya.


" Mende-sahlah sayang,," Ucap Alberto tepat di telinga Ziya bagian kanannya.


" Teruskan mende-sahnya sayang,, aku begitu menyukainya,," Ucap Alberto lagi membuat Ziya merem melek mendengar semua alunan lembut yang mengalun-ngalun di telinganya itu.


Semakin pintar juga lidah Alberto bermain-main di bagian leher Ziya. Dan tangan Alberto begitu pintarnya *******-***** lembut bagian kembar milik Ziya yang begitu menonjol sehingga membuat Ziya semakin terbuai, tidak tahu apa yang telah terjadi pada pikirannya saat ini, tubuh Ziya sama sekali tidak menolak perbuatan Alberto melainkan terbuai nikmat.


Dalam pikiran Ziya saat ini terserah apa yang ingin dilakukan Alberto pada tubuhnya, karena, Ziya juga merasa bahwa saat ini tubuhnya menginginkan buaian itu.


" Mende-sahlah sayang sepuas-puasnya,," Ucap Alberto dengan tangannya yang masih pintar membuai dan bermain di bagian gunung kembar itu.


Berulang kali Alberto menge-cap memberikan tanda kemerahan di bagian leher Ziya, membuat Ziya berulang kali juga mengucapkan kata-kata yang tidak karuan terdengar olehnya sendiri, dan bahkan Ziya tidak mengerti kenapa saat ini mulutnya mengeluarkan suara-suara yang begitu memalukan.


" Aaakkkhh,, Aakkhhh,," Suara Ziya terdengar oleh Alberto.


Sebenarnya apabila dalam keadaan sadar dan sedang tidak melakukan hal seperti saat ini kemungkinan Ziya akan malu berhadapan dengan Alberto. Bagaimana reaksi Alberto menatap wajahnya nanti, karena, memang saat ini Ziya merasa tidak tahu malu mengeluarkan suara desa-han yang begitu tidak karuan bagi Ziya.


" Terus sayang mende-sahlah,," Ucap Alberto mendominasi Ziya untuk selalu mende-sah.


Saat ini Alberto dengan mudahnya menelusup masuk satu tangannya ke dalam baju Ziya. Kebetulan saat ini Ziya sedang memakai baju dress pendek menyebabkan bajunya naik ke atas paha. Ziya tidak mengetahui saat ini bagian bawah tubuhnya sudah terlihat sempurna di mata Alberto.


Walaupun, kain segitiga pengaman masih menutupi bagian inti Ziya. Tapi, kelakuan Alberto dalam memainkan dua puncak gunung miliknya itu, memberi respon nikmat di bagian bawah. Dengan sangat mudah dan cepat Alberto menarik dress itu ke atas. Ziya sama sekali tidak merasakan bagaimana Alberto yang begitu pintar sekali membuat tubuhnya polos seperti saat ini.


Alberto tersenyum melihat pemandangan indah yang terpampang jelas di depan matanya ini, tubuh Ziya saat ini sedikit demi sedikit terlihat polos karena, ahlinya tangan Alberto yang membuka dress Ziya.


Ziya merasa kulitnya saat ini begitu dingin dan Ziya yang sedari tadi memejamkan matanya, mulai membuka kedua bola matanya itu dan melihat keadaan tubuhnya yang sudah tidak ada lagi dress. Karena, melihat kedua mata Ziya menatap tubuhnya yang polos dengan senyuman indahnya Alberto menaiki tubuh Ziya perlahan demi perlahan memberikan sensasi kelembutan yang tersentuh pada kulit Ziya.


" Sayang, apakah aku boleh melakukannya,," Tanya Alberto terlebih dahulu meminta izin pada Ziya.


Ziya terperangah mendengar ucapan permintaan izin dari Alberto. Baru kali ini Ziya mendengarkan ucapan Alberto yang begitu lembut meminta pelayanan dari tubuhnya itu. Karena, mendengar Alberto meminta izin yang ingin menyentuh tubuhnya itu, dengan sepenuh hati Ziya menganggukkan lembut kepalanya dan berbisik mesra tepat di telinga Alberto.


" Lakukan, apa yang ingin kau lakukan padaku," Ucap Ziya lembut berbisik di telinga Alberto.


Karena mendengar ucapan Ziya yang mengizinkan dirinya untuk menyentuhnya itu. Terlihat di wajah Alberto menyunggingkan senyuman indahnya membuat Ziya menatap dalam senyuman indah itu, menyimpannya tepat di dalam hatinya.


" Tapi, Alberto aku mohon jangan pernah melakukannya dengan kasar,," Pinta Ziya menatap lembut wajah Alberto.


" Heemm,, aku akan melakukannya dengan lembut sayang,," Jawab Alberto meyakinkan hati Ziya.


Karena, mendengar ucapan Alberto yang akan melakukannya dengan lembut Ziya segera mengangguk dan menerima bibir lembut Alberto. Saat ini Ziya yang menginginkan perlakuan lembut dari Alberto tapi, nyatanya Ziya sendiri yang tidak bisa menahan akan gejolak dalam tubuhnya itu.


Seakan saat ini, Ziya begitu pintar sekali untuk membalas ciuman yang dilakukan oleh bibir Alberto, Pastinya Alberto sangat menyukai akan keagresifan bibir Ziya membuka mulutnya dan segera membelit-belit lidah Alberto dengan begitu panas. Sambil menautkan bibirnya pada bibir Ziya, tangan Alberto mulai bermain peran menyentuh lembut bagian kecil dan terasa begitu kenyal sekali bila disentuh yang berada di puncak gunung kembar Ziya.


Ziya seakan merasa terbang saat bibir Alberto mulai turun ke bawah dan mengecap lembut bagian lehernya, memberikan tanda merah di bagian dada Ziya. Seperti saat ini Alberto mulai membuka kain yang menjerat dua gunung kembar milik Ziya.


Setelah melepaskannya dan melemparnya ke sembarang arah, mata Alberto menatap nanar pada puncak gunung kembar yang begitu indah itu, Alberto segera menge-cap, menji-lat dan menghi-sap lembut kelereng kecil nan kemerahan yang membuat tubuh Ziya mere-mang dan mulai mengeluarkan suara desa-hannya lagi.


" Aaakkkhh, Alber, to,," Suara desa-han Ziya yang terdengar begitu lembut.


Satu tangan Ziya merespon menarik sprei dan satunya lagi mere-mas lembut kepala Alberto yang masih bermain indah di atas puncak gunungnya itu. Begitu banyak tanda kemerahan yang dilakukan oleh Alberto di tubuh Ziya saat ini.


Setelah puas bermain di atas puncak gunung itu, lidah Alberto sama sekali tidak terlepas sedikitpun untuk menjilat dan menge-cap semua kulit Ziya yang terpampang jelas di mata Alberto tanpa melewatkannya sedikitpun.


Ziya menggelinjang geli, saat merasakan lidah Alberto yang bermain-main lembut di bagian perutnya, Ziya merasa bahwa saat ini ada banyak sekali kupu-kupu nan indah yang bermain di bagian bawahnya itu. Karena, saat ini Alberto memang sengaja sudah memasukkan satu jarinya ke bagian inti Ziya, bermain lembut di bagian itu, memijat mesra bagian kacang kecil milik Ziya memberikan sensasi kenikmatan yang tiada taraara bagi Ziya.


" Akkkhhh, Alberto," Desa-han suara Ziya sambil menarik sprei untuk menyeimbangkan tubuhnya saat ini.


Sudah saatnya Alberto membuka segitiga pengaman yang menutupi bagian inti Ziya, cuma dengan menarik satu tali pada kain penutup itu dan terlihatlah bagian inti surga milik Ziya. Karena, merasa bagian inti Ziya sudah sedikit basah atas permainan jarinya itu, membuat Alberto segera turun ke bawah dan menatap jelas surga milik Ziya.


Betapa indahnya Alberto melihat kulit yang berwarna kemerahan dan sedikit basah itu, membuat Alberto segera menji-lat lembut kacang kecil yang berada di bawah itu.


" Aaakkkhh,, Alberto,, aku,, aku,," Ucap Ziya yang merasakan sensasi indah bagian bawah perutnya.


Karena, baru kali ini disentuh lembut oleh Alberto, tak terasa Ziya sudah sampai pada puncak kenikmatan yang ia rasakan. Begitu luar biasa sensasi yang ingin dikeluarkannya itu, membuat tubuh Ziya menggelinjang geli untuk mengeluarkannya.


Belum lama Alberto memainkan lidahnya tepat pada kacang kecil bagian inti milik Ziya, Ziya sudah ingin mengeluarkan sesuatu dari bawah sana.


" Aaakkkhh, Alberto,, aku ingin,," Ucap Ziya seperti ingin mengeluarkan sesuatu dari bagian bawahnya.


" Keluarkan sayang,, keluarkan saja,," Jawab Alberto yang mendominasi Ziya untuk mengeluarkan cairan indah dari tubuhnya itu.


Dengan segera Alberto mengulangi permainannya untuk menjilat dan mengulum lembut bagian bawah Ziya. Entah apa yang dirasakan Ziya saat ini, kenapa rasanya ingin sekali Ziya mengeluarkan cairan itu.


" Aakkhhh, Alberto,," Ucap Ziya terdengar serak dan terlihat sekali saat ini tubuhnya bergetar setelah mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya itu.


Dengan desa-han terakhir Ziya akhirnya Ziya mengeluarkan cairan len-dir yang begitu membuat Alberto bahagia untuk menghirup aroma dari cairan yang dikeluarkan Ziya itu.


Karena, cairan dari bagian bawah Ziya sudah dikeluarkan dan rasanya milik Ziya saat ini juga sudah cukup licin untuk dimasukkan. Dengan segera Alberto naik ke atas tubuh Ziya sambil memainkan adek kecil miliknya pada bagian surga milik Ziya.


***


HAREUDANG Readers,, tanggung,,🤪🤪


Lanjut bab selanjutnya Ya Readers😘😘 😜🤪🤩