Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 107 - Laporan Berkas Ziya



Setelah selesai sarapan bersama Ziya di dalam kamarnya dan memberikan perintah kepada Ziya bahwa Ziya sama sekali tidak boleh keluar, dengan senang hati Alberto pergi ke kantornya. Di dalam mobil Alberto segera menghubungi temannya yaitu Daniel.


Dering pertama segera diangkat oleh Daniel !


" Halo, Dude,," Suara Daniel yang terdengar di dalam ponsel Alberto.


" Heemm,," Jawab Alberto seperti biasa dengan gaya dinginnya.


" Bagaimana, tidur nyenyak malam ini,," Suara Daniel yang sengaja menggoda Alberto.


" Heemm, pasti, sangat nyenyak,," Ucap Alberto menatap tajam ke depan.


" Setelah aku bertemu denganmu, saat itu juga aku akan memukul wajahmu,," Bilang Alberto yang begitu kesal atas godaan yang dilontarkan oleh Daniel padanya.


Mendengar ucapan Alberto yang begitu kesal dan marah padanya, membuat Daniel semakin terkekeh senang.


" Hahahaha,, Calm down, Dude,," Ucap Daniel yang menurunkan tingkat emosi Alberto.


" Ada apa,," Tanya Daniel pada Alberto.


" Apa dia sakit," Tanya Daniel lagi pada Alberto.


Alberto merasa kesal pada Daniel saat ini, karena, ketika dia meneleponnya pasti dipikiran Daniel saat ini pasti Ziya sakit.


" Memangnya, aku menghubungimu hanya ketika dia sakit." Ucap Alberto yang terdengar sangat geram pada ucapan Daniel.


" Hehehehe,, sorry Dude, karena, akhir-akhir ini kau sering menghubungiku cuma karena, dia sakit." Ucap Daniel yang menjelaskannya pada Alberto.


" Heemm, bukan itu, tapi, aku memintamu untuk datang ke markas sekitar satu jam lagi, aku ingin membahas mengenai informasi yang ingin kau sampaikan padaku semalam." Ungkap Alberto jelas pada Daniel.


" Oh God, aku lupa, ok, dalam satu jam lagi aku akan kesana,," Jawab Daniel dengan segera.


" Baik aku akan menunggumu di markas Alexandre, satu jam lagi,," Ucap Alberto pada Daniel.


" Ok Dude, segera aku akan kesana,," Jawab Daniel pada Alberto.


Setelah selesai menghubungi Daniel, dengan segera Alberto memerintahkan supir pribadinya untuk menuju ke kantornya.


" Kantor Grup B Alexandre,," Ucap Alberto yang memerintahkan kepada supirnya untuk segera pergi ke kantor Grup B miliknya.


" Baik, Tuan,," Jawab supir.


Dengan segera supir Alberto membawakan mobilnya meluncur ke arah kantornya terlebih dahulu, sebelum dirinya pergi ke markas Alexandre yang ia sebutkan pada Daniel tadi.


Dalam beberapa menit supir handal pribadi Alberto itu sangat cepat sampai ke kantornya. Dan saat ini, Alberto segera masuk ke dalam kantornya melewati lobby utama, biasanya Alberto langsung menuju koridor khusus jalan untuknya, tidak seperti ini, Alberto melewati jalan melalui lobby terlebih dahulu.


Ternyata Alberto memang sengaja melewati lobby kantornya ini yang bergerak di bidang medis seperti obat-obatan paten yang telah tersebar untuk mengobati semua pasien yang sedang sakit di dunia ini.


Hari ini Alberto datang ke kantornya yang berada cukup jauh dari kediamannya itu. Ya, walaupun jauh Alberto tetap bersedia datang dengan tepat waktu karena, hari ini adalah hari rapat kantornya untuk membahas masalah keuangan yang sudah selesai di rekap.


Saat Alberto menginjakkan kakinya di dalam lobby, semua karyawan yang berada di paling bawah sudah melihat siapa sebenarnya Alberto Alexandre pemilik utama dari kantor dan pabrik obat-obatan medis yang telah di produksi.


Pastinya semua karyawan berkesempatan untuk memberikan hormat dan menundukkan kepalanya melihat seorang pemilik perusahaan yang baru saja masuk.


" Selamat Pagi, Tuan,," Suara ucapan semua karyawan perusahaan yang terdengar oleh Alberto.


Selama ini Alberto tidak pernah datang ke ruangannya melewati lobby utama kantor, melainkan tempat lain yang segera mengantarnya ke ruangan khusus milik dirinya.


Alberto yang melewati semua karyawan itu hanya menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang dingin tanpa sedikitpun menoleh ke kiri dan ke kanan karena tujuannya saat ini segera langsung masuk ke dalam ruang rapat.


Saat ingin memasuki ruang rapat Alberto sedikit mendengar ucapan seseorang wanita yang menyebutkan nama Ziya, Mendengar wanita itu menyebutkan nama Ziya, Alberto segera menghentikan langkahnya dan sengaja mendengarkan pembicaraan kedua wanita itu.


" Aduuhhh,, aku sungguh lelah sekali," Ucap salah satu wanita karyawan Alberto.


" Kenapa,, kamu lelah,," Tanya satu sahabatnya.


" Kau bertanya kenapa aku lelah,, kau mau tahu,," Ucapnya kepada sahabat wanita yang menanyainya itu.


" He'em,," Tanya sahabat wanitanya lagi.


" Ini,, semua berkas laporan keuangan yang diberikan Bu Ziya padaku,," Ucap wanita itu pada temannya.


Temannya hanya tertawa melihat wanita itu sepertinya terlihat sangat lelah sekali dengan semua berkas laporan yang telah dia kerjakan.


" Hahaha,, kau harusnya berbangga hati, karena kau telah terpilih menjadi asisten dari Bu Ziya." Ucap temannya itu menyemangati wanita di sampingnya itu.


" Ya kau benar,, siapa yang tidak mau menjadi asisten Bu Ziya yang begitu pintar,," Jawabnya merasa bersyukur telah dipilih oleh Ziya untuk menjadi asistennya waktu itu.


Saat Alberto melewati koridor itu, Alberto sama sekali tidak sengaja mendengar pembicaraan dua wanita ini, sehingga Alberto segera menghentikan langkahnya.


" Apa yang mereka katakan, Ziya,," Tanya Alberto dalam hati saat mendengar salah satu wanita mengucapkan nama Ziya dan membanggakan nama Ziya itu.


" Apakah mereka sedang menyebut nama Ziya itu adalah Ziya yang menjadi istriku,," Ucap Alberto lagi mengira-ngira nama Ziya yang mereka sebutkan itu adalah Ziya yang sedang berada di rumahnya.


" Heemm,, aku harus mencari tahu siapa Ziya yang mereka katakan itu,," Ucap Alberto dalam hati sambil berlalu pergi meninggalkan pembicaraan kedua wanita itu.


Sedangkan kedua wanita itu, sama sekali tidak mengetahui bahwa Alberto adalah pemilik perusahaan ini. Dan, Ziya saat ini bersama dengannya.


Alberto segera masuk ke dalam ruang rapat dan melihat sekeliling ruangan ternyata sudah banyak sekali karyawan petingginya yang sudah datang. Bahkan semua karyawan saat ini telah sengaja menunggu kehadirannya.


Saat Alberto masuk ke dalam semua karyawan segera berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat pada Alberto.


Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana kursinya berada.


Saat Alberto sudah duduk di atas kursi kebesarannya itu. Semua karyawan pun segera mulai melakukan pembukaan acara untuk rapat hari ini.


Alberto hanya mengangguk dan mempersilahkan karyawannya itu untuk mulai melakukan rapat yang sedang mereka laksanakan.


" Silahkan," Gumam Alberto singkat sambil memberikan juntaian tangan untuk mempersilahkan karyawannya membuka rapat hari ini.


" Terima kasih Tuan,, baiklah hari ini semua karyawan di berbagai bidang dan divisi sudah selesai memberikan semua berkas-berkas laporan yang akan kita bicarakan hari ini." Ucap salah satu karyawan laki-laki di kantor Alberto ini yang telah memulai membuka pembicaraan rapat.


" Dimulai dari bagian divisi satu, silahkan Pak,," Ucap karyawan tersebut kepada karyawan lain yang memiliki posisi pada bagian divisi satu.


" Terima kasih," Jawab karyawan tersebut kepada karyawan yang menjadi moderator dalam acara rapat yang sedang mereka lakukan.


Mulailah karyawan yang bertugas di bagian divisi satu menjelaskan keadaan laporan berkas miliknya, setelah selesai satu persatu karyawan petinggi divisi menyampaikan hasil laporan yang telah mereka buat masing-masing.


Sementara itu, Alberto saat ini mulai fokus pada layar yang telah terekam dan terkoneksi dengan keadaan di dalam kamarnya, dimana keadaan kamar itu, menampilkan seorang wanita yang baru saja Alberto dengar dari


percakapan dua wanita yang sedang menyebut nama Ziya.


" Heemm,, apa yang sedang dia lakukan,," Gumam Alberto sambil meneliti kelakuan Ziya di dalam kamar.


Terlihat Ziya sedang duduk, berdiri dan melangkah kesana kemari, entah apa yang sedang ia lakukan itu. Sehingga membuat wajah Alberto sedikit menyunggingkan senyumannya.


" Ternyata dia sedang meneliti sistem keamanan di kamar itu," Ucap Alberto dalam hati yang sudah tahu tindakan Ziya di dalam kamarnya itu.


" Ternyata dia terlihat lucu saat di dalam kamar,," Gumam Alberto yang melihat wajah Ziya terkadang cemberut dan terkadang juga ceria.


Dalam seketika semua karyawan itu telah menyelesaikan tugas mereka masing-masing dalam menyampaikan materi laporan yang dibicarakan hari ini. Tapi, Alberto sama sekali tidak terlalu mendengarkan pembicaraan yang telah disampaikan oleh semua karyawannya.


Karena, pemikiran Alberto saat itu dibagi menjadi dua yaitu fokus pada pembicaraan karyawannya saat sedang rapat dan juga fokus menatap wajah Ziya di balik layar laptopnya itu.


" Bagaimana menurut pendapat Tuan, tentang hasil dari rapat hari ini,," Tanya salah satu karyawan Alberto yang telah menjadi moderator di dalam rapat mereka saat ini.


" Baik, saya telah mendengarkan semuanya hasil dari laporan berkas setiap divisi, semuanya bagus dan berjalan lancar,," Ucap Alberto yang memuji hasil kerja keras semua karyawannya itu.


" Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah ikut berpartisipasi untuk memajukan perusahaan ini,," Ucap Alberto yang memberikan apresiasi kepada semua karyawannya.


Pastinya semua karyawan tersenyum senang saat mendengar ucapan Alberto yang memberikan dukungan dan apresiasi kepada karyawannya itu.


Lalu, Alberto kembali menyampaikan maksud dari hatinya, karena, sebelum dia masuk ke dalam ruang rapat ini, tak sengaja Alberto mendengarkan pembicaraan dua karyawan wanita yang menyebutkan nama Ziya dan sangat jelas sekali bahwa dua wanita itu menyebutkan nama Ziya di bagian berkas laporan keuangan.


" Dan ada satu laporan berkas yang sedikit membuat saya kurang mengerti." Ucap Alberto dengan benarnya, karena ia ingin menyelidiki siapa orang yang bernama yang sama dengan istri palsunya itu Ziya.


Semua karyawan pastinya saat ini terlihat tegang karena, Sang Tuan Besar tidak mengerti akan hasil berkas laporan yang telah dibuat itu. Tentunya semua bagian divisi merasa siapa yang telah membuat laporan sedikit kurang atau buruk itu, sehingga membuat Alberto tidak mengerti.


Padahal sebenarnya, Alberto mengerti akan hasil semua laporan yang telah disampaikan hari ini, cuma, dengan sengaja Alberto ingin mencari tahu siapa yang telah dimaksudkan oleh kedua wanita di luar ruangan yang telah menyebutkan nama Ziya.


" Maaf Tuan, Laporan bagian apa yang kurang dimengerti,," Tanya karyawan Alberto yang telah membuka dan juga menutup hasil rapat hari ini.


" Tinggalkan berkas laporan bagian keuangan di ruangan ini juga,," Ucap Alberto yang memerintahkan karyawan divisi bagian keuangan untuk meninggalkan berkas laporan dari timnya.


" Dan panggil kepala bagian penerimaan karyawan di kantor ini." Ucap Alberto yang memerintahkan karyawannya untuk segera memanggil kepala bagian penerimaan karyawan di kantor miliknya itu.


" Baik Tuan,," Ucap salah satu karyawan yang bertugas untuk menyampaikan perintahannya ini.


" Semua karyawan boleh keluar, terima kasih atas kerja keras kalian selama ini,," Ucap Alberto yang mengakhiri rapatnya hari ini.


Dengan segera semua karyawan berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Alberto. Lalu melangkah keluar dari ruangan. Sementara itu, tinggalah satu karyawan bagian keuangan yang ada di sana. Karyawan itu segera melangkahkan kakinya mendekati Alberto dengan membawa hasil laporan yang telah mereka bicarakan hari ini.


" Maaf Tuan, jika hasil laporan ini sedikit kurang bagus untuk Tuan periksa." Ucap karyawan bagian keuangan kepada Alberto dengan wajah takutnya.


Ya, pastinya takut untuk berhadapan langsung pada Alberto, karena, wajahnya yang sangat jarang sekali tersenyum di hadapan semua karyawannya itu, membuat salah satu karyawan ini menjadi gemetaran saat memberikan hasil dari berkas laporannya ini.


" Sebenarnya hasil laporan yang kau buat bagus, cuma..." Ucap Alberto sedikit terputus karena, karyawannya ini segera mengatakan sesuatu padanya.


Karena, mendengar ucapan Alberto yang mengatakan bahwa hasil laporannya itu bagus tapi sesat Alberto menyampaikan kata cuma yang membuatnya segera memberitahu siapa orang yang bertugas untuk membuat laporan di bagian keuangan.


" Maaf Tuan, kalau saya memotong perkataan Tuan, sebenarnya saya hanya bertugas menyampaikan hasil laporan keuangan ini, tapi yang membuat hasil statistik laporan keuangan ini adalah Bu Ziya." Ucap karyawan itu sejujurnya pada Alberto.


Dan, Alberto sedikit terkejut mendengar perkataan karyawannya itu yang menyebutkan nama Ziya. Tapi, untuk sesaat Alberto tidak menampakan wajah kagetnya pada karyawannya itu.


" Bu Ziya,, siapa dia,?" Tanya Alberto pada karyawan itu.


" Bu Ziya adalah kepala bagian keuangan di kantor ini dan saat ini Bu Ziya tidak lagi bekerja jadi dia serahkan semua hasil laporan ini kepada asistennya Tuan," Ucap karyawan itu menjelaskan siapa orang yang bernama Ziya.


" Dan saya hanya sebagai sekretaris Bu Ziya bertugas untuk menggantikannya sementara dalam rapat ini. Karena,


belum ada yang menggantikan posisi Bu Ziya, makanya saya dan asistennya yang membuat semua laporan ini, Tuan," Sambung karyawan itu menjelaskan secara detail pada Alberto.


Alberto sendiri memikirkan ucapan-ucapan yang disampaikan oleh karyawannya itu. Lalu, Alberto terbersit saat mendengar karyawannya itu menyebutkan bahwa belum ada yang bisa menggantikan posisi Ziya di kantor ini.


" Memangnya dia kemana,, kenapa dia memberikan tugas ini kepada kalian semua,," Tanya Alberto serius pada karyawan yang sedang berhadapan dengannya itu.


" Menurut asisten Bu Ziya, saat ini Bu Ziya sedang di rumah keluarganya dan sudah lama tidak kembali ke kantor padahal Bu Ziya berjanji sekitar beberapa hari saja, tapi sampai saat ini, Bu Ziya juga belum kembali ke kantor." Ucap karyawan itu yang menjelaskan keadaan Ziya sebelumnya ini.


Alberto berpikir apakah Ziya yang bekerja di kantornya yang tidak terlalu besar ini adalah Ziya yang menjadi istrinya saat ini. Lalu, Alberto kembali bertanya kenapa posisi Ziya tidak bisa diganti dengan orang lain.


" Kenapa tidak diganti posisinya dengan orang lain,," Tanya Alberto lagi pada karyawan itu.


" Menurut semua karyawan bagian keuangan Ibu Ziya, orangnya sangat cerdas dalam meningkatkan statistik hasil laporan keuangan, jadi sampai saat ini, belum ada yang bisa menggantikan posisi Bu Ziya, Tuan," Ucap karyawan itu yang sengaja memuji kepintaran Ziya dan juga menjelaskannya secara rinci.


Tebakan Alberto tidak salah lagi, pasti Ziya yang mereka maksud adalah Ziya istrinya cantiknya itu. Alberto tidak habis pikir ternyata selama ini Ziya bekerja di perusahaan kecilnya ini. Tapi, Alberto belum mau mengakui Ziya yang disebutkan karyawannya ini adalah Ziya istrinya. Oleh sebab itu Alberto segera memanggil bagian penerimaan untuk melihat data tentang Ziya.


****